bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Chernobyl 1986, Cinta Kala Bencana

Alexey dan Olga baru berjumpa lagi setelah 10 tahun tidak bertemu yang kemudian menimbulkan dilema bagi Alexey setelah mengetahui hal yang selama ini tidak dia ketahui

. Seketika Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di kota mereka meledak dan menimbulkan bencana besar berupa radiasi nuklir. Alexey merasa terpanggil untuk membela negara dengan menghentikan menyebarnya radiasi.

Chernobyl 1986 atau judul rilis internasionalnya ialah Chernobyl: Abyss adalah film tentang bencana besar yang terjadi di Uni Soviet pada tahun 1986. Film produksi Rusia ini dirilis di negaranya pada 15 April 2021 dan juga secara streaming di Netflix pada 21 Juli 2021.

Salah satu bencana karena tangan manusia terburuk ini tentunya mengundang kesan kesedihan. Akankah film ini mampu mengaduk emosi kita?

Berikut ini review kami tentang salah satu film yang mendapat dukungan biaya penuh dari Cinema Foundation, badan pemerintahan Rusia yang bergerak dalam mengembangkan perfilman Rusia, yang menjadikan kota Budapest sebagai lokasi syutingnya menggantikan Pripyat, kota asli yang kini sudah menjadi kota mati ini.

Baca juga: 21 Film Tentang Bencana Alam Terbaik yang Wajib Ditonton

Sinopsis

Sinopsis

Alexey Karpushin, seorang petugas pemadam kebakaran, bertemu cinta lamanya Olga Savostina di sebuah salon di kota Pripyat. Mereka tidak pernah bertemu selama 10 tahun sejak terakhir kalinya di kota Kiev. Alexey membujuk Olga untuk pergi bersamanya, bahkan dia berani memberhentikan bus yang ditumpangi Olga. Hari itu, mereka melepaskan rindu dan saling mengenal kembali.

Alexey semakin agresif mengejar Olga hingga datang ke apartemennya dan menemukan seorang bocah berusia 10 tahun yang langsung dia kenali bahwa anak yang bernama sama dengannya itu adalah putranya. Dilanda kegalauan, Alexey justru meminta dirinya dimutasi ke Kiev dengan alasan untuk mencari petualangan baru. Janji Alexey kepada Olga untuk pergi bersamanya dia lupakan.

Sekalinya dia ingat, justru dalam keadaan mabuk. Dan dia mendatangi apartemen Olga yang membuat Olga kesal padanya. Saat hendak pergi meninggalkan Pripyat, terjadi ledakan di salah satu reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Alexey langsung bergabung dengan mobil pemadam kebakaran yang lewat dan berusaha menyelamatkan para korban di lokasi itu.

Alexey beruntung tidak terkena dampak radiasi karena aksinya itu. Kemudian dia dipanggil oleh pejabat pemerintah untuk bergabung dalam tim yang akan menanggulangi bencana ini. Mereka menyusun rencana untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran radiasi dengan mengeringkan air pendingin di bawah reaktor yang terbakar.

Awalnya Alexey mundur dari tim karena tidak ingin mengorbankan jiwanya. Tetapi setelah menemui Olga yang hendak dievakuasi, dia melihat putranya kemungkinan terkena radiasi karena malam itu dia berada dekat dengan ledakan reaktor. Demi mendapat pengobatan yang baik, Alexey kembali menemui pejabat pemerintah dan bersedia menjadi sukarelawan.

Setelah misi pertama berhasil, banyak sukarelawan yang mundur karena merasa tidak akan sanggup melaksanakan misi yang kedua. Kunci utama ada di tangan Alexey yang berpengalaman dalam pengamanan reaktor dan Valera yang hafal blue print reaktor itu. Dengan bergabungnya salah satu anggota militer, mereka bertiga menjalankan misi kedua yang sulit ini.

Mereka harus menyelam di air yang terkena radiasi. Sang anggota militer langsung terkena efek radiasi yang membuat badannya melemah dan tidak sanggup melanjutkan misi. Hanya menyisakan mereka berdua, Valera dan Alexey berhasil membuka keran air dan mengeringkan tangki pendingin reaktor. Sayangnya, tali Valera tersangkut dan dia memutuskan talinya dengan pisau.

Alexey yang menyadari tali Valera terputus, mengurungkan diri ke permukaan dan justru berenang kembali ke arah Valera. Setelahnya, di rumah sakit, Olga menbesuk Alexey yang berhasil diselamatkan di dalam tangki pendingin reaktor yang sudah mengering. Tiga bulan kemudian putra Olga kembali dari perawatan dalam kondisi sehat.

Kisah Fiktif dari Peristiwa Nyata

Kisah Fiktif dari Peristiwa Nyata

Bencana meledaknya reaktor nuklir di Chernobyl pada tahun 1986 adalah salah satu bencana terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Setelah bom nuklir yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki di tahun 1945, bencana Chernobyl ini adalah peristiwa kedua terburuk yang berkaitan dengan penggunaan nuklir oleh manusia.

Tapi film Chernobyl 1986 tidak menyuguhkan cerita tentang bencana nuklir ini secara detail, seperti bagaimana awal bencana ini dan kejadian setelahnya, melainkan menggelar kisah cinta antara Alexey dan Olga yang terjadi saat bencana ini berlangsung. Kurang lebih premis film ini akan seperti Titanic (1997) yang juga menampilkan kisah cinta di tengah terjadinya bencana.

Durasi Panjang dengan Cerita Tidak Mengikat

Durasi Panjang dengan Cerita Tidak Mengikat

Meski tidak detail menampilkan rentetan kejadian yang menyebabkan meledaknya reaktor nuklir yang hanya diperlihatkan pada saat meledaknya dari mata seorang bocah, tapi nyatanya durasi film ini cukup panjang, hingga 2 jam 16 menit. Harusnya dengan durasi sepanjang itu, jika film produksi Hollywood, mungkin sudah bisa mencakup seluruh kisah dari sebelum kejadian hingga setelahnya.

Penyebab durasi yang panjang adalah terlalu lamanya adegan dua misi berbahaya yang dilakukan oleh Alexey dan rekan-rekannya. Dibuat secara detail yang dimaksudkan untuk menampilkan ketegangan, justru ritme film menjadi sedikit menurun dan bisa membuat kita mengantuk atau tidak betah karenanya.

Sepanjang film ini, kerja kamera cenderung statis dan hanya menjadi dinamis ketika adegan penyelamatan setelah ledakan terjadi. Secara sinematografi, adegan ini bisa dibilang adalah yang terbaik yang berhasil menangkap berbagai kerusakan akibat ledakan yang terjadi dan parahnya kondisi para korban.

Boleh jadi adegan ini akan membuat kita terpana dengan apa yang pernah terjadi di salah satu kota di Ukraina ini. Hanya saja, setelahnya ritme mulai menurun dengan panjangnya perdebatan antara beberapa karakter tentang bagaimana cara mereka untuk meminimalisir penyebaran radiasi hingga tidak keluar dari kota tersebut.

Semua karakter yang adalah ahli di bidangnya mengungkapkan opini mereka sesuai keilmuan masing-masing, yang bisa melelahkan pikiran kita saat menyimaknya.

Sehingga ketika adegan misi dijalankan, yang juga ditampilkan dengan cukup detail, kita sudah lelah dengan segala teori tentang seluk-beluk reaktor dan efek radiasi nuklir ini.

Hanya Fokus pada Satu Karakter

Hanya Fokus pada Satu Karakter

Danila Kozlovsky adalah salah satu aktor sukses di perfilman Rusia yang pernah meraih penghargaan di Golden Eagle Award sebagai Best Actor dalam film Soulless (2012). Kozlovsky juga tampil di serial Vikings season 6 sebagai Oleg the Prophet. Film Chernobyl 1986 ini adalah film keduanya sebagai sutradara, dimana dia juga kali ini bertindak sebagai salah satu produsernya.

Sebagai pemeran utama di film ini, karakter Alexey yang diperaninya mendapat porsi utama yang tampil lengkap dengan pendalaman karakternya. Sayangnya, film yang fokus cerita sebenarnya adalah pendewasaan psikologis Alexey, dari sosok tak bertanggung jawab menjadi sebaliknya, tidak menghiraukan karakter lainnya, terutama karakter Olga yang menjadi pasangan cintanya.

Sebuah kisah cinta haruslah memiliki dua karakter yang dibangun cukup mendalam, tidak bisa hanya sepihak saja. Di film ini, karakter Olga tidak didalami dengan baik, sehingga tidak bisa menimbulkan kisah asmara yang menggugah dengan Alexey yang efeknya emosi kita tidak terikat kepada mereka.

Chernobyl 1986 bisa menjadi salah satu film tentang bencana yang layak untuk ditonton. Meski masih banyak kekurangan disana-sini, terutama jalan cerita, chemistry dua tokoh utama, ritme yang tidak teratur dan durasi yang panjang, film ini masih bisa dinikmati, terutama bagi kita yang ingin tahu bagaimana penanggulangan atas bencana ini. Segera tonton di Netflix, ya!

Chernobyl 1986
Rating: 
2.7/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram