bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Along with the Gods: The Last 49 Days

Along with the Gods 2 dengan judul The Last 49 Days adalah sekuel dari Along with the Gods 1 yang berjudul The Two Worlds. Film ini merupakan film adaptasi dari serial webtoon berjudul “Singwa Hamgge” karya Joo Ho-Min.

Serial webtoon ini pertama kali terbit 8 Januari 2010 di situs web Naver. Para pemeran utama di sekuel ini masih sama tapi muncul beberapa pemeran baru.

Aktor Oh Dal-Su yang sebelumnya berperan sebagai jaksa penuntut digantikan oleh Jo Han-Chul karena ada kasus yang sedang menderanya.

Sekuel dari Along with the Gods 1 ini masih bercerita tentang 3 malaikat pencabut nyawa, Gang-rim, Haewonmak, dan Lee Deok-choon yang akan membimbing roh ke-49 bernama Kim Soo-hong. Sudah tak sabar ingin nonton? Yuk, baca dulu sinopsis dan ulasan di sini!

Baca juga: 10 Film Terbaik yang Dibintangi oleh Ha Jung Woo

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Action, Drama, Fantasy
  • Produksi: Dexter Studios & Realies Pictures
  • Sutradara: Kim Yong-hwa
  • Pemeran: Ha Jung-woo, Ju Ji-hoon, Kim Hyang-gi, Ma Dong-seok, Kim Dong-wook

Sekuel ini dibuka dengan adegan Gang-rim (Ha Jung-woo) yang tergeletak di tanah berlumuran darah. Kenangan masa lalunya muncul kembali.

Deok-choon (Kim Hyang-gi) berusaha untuk membangunkannya dengan berteriak kalau mereka sedang dalam bahaya besar. Gang-rim pun tersentak, lalu segera mengambil pedangnya dan bertarung bersama Haewonmak (Ju Ji-hoon).

Ketiga malaikat pencabut nyawa alias grim reaper tersebut selamat dan akhirnya berhasil melarikan diri bersama dengan jiwa ke-49 yaitu, Soo-hong (Kim Dong Wook). Dia dibawa untuk bertemu dengan Yeomra (Lee Jung Jae), penguasa alam baka.

Bila ketiga grim reaper itu berhasil membawa jiwa ke-49 tersebut ke reinkarnasi, maka masing-masing mereka akan bisa bereinkarnasi juga.

Namun, sepertinya Gang-rim lebih tertarik untuk mengetahui masa lalu dirinya, Deok-soon serta Haewonmak. Gang-rim ingin juga ingin mengetahui kematian Soo-hong yang dianggapnya sebagai kematian kesalahan.

Yeomra mengizinkan Soo-hong menjalani persidangan, namun sebagai imbalan itu, dia menuntut agar ketiga grim reaper tersebut membawa jiwa Heo Choon-sam (Nam Il Woo).

Dia adalah seorang kakek tua yang berhasil lolos dari para malaikat maut selama beberapa kali. Rumah kakek tersebut ternyata dilindungi oleh seorang dewa rumah bernama Seongju (Ma Dong Seok).

Seongju selalu melawan para grim reaper yang akan berusaha untuk mengambil jiwa sang kakek. Dia merasa tersentuh oleh kebaikan kakek yang mau membesarkan cucunya yang masih anak-anak tersebut sendirian, sesudah ibunya meninggal serta ayahnya melarikan diri karena memiliki hutang judi.

Karena mereka memiliki tenggat waktu 49 hari untuk bisa membawa jiwa Heo Choon-sam, maka mereka bertiga berpisah. Gang-rim bertugas mengawal Soong-ho dalam persidangan, sedangkan Haewonmak dan Deok-choon akan mengunjungi rumah kakek Choon-sam.

Seperti biasanya, saat kedua grim reaper itu berusaha untuk mengambil jiwa kakek, Seongju melakukan perlawanan. Namun akhirnya mereka berdua mengetahui rahasia Seongju. Dia tak akan berkutik ketika melawan manusia.

Jadi, ketika para rentenir mengobrak-abrik rumah kakek dan menggertak kakek dan cucu tersebut, dan dalam keputusasaan, Seongju setuju untuk melakukan pertukaran informasi dengan Haewonmak mengenai masa lalu mereka.

Sesudah itu, hanya dalam waktu sekejap, Haewonmak menghajar semua rentenir yang datang tadi. Seongju memberitahukan Haewonmak kalau dahulu dirinya adalah seorang jenderal yang hebat. Hanya dengan menyebut namanya, para musuh akan ketakutan.

Di kesehariannya, Haewonmak dikenal dengan julukan "Jenderal Bulu Putih.” Hal itu karena dia selalu memakai syal bulu berwarna putih. Haewonmak sangat senang mengetahui pencapaian dan reputasinya.

Di tempat lain, Gang-rim menggunakan Soo-hong sebagai umpan untuk monster laut agar mereka bisa dengan cepat melintasi laut. Gang-rim juga ingat akan dirinya.

1000 tahun yang lalu, dirinya merupakan seorang jenderal hebat. Semenjak usia muda dia sudah mengikuti ayahnya ketika berperang. Dia dilatih ilmu bela diri.

Suatu hari para tentara menemukan ada sebuah desa yang hancur. Di dalamnya terdapat seorang anak laki-laki yang sedang berlutut sambil menangis di depan kudanya yang sedang sekarat.

Dia meminta maaf sambil terisak-isak pada kudanya lalu menikam kuda tersebut untuk mengakhiri penderitaannya. Ayah Gang-rim kagum karena anak laki-laki memiliki rasa hormat pada kehidupan.

Sesudah mengetahui kalau orang tua anak itu sudah meninggal, ayah Gang-rim pun mengadopsi anak tadi. Awalnya, anak laki-laki itu tidak menjadi ancaman bagi Gang-rim.

Namun, setelah diajari oleh ayahnya, Gang Rim jadi semakin cemburu pada anak itu karena keterampilan anak itu bisa meningkat pesat dan bahkan mampu mengalahkan dirinya.

Di dunia manusia, kedua grim reaper berusaha untuk mencarikan pertolongan bagi anak yang akan ditinggalkan oleh kakeknya ke alam baka tersebut.

Seongju setuju untuk membiarkan Haewonmak dan Deok-choon mengambil sang kakek tapi sesudah anak itu mulai bersekolah. Karena itu mereka bertiga berusaha mendaftarkan sang cucu ke panti asuhan, tetapi ternyata gagal.

Menyaksikan Deok Choon yang bermain bersama anak-anak, Seongju berpikir Deok-choon masih sama seperti 1000 tahun yang lalu.

Menurut cerita Seongju, Deok-choon melarikan diri bersama semua anak di desanya ketika mereka diserang tentara. Deok-choon juga melindungi dan merawat mereka selama perjalanan.

Deok-choon memimpin anak-anak itu untuk mendirikan rumah persembunyian yang terletak di tengah pegunungan. Semua anak dirawatnya dengan baik. Pada suatu hari, Deok-choon ditangkap oleh seorang jenderal, yaitu Haewonmak versi sebelum meninggal.

Walaupun sang jenderal dan Deok-choon berada pada sisi yang berbeda pada saat perang itu, melihat anak-anak tak bersalah jadi korban membuat sang jenderal berusaha membantu mereka.

Dia mengirimkan makanan, pakaian, serta obat-obatan. Dia sampai berbuat nekat dengan membuat laporan palsu mengenai situasinya ke ibu kota.

Ketika mendapat informasi dari Deok-chook kalau orang tuanya meninggal karena dibunuh atas perintah Jenderal bulu putih, yang tak lain dari dirinya, sang jendral merasa semakin bersalah sehingga mengajari mereka berburu.

Gang Rim teringat akan ayahnya yang sebelum pertempuran. Dia lebih mempercayakan peperangan itu pada adik angkatnya. Sebenarnya ayahnya yakin Gang-rim akan berhasil, tapi caranya akan menghilangkan banyak nyawa.

Namun ingatan Gang-rim segera tertarik keluar saat persidangan Soo-hong. Soo-hong percaya kalau teman-temannya tak mungkin membunuhnya.

Kemudian saksi berikutnya dihadirkan. Orang itu adalah Park Moo-shin (Lee Joon-hyuk). Soo-hong tak percaya kalau dia membunuhnya.

Namun, Moo-shin mengakui kalau dirinya memerintahkan untuk mengubur hidup-hidup Soo-hong. Dia dan Dong Yeon (Doh Kyung-soo) melihat tangan Soo-hong bergerak, tapi karena ketakutan akhirnya tetap menguburnya.

Hal yang sama terjadi pada Gang-rim. Dia melihat tangan ayahnya bergerak tapi dia mengabaikan ayahnya yang terkubur di bawah para tentara. Ingatan akan ayahnya yang memilih adiknya membuat dia melakukan hal tersebut.

Bagaimana nasib Soo-hong selanjutnya? Akankah dia bisa bereinkarnasi? Bagaimana pula dengan kisah masa lalu ketiga grim reaper tersebut? Akankah terungkap? Penasaran? Tonton filmnya yang berdurasi lebih dari 2 jam tersebut.

Ceritanya Lebih Rumit dan Tidak Fokus pada Satu Tokoh

Ceritanya Lebih Rumit dan Tidak Fokus pada Satu Tokoh

Dibandingkan dengan prekuelnya, sekuel ini boleh dibilang ceritanya lebih rumit dan tokoh yang dibahas lebih banyak sehingga tidak ada yang menonjol.

Dulu cerita hanya berfokus pada tokoh Kim Ja-hong, di sekuelnya ini ada empat tokoh yang mendapatkan porsi untuk dibuka masa lalunya.

Cerita masa lalu ketiga grim reaper dikupas sedikit demi sedikit yang digabung dengan cerita kematian Soo-hong. Di sini terungkap hubungan di masa lalu yang kelam antara  Gang-rim, ketua mereka dengan Haewonmak, Jenderal Bulu Putih.

Dari Seongju, yang merupakan dewa penjaga rumah, Deok-choon pun jadi tahu hubungan masa lalu antara dirinya dengan kedua seniornya tersebut.

Belum lagi banyak komentar-komentar sosial mengenai keadaan Korea sekarang, seperti korupsi, rentenir dan perbankan, dalam film yang membuat penonton buyar konsentrasinya.

Maka tak heran, jika tak fokus menyaksikan filmnya, penonton akan dibuat pusing. Apalagi durasinya yang panjang dan tidak banyak adegan pertarungan seperti seri pertamanya, mudah membuat orang jadi mengantuk.

Kisah Para Tokohnya Tak Semenarik Dulu

Kisah Para Tokohnya Tak Semenarik Dulu

Di prekuel, cerita Ja-hong begitu menarik untuk disaksikan. Lapis demi lapis fakta tentang Ja-hong membuat penonton terhanyut.

Sayangnya ini tidak terjadi di sekuelnya karena sebagian besar misteri tentang Soo-hong sudah terungkap di prekuelnya. Soo-hong juga tidak selucu Ja-hong.

Kisah para malaikat pencabut nyawa pun setali tiga uang dengan kisah Soo-hong. Meski banyak fakta baru yang terungkap antara mereka bertiga, tapi kejutannya tidak terlalu nendang sehingga ceritanya terlalu biasa.

Visual Efeknya Tetap Jempolan

Visual Efeknya Tetap Jempolan

Oke, untuk yang satu ini, Along with the Gods 2 masih tetap juara untuk urusan visual efeknya. Setting neraka versi film ini dibuat bertingkat-tingkat yang sesuai dengan dosa yang dilakukan manusia. Untuk setiap dosa, ada tempatnya khusus dan ganjaran yang berbeda-beda.

Hanya saja di salah satu neraka yang untuk orang penuh dendam, tiba-tiba muncul hewan-hewan purba seperti dinosaurus. Ini agak aneh.

Selebihnya, visual neraka itu terlihat begitu nyata, seperti neraka yang berisi seperti lahar gunung merapi yang terlihat membara.

Ma Dong-seok Mencuri Perhatian

Ma Dong-seok Mencuri Perhatian

Tokoh dewa penjaga rumah yang diperankan oleh Ma Dong-seok berhasil menarik perhatian penonton. Berbadan kekar dan terlihat garang ternyata dia begitu lembut hatinya dan tak berdaya saat harus berhadapan dengan manusia. Dia jadi tampak konyol.

Ini jelas-jelas berbeda ketika dia berhadapan dengan para malaikat pencabut nyawa. Sisi garangnya langsung keluar dan dia pun menjadi sakti tak tertandingi.

Nah, bagi yang sudah nonton prekuelnya, jangan lewatkan untuk nonton sekuelnya karena direncanakan akan muncul Along with the Gods 3.

Sesudah membaca sinopsis dan ulasannya, jadi kamu bisa membayangkan berapa lama waktu yang akan kamu habiskan untuk menonton film ini.

Untuk yang sudah menonton Along with the Gods 2, apakah menurutmu film ini tetap seseru film prekuelnya? Coba bagikan komenmu di bawah ini.

Along with the Gods: The Last 49 Days
Rating: 
3.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram