bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Avatar (2009), dengan Visual Efek yang Keren

Siapa yang tak kenal dengan sutradara kenamaan, James Cameron. Sutradara asal Kanada tersebut terkenal sebagai pembuat film epic dan sci-fi. Di antara film-film besutannya, ada Piranha II: The Spawning, The Terminator, Alien, dan The Abyss. Jangan lupakan film fenomenal dengan soundtrack yang melegenda, Titanic.

Sepertinya James Cameron tidak pernah berhenti menciptakan film-film yang mengedepankan kecanggihan teknologi. Di tahun 2009 dia menelurkan lagi film dengan kecanggihan efek 3D yang belum ada di zamannya, Avatar.

Film bergenre Sci-fi ini ternyata terinspirasi dari buku sci-fi bacaan James Cameron semasa kecil. Penasaran dengan filmnya? Baca dulu sinopsis dan review-nya di sini.

Sinopsis

avatar-1_
  • Tahun Rilis: 2009
  • Genre: Action, Sci-Fi, Fantasy, Adventure
  • Produksi: 20th Century Fox, Dune Entertainment, Lightstorm Entertainment, Ingenious Film Partners
  • Sutradara: James Cameron
  • Pemeran: Zoe Saldana, Sam Worthington, Michelle Rodriguez, Stephen Lang, Sigourney Weaver

Film ini dibuka dengan cerita bumi di tahun 2154. Di waktu itu manusia dihadapkan pada permasalahan krisis energi global. Sumber daya alam bumi sudah habis dan RDA (Resources Development Administration) memiliki solusi untuk bencana yang sedang melanda tersebut dalam bentuk unobtanium.

RDA berhasil menambang unobtanium, elemen kaya energi yang terdapat di Pandora, sebuah bulan ekstrasurya layak huni seperti Bumi dari Sistem Alpha Centauri yaitu sistem bintang terdekat dengan Tata Surya manusia. Tidaklah mudah untuk menambang unobtanium. Selain itu, biaya penambangannya juga mahal.

Hal ini bukan semata-mata karena jarak Pandora dari Bumi yang jauh, tapi juga karena Pandora bukan tempat yang ramah untuk manusia. Atmosfer Pandora beracun sehingga berbahaya bagi manusia. Tempat ini sudah dihuni oleh suku Na’vi, sebuah ras makhluk yang berwarna biru. Mereka menjaga lingkungannya dengan sangat hati-hati.

Agar bisa bertahan di Pandora, para ilmuwan di bumi berhasil menciptakan avatar, yaitu klon hibrida setengah manusia dan setengah Na'vi yang bisa bergerak dengan bebas dan beroperasi di atmosfer beracun Pandora. Cara kerjanya yaitu dengan memasukkan kesadaran manusia ke dalam tubuh pengganti alias avatar.

Seorang marinir yang mengalami kelumpuhan bernama Jake Sully diberikan kesempatan hidup kedua. Dia menggantikan saudara kembar identiknya yang meninggal untuk menjadi operator avatar. Dia dikirim ke Pandora untuk jadi pengawal bagi kepala program Avatar, Dr. Grace Augustine, dan ahli xenobiology, Dr. Norm Spellman.

Keduanya ditugaskan untuk mempelajari flora dan fauna asli Pandora. Sebenarnya, Jake yang mantan marinir tersebut tidak cocok untuk pekerjaan ini.

Namun, sayap militer RDA berharap bahwa dengan bergaul bersama kedua ilmuwan dan berintegrasi dengan kehidupan Na'vi, Jack akan bisa belajar lebih banyak mengenai cara mengekstrak unobtanium dari planet ini.

Caranya bisa dengan mendorong Na’vi meninggalkan planetnya atau jika perlu, dengan jalan kekerasan. Ketika bertugas melindungi kedua ilmuwan, Jake diserang oleh seekor hewan alien besar dan untuk menghindarinya dia melarikan diri ke hutan. Di sana, dia diselamatkan oleh seorang Na'vi perempuan yang bernama Neytiri.

Neytiri membawa Jake ke sukunya sesudah melihat pertanda yang sepertinya menunjukkan bahwa Jake bisa bermanfaat untuk sukunya. Ibu Neytiri, Mo’a, yang juga pemimpin spiritual suku ini memerintahkan Neytiri untuk melantik Jake masuk ke dalam klan mereka.

Saat Jake kembali ke markas dan menjadi manusia lagi, Kepala Keamanan RDA, Kolonel Quaritch berjanji untuk mengembalikan kemampuan Jake berjalan kalau dirinya setuju untuk memata-matai suku Na'vi dan mengumpulkan info tentang unobtanium.

Diketahui ternyata unobtanium berada di bawah Hometree yang menjadi tempat paling suci bagi suku Na’vi karena dikatakan pohon raksasa itu menghubungkan mereka dengan Eywa yang mereka sembah. Mengetahui rencana tersebut, Dr. Augustine, kepala program Avatar, segera memindahkan timnya ke stasiun yang berlokasi di tempat terpencil.

Selain untuk mempelajari kebiasaan penduduk asli dengan lebih baik, Dr. Augustine juga ingin menjauhkan Jake dari cengkeraman kolonel yang manipulatif.

Saat mendapatkan banyak pemahaman tentang penderitaan Na'vi, Jack pun beralih haluan. Dia menjadi pendukung suku ini. Jake bersedia menjadi pejuang Na'vi yang bisa diandalkan.

Setelah bergabung dengan suku Na’Vi, Jake dan Neytiri mulai saling jatuh cinta dan akhirnya keduanya menjadi pasangan.

Jake yang sudah berubah haluan, kemudian menyabotase buldoser yang bertugas untuk menghancurkan Hometree. Ternyata aksi Jake tersebut diketahui oleh RDA. Ini mendorong RDA memerintahkan penghancuran total Hometree.

Dr. Augustine berpendapat kalau Hometree ini hancur, maka akan mempengaruhi semua kehidupan di planet ini. Parker Selfridge, Kepala Administrator RDA, akhirnya memberinya Dr. Augustine dan Jake waktu satu jam untuk meyakinkan suku Na'vi untuk mengevakuasi diri mereka dari Pandora.

Saat kembali ke suku Na’vi, Jake pun mengakui statusnya sebagai mata-mata, yang tentu saja disambut dengan reaksi negatif oleh anggota suku.

Kolonel Quaritch memutuskan Jake, Dr. Augustine, dan Norm dari avatar mereka dan kemudian dijebloskan ke sel penjara. Namun, berkata bantuan Trudy, pilot pesawat yang bekerja untuk tim tersebut, akhirnya mereka bisa melarikan diri.

Dr. Augustine terluka parah saat mereka melakukan pelarian. Berharap agar dirinya bisa diterima lagi oleh suku Na’vi, Jake pun menjalankan sebuah rencana yang cukup menantang, yaitu menghubungkan pikirannya dengan toruk, mahluk yang mirip naga besar.

Mahluk ini sangat dihormati juga ditakuti oleh suku Na’vi. Semua ini dia lakukan untuk menebus kesalahannya pada suku tersebut.

Jake pun berhasil Ketika dia berhasil mengikatkan dirinya dengan toruk dan menjadi pengendaranya yang membuat dirinya memenangkan rasa hormat dari Na'vi lagi.

Jake berhasil menemukan penduduk Na’vi yang selamat saat Hometree mengalami kehancuran di Tree of Soul. Dia pun memohon Mo'at untuk menyembuhkan Dr. Augustine, sayang tubuh manusia sang dokter mati sebelum proses selesai.

Dengan dukungan dari kepala suku baru, Tsu'tey, Jake mengumpulkan dan menyatukan suku-suku yang tersisa untuk melakukan perlawanan terhadap RDA. Untuk mengantisipasi pembalasan, Kolonel Quaritch melakukan serangan terlebih dulu. Targetnya adalah Tree of Soul. Dia berpikir kalau Tree of Soul hancur, maka suku Na’vi akan tersudutkan.

Dengan sisa-sisa kekuatan yang ada Jake melawan RDA dan pasukan Kolonel Quaritch. Penduduk suku Na’vi pun berdoa pada Eywa untuk kemenangan mereka. Akankah Na’vi berhasil mengalahkan pasukan Quaritch?

Film dengan Visual Efek yang Menakjubkan

avatar-2_

Sepertinya semua penonton Avatar pasti akan langsung setuju kalau film ini memang menyuguhkan efek visual yang menakjubkan. Detail dan kreativitas yang ditampilkan oleh dunia Pandora karya sutradara James Cameron ini benar-benar mencengangkan.

Lihat saja setting filmnya, planet Pandora yang memiliki fauna berwarna-warni yang melapisi hutan, Pegunungan Hallelujah yang mengapung, yang seperti Taman Hutan Nasional Zhangjiajie yang berada di Provinsi Hunan, juga binatang raksasa yang menghuninya. Ini adalah hasil karya efek CG yang nyaris sempurna.

Desain mahluk-mahluk suku Na’vi yang ramping dan dapat bergerak cepat tersebut memperlihatkan kejeniusan dari tim kreatifnya.

Lalu ada juga mesin-mesin militer yang ukurannya luar biasa besar serta efek-efek eksplosif saat peperangan, semuanya menambah lengkap kehebatan efek-efek visual dalam film ini. Visual efek film ini satu langkah lebih maju pada masanya.

Ceritanya Tidak Terlalu Spesial

avatar-3_

Meski visual efeknya WOW banget, tapi ceritanya boleh dibilang biasa saja. Banyak kritikus film yang berpendapat kalau cerita menjadi aspek terlemah dari film ini. Plotnya cukup sederhana dan sebenarnya sudah pernah muncul sebelumnya di film lain.

Masih ingat dengan film Dances with Wolves karya Kevin Costner? Kisah film Avatar mirip dengan film yang dibintangi, diproduseri dan disutradarai oleh Kevin Costner.

Dances with Wolves mengisahkan tokoh Dunbar yang juga mantan prajurit dan terluka. Dia bertemu suku Sioux dan berkenalan dengan mereka sampai akhirnya menjadi teman dan membantu mereka dalam peperangan.

Oh iya, jangan lupa Dunbar jatuh cinta dengan anggota suku Sioux, Stands with a Fist, seperti halnya Jake yang jatuh cinta dengan Neytiri. Mirip, bukan? Hanya saja James Cameron lebih cerdas. Untuk menyamarkan kesamaan cerita itu, dia membawa penonton ke dunia luar angkasa yang asing, yang jauh berbeda dari setting film Dance with Wolves.

Tidak ada twist yang membingungkan atau mengejutkan penonton. Ceritanya tak memerlukan pengamatan yang ekstra. Ending ceritanya pun gampang sekali tertebak. Jadi, film ini benar-benar lebih ke visual efek saja penekanannya.

Karakter Pendukung Tidak Diberi Ruang untuk Berkembang

avatar-4_

Meski Avatar merupakan film yang luar biasa canggih, tapi sebenarnya film ini pun tak luput dari kekurangan. Sepertinya sutradara James Cameron terlalu asyik dengan efek visual dan kecanggihan teknologi sehingga unsur-unsur lain di film ini tak begitu mendapatkan porsi lebih, seperti karakter pendukung.

Film ini cukup lama, dua jam setengah, tapi karakter pendukung tidak diberi banyak ruang untuk lebih disempurnakan. Misalnya karakter Trudy Chacón yang diperankan oleh Michelle Rodriguez, tidak memiliki latar belang. Kalau saja diberi info sedikit tentang dirinya penonton akan sangat terbantu.

Penampilan Stephen Lang sebagai Kolonel Quaritch, terlihat klise, seperti kebanyakan tokoh militer lainnya, kekar, dingin, tokoh yang mudah dibenci. Sayangnya, dia pun tak punya latar jadi penonton tak paham tokoh tersebut.

Meskipun Avatar masih memiliki kekurangan tapi masih OK untuk ditonton. Bagi penggemar efek visual, film ini seperti sajian makanan kelas restoran.

James Cameron memang sukses membuat film ini jadi memukau. Jadi kalau kamu suka film dengan kecanggihan teknologi, jangan lewatkan Avatar karya James Cameron ini. Kamu pasti akan langsung terpukau dengan semua sajian visual filmnya

Avatar (2009)
Rating: 
4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram