Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Film Bird Box, Bahaya Tak Kasat Mata

Review & Sinopsis Film Bird Box, Bahaya Tak Kasat Mata

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Perkembangan film dari waktu ke waktu diikuti dengan perkembangan ceritanya yang bervariasi. Cerita-cerita itu menggunakan latar berbagai jaman. Dari mulai masa lalu, masa kini, sampai masa depan. Film dengan latar post-apocalyptic banyak dibuat dengan menampilkan berbagai kehancuran yang sudah menimpa dunia.

Bird Box

Film Bird Box menggunakan latar post-apocalyptic. Seorang ibu berjuang untuk menyelamatkan diri bersama dua anaknya dari berbagai ancaman. Sayangnya, ancaman itu nggak bisa dilihat oleh mata. Kalau memaksakan melihat, maka akan mendapat kesialan yang bisa menghilangkan nyawa. Penasaran dengan serunya film Bird Box? Simak review dan sinopsisnya berikut ini ya!

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Post-Apocalyptic Thriller, Horror
  • Produksi: Bluegrass Films, Chris Morgan Productions
  • Sutradara: Susanne Bier
  • Pemain: Sandra Bullock, Trevante Rhodes, John Malkovich, Danielle Macdonald, Sarah Paulson

Jessica berkunjung ke rumah adiknya, Malorie, yang sedang hamil. Mereka menyaksikan televisi yang menayangkan berita mengerikan. Banyak terjadi bunuh diri massal dan sudah menyebar di benua Eropa seperti wabah. Jessica kemudian mengantar Maloria untuk mengecek kondisi kehamilannya ke dokter.

Ketika meninggalkan rumah sakit, Jessica dan Malorie melihat seorang wanita membenturkan kepalanya ke kaca. Nggak lama kemudian, beberapa orang ikut melakukan hal serupa. Kepanikan pun terjadi. Jessica melihat sebuah entitas yang nggak kasat mata. Dia lalu kehilangan kendali atas dirinya.

Sinopsis

Malorie melihat Jessica berjalan ke arah truk yang sedang berjalan dan truk itu menghantam sang kakak sampai meninggal. Malorie diajak oleh seorang wanita untuk masuk ke sebuah rumah. Rumah itu dianggap sebagai tempat yang aman dari berbagai bahaya di luar. Malorie dibawa masuk ke dalam rumah oleh Tom, orang yang juga sedang mencari tempat yang aman.

Saat sedang menenangkan diri, mereka bertemu dengan Charlie. Charlie merupakan salah satu orang yang selamat walau melihat entitas yang mematikan. Dia menyatakan bahwa entitas itu bisa membawa ketakutan terbesar seseorang dan menggunakannya. Oleh karena itu, orang yang melihatnya akan langsung melakukan bunuh diri.

Rumah kedatangan penghuni baru yaitu Olympia dan Gary. Olympia merupakan wanita yang sedang hamil. Sementara Gary menyatakan bisa melihat entitas itu bahkan menggambarnya. Sayangnya, dia bukannya menyelamatkan para penghuni. Dia malah membuka jendela supaya para penghuninya bisa melihat entitas dan melakukan bunuh diri massal.

Douglas mencoba membunuhnya tapi malah tewas dibunuh. Di ruang lain, Olympia dan Malorie baru saja melahirkan. Jendela yang dibuka oleh Gary justru membuat Olympia melihat-lihat sekeliling. Dia pun melompat dari jendela dan tewas. Malorie kemudian membawa anak Olympia beserta anaknya yang baru lahir untuk kabur.

Upaya tersebut berhasil dilakukan dengan bantuan Tom yang berhasil membunuh Gary. Beberapa waktu kemudian, dua anak yang lahir di rumah tempat persembunyian sudah besar. Tom dan Malorie hidup bersama. Mereka mendapat pesan bahwa ada tempat aman di seberang. Untuk sampai ke sana mereka harus melewati sungai.

Di perjalanan mereka juga harus berhadapan dengan orang-orang tanpa penutup mata. Mereka akan menyerang siapa saja yang bisa mereka lihat. Tom, Malorie, pergi bersama kedua anaknya untuk menyeberang sungai. Sebelum sampai, mereka diserang oleh kelompok yang nggak menggunakan penutup mata.

Tom mengorbankan diri sebagai pengalih perhatian sementara Malorie bisa kabur bersama anak-anaknya. Mereka akhirnya bisa sampai ke perahu dan berangkat. Malorie memperingatkan anak-anaknya supaya nggak membuka penutup mata. Mereka kemudian sampai di daratan dengan mata yang tetap tertutup.

Mereka harus tetap nggak melihat walau medan yang dilewati adalah hutan. Malorie terjatuh dari lereng sementara kedua anaknya mendapat bisikan untuk membuka penutup mata. Bisikan itu terdengar seperti suara Malorie. Berhasilkah mereka menyelamatkan diri? Cerita film ini cukup unik dan menarik untuk disaksikan.

Adaptasi dari Novel

Adaptasi dari Novel

Film Bird Box merupakan adaptasi dari sebuah novel yang berjudul sama. Novel tersebut ditulis oleh Josh Malerman dan dirilis pada tahun 2014. Sebagaimana film yang mengadaptasi buku, maka akan ada perbedaan-perbedaan dari versi bukunya. Dalam hal ini, Bird Box mempertahankan cerita utamanya persis seperti bukunya.

Bukan hal aneh kalau ada yang memprotes film yang nggak sesuai dengan buku. Bird Box nggak mengalami kejadian seperti itu. Sejak bukunya dirilis, langsung ada wacana untuk menjadikannya sebuah film. Proses yang cukup panjang selama beberapa tahun itu bisa disebut berhasil dengan kemiripan yang cukup tinggi.

Alur Maju Mundur yang Menarik

Alur Maju Mundur yang Menarik

Nggak semua film menggunakan alur yang teratur dalam menyampaikan cerita. Bird Box adalah salah satu yang menggunakan alur maju dan mundur. Di awal film, kita akan langsung disuguhi adegan saat Malorie berbicara pada kedua anaknya di pinggir sungai. Perintah nggak boleh membuka penutup mata atau mereka akan meninggal terasa langsung menaikkan tensi.

Film berlanjut dengan cerita ketika Malorie masih hamil dan menyaksikan bunuh diri massal. Alur berjalan maju sampai dia melahirkan. Kemudian meloncat lagi selama beberapa tahun dengan kedua anaknya yang sudah besar. Kita perlu menyimak dialognya dengan baik, maka kita akan bisa mengikutinya dengan baik.

Banyak Pesan Positif

Banyak Pesan Positif

Siapa bilang kalau tema horror yang mengerikan nggak bisa memberi pesan positif? Bird Box adalah salah satu yang memilih jalan tersebut. Kita akan melihat bagaimana Malorie dan Douglas pada awalnya terlihat nggak mengharapkan kehadiran anak dalam kehidupan mereka. Walau begitu, mereka tetap merawat kehamilan Malorie.

Tewasnya Olympia membuat sang bayi kehilangan ibunya. Malorie segera membawa bayi tersebut bersama bayinya untuk diselamatkan. Hal tersebut seperti memberi pesan bahwa dalam keadaan genting, nggak penting untuk melihat sesuatu dari asal-usulnya. Yang lebih penting adalah menyelamatkan yang bisa diselamatkan.

Sandra Bullock sebagai Malorie berhasil memerankan karakter wanita tangguh tanpa harus melakukan aksi berbahaya. Dia cukup memberi ekspresi wajah atau berdialog dengan anak-anaknya dan kita bisa merasakan betapa dia ingin melindungi anaknya. Banyak pengorbanan yang dilakukan oleh karakternya di film ini.

Makhluk Nggak Kasat Mata yang Misterius

Makhluk Nggak Kasat Mata yang Misterius

Di film Bird Box, sosok antagonis paling menonjolnya adalah makhluk yang nggak bisa dilihat. Dia atau mereka bisa dengan mudah mempengaruhi siapa pun yang melihat untuk bunuh diri. Bahkan sampai akhir film, nggak ada penjelasan tentang apa atau siapa entittas tersebut. Begitu juga wujudnya yang bisa digambar oleh Gary di pertengahan film.

Nggak ada konfirmasi sama sekali apakah itu benar wujud mereka atau bukan. Satu-satunya gejala ketika makhluk itu datang mendekat adalah adanya hembusan angin kencang. Keputusan Malorie membawa burung dalam sangkar merupakan upaya supaya dia bisa mengetahui keberadaan mahluk tersebut. Burung akan bertingkah aneh kalau ada mahluk itu di sekitarnya.

Sudah siapkah melihat perjuangan Malorie menyelamatkan dirinya dan anak-anaknya dari makhluk mematikan? Durasi selama 124 menit nggak akan terasa dengan sajian mengerikan dan menegangkan di film ini. Setelahnya, kamu dipersilakan untuk membagikan pengalamanmu dengan bercerita di kolom komentar ya teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *