bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Amsterdam, Terlibat Konspirasi Politik yang Pelik

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Amsterdam
2.3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Dua sahabat menyaksikan sebuah pembunuhan, tapi justru dituduh sebagai pelakunya. Bersama seorang sahabat lama, mereka berusaha membuka tabir misteri dibalik sebuah konspirasi politik.

Konspirasi tersebut dinilai mengancam stabilitas negara yang sedang mengalami guncangan ekonomi. Penyelidikan ini menuntun mereka menemukan tokoh misterius yang sudah dikenal sebelumnya.

Amsterdam adalah film thriller komedi karya David O. Russell yang dirilis oleh 20th Century Studios pada 7 Oktober 2022. Menampilkan Christian Bale, Margot Robbie dan John David Washington sebagai pemeran utamanya, film ini juga dibintangi oleh lusinan aktor dan aktris papan atas sebagai pendukungnya.

Terinspirasi dari konspirasi politik yang pernah terjadi di Amerika Serikat era 1930an, film ini menjanjikan keseruan investigasi di atas alur cerita yang rumit. Apakah film ini memiliki kualitas Oscar seperti film-film David O. Russell sebelumnya? Simak review berikut untuk menemukan ulasan lengkap tentang film ini.

Sinopsis

review masterdam_Amsterdam_

Tahun 1918, di kancah Perang Dunia I, Burt Berendsen memimpin pasukan yang terdiri dari prajurit berkulit hitam, dimana di dalamnya terdapat Harold Woodsman. Mereka bersahabat dan sama-sama terluka dalam medan tempur. Mereka kemudian dirawat oleh Valerie yang membuat mereka saling mengikat janji sebagai sahabat.

Selepas perang usai, mereka pindah ke Amsterdam dan hidup bertiga. Hingga kemudian Burt memutuskan kembali ke Amerika untuk hidup lagi bersama istrinya.

Harold dan Valerie saling jatuh cinta, tapi kemudian Valerie hilang tanpa jejak dan membuat Harold memutuskan untuk kembali ke Amerika. Dia berhasil menyelesaikan sekolah hukumnya dan menjadi pengacara.

15 tahun kemudian, Burt membuka praktik medis untuk mengobati luka para veteran perang dan masih bersahabat dengan Harold.

Suatu hari, mereka harus melakukan autopsi jenazah Bill Meekins, senator yang dahulu pernah menjadi komandan mereka atas permintaan Elizabeth, putri Bill. Elizabeth curiga ada yang membunuh ayahnya, hal ini terbukti dengan adanya cairan racun di dalam usus sang ayah.

Saat sedang berbincang dengan Elizabeth, Burt dan Harold menyaksikan kejadian yang mengejutkan. Ada seseorang yang mendorong Elizabeth ke jalan hingga dia tewas tertabrak dan terlindas mobil. Orang itu lalu menuduh Burt dan Harold sebagai pelakunya, membuat mereka berdua pergi melarikan diri dari kejaran polisi.

Burt kemudian singgah ke rumah istrinya, Beatrice. Saat Harold membongkar isi dompet Elizabeth, dia menyebutkan sebuah nama yang diasumsikan oleh Beatrice sebagai Tom Voze, pengusaha tekstil yang kaya raya.

Dua detektif, Lem dan Hiltz, menguntit mereka dan hendak menangkap Burt dan Harold. Namun mereka sepakat untuk menyelesaikan penyelidikan Burt dan Harold terlebih dahulu.

Burt dan Harold kemudian mendatangi rumah Tom dan bertemu dengan istrinya, Libby. Tidak disangka, mereka justru bertemu dengan Valerie yang ternyata adalah adik dari Tom. Dia dirawat di rumah karena diduga mengalami penyakit syaraf.

Tom datang dan berbincang dengan mereka dimana dia menyarankan untuk menemui Gil Dillenbeck, seorang veteran perang terkenal.

Burt berkali-kali membuat janji dengan Gil namun selalu gagal. Sementara Harold dan Valerie melepas kerinduan yang justru membawa mereka menguntit pembunuh Elizabeth ke sebuah fasilitas rahasia.

Mereka kemudian menemui Burt yang sedang mengobati Irma karena baru saja diserang oleh orang tak dikenal yang mencuri hasil autopsi Bill.

Valerie mengajak Burt dan Harold ke hotel Waldorf Astoria untuk menemui Paul Canterbury, rekan Valerie di Amsterdam yang kini bekerja di bidang intelijen. Paul dan Henry menjelaskan adanya konspirasi untuk melakukan kudeta atas pemerintahan yang sah. Dan Gil adalah orang yang bisa menggagalkan rencana tersebut.

Mereka bertiga kemudian menemui Gil di rumahnya. Setelah menjelaskan semua yang mereka ketahui, Gil pun bersedia menerima undangan untuk berpidato di acara veteran atas nama sebuah organisasi rahasia.

Di puncak acara, Gil berpidato di depan para veteran setelah menemui orang-orang penting di organisasi yang disebut Council of Five tersebut.

Apakah Gil berpidato sesuai dengan arahan organisasi tersebut, atau justru dia berkata jujur dan membuka semua konspirasi politik busuk yang penuh intrik ini? Temukan jawabannya dengan menonton film ini hingga usai.

Disesaki Para Bintang

review masterdam_Disesaki Para Bintang_

Sejak kesuksesan film The Fighter (2010), nama David O. Russell telah menjadi magnet tersendiri bagi para bintang Hollywood untuk bisa bermain di dalam film arahannya.

Ketika dia meluncurkan ide film Amsterdam, produser dan tim kastingnya sangat bersemangat untuk memenuhi film ini dengan deretan para aktor dan aktris papan atas Hollywood.

Selain Christian Bale, Margot Robbie dan John David Washington, masih ada banyak pemeran top lainnya, seperti Chris Rock, Zoe Saldana, Anya Taylor-Joy dan Rami Malek.

Ada juga Mike Myers dan Michael Shannon sebagai dua agen intelijen, juga Matthias Schoenaerts dan Alessandro Nivola sebagai dua detektif yang memburu Burt dan Howard.

Jangan lupakan juga penampilan singkat Taylor Swift, Timothy Olyphant, dan Andrea Riseborough yang memiliki waktu tersendiri untuk membawakan karakternya. Dan tidak ketinggalan aktor senior Robert De Niro yang menampilkan kharisma seorang veteran berwibawa pada karakter Gil Dillenbeck.

Sebagian besar pemeran ini tampil dalam performa yang apik, sekaligus menandakan kehandalan David O. Russell dalam mengarahkan akting para pemainnya. Chemistry ketiga pemeran utamanya sungguh apik, meski sedikit dikecewakan oleh naskah yang tampil lumayan carut-marut.

Pondasi persahabatan mereka hanya digambarkan secara singkat dan kurang mendalam, sehingga kurang berkesan. Dengan begitu, ada beberapa karakter yang sebenarnya tanpa kehadiran mereka pun film ini akan terus berjalan, atau dalam kata lain, karakternya tidak penting.

Salah satunya adalah dua detektif yang diperankan Matthias Schoenaerts dan Alessandro Nivola. Mereka hanya muncul di empat adegan saja dan tampak sebagai pelengkap cerita yang tidak terhubung dengan baik.

Dugaan bahwa perburuan yang dilakukan mereka akan tampil seru, ternyata tidak terjadi. Bermaksud menyuguhkan kelucuan, tapi tidak berhasil membuat kita tertawa. Tanpa adanya karakter mereka, mungkin durasi film yang panjang, 2 jam 14 menit, bisa sedikit dipangkas agar tampil lebih proporsional.

Tapi di antara para bintang ini, yang tampil paling mengecewakan adalah Taylor Swift. Memang dia baru mencoba untuk terjun ke dunia akting, dan film ini membuktikan bahwa dia harus lebih banyak belajar lagi.

Aktingnya terlihat kaku dan minim ekspresi. Sekalipun menampilkan akting penuh kecemasan, tapi terlihat seolah dipaksakan.

Alur Cerita Rumit yang Tampil Kosong

review masterdam_Alur Cerita Rumit yang Tampil Kosong_

Premis film Amsterdam menyiratkan sebuah keseruan dalam mengungkap misteri pembunuhan seorang senator dan konspirasi di belakangnya.

Bagian sepertiga awal film ini cukup menarik perhatian, terutama dengan kisah awal mula pertemuan mereka yang dibuat sedinamis mungkin setelah kejadian mengejutkan di pembukaannya.

Lalu memasuki sepertiga kedua film, cerita dibuat rumit dengan bermunculannya banyak karakter baru yang terselubung kabut misteri tentang siapa mereka sebenarnya.

Beberapa di antara mereka ada yang menarik perhatian, seperti Tom dan Libby, tapi juga ada yang tidak penting dan jelas perannya, seperti dua detektif Lem dan Hiltz.

Harapan kita akan keseruan penyelidikan Burt dan Harold sedikit dikecewakan dengan tensi film yang terkesan datar, tidak bergerak naik. Meski penempatan struktur cerita dibuat tidak terduga, dengan maksud menghadirkan kesan kejutan, ternyata setelah diungkap tidak juga mampu membuat kita terkejut.

Sebenarnya kita sudah bisa menebak siapa dalang intelektual di balik konspirasi ini, karena orang yang mendorong Elizabeth ke jalan hingga tewas telah memberikan petunjuknya secara jelas.

Dia memberikan gerakan dan ucapan akan adanya Council of Five. Organisasi yang kita anggap rahasia ini ternyata sudah diketahui oleh banyak pihak, terutama dari kalangan atas.

Burt dan Howard dengan mudahnya digiring untuk menemui pemimpin organisasi yang justru memanfaatkan kedekatan mereka dengan Gil demi memperkenalkan gerakan fasis ini.

Dari sini, naskah yang juga ditulis oleh David O. Russell ini sepertinya berkeinginan untuk melayangkan tuduhan kita kepada Gil sebagai dalang di balik konspirasi.

Tapi sebelum tuduhan itu terkumpul banyak, langsung dipatahkan ketika Gil menyatakan sikap patriotismenya kepada negara dan loyalitasnya kepada pemerintah.

Namun dari sini kita tidak serta-merta dibuat bingung, karena jawabannya langsung berada tepat di depan mata kita. Dan, kalian akan tahu siapa dalangnya di penghujung acara untuk veteran menjelang akhir film.

Tampilan Visual yang Indah dan Nyaris Tanpa Cela

review masterdam_Tampilan Visual yang Indah dan Nyaris Tanpa Cela_

Sesuai kapasitasnya sebagai sutradara kelas Oscar, David O. Russell sukses menampilkan gambar yang indah, detail dan autentik. Nuansa era 1930an sangat kental terasa, lengkap dengan pernak-pernik yang ada di masa itu dari kostum, kendaraan, suasana hingga gaya bicara.

Penempatan kameranya memang cenderung biasa dan di beberapa adegan menampilkan gambar dari perspektif orang pertama yang terlalu sering, sehingga sedikit membosankan.

Pewarnaan keseluruhan film dibalut dalam tone yang datar sehingga terkesan klasik. Dan untuk adegan kilas balik, penggunaan warna sepia terlihat klise meski tampil begitu apik.

Sebenarnya, Amsterdam tampil baik secara keseluruhan. Dukungan para bintang dengan akting yang lumayan apik hanya dikecewakan oleh naskah yang dibuat rumit tanpa meninggalkan kesan berarti.

Berbagai karakter yang ditampilkan membawa keunikan masing-masing, hanya saja kemudian membawa film ini terlihat seperti film-film karya Wes Anderson.

Momen-momen keseruan yang kita harapkan tidak dijawab dengan baik dan tensi yang sedikit datar nyaris menimbulkan kebosanan. Untung saja kita masih menyimpan rasa penasaran tentang siapa dalang konspirasi ini dan apa yang hendak dia munculkan.

Jangan kaget apabila di saat credit title muncul ditampilkan pidato asli dari seorang veteran senior yang isinya serupa dengan pidato yang diucapkan oleh Gil di dalam film.

Memang benar konspirasi politik ini pernah terjadi, dikenal dengan nama Business Plot, yang berniat mengubah Amerika Serikat menjadi negara diktator seperti Jerman dan Italia pada masa itu.

Jika kalian penyuka film-film konspirasi, apalagi berlatar belakang sejarah, maka film ini adalah pilihan utama. Memang tampil dalam balutan komedi yang tidak mudah untuk dimengerti, tapi setidaknya atmosfer era 1930an terasa sangat nyata, sehingga melekatkan kesan sejarah yang menjadi cukup kental.

Namun, rasanya David O. Russell tidak bisa membawa film karyanya ini berlari lebih jauh di ajang penghargaan film nanti, terutama atas namanya sendiri. Tapi mungkin bisa saja masuk nominasi dari sisi akting pemeran utamanya, Christian Bale dan Margot Robbie.

Bagi fans setia mereka berdua, kalian wajib menonton film ini karena kedua pemeran papan atas ini tampil dalam performa yang sangat baik.

Terlepas banyaknya kekurangan yang membuat film ini tidak tampil maksimal, Amsterdam masih layak untuk dinikmati, terutama karena faktor para bintang di dalamnya. Saksikan film ini segera, ya!

cross
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram