bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Review dan Sinopsis Film Baby Driver: Aksi Perampokan Seru

Review dan Sinopsis Film Baby Driver: Aksi Perampokan Seru

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 24 Maret 2021

Film Baby Driver ditayangkan secara perdana pada festival South by Southwest (SXSW) di tanggal 11 Maret 2017. Pada pembukaannya di bioskop, film ini meraup penghasilan lebih dari 20 juta dollar, dan langsung menempati posisi kedua di box office di belakang film Despicable Me 3. Untuk raihan finansial secara global, Baby Driver mendapatkan untung sebanyak 226 juta dollar melebihi anggaran produksi filmnya.

Raihan finasial tersebut kemudian selaras dengan ulasan positif yang diberikan oleh para kritikus. Baby Driver memiliki rating 93% berdasarkan 327 ulasan, dan nilai 8/10 pada situs Rotten Tomatoes. Sedangkan dalam tinjauan CinemaScore, film ini mendapatkan nilai A- dari para penonton, dan skor 86/100 pada situs Metacritic.

Sinopsis

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2017
  • Genre: Action
  • Rumah produksi: TriStar Pictures, MRC, Big Talk Productions, dan Working Title Films
  • Sutradara: Edgar Wright
  • Pemeran Utama: Ansel Elgort, Kevin Spacey, Lily James, Eiza González, Jon Hamm, Jamie Foxx, dan Jon Bernthal

Miles adalah seorang pemuda yang dikerap dipanggil dengan nama Baby. Ia memiliki gejala tinitus di telinganya, maka dari itu Baby sering menggunakan earphone sembari mendengarkan musik lewat ipod yang dimilikinya. Baby sendiri bekerja sebagai seorang pengemudi mobil untuk kelompok kriminal dan perampok yang diorganisir oleh dalang penjahat berjuluk ‘Doc.’

Baby terpaksa melakukan hal itu untuk melunasi hutang kepada Doc karena telah mencuri salah satu mobil miliknya. Di sela-sela waktunya, Baby pun merawat ayah angkatnya, yang kebetulan seorang penderita tuna rungu bernama Joseph. Selain itu ia pun memiliki pacar bernama Debora, yang bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran.

Di suatu hari, perampokan yang dilakukan oleh kelompok Doc tidak berjalan lancar. Seorang pemburu bayaran mengejar Baby, dan mereka. Keadaan juga semakin rumit karena polisi juga ikut dalam aksi pengejaran tersebut. Walaupun begitu, Baby berhasil lolos dari kejaran semuanya. Sejak kejadian itu, Baby mulai melunasi hutangnya kepada Doc, lalu berhenti dari dunia kriminal dan perampokan.

Setelahnya itu, Baby bekerja menjadi pengantar pizza, dan lebih sering menghabiskan waktu bersama pacarnya. Hidup damai yang dirasakan Baby hanya sementara, Doc lalu menemuinya kembali untuk memaksanya bergabung dengan kelompoknya lagi. Doc mengancam akan menyakiti Debora jikalau Baby menolak ajakannya tersebut.

Baby lalu sepakat untuk ikut dalam aksi perampokan di sebuah kantor pos. Tapi, para anggota perampok seperti Buddy, Darling, dan Bats tidak menyukai Baby. Singkat cerita, mereka kemudian melakukan transaksi senjata ilegal untuk mendukung aksi perampokan nantinya. Namun, para dealer ternyata adalah polisi yang menyamar, dan hal itu membuat Bats membunuh mereka semuanya

Doc kemudian marah setelah mengetahui jika para dealer tersebut adalah polisi. Ia lalu memutuskan untuk membatalkan aksi perampokan. Tapi di lain sisi, Bats, dan anggota lainnya menolak usulan dari Doc. Sementara itu, Baby pada malam harinya berusaha kabur, dan mencoba membawa Debora pergi bersamanya. Namun, rencananya itu berhasil digagalkan oleh Buddy, dan Bats, yang mencurigai Baby adalah seorang mata-mata.

Lewat sebuah rekaman, Doc dan anggota yang lainnya akhirnya menyadari jika Baby bukanlah seperti yang dituduhkan. Aksi perampokan kemudian dilakukan, dan Bats mulai membunuh para penjaga keamanan. Baby yang sebenarnya tidak ingin terlibat dalam aksi itu lalu memberontak, dan berhasil membunuh Bats.

Para polisi pun mengejar mereka, dan membunuh salah anggota kelompok kriminal Doc yakni, Darling. Buddy lalu menyalahkan Baby, dan sekarang akan mengejarnya untuk membunuhnya. Baby sendiri kini sudah berhasil kabur, dan ia berusaha menjemput Joseph, dan Debora yang berada dalam ancaman.

Memadukan Musikal dan Aksi Kriminal

Memadukan Musikal, dan Aksi Kriminal

Film Baby Driver dipenuhi dengan pesona yang menarik sepanjang jalan ceritanya. Film ini bermain cukup menyenangkan dalam menyilangkan semua aspek tontonan mulai dari thriller kriminal, aksi kejar-kejaran mobil, drama romantis, hingga musikal. Semuanya diracik dengan cara yang spesial, memacu detak jantung, dan menawarkan rasa kesenangan seperti saat kita mendengarkan beragam jenis musik yang kita sukai.

Film ini juga menyuguhkan para pemainnya yang punya nama mentereng di dunia perfilman seperti Kevin Spacey, Jamie Foxx, Ansel Elgort, Lily James, dan Jon Bernthal. Mereka secara tidak langsung mempunyai daya tarik yang setidaknya menjadi alasan kenapa kita mesti menonton film ini. Akting mereka, dan para pemeran pendukung lainnya cukup baik sehingga membuat film Baby Driver menjadi tidak mengecewakan.

Elgort sendiri yang berperan sebagai Baby menjadi salah satu pemeran yang menarik perhatian. Karena ia menderita tinnitus, Baby mengandalkan iPod untuk memberinya aliran musik yang stabil untuk meredam dengungan di telinganya. Apa yang diperlihatkan oleh Baby dengan gangguan pendengarannya itu justru malah membuat sosoknya menjadi unik, serta kuat secara karakterisasi.

Oleh karena itu juga, sutradara Edgar Wright memiliki alasan yang tepat untuk mengisi jalan cerita film ini dengan koleksi lagu yang beragam. Maka jangan heran selama film berjalan, terutama saat adegan menyoroti Baby, ada beberapa lagu seperti dari band Blur, REM, hingga The Jewels, menjadi pemanis dalam scene tersebut.

Walaupun menghadirkan soundtrack di hampir setiap adegannya, namun hal itu tidak mengganggu, dan justru membuat tensi adegan makin seru, menegangkan, dan sesekali terlihat musikal saat Baby bersama Debora. Serupa tapi tak sama, apa yang disuguhkan oleh Wright di dalam filmnya ini seolah hampir mirip dengan film buatannya dulu, yakni Scott Pilgrim Vs. The World, dan keduanya sama-sama film menarik, unik, serta menyenangkan.

Ditunjang dengan Sutradara dan Pemain yang Mumpuni

Ditunjang dengan Sutradara dan Pemain yang Mumpuni

Sebelum menggarap film Baby Driver, Wright dulunya lebih sering membuat film-film bertemakan komedi seperti Shaun of the Dead, Hot Fuzz, dan The World's End. Ia pun sepertinya terbiasa mencampurkan elemen komedi dengan lelucon yang sedikit lebih gelap. Meski begitu, di film ini ia tidak terlalu menghadirkan unsur tersebut, dan Baby Driver menjadi film aksi yang lebih intens, dan drama.

Jika mesti melihat unsur komedi di film ini, karakter Baby masih bisa memberikan lelucon lucu. Tapi, sebagian ceritanya lebih banyak menyoroti ketakutannya kepada Doc, hingga pemberontakannya kepada semua para anggota kriminal. Sorotan kepada Elgort sebagai Baby tentunya tinggi di film ini, ia sangat terampil saat adegan kejar-kejaran mobil berkecepatan tinggi.

Set piece Baby Driver juga luar biasa, dan pilihan lagu yang tidak dapat diprediksi membuat cerita tetap berjalan pada alurnya. Para karakternya antagonis lainnya membawa film ini seperti terasa sebuah tontonan bergaya kriminal thriller karena di beberapa adegan cukup menegangkan.

Selain itu, Kevin Spacey yang berperan sebagai Doc dengan mudah membawa aura ancaman yang intimidatif kepada Baby. Jamie Foxx yang memerankan karakter Bats terlihat memiliki kencederungan kepribadian yang terganggu, dan ia tak segan membunuh oran-orang yang menghalangi jalannya. Lalu, ada Lily James sebagai Debora tampil mempesona lewat auranya yang membuat film ini memikat rasa penasaran.

Intens Hingga Menuju Akhir

Intens Hingga Menuju Akhir

Film ini menawarkan sajian sinematografi yang berkelas, dan tidak diragukan menjadi salah satu yang istimewa.  Apalagi, saat berada pada adegan kejar-kejaran mobil, kita diajak melihat situasi layaknya film-film franchise Fast and Furious, begitu intens, dan tak jarang membuat kita geregetan melihatnya. Aspek tersebut ditata dengan rapih, dan baik di film ini sehingga kita yang menontonnya tidak bakal merasa bosan.

Sementara itu, film ini juga semakin kuat secara konflik, dan menegangkan saat menuju penghujung cerita. Ketika Baby berniat melepaskan diri dari Doc, film ini secara bebas, dan liar menghadirkan twist pengkhianatan, adegan baku tembak, dan dramatisasi yang sedemikian rupa. Urutan ketegangan disampaikan satu persatu dari awal hingga di bagian akhir film.

Baby Driver adalah tontonan menyenangkan yang mungkin bisa dinikmati oleh siapa saja. Film ini seperti biasa tidak rumit, dan menawarkan elemen penuh warna mulai dari aksi tembak-tembakan, kejar-kejaran mobil, hingga romansa. Singkat kata, film sekarang ini bisa dinikmati kembali karena sudah ditayangkan pada layanan streaming Netflix. Selamat menonton!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram