bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Be Cool (2005), Sisi Lain Penagih Hutang

Ditulis oleh Aditya Putra
Be Cool
2
/5

Kadang-kadang pekerjaan yang diambil dan keinginan memiliki dua jalur yang berbeda. Nggak jarang orang-orang tetap mendalami dunia yang disenangi di tengah kesibukan pekerjaan. Hal itu juga yang terjadi pada Chili. Awalnya dia bekerja sebagai penagih utang kelompok kriminal, di sisi lain dia juga terjun menggeluti dunia film.

Satu dekade setelah kesuksesan Get Shorty, sekuelnya yang berjudul Be Cool akhirnya dirilis. Di film lanjutan ini, John Travolta kembali berperan sebagai Chili. Tapi kali ini dia mulai berpindah haluan dan nggak lagi menekuni dunia film. Pada dunia apa dia berpindah haluan? Simak jawabannya di sinopsis dan review film Be Cool ini.

Sinopsis

be-cool-1_
  • Tahun Rilis: 2005
  • Genre: Crime, Comedy
  • Produksi: Jersey Films, Metro-Goldwyn-Mayer
  • Sutradara: F. Gary Gray
  • Pemain: John Travolta, Uma Thurman, Vince Vaughn, Dwayne Johnson, Cedric The Entertainer

Chili Palmer memutuskan untuk berpindah haluan dari dunia film ke dunia musik. Alasannya adalah salah satu temannya, Tommy Athens yang berprofesi sebagai pemilik label rekaman harus tewas dibunuh oleh mafia asal Rusia.

Chili bertekad membantu Edie, istri dari Tommy untuk bisa kembali menjalankan labelnya walau memiliki utang sebesar 300.000 USD pada produser hip hop, Sin Lasalle.

Linda Moon adalah seorang penyanyi yang tengah merintis karir di dunia tarik suara. Dia terikat kontrak dengan Nicki Carr dan Raji yang berjanji akan mengorbitkannya menjadi penyanyi terkenal. Chili terpukau dengan kemampuan Linda dan ingin merekrutnya menjadi penyanyi di label yang ia jalankan. Sayangnya, kontrak Linda menjadi hambatan.

Carr dan Raji merasa terancam oleh keinginan Chili yang bisa membuat pendapatan mereka berkurang. Mereka pun menyewa pembunuh bayaran bernama Joe “Loop” Lupino untuk menghabisi Chili. Sementara itu, Chili dan Edie sudah punya rencana besar untuk Linda yaitu membuat Linda berduet bersama Aerosmith.

Lasalle datang menagih utang Edie. Chili berupaya mencari jalan tengah dengan meminta waktu selama beberapa hari untuk melunasi utang beserta bunganya. Lasalle pun setuju dengan ide Chili.

Ketika mafia Rusia mencoba membunuh Chili, Loop pun datang di waktu yang sama dan membunuh salah satu anggota mafia Rusia, Ivan Argianiyev.

Carr marah besar karena Loop nggak menjalankan tugasnya dengan baik dan bisa membuatnya dalam bahaya besar. Dia pun mengutus Raji untuk berbicara pada Loop. Sayangnya, Loop yang sempat merendahkan Raji membuat Raji naik pitam.

Ia pun membunuh Loop. Carr nggak kehabisan akal, dia mencoba menjebak Chili dengan niat mengadu dombanya dengan mafia Rusia. Caranya adalah dengan mengatakan bahwa kontrak Linda berada di toko gadai milik mafia Rusia.

Chili yang curiga pada tindakan Carr yang nggak melakukan perlawanan, bertindak cerdik. Dia dan Edie memberikan tiket kontrak di toko gadai pada petugas kepolisian. Alhasil, polisi datang ke toko gadai tersebut untuk mengecek keberadaan kontrak.

Ternyata kontrak Linda nggak ditemukan di toko gadai dan para mafia Rusia merasa keberadaan mereka terancam karena diketahui oleh polisi.

Raji dan pengawalnya, Elliott mencoba menjebak Lasalle yang ingin menjadi produser Linda. Mereka pun mengatakan bahwa Carr meminta uang sebesar 300.000 USD untuk bisa memberikan kontrak atas Linda. Lasalle pun mendatangi kantor Carr, di saat bersamaan mafia Rusia di bawah pimpinan Bulkin datang ke tempat yang sama.

Raji dan Elliot berharap pertemuan Lasalle dan anak buahnya dengan mafia Rusia bisa membuat mereka saling menghabisi. Dengan begitu, mereka akan mendapat kepercayaan Carr lagi sepenuhnya. Pertemuan itu berakhir dengan tewasnya Bulkin di tangan Lasalle karena sudah melontarkan ledekan rasis pada Lasalle.

Linda akhirnya bisa tampil dengan Aerosmith dan Lasalle setuju untuk menjadi produsernya. Sementara itu, Carr mengutus Raji agar mengirim Elliot untuk membunuh Chili. Elliot sendiri punya ketertarikan pada dunia film sama seperti Chili. Akankah Chili kembali lolos dari percobaan pembunuhan pada dirinya dan membuat Carr menyerah?

Pengulangan Formula yang Sama

be-cool-2_

Be Cool melakukan kesalahan yang sama dengan film sekuel lainnya yaitu melakukan pengulangan yang sama. Cerita Chili masuk ke dunia yang berbeda dari yang ditekuni kembali diangkat tapi dari segi cerita sangat berada jauh dari film pertamanya.

Mungkin film ini bermaksud menunjukkan sisi lain dari gemerlapnya dunia hiburan tapi unsur crime-nya terasa hanya menjadi tempelan.

Berbeda dengan Get Shorty yang cukup rinci mengungkap sulitnya membuat film, film karya sutradara F. Gary Gray ini minim mengangkat perjuangan Linda.

Sosok Linda hanya digambarkan sebagai penyanyi berbakat yang terganjal karirnya karena terikat kontrak dengan Carr. Selebihnya, Linda hanya menjadi objek yang menggerakkan cerita tanpa terlibat lebih dalam.

Chemistry Dingin antara John Travolta dan Uma Thurman

be-cool-3_

John Travolta kembali menjadi Chili yang flamboyan, dingin dan bisa mencarikan solusi di keadaan terhimpit. Kalau Rene Russo yang menjadi pasangan Travolta di Get Shorty, maka di Be Cool pasangannya adalah Uma Thurman yang berperan sebagai Edie Athens.

Sebagaimana yang diketahui orang banyak, duet Travolta dan Thurman pernah menjadi ikonik dalam Pulp Fiction. Celakanya, Be Cool kembali menampilkan adegan dansa itu ke dalam cerita tanpa tujuan yang jelas.

Chili dan Edie digambarkan sebagai dua orang yang perlahan-lahan jatuh cinta. Edie tersentuh karena sosok Chili yang rela membantunya untuk mengembalikan label rekamannya kembali bangkit. Sayangnya, chemistry dalam adegan yang menampilkan keduanya terasa sangat dingin.

Bahkan ketika cerita sudah masuk ke fase mereka jatuh cinta pun sama sekali nggak terlihat keduanya menyimpan ketertarikan pada satu sama lain.

Cast dengan Nama-Nama Besar

be-cool-5_

Kalau melihat jajaran pemain yang tampil di Be Cool, maka kita akan merasa bahwa film ini merupakan film mewah. Ada John Travolta, Uma Thurman, Vince Vaughn, Cedric the Entertainer, Harvey Keitel sampai Dwayne Johnson yang bermain.

Kemewahan itu nggak didukung oleh pendalaman karakter yang baik sehingga karakter mereka hanya hilir-mudik dalam cerita tanpa ada yang benar-benar bisa memorable.

Lelucon yang dilempar di film ini pun terasa jauh lebih cheesy. Dialog-dialog dengan dikombinasikan dengan deadpan sudah nggak menjadi andalan.

Sebagai gantinya, lelucon bernada rasis beberapa kali dikombinasikan dengan slapstick berupa kekonyolan para karakternya. Terlebih karakter Raji yang diperankan oleh Vaughn, terasa menjadi sosok yang mengganggu.

Satu-satunya yang mungkin diingat adalah karakter Elliot yang diperankan oleh Dwayne Johnson. Tampil dengan rambut kribo, dia digambarkan sebagai pria gemulai. Dengan postur besar, kesan ironi yang ditampilkan terasa terlalu murahan. Walau begitu, film ini merupakan salah satu film di awal karir Johnson sebagai aktor.

Be Cool bukanlah film yang akan diingat dalam beberapa tahun ke depan. Secara sinematografi, film ini pun sama persis dengan film pertamanya, hanya saja kesan glamor lebih banyak dikedepankan.

Durasi panjang selama 120 menit pun terasa hampa dengan cerita yang mengalir tanpa meninggalkan makna. Kamu lebih suka Be Cool atau Get Shorty? Ceritakan di kolom komentar, yuk!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram