bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Serial Bridgerton, Drama Para Bangsawan

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 23 September 2021

Ada masa di zaman dulu ketika pernikahan bukan berdasarkan keinginan dari calon mempelainya. Ketika usia seseorang sudah memasuki periode yang layak, maka akan ada tekanan baginya supaya menikah. Bahkan nggak jarang yang terpaksa dijodohkan oleh keluarganya demi pernikahan terlaksana.

Kalangan bangsawan Inggris di abad ke-19 punya cara sendiri untuk menikahkan anaknya yang dianggap sudah cukup usia. Mereka akan diperkenalkan dalam acara-acara yang dihadiri oleh kalangan tertentu supaya mendapat sorotan. Hal itu terjadi pada Daphne Bridgerton di serial Bridgerton. Seperti apa review dan sinopsisnya? Simak di sini yuk!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Drama
  • Produksi: Shondaland
  • Jumlah episode: 8
  • Pembuat: Chris Van Dusen
  • Sutradara: Tom Verica, Sheree Folkson, Alrick Rilley, Julie Anne Robinson
  • Pemain: Phoebe Dynevor, Jonathan Bailey, Rege-Jean Page, Sabrinna Bartlett, Adjoa Andoh

Di tahun 1813, Lady Violet Bridgerton adalah seorang wanita dari kalangan bangsawan yang baru saja kehilangan suaminya. Dia punya delapan anak dengan empat orang anak lelaki dan empat orang anak perempuan. Mereka adalah Anthony, Benedict , Ruby, Francesca, Colin, Daphne , Eloise , Gregory, dan Hyacinth.

Ada juga kalangan bangsawan lain yaitu keluarga Featherington. Mereka punya tiga orang anak yaitu Prudence, Philippa, dan Penelope. Lady Portia Featherington, sang ibu merasa bahwa keluarga Bridgerton adalah saingan keluarga mereka. Tapi hal itu nggak membuat persahabatan Penelope dan Eloise merenggang.

Daphne, putri tertua Violet dianggap sudah memasuki usia yang cukup untuk menikah. Dia pun diikutsertakan dalam acara sosial untuk mencari pasangan. Queen Charlotte, istri dari King George yang memimpin Inggris kala itu melihat sosok Daphne. Dia mengatakan bahwa Daphne itu sempurna dan diberi ijin untuk mencari calon suami.

Sebuah pesta yang dihadiri oleh kalangan bangsawan digelar. Simon, The Duke of Hastings yang baru saja kehilangan ayahnya menghadiri pesta tersebut. Daphne menghadiri acara bersama dengan Anthony, yang menjadi kepala keluarga Bridgerton. Dia bertemu dengan Simon yang ternyata adalah teman dari Anthony dari Oxford.

Anthony punya hubungan gelap dengan seorang penyanyi opera, Siena. Bahkan dia berencana menikahinya walau harus melepaskan gelar kebangsawanannya dan mewariskan status kepala keluarga pada adik lelakinya. Terlebih Siena sedang mengandung anaknya. Daphne yang dijodohkan dengan Lord Berbrooke merasa nggak cocok dan Anthony melindungi sang adik.

Walau doyan main wanita, Simon memiliki ketertarikan pada Daphne. Mereka mulai menghadiri berbagai pesta sebagaimana pasangan kalangan atas yang sedang memamerkan statusnya. Yang menjadi masalah adalah Daphne nggak begitu paham mengenai tugasnya ketika menjadi seorang istri sementara Simon nggak tertarik sama sekali pada pernikahan karena trauma.

Di tengah hingar-bingar pesta dan perjodohan, ada sosok bernama Lady Whistledown. Dia adalah sosok anonim yang kerap menceritakan berbagai cerita dari kalangan bangsawan dalam surat kabar. Berbrooke mencoba menggunakan sosok Whitledown untuk menjatuhkan keluarga Bridgerton. Untungnya Violet berhasil membalikkan cerita dengan membongkar aib Berbrooke.

Daphne kembali dikenalkan dengan pria-pria lain. Simon berniat menikahinya supaya nggak terus ditekan tentang masalah pernikahan. Daphne yang belum paham betul tentang pernikahan setuju dengan ajakan Simon untuk menikahinya. Sebuah pesta besar siap digelar sebagaimana status mereka yaitu bangsawan yang hidup di tengah kemewahan.

Masalah muncul ketika Daphne tahu bahwa Simon nggak mau menghamilinya. Sementara itu Lady Whistledown secara terus-menerus membongkar aib para bangsawan lewat tulisannya di surat kabar termasuk mengusik keluarga Bridgerton. Di tengah masalah pernikahan Daphne dan Simon, upaya menemukan siapa sebenarnya Lady Whistledown dilakukan.

Visualisasi yang Indah

Visualisasi yang Indah

Membuat serial dengan latar jauh dari masa sekarang bukanlah pekerjaan yang mudah. Bangunan yang secara arsitektur sudah berubah, cara berpakaian sudah nggak sama seperti dulu, begitu pun penampilan orang-orang yang berubah sesuai dengan zaman. Walau begitu, untuk acara bangsawan Inggris masih sering menggunakan pakaian tertentu sesuai dengan tradisi jaman dahulu.

Di serial Bridgerton, visualisasi tahun 1813 dibuat nyaris sempurna. Pemilihan lokasi untuk acara-acara besar diambil dari gedung-gedung berusia ratusan tahun dengan arsitektur mirip dengan tahun 1800-an. Begitu juga dengan gaya rambut dan kostum yang dipakai para karakter. Seakan-akan kita sedang menyaksikan adegan-adegan yang diambil pada zaman itu.

Memasukkan Budaya Populer Masa Kini

Memasukkan Budaya Populer Masa Kini

Mengambil latar jauh dari masa kini bukanlah tipe tontonan yang disukai semua orang. Perasaan nggak relevan dengan kondisi saat ini menjadi salah satu alasannya. Terlebih yang disajikan adalah cerita kaum bangsawan, yang kalau dibandingkan jumlahnya hanya sebagian kecil. Walau begitu, nggak sedikit juga yang menyukai cerita-cerita dengan karakter kaum bangsawan.

Bridgerton yang secara visualisasi menyerupai masa dalam cerita nggak lupa memasukkan budaya populer masa kini. Ada dua lagu populer yang dimainkan dalam serial ini yaitu lagu Ariana Grande yang berjudul Thank U, Next dan Billie Eilish yang berjudul Bad Guy. Tentu saja ada penyesuaian hingga pengemasannya mirip dengan musik yang ada di tahun 1800-an.

Mengangkat Isu yang Relevan pada Masanya

Mengangkat Isu yang Relevan pada Masanya

Serial Bridgerton yang dibuat oleh Shonda Rimes merupakan adaptasi dari buku dengan judul yang sama karangan Julia Quinn. Sampai sejauh ini, ada delapan buku Quinn yang mengambil cerita tentang Bridgerton. Masing-masing memfokuskan pada kisah salah satu anak Bridgerton. Yang dijadikan serial adalah buku yang berfokus pada karakter Daphne.

Sekilas kalau melihat serial ini, ada anggapan hanya mengangkat cerita perjodohan kelas bangsawan serta isunya yang disebar ke publik. Padahal kalau diteliti, ada banyak isu lain yang juga diangkat selain masalah perjodohan. Ada isu rasisme, pemberdayaan perempuan, sampai edukasi seks yang terasa relevan dengan latar tahun 1813.

Isu rasisme diangkat ketika Simon bertemu dengan Queen Charlotte. Queen Charlotte diceritakan sebagai istri dari King George dan merupakan ratu pertama yang berkulit hitam. Dia berbicara pada Simon bahwa pernikahannya merupakan sebuah terobosan bagi pernikahan orang-orang yang berasal dari ras yang berbeda.

Isu pemberdayaan perempuan diulas secara implisit. Stigma perempuan yang nggak harus berpendidikan tinggi karena hanya akan menjadi istri dimasukkan dalam serial ini. Daphne merupakan korban dari stigma itu. Dia nggak punya pilihan lain selain menikah. Sementara adiknya, Eloise, mempunyai pemikiran berbeda dan mengupayakan perubahan.

Isu edukasi seks dibahas melalui cerita pernikahan Daphne dan Simon. Daphne yang masih lugu kebingungan dengan tingkah Simon ketika berhubungan seks. Dia bahkan bertanya pada orang lain alasan Simon melakukannya. Pada masa itu, edukasi seks sangat tabu bahkan untuk kelas bangsawan. Mereka dididik agar menjadi wanita berkelas tapi melupakan pentingnya edukasi seks.

Ada pula cerita tentang Anthony. Sebagai bangsawan, dia harus menikah dalam lingkup kalangan atas agar statusnya sebagai bangsawan tetap terjaga. Hubungannya dengan Sienna terganjal karena status mereka yang berbeda. Hal itu menunjukkan bagaimana sistem kelas yang berlaku pada masa kini merupakan tradisi dari masa lalu.

Untuk ukuran serial drama, Bridgerton bukan hanya menyajikan bagaimana perjodohan Daphne dan Simon. Ada juga skandal dari kalangan bangsawan yang dibuka pada publik oleh Lady Whistledown. Drama percintaan digabungkan dengan unsur misteri dalam menemukan siapa sosok Whistledown yang sebenarnya jadi kombinasi menarik.

Melalui serial ini, kita bisa melihat visualisasi yang dari lingkungan hidup para bangsawan di masa lalu. Nggak cuma itu, kita juga bisa sedikit mengintip cara hidup mereka. Kamu suka cerita seperti ini? Jangan lewatkan serial Bridgerton, teman-teman! Jangan lupa juga untuk membagikan kesanmu di kolom komentar, ya!

Bridgerton
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram