bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Asylum (2005), Perselingkuhan Gila di RSJ

Menjadi istri seorang dokter rumah sakit jiwa yang sibuk membuat Stella merasa kesepian. Takdir mempertemukannya dengan salah satu pasien rumah sakit jiwa yang bekerja di kebun rumahnya. Pasien tersebut bernama Edgar; seorang pria yang pernah membunuh istrinya dan dinyatakan gila.

Edgar tampan dengan mudah menarik hasrat Stella, begitu pun sebaliknya. Perselingkuhan keduanya terjadi cukup dalam sampai Stella rela meninggalkan suami dan sang buah hati.

Namun, sesuatu yang tragis terjadi dan mengguncang kejiwaannya. Bagaimana cerita lengkap tentang Stella dan Edgar? Sinopsis dan ulasan film ber-genre drama berikut ini akan menjawabnya!

Sinopsis

asylum-1_

Dr. Max Raphae (Hugh Bonneville) membawa istrinya Stella (Natasha Richardson) dan sang putra, Charlie (Gus Lewis) pindah mengikuti tugasnya sebagai dokter baru di sebuah rumah sakit jiwa. Rumah baru yang disediakan untuk mereka kebetulan berada di kompleks rumah sakit tempat Max bekerja.

Di pesta penyambutan, Stella dikenalkan pada Dr. Peter Cleave (Ian McKellen), dokter paling senior di tempat kerja suaminya sekaligus kandidat kepala rumah sakit jiwa yang baru. Peter memulai obrolannya dengan Stella. Peter mengaku dirinya cenderung menangani kasus-kasus rumit terutama berhubungan dengan perilaku seksual orang-orang.

Max melihat Peter tampak tertarik dengan Stella dan dia tidak menyukainya. Max khawatir Peter melakukan cara yang curang dengan memanfaatkan Stella karena Max juga merupakan kandidat kuat penerus kepala rumah sakit.

Stella sendiri mulai sibuk dengan kegiatan bersama istri-istri para dokter lainnya. Selesai perkumpulan dengan ibu-ibu, Stella melihat-lihat kondisi rumah sakit dan tanpa sengaja kembali bertemu Peter.

Suatu hari Charlie mengenalkannya pada Edgar Stark (Marton Csokas) yang terlihat sedang merapikan rumah kaca di halaman mereka. Stella menceritakan hal ini pada Max karena khawatir dengan keselamatan Charlie berinteraksi dengan salah satu pasien di sana.

Max menenangkannya karena pasien berbahaya tidak akan dilepas begitu saja. Max melanjutkan bahwa dulu Edgar adalah seorang pematung. 

Esoknya, Stella mendatangi Edgar dan meminta maaf sudah bersikap waspada. Edgar lalu bercerita bahwa dia dulu membunuh istrinya. Percakapan mereka diam-diam diperhatikan Peter dari jauh. Tak lama Edgar membopong Charlie yang terluka di kepala karena jatuh dari pohon. Untuk pertama kalinya Edgar bertemu Max.

Max dan Stella kembali menghadiri sebuah pesta. Max terdengar mengomentari gaun istrinya yang terlalu terbuka. Saat Max sedang asyik sendiri dengan koleganya, Edgar yang juga hadir mengajak Stella berdansa. Peter kembali melihat interaksi mereka. Sampai di rumah Max membicarakan kandidat dirinya sebagai salah satu pengganti kepala rumah sakit.

Hari itu, Stella berdandan cantik dan sengaja menemui Edgar. Edgar yang terlihat tertarik sejak awal tidak bisa lagi menahan hasratnya. Mereka pun bercinta secara sembunyi-sembunyi. Keduanya lantas mengulangi perbuatan itu selama beberapa kali. Peter mengajak Edgar bicara. Dia membahas ketertarikan Edgar yang baru terhadap tanaman.

Edgar rupanya salah satu pasien Peter. Perilaku Edgar yang coba mendekati Stella adalah pembuktian Edgar bahwa dirinya sudah mengalami kemajuan. Edgar berharap bisa segera bebas karena dia sudah melakukan apa pun yang diperintahkan Peter, tapi dokter senior itu memintanya bersabar.

Edgar dinilai belum siap menghadapi dunia. Edgar sendiri merasa sudah sembuh dari ketakutan, gangguan kepribadian, dan kecemburuan yang tidak wajar. Edgar kecewa dengan keputusan Peter.

Tampaknya Edgar salah satu pasien yang menarik perhatian banyak dokter. Dia menjadi topik pembicaraan ketika Peter berkumpul dengan dokter lain, termasuk Stella.

Stella penasaran tentang masa lalu Edgar yang menurut pengakuan lelaki itu sudah membunuh istrinya. Stella dan Max terlihat bertengkar karena pembicaraan itu.

Semakin hari, Edgar semakin berani. Dia sampai masuk ke kamar Stella dan mencumbunya di sana. Kemesraan mereka harus segera diakhiri karena ibu mertua kembali untuk mengambil buku tabungannya.

Edgar juga segera melarikan diri tapi berpapasan dengan Charlie di pintu masuk. Selama di perjalanan Charlie terlihat bingung sampai-sampai membuat neneknya bertanya-tanya. Dengan kepolosannya Charlie mengaku melihat Edgar di dalam rumah dan mungkin keluar dari kamar ibunya.

Edgar yang ternyata bersembunyi di bagasi mobil kembali mengagetkan Charlie karena muncul tiba-tiba dan diam-diam tanpa sepengetahuan sang nenek. Edgar pun berhasil melarikan diri dari rumah sakit jiwa.

Kaburnya Edgar dari rumah sakit menimbulkan kehebohan. Staf dan dokter menyalahkan Stella atas kejadian ini karena mereka tahu Stella banyak berkomunikasi dengan Edgar.

Mereka juga mulai curiga kalau Stella sudah jatuh cinta pada Edgar. Hal ini berimbas pada karir Max yang jadi lebih dikucilkan oleh koleganya. Beberapa waktu kemudian Stella meminta izin pada Max untuk berbelanja hadiah Natal di London.

Rupanya itu hanya alasan karena yang sebenarnya Stella akan bertemu Edgar setelah mendengar kabar dari Nick, sahabat Edgar. Lantas apa yang akan terjadi pada keduanya?

Perselingkuhan dengan Pasien Rumah Sakit Jiwa

asylum-2_

Film Asylum (2005) yang tampak tidak kreatif dalam mencari judul ini merupakan adaptasi dari novel karya Patrick McGrath berjudul Asylum yang terbit tahun 1996. Premisnya cukup gelap karena novel ini bercerita tentang perselingkuhan antara istri seorang dokter rumah sakit jiwa dengan pasien rumah sakit jiwa.

Film ini dibintangi oleh Natasha Richardson sebagai Stella Raphael. Dia berselingkuh dengan Edgar Stark yang dibawakan oleh Marton Csokas.

Edgar adalah pasien rumah sakit jiwa dengan diagnosis severe personality disorder with features of morbid jealousy atau gangguan kepribadian yang parah dengan ciri kecemburuan yang tak wajar. Interaksi keduanya terjadi begitu saja karena rasa kesepian Stella ditinggal oleh suami yang sibuk.

Yang Gila Bukan Hanya Pasiennya

asylum-3_

Latar belakang Edgar sebagai pasien rumah sakit jiwa yang pernah membunuh istrinya karena cemburu sudah sangat kuat. Sayangnya, ia tidak didukung oleh karakter lain yang lebih waras, sehingga alurnya terasa seperti sebuah komedi. Satu-satunya yang sehat di sini adalah Charlie, putra dari Stella dan Max, suaminya.

Kegagalan penciptaan karakter pada akhirnya terasa mengaburkan fokus utama film ini. Edgar yang di-plot menderita masalah kejiwaan, dalam hal ini cemburu tak wajar, ternyata tidak sendiri. Ada juga Max dengan perilakunya yang kasar karena cemburuan, yang juga tidak beda jauh dengan dirinya.

Belum lagi Stella yang kehilangan akal karena lebih memilih Edgar, sesosok lelaki tampan yang hadir saat dia kesepian, daripada putra semata wayangnya yang masih sangat butuh kasih sayang. Storyline Asylum (2021) sebenarnya rapi dan menarik. Sayangnya, karakter Edgar yang gila jadi terasa hanya sebagai aksesori.

Ego Pribadi Korbankan Anak

asylum-4_

Setting waktu tahun 1960-an pada film Asylum (2021) menyuguhkan sinematografi dan tone yang sangat cantik. Bangunan dengan halaman yang luas, rumah kaca sampai busana dan elemen lain sangat memanjakan mata. Namun, kecantikannya tidak cukup menutupi jalan cerita yang gelap dari film ini.

Dalam durasi sekitar 1 jam 39 menit, plot berisi cerita tentang perselingkuhan dengan ODGJ, membuat karir suami 'mandeg', sampai tak sadar anak meninggal di depan mata hanya karena memikirkan selingkuhannya. Itu adalah hal-hal pahit dari ego pribadi yang disuguhkan Asylum (2005). Ending film ini juga dituntaskan dengan sesuatu yang tragis dan sangat gelap.

Asylum (2005) mendapat review beragam tapi kebanyakan bernada negatif. Roger Ebert bahkan mengatakan bahwa film ini: “It's an overwrought Gothic melodrama that has a nice first act before it descends into shameless absurdity.” Namun, jika kamu penasaran dan ingin membuktikannya, kamu bisa langsung menontonnya sendiri. Tertarik?

Asylum
Rating: 
2.9/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram