bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Back to the Future Part II (1989)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 10 September 2021

Setelah mengunjungi tahun 2015, Marty McFly harus mengulangi kunjungannya ke tahun 1955 untuk mencegah perubahan bencana yang terjadi di tahun 1985, tanpa mengganggu peristiwa pada kunjungan pertamanya yang sukses. Back to the Future Part II adalah jawaban atas kesuksesan film pertamanya dimana kali ini Robert Zemeckis menawarkan cerita yang lebih rumit.

Menampilkan banyak terobosan di ranah special effect, film yang dirilis pada 22 November 1989 ini melakukan syuting secara back-to-back dengan film ketiganya yang dirilis setahun berikutnya. Kembali sukses besar secara komersil, apakah film sequel ini bisa menyaingi kualitas film pertamanya? Sebelum menonton ulang film ini di Netflix, simak review kami berikut ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 1989
  • Genre: Adventure, Comedy, Sci-Fi
  • Produksi: Universal Pictures, Amblin Entertainment, U-Drive Productions
  • Sutradara: Robert Zemeckis
  • Pemeran: Michael J. Fox, Christopher Lloyd, Lea Thompson

26 Oktober 1985, Doc menjemput Marty dan Jennifer untuk dibawa ke masa depan. Mereka sampai di tahun 2015, tepatnya di tanggal 21 Oktober. Agar Jennifer tidak banyak tahu tentang masa depan, Doc membiusnya hingga tertidur. Marty mengenakan pakaian yang sama dengan anaknya yang berusia remaja demi menyelamatkannya dari tindak kejahatan yang bisa membuatnya dipenjara.

Marty bertukar peran dengan anaknya yang sedang pingsan karena dipukul oleh Griff, cucu Biff. Lewat serangkaian adegan kejar-kejaran dengan menggunakan hoverboard, akhirnya Griff dan kelompoknya ditangkap polisi dan anak Marty selamat dari kasus itu. Sebelum kembali ke masa lalu, Marty membeli sebuah buku almanak yang langsung dibuang oleh Doc. Tetapi buku itu diambil oleh Biff.

Doc dan Marty harus mengejar Jennifer yang diantar ke rumahnya sebelum dia bertemu dengan dirinya yang lebih tua. Jennifer terbangun di rumah masa depannya dan bersembunyi di lemari. Dia melihat kehidupan keluarganya tidak seperti yang diharapkan. Marty yang baru pulang kerja melakukan transaksi gelap dengan temannya yang membuatnya dipecat dari perusahaan.

Ketika hendak keluar dari rumah, Jennifer berpapasan dengan dirinya yang lebih tua dan pingsan. Sementara itu, mesin waktu digunakan oleh Biff untuk pergi ke masa lalu dan segera kembali lagi ke tahun 2015 tanpa disadari oleh Marty. Doc dan Marty membawa Jennifer kembali ke tahun 1985 tanpa mereka sadari situasinya sangat berbeda sekali.

Tahun 1985 ini dikuasai oleh Biff yang menjadi orang terkaya dan juga terjahat. Dia menjadikan wilayahnya porak-poranda, membunuh George McFly dan menikahi Lorraine secara paksa, juga memasukkan Doc ke rumah sakit jiwa. Marty mengetahui bahwa kekayaan Biff karena buku almanak yang diberikan oleh Biff tua pada 12 November 1955. Doc dan Marty langsung pergi ke tahun tersebut.

Marty mengikuti Biff muda yang diberikan buku almanak oleh Biff tua. Beberapa kali percobaan untuk mengambil buku itu tidak mudah, hingga akhirnya Biff datang ke pesta sekolah yang terjadi di film pertama. Marty berusaha tidak merusak semua momen yang sudah sempurna dia kerjakan sebelumnya, tapi tetap harus berhasil mendapatkan buku tersebut.

Akhirnya Marty bisa merebut buku itu dari Biff di jalan raya dengan bantuan Doc. Lalu Marty membakar buku itu supaya tidak terjadi peristiwa lain di masa depan. Doc tiba-tiba tersambar petir dan menghilang bersama mesin waktunya. Sendirian, Marty sedih. Tapi kemudian datang seorang kurir Western Union yang memberikan sebuah surat dari Doc yang sudah tersimpan selama 70 tahun.

Mencegah Paradoks dengan Cerita yang Rumit

Mencegah Paradoks dengan Cerita yang Rumit

Jika di film pertama Marty dan Doc berpetualang memperbaiki kehidupan mereka saat ini dengan kembali ke masa lalu, maka kali ini petualangan mereka menuju ke masa depan, masa kini dalam dunia alternatif, dan masa lalu. Bob Gale sebagai penulis naskah benar-benar menguji kemampuan diri sendiri dalam merangkai cerita yang tampak rumit dalam tiga seting waktu ini.

Ditambah lagi, Marty dan Doc harus kembali ke masa lalu yang tepat dengan petualangan pertama mereka dan mencoba menghindari pertemuan antara mereka dengan diri mereka sendiri demi menghindari kemungkinan terjadinya paradoks. Perjalanan waktu sangat identik dengan perkara paradoks yang memang sangat sulit untuk dimengerti dan ini yang coba Doc sampaikan dalam setiap ucapannya.

Tapi apakah kita mengerti? Jangan terlalu dipusingkan dengan berbagai istilah ilmiah yang terlontar, yang pasti akan terjadi bencana atau musibah dalam garis waktu apabila pertemuan ini terjadi. Faktor yang sangat disayangkan dari film berdurasi 1 jam 48 menit ini ialah ada beberapa aktor dan aktris yang tidak hadir kembali bahkan diganti oleh pemeran lain, meski dalam skala kecil.

Crispin Glover yang tidak bersedia kembali berperan sebagai George McFly menimbulkan sengketa sendiri. Menurut Universal Pictures, Crispin Glover meminta gaji yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kualitas akting dan popularitasnya saat itu. Sedangkan menurut Crispin Glover sendiri, dia tidak kembali berperan di film sequel ini karena tidak setuju dengan tema filmnya yang terlalu materialis.

Untuk mengakali kehadiran George McFly dalam film, Robert Zemeckis merekrut Jeffrey Weissman yang dibuat mirip dengan Crispin Glover dalam sebuah adegan dan hanya terlihat dari kejauhan dan dari belakang dalam mayoritas adegan yang menampilkan George McFly. Crispin Glover mengajukan tuntutan kepada pihak Universal Studios yang dimenangkan olehnya.

Efeknya, sekarang ada sebuah pasal di Screen Actors Guild tentang larangan bagi perusahaan film, produser dan sutradara untuk menampilkan sosok dan karakter yang serupa tanpa persetujuan dari aktor yang membawakannya sebelumnya. Tidak hanya Crispin Glover saja yang tidak hadir dan diganti, tetapi juga peran Jennifer yang semula dibawakan oleh Claudia Wells kemudian diganti oleh Elisabeth Shue.

Setting 2015, Kini 2021

Setting 2015, Kini 2021

Diceritakan dalam Back to the Future Part II ini Marty dan Doc maju ke masa depan untuk menyelamatkan anak Marty dari kejahatan yang akan dilakukannya. Masa depan tersebut yaitu tahun 2015. Banyak penggambaran teknologi canggih yang ditampilkan di dalam film, tapi apakah semuanya sesuai dengan saat ini yang sudah di tahun 2021? Coba kita cek bersama ya.

Paling tidak ada beberapa penggambaran teknologi canggih yang sesuai atau sudah ada saat ini, baik yang masih dalam tahap pengembangan atau yang sudah berfungsi dengan baik, antara lain adanya kamera di setiap sudut kota (CCTV), penggunaan drone untuk meliput berita, TV flat yang menempel di dinding dengan banyak channel, teknologi smart home, sistem video chat, dan hands-free video game.

Masih ada lagi papan iklan animasi yang bersuara, tablet komputer dengan scan sidik jari, head-mounted display (kaca mata virtual), hingga pembayaran secara online. Sedangkan yang masih belum ada hingga saat ini ialah mobil yang bisa terbang dengan jalur lalu-lintas di udara, sepatu yang bisa pas secara otomatis di kaki, skateboard yang bisa terbang, dan mesin waktu tentunya.

Kadar Hiburan yang Tetap Sama

Kadar Hiburan yang Tetap Sama

Melihat pencapaian box-office sebesar $118 juta dan menjadi salah satu film terlaris di tahun 1989, tentu saja film ini disukai oleh penonton. Semua berkat kadar hiburan yang sama sekali tidak dikurangi, meski beberapa diantaranya menggunakan formula yang sama dengan film pertamanya. Semua juga berkat visualisasi yang cukup baik, dari segi sinematografi dan special effect, yang menjadi kelebihannya.

Back to the Future Part II memang menawarkan hiburan yang sama dengan film pertamanya, tetapi dengan jalan cerita yang rumit akan sedikit membuat kita lebih banyak berpikir daripada tertawa. Di akhir film kita bisa melihat kilasan adegan dari film ketiganya yang bertema western yang memang syutingnya dilakukan secara back-to-back.

Jadi makin penasaran dengan akhir petualangan mereka kan? Simak review kami berikutnya tentang film Back to the Future Part III, dan nikmati trilogi film ini secara lengkap hanya di Netflix.

Back to the Future Part II
Rating: 
3.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram