bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Film Assault on Precinct 13 (2005)

Film Assault on Precinct 13 adalah salah satu film Amerika-Perancis yang disutradarai Jean-François Richet pada tahun 2005. Sebelumnya, Richet memproduksi Inner City pada tahun 1995, yang merupakan film debutnya.

Assault on Precinct 13 adalah proyek besarnya, yang menggandeng James DeMonaco sebagai penulis naskahnya.

DeMonaco sebelumnya adalah penulis naskah film The Negotiator (1998) dan kini lebih dikenal sebagai kreator waralaba The Purge. Film ini juga dibintangi oleh Ethan Hawke, dan Laurence Fishburne sebagai deretan aktor utamanya. Seperti apa filmnya? Simak ulasannya berikut ini.

Sinopsis

assault on precinct 13-1_
  • Tahun Rilis: 2005
  • Genre: Action, Crime, Drama
  • Produksi: Rogue Production, Why Not Production, Liaison Films
  • Sutradara: Jean-François Richet
  • Pemeran: Ethan Hawke, Laurence Fishburne, Gabriel Byrne, Maria Bello, John Leguizamo, Ja Rule

Sersan Kepala Kepolisian, Jake Roenick (Ethan Hawke), mengalami masa terpuruknya saat ada operasi penyamaran. Dirinya bersama tim lainnya mengalami kegagalan.

Misi yang diinstruksikan Jake justru menewaskan dua rekannya. Hingga malam tahun baru tiba, baik Jake dan rekan lainnya di Prestinct 13 meratapi kejadian naas yang telah berlangsung delapan bulan silam.

Jake harus menjalani perawatan psikis karena traumanya pasca kejadian kematian dua anggotanya bersama Dr. Alex Sabian (Maria Bello). Di waktu yang sama, Marion Bishop (Laurence Fishburne), seorang pembunuh bayaran ditangkap. Marion ditangkap di tengah aksi pembunuhan polisi yang sedang menyamar.

Sheriff yang mendampingi Marion pun memindahkan Bishop bersama tiga penjahat lainnya, Beck (John Leguizamo), Anna (Aisha Hinds), dan Smiley (Ja Rule) ke Prestinct 13.

Ini merupakan tempat dimana Jake bertugas. Saat ketiga kriminal tersebut sudah berada di Prestinct 13, sekelompok orang bertopeng menyerang dan menuntut polisi di tempat menyerahkan Marion. 

Pada akhirnya Jake membunuh salah satu dari penyerang tersebut dan ternyata orang bertopeng tersebut adalah salah satu polisi dari Prestinct 21.

Polisi tersebut bertugas di bawah Kapten Marcus Duvall (Gabriel Byrne), Marion pun menjelaskan bahwa Duvall dan timnya adalah polisi yang melakukan tindak korupsi dan Marion adalah rekan bisnisnya dahulu.

Saat Jake dan Marion sepakat untuk melenyapkan Marcus dan timnya, Jake dari Prestinct 13 kalah jumlah. Maka, Jake melakukan gencatan senjata dengan para tahanan. Dirinya pun membebaskan para tahanan dan mempersenjatai mereka untuk berperang serta melindungi Prestinct 13.

Sementara penjahat lainnya dilatih untuk bertempur, Beck dan Smiley dim-diam bekerja sama untuk melarikan diri. Anna dan Sabian pergi untuk mencari bantuan. Saat Beck dan Smiley melarikan diri, mereka terbunuh oleh kaki tangan Marcus.

Harapan dari terbunuhnya Beck dan Smiley jadi distraksi untuk Anna dan Sabian, namun mereka berdua tertangkap oleh Kahane (Currie Graham), anak buah Marcus. Keduanya diajak oleh Marcus untuk berpihak padanya, namun keduanya menolak dan akhirnya mereka terbunuh oleh Marcus juga Kahane. 

Saat masalah semakin pelik, lalu bagaimana akhir dari pertempuran antara Jake dan Marcus? Lalu bagaimana akhir dari pertempuran antara polisi baik dan polisi jahat ini?

Film Remake yang Seharusnya Bisa Lebih Canggih

assault on precinct 13-2_

Mungkin belum ada yang tahu jika film ini merupakan remake dari Assault on Precinct 13 yang sebelumnya rilis pada tahun 1976. Film terdahulunya merupakan karya John Carpenter dan judulnya pun sama. Namun tentunya, naskah yang dibawakan memiliki perbedaan dari pendahulunya.

Sayangnya, harapan dari film remake adalah membuat film terdahulunya bisa nampak lebih baik atau minimal bisa sebanding bagusnya. Nyatanya, baik dari segi visual maupun cerita tidak ada peningkatan secara signifikan. 


Bahkan dari segi visual di tahun 2005 seharusnya film ini bisa menyajikan adegan adu tembak yang intens dan nyaman dipandang mata. Namun entah kenapa rasanya adegan baku tembak di film ini nampak biasa saja, bahkan terkesan seperti produksi murahan. 

Dari segi cerita pun tidak ada perubahan yang membuat film ini lebih baik dari pendahulunya. Mungkin bisa dikatakan bagus, namun kurang istimewa. Hal ini mungkin saja karena di tahun 2005, ada film aksi lainnya tentang polisi baik melawan polisi jahat yang menyajikan kisah yang lebih menarik.

Konflik yang Bertumpuk Menjadi Daya Tarik Cerita Agar Lebih Tegang

assault on precinct 13-3_

Hal yang membuat film ini seru untuk dinikmati adalah saat adegan tempur antar pos polisi Prestinct 13 dengan Prestinct 21. Jake, selaku pemimpin prestinct 13 yang posisinya terjepit karena keadaan harus mencari cara agar posnya selamat.

Dirinya tahu jika anggotanya kalah jumlah dengan Marcus, sehingga hal yang bisa dia lakukan adalah bekerja sama dengan tahanan yang ada di pos miliknya. 

Di satu sisi, strategi ini bisa mempertahankan posnya. Akan tetapi, di lain hal Jake sulit untuk memberi kepercayaan pada narapidana. 

Akhir Cerita yang Anti Klimaks

assault on precinct 13-4_

Faktor satu ini yang membuat film ini kurang dieksekusi dengan baik. Entah faktor apa yang membuat Marion dibiarkan lepas, sehingga film ini tidak menyelesaikan masalah di awal. Mungkin Marion adalah kunci dari terungkap bisnis kotornya Marcus Duvall, dan masalah antar sesama polisi selesai di film ini.

Namun hal lainnya adalah tokoh Marionnya sendiri. Saat Marion melarikan diri, berarti masalah Jake tidak terhenti sampai sana, dan film ini bukan film waralaba apalagi memiliki sekuel. Jadi, film ini tidak punya konklusi apa pun.

Terlebih, di film ini diceritakan bahwa Marion memiliki kunci di balik konspirasi bisnis gelapnya di antara jaringan polisi yang terlibat. Namun, masalahnya belum usai dan Marion malah dibiarkan kabur. Hal ini juga yang membuat film ini tidak menuntaskan ceritanya.

Terselamatkan Oleh Aktor yang Luar Biasa Berbakat

assault on precinct 13-5_

Kualitas Ethan Hawke dan Laurence Fishburne berakting sebagai tokoh utama di film ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Ethan Hawke sudah sering beradu peran di film-film berkualitas seperti Before trilogy dan Boyhood

Sementara itu, Laurence Fishburne dikenal berkat film Matrix trilogy bersama Keanu Reeves dan Carrie-Anne Moss. Maka terlepas dari beberapa kekurangan yang dirasakan pada film ini, kualitas akting dan saling beradu peran di antara keduanya mampu menutupi kekurangan tersebut.

Memang sangat disayangkan, akting yang bagus dan meyakinkan belum sejalan dengan plot yang kurang rapi. Mungkin film ini menjadi film potensial saat semua aspeknya bisa selaras.

Itu dia ulasan dan sinopsis lengkap dari Assault on Precinct 13. Film remake dari John Carpenter di tahun 1976 ini sebenarnya bisa berpotensi baik.

Hanya saja sangat disayangkan jika film ini ternyata malah masuk film kelas murah yang bahkan kurang sukses di pasaran. Film ini mengeluarkan anggaran sebesar 30 juta dollar AS dan hanya meraup keuntungan sebesar 35.3 juta dollar AS.

Sementara itu, pada saat, John Carpenter membuat film ini pun dengan anggaran rendah, namun masih terhitung di bawah 100 juta dollar AS. Seharusnya film yang diproduksi ulang bisa digarap lebih baik lagi. Minimal dengan pengemasan cerita yang lebih baik.

Film ini masih sangat bisa dinikmati dan cukup menghibur, apalagi jika butuh tontonan ringan. Tertarik untuk menonton film ini?

Assault on Precinct 13
Rating: 
2/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram