bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Aksi Blunt Force Trauma (2015)

John menjalani hidupnya dari duel menembak ke duel menembak lainnya yang diselenggarakan secara rahasia. Dia bertemu dengan Colt, sesama penembak yang memiliki tujuan lain, yaitu mencari orang yang bertanggung jawab atas kematian saudaranya.

Sedangkan tujuan John hanya satu, yaitu berhadapan dengan Zorringer dalam duel menembak. Blunt Force Trauma adalah film action dengan nuansa neo-western karya Ken Sanzel yang dirilis oleh Voltage Pictures dalam format DVD dan Blu-ray pada 6 Oktober 2015.

Menampilkan duel menembak satu lawan satu ala cowboy tapi menggunakan rompi anti peluru, film ini memiliki premis yang segar dan belum pernah ditampilkan sebelumnya.

Tapi, dengan perilisan film langsung dalam format video membuat film ini dikategorikan sebagai film action kelas B. Lalu, apa yang hendak ditawarkan oleh film ini? Simak review berikut sebelum memutuskan untuk menontonnya.

Sinopsis

Blunt Force Trauma poster_

John berhadapan dengan lawannya dalam duel menembak. Peraturannya adalah siapa yang paling cepat menembak, dialah yang menang. Dan, menembaknya harus ke rompi anti peluru, jika melukai lawannya akan didiskualifikasi.

John berhasil mengalahkan lawannya dan mendapat uang hasil kemenangannya lalu duduk di tribun penonton untuk melihat duel lainnya. Colt, seorang penembak wanita, juga memenangi duelnya, setelahnya dia duduk di sebelah John.

John terlihat fokus kepada salah satu penonton VIP yang merupakan tangan kanan Zorringer, penemu duel menembak ini. John berharap dia dapat berhadapan langsung dengan Zorringer, tapi Marla belum mengizinkannya dan meminta untuk bertemu seminggu lagi di Old City.

Colt menawari John untuk pergi bersamanya menuju pemberhentian berikutnya karena John mengenal orang yang dicarinya, Red Dolan. Di tengah jalan, mereka dihentikan oleh polisi.

Ketika polisi itu melihat perlengkapan duel mereka, John dibawa untuk duel dengannya. Dengan mudah, John menaklukkan mereka semua dan membebaskan Colt yang diborgol di mobil polisi, lalu melanjutkan perjalanan.

Sampai di sebuah kota, John melakukan aksi duel. Setelahnya, John mendapat informasi bahwa dia tidak akan mendapat duel lagi karena pernah bermasalah dengan polisi.

John dan Colt juga mendapat informasi bahwa Red Dolan telah tewas dan mereka melihatnya di kamar mayat. Colt tidak terima dengan nasihat John dan meninggalkannya setelah duel dengan John.

Lalu, John singgah di lokasi duel di sebuah peternakan. Dia menghadapi lawan berbadan besar yang tidak goyah jika ditembak. Akhirnya, mereka saling menembak hingga ada yang keluar dari lingkaran dan tidak bisa bangun lagi.

John menang dengan luka dalam di balik rompi anti pelurunya. Setelah mengambil uang kemenangannya, dia pingsan di atas tumpukan jerami. Colt menemukan dan menyelamatkan John, kemudian membawanya ke rumah untuk memulihkan diri.

Setelah beberapa hari dilalui dengan banyak istirahat dan latihan-latihan ringan, John kemudian sudah bisa menembak lagi dan berniat untuk melanjutkan petualangan duelnya. Colt membawa John ke sebuah penginapan kecil dimana mereka menunggu giliran untuk bertemu Zorringer.

Suatu hari terjadi perampokan di penginapan. John dan Colt menembak mati pelakunya. Kemudian Colt memilih untuk pergi dari John karena tidak ingin melihatnya mati.

Marla datang untuk menjemput John seiring kepergian Colt. Dihadapan Zorringer, akankah John berhasil memenangi duel? Atau justru dia yang kalah? Lanjutkan keseruan film ini dengan menontonnya hingga selesai.

Duel Menembak yang Unik

Duel Menembak yang Unik_

Film dibuka dengan adegan yang cukup mendebarkan ketika John dan lawannya saling berhadapan dalam duel menembak ala cowboy. Duel ini adalah daya tarik film Blunt Force Trauma dimana peraturannya adalah menembak hanya pada rompi anti peluru yang dikenakan lawannya.

Berarti, peserta yang ingin mengikutinya harus bisa menembak dengan jitu. John diceritakan adalah salah satu penembak yang sudah dikenal di kalangan duel penembak jitu, terutama karena kepala pistolnya yang berbentuk kepala Piton.

Tujuannya hanya satu, yaitu untuk berhadapan dengan Zorringer. Tapi memang jalan menuju puncak tidaklah mudah, dia harus menapaki langkah dari bawah. Elemen itu sangat unik, tapi tetap tidak bisa menyelamatkan film ini dari buruknya kualitas yang disandangnya.

Naskah yang ditulis oleh sutradaranya sendiri terasa datar dan berjalan sangat lambat. Dari adegan ke adegan kita dibuat cepat bosan dan bisa mengantuk karena tidak ada hal menarik yang ditampilkan, bahkan dialognya juga tidak berkesan sama sekali.

Cerita Tanpa Emosi

Cerita Tanpa Emosi_

Jika kita betah mengikuti film berdurasi 1 jam 37 menit ini, kita akan menemukan alasan John mengikuti duel menembak ini, yaitu untuk menemukan jawaban atas kehampaan hidupnya.

Bahkan, dia membeli pistol itu sebelum bisa menggunakannya. Sedangkan, tujuannya untuk bertemu Zorringer, yang dianggapnya sebagai penemu duel ini, tidak memiliki alasan yang jelas dan kuat.

Di sepanjang film, dengan mengetahui latar belakang John dan Colt, anehnya kita tidak merasakan emosi mereka sama sekali dan kita tidak merasa berempati kepada apa yang terjadi pada mereka.

Bahkan, ketika Colt pergi untuk kedua kalinya dari John, kita tidak diberikan alasan yang jelas serta emosi yang meluap sehingga dia akhirnya mengambil keputusan tersebut.

Tapi, adegan akhir film ini cukup menegangkan dimana John dan Zorringer duel menembak tanpa menggunakan rompi anti peluru.

Kita akan dibuat ternganga karena film berakhir tanpa kita tahu siapa yang memenangi duel ini. Sekedar bocoran, pemenangnya terlihat sekilas saat credit title muncul dimana dia berjalan di kejauhan.

Makna Blunt Force Trauma

Makna Blunt Force Trauma_

Definisi blunt force trauma ialah luka di dalam tubuh yang disebabkan terkena pukulan benda tumpul. Jika istilah dalam bahasa Indonesia maka artinya luka dalam atau lebam.

Dalam film, definisi ini disebutkan dengan panjang lebar oleh Colt yang menjadi penyebab kematian saudaranya. Memang luka jenis ini cukup fatal apabila kita tidak menyadarinya dan abai dari mengobatinya.

Dalam sebuah duel, John menerima banyak tembakan ke rompi anti peluru yang dikenakannya sehingga menyebabkan dada dan perutnya menderita luka dalam. Meski sudah diobati dan pemulihan selama beberapa hari, bekasnya masih belum hilang dan masih terlihat saat akan berduel dengan Zorringer.

Blunt Force Trauma sebenarnya bukanlah film action, karena tidak memiliki unsur utama dari genre ini. Film ini seharusnya masuk kategori drama, tapi juga tidak memiliki cerita yang kuat.

Akting Ryan Kwanten dan Freida Pinto sungguh mengecewakan dimana mereka tidak bisa menampilkan emosi yang seharusnya ada saat karakternya berdialog atau sesuai kebutuhan adegan.

Kehadiran Mickey Rourke sebagai Zorringer juga sangat mengecewakan. Kita berharap dia tampil keras seperti yang biasa dia tampilkan di film-film sebelumnya, tapi dia sama sekali tidak bisa mengekspresikan apa yang karakternya rasakan.

Satu hal yang cukup membuat kita tidak terus-terusan kecewa dan menggerutu adalah pemandangan indah yang ditampilkan dengan apik. Dengan lokasi di Kolombia yang masih dipenuhi hutan rimba dan pegunungan yang indah, maka sangat disayangkan kalau sinematografer Paulo Perez tidak bisa menyuguhkan keindahan negerinya sendiri.

Dua kata untuk film ini; datar dan membosankan. Jika mencari adegan aksi yang dahsyat, maka film ini adalah pilihan yang buruk. Mencari sisi drama, maka penceritaan dan pengkarakterannya sangat buruk. Sebaiknya lewatkan saja film ini, kecuali kalian adalah penikmat film action kelas B. Tentukan pilihan dan selamat menonton!

Blunt Force Trauma
Rating: 
2.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram