Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review American Horror Story Season 8: Apocalypse

Sinopsis & Review American Horror Story Season 8: Apocalypse

Ditulis oleh - Diperbaharui 18 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Seperti yang sudah kita tahu kalau setiap seasonnya, American Horror Story pasti punya cerita fresh yang bikin kita penasaran sama plotnya. Setelah sukses dengan 7 season sebelumnya, AHS kini kembali dengan judul Apocalypse, dengan total 10 episode, kita akan dibawa masuk ke dalam dunia baru setelah malapetaka bom nuklir yang membuat bumi dalam keadaan katastropi.

Para cast members dari episode sebelumnya kembali lagi dalam AHS season 8 ini, termasuk Sarah Paulson, Evan Peters, Adina Porter dan lainnya. Para Kritikus memberi apresiasi kepada AHS kali ini berkat jalan cerita yang menunjukan kemajuan dari season sebelumnya; AHS season 8 ini juga mendapatkan 5 nominasi termasuk kategori Bintang Tamu Terbaik dalam Drama Seri yang ditujukan kepada Jessica Lange.

Sinopsis

AHS Season 8 (Copy)

  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Horror, Thriller
  • Pemain: Sarah Paulson, Kathy Bates, Emma Roberts
  • Sutradara: Ryan Murphy
  • Produksi: FX

Cerita dibuka dengan tokoh Coco (Leslie Grossman) sedang berada di salon untuk hair-do bersama dengan asisten pribadinya Mallory (Billie Lourd). Saat sedang asyik menata rambut, tiba-tiba seluruh Los Angeles mendapat peringatan bahwa akan ada nuklir yang akan menyerang seluruh daratan dan memusnahkan semua orang. Awalnya hal tersebut dianggap hoax karena sudah pernah terjadi sebelumnya.

Coco lantas ditelepon Ayahnya untuk segera mengevakuasi diri dengan pesawat yang sudah disediakan. Ayahya telah membayar penuh untuk masuk ke sebuah bunker rahasia dimana orang-orang kaya saja yang bisa selamat.

Coco panik setengah mati dan langsung menelpon kekasihnya, namun semua sudah terlalu terlambat. Coco bersama Mallory dan juga Gallant yang membawa serta neneknya langsung berangkat.

Sesampainya di bunker yang disebut The Outpost, Coco berkumpul bersama para kaya-kaya lainnya dan dua orang remaja beruntung karena memiliki gen ‘spesial’ yang harus diselamatkan. Mereka dikumpulkan di sana dengan suatu tujuan, di dalam bunker, mereka dipimpin oleh seorang wanita bernama Wilhemina Venable (Sarah Paulson) bersama asisten robotnya (Kathy Bates).

Singkat cerita, mereka dikumpulkan di sana sebenarnya untuk disaring kembali. Salah satu petinggi dari The Outpost , Michael Langdon (Cody Fernn) mau melihat siapa yang lolos untuk ikut dia ke tempat lainnya yang lebih baik dari The Outpost dengan rangkaian wawancara kompleks.

Harap diingat, Michael sendiri merupakan seorang Alpha dan juga anti-kristus, dia merupakan anak iblis. Keadaan menjadi semakin rumit ketika Wilhemina dan asisten robotnya membunuh semua orang yang ada di bunker untuk membuat posisinya dia aman untuk ikut Michael, namun Michael sudah mengetahui semuanya jauh sebelum Wilhemina melakukan hal busuk tersebut.

Merasa dikhianati, kini Michael juga membunuh Wilhemina dan melepaskan asisten robot Wilhemina dengan satu alasan. Cerita akhirnya ditarik mundur ke 3 tahun sebelum bencana nuklir terjadi. Kini cerita difokuskan terhadap Michael. Dari kecil, Michael ternyata sudah memiliki ‘gift’, dirinya berbeda dengan yang lain.

Michael sering membunuh binatang sebelum akhirnya membunuh manusia di usia balita. Orang tua Michael yang shock lantas bertemu dengan 3 orang yang mengaku sebagai ‘pelayan’ Michael. 3 orang itu bukannya membantu, mereka malah membawa Michael pergi dan membunuh kedua orang tua Michael.

3 orang itu diceritakan sebagai anak iblis, sehingga mereka disiapkan untuk menjadi bawahan Michael. Michael dididik supaya menjadi penguasa untuk menggantikan posisi tertinggi di Coven of The Salem; keturunan para penyihir yang dipegang oleh Cordelia Goode (Sarah Paulson). Michael ingin menggunakan posisi tersebut untuk menguasai dunia dengan kuasa iblis.

Perang pun terjadi antara para penyihir Coven di bawah pimpinan Cordelia yang berkumpul di rumah akademi Miss Robichaux dengan para penyihir di bawah pimpinan Michael yang meguasai bunker The Outpost.

Baik Cordelia dan Michael saling menunjukan kemampuan masing-masing. Satu waktu, Cordelia harus tersingkir karena ternyata Michael punya kemampuan untuk membangkitkan orang mati.


Sebelum posisi supreme diserahkan pada Michael, seluruh penyihir tahu bahwa ada hal buruk yang akan dimanfaatkan Michael. Ini membuat semua penyihir menentang dan membunuh seluruh anak buah Michael.

Mereka sampai harus memutar balikan waktu untuk mencegah kejadian buruk benar-benar terjadi, karena ternyata perang nuklir yang terjadi 3 tahun kemudian pun akibat ulah si anak iblis, Michael.

Aktris Sama Peran Berbeda

AHS Season 8_Cast_Members (Copy)

Sudah jadi rahasia umum kalau semua aktris dan aktor yang berperan di drama seri AHS memiliki peran ganda. Hal ini membuat banyak penonton menjadi kebingungan dalam menghapal satu tokoh dengan tokoh lain yang diperankan oleh aktris atau aktor yang sama.

Tidak jadi masalah apabila penonton AHS memang sudah mengikuti serialnya dari awal, kalau yang newbie? Sudah pasti bertanya-tanya. Contohnya saja di drama seri AHS season 8 ini. Bayangkan saja, untuk peran Sarah Paulson saja sudah ada 3 sekaligus dalam 1 drama ini.

Sarah memerankan Wilhemina si masterguard The Outpost, ia memerankan juga Cordelia Goode si penyihir baik hati, Ms. V dan yang terakhir adalah Billie Dean Howard, perempuan yang ada di AHS season pertama: Murder House.

Karakter yang paling gak bingungin meski cerita sudah maju mundur adalah karakter Malory (Billie Lourd), Madison Montgomery (Emma Watson) dan beberapa aktris lainnya. Peran mereka konsisten dari awal, pertengahan sampai akhir cerita, meski harus kembali ke masa lalu, balik ke masa sekarang dan jumpalitan  lagi ke masa pertengahan, karakter mereka tetap sama.

Minim Setting

AHS Season 8_Setting (Copy)

Kalau bisa dihitung oleh jari, rasanya setting yang diambil dalam AHS kali ini hanya 4 tempat saja. Pertama, bunker The Outpost, rumah masa kecil Michael yang tampil juga di AHS pertama, Rumah para penyihir baik dan yang terakhir hutan belantara. That’s it.

Saya rasa bunker The Outpost yang lumayan makan banyak pengambilan gambar daripada setting lainnya. Mulai dari perpustakaan, kamar-kamar, ruang pertemuan, ruang meeting dan ruangan-ruangan lainnya. Kemungkinan besar AHS mengambil minim setting karena katastrop yang terjadi di bumi sehingga mereka tidak bisa bebas untuk bepergian.

Meski begitu, tidak membuat kita bosan untuk mengikuti ceritanya. Setiap episode yang disuguhkan pasti ada saja hal baru yang bisa membuat kita dibawa ke masa lalu dan ke masa sekarang dan saling berhubungan supaya kita yang menontonnya tidak bingung.

Quotes Bagus

AHS Season 8_Quotes (Copy)

Banyak sekali quotes ikonik yang bisa diambil dari drama seri American Horror Story season 8 ini.

I look at you and I don’t see a man. I see a sad, scared little boy so pathetic he couldn’t even kill me with a thousand nuclear bombs – Cordelia Goode

You think there’s only winning and losing, success and failure. But failure is when you’ve lost any semblance of hope – Cordelia Goode

Diucapkan Cordelia ketika berhadapan dengan Michael untuk bertarung mempertahankan posisi sebagai supreme. Cordelia memancing amarah  Michael supaya seluruh kekuatannya bisa dilihat oleh para penyihir lain dan memungkinkan mendapatkan celah kelemahan Michael.

Go to Hell… – Constance Langdon

Diucapkan oleh Constance, yaitu nenek dari Michael saat Michael diusir dari rumah dan tertabrak mobil. Nenek Michael tahu kalau cucunya itu bukan manusia, melainkan iblis sehingga Constance membiarkan Michael meregang nyawa

I knew you for such a short time, and I’ve missed you forever – Cordelia Goode

Cordelia mengucapkan ini saat berpisah dengan teman penyihirnya bernama Misty yang meregang nyawa karena dibunuh oleh Michael.

Ryan Murphy, sang sutradara, benar-benar membuat American Horror Story: Apocalypse ini menjadi semakin menarik. Unsur komedi, aksi, drama dan horror dimasukan ke dalam 10 episode dengan sangat baik. Kita juga tidak bisa dengan mudah menebak ending tiap episode seperti apa karena ceritanya yang luas dan memberikan kita banyak opsi untuk menerka.

Penasaran dengan seluruh isi ceritanya? Yuk nonton drama serinya yang sudah tayang di Netflix. Tenang saja, jumpscarenya tidak banyak, namun kontennya…. bikin kamu bergidik sendiri. Jangan lupa terus ikuti drama seris AHS lainnya ya! Sudah masuk American Horror Story season 9 nih!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *