bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Alangkah Lucunya Negeri Ini (2010) 

Sulitnya mencari lapangan pekerjaan serta kehidupan yang keras mengingatkan saya pada sebuah film yang  sangat relate dengan kondisi bangsa kita saat ini. Seperti kita ketahui bahwa angka pengangguran di Indonesia masih terbilang tinggi.

Bahkan sebelum adanya pandemi Covid 19, banyak lulusan sarjana yang menganggur, belum lagi persoalan anak jalanan di ibu kota. 

Tidak sedikit dari mereka yang terlantar sehingga rela melakukan pekerjaan apapun demi mendapatkan sesuap nasi.

Keresahan ini membuat sutradara ternama yakni, Deddy Mizwar, meluncurkan sebuah film berjudul “Alangkah Lucunya Negeri ini”.  Bagi kamu pecinta film Indonesia, pasti sudah tidak asing lagi dengan film yang satu ini bukan? 

Film yang dirilis tahun 2010 ini mengajarkan kita tentang pentingnya moral dan pendidikan. Meskipun sudah tayang cukup lama, namun menurut saya kondisi dan permasalahan yang diangkat dalam film tersebut masih sangat berhubungan dengan keadaan sekarang. Hal itu juga yang membuat saya tertarik untuk mengulas kembali film ini. 

Makanya, berikut ini adalah sinopsis dan review film Alangkah Lucunya Negeri Ini. Tanpa berlama-lama lagi langsung saja kita simak artikelnya, yuk! 

Sinopsis

alangkah-lucunya-negeri-ini-1_
  • Tahun: 2010 
  • Genre:  Drama Komedi 
  • Produksi: Citra Sinema 
  • Sutradara: Deddy Mizwar 
  • Pemeran:  Reza Rahadian,Deddy Mizwar,Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja,Tio Pakusadewo,Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani,Rina Hasyim,Sakurta Ginting,Sonia,Teuku Edwin. 

Drama komedi yang disutradarai oleh Deddy Mizwar ini merupakan sebuah film yang mengangkat latar belakang kehidupan anak-anak jalanan di Indonesia, terutama di ibu kota.

Meskipun konflik yang diangkat dalam film ini cukup serius, namun alur cerita dari film ini sama sekali tidak membosankan,  bahkan banyak mengundang gelak tawa. 

Diceritakan bahwa ada seorang sarjana bernama Muluk (Reza Rahardian) yang sudah 2 tahun menganggur. Meskipun demikian ia tidak pernah menyerah dan selalu gigih untuk mencari pekerjaan yang diinginkan. Singkat cerita,Muluk dipertemukan dengan seorang pencopet cilik bernama Komet (Angga).

Melalui pertemuan singkat itu, akhirnya Komet memperkenalkan Muluk dengan  jarot (Tio Pakusadewo), pimpinan pencopet cilik di sebuah markas yang cukup besar. Di sana, banyak sekali anak-anak seusia Komet yang bekerja sebagai pencopet. 

Melihat hal itu, hati Muluk pun tergerak untuk mengenalkan pendidikan kepada anak-anak tersebut dengan tujuan agar anak-anak tersebut mau belajar dan mengubah profesi mereka dari seorang pencopet menjadi lebih baik lagi. Tentu saja itu bukan hal yang mudah, namun Muluk pun tidak kehabisan akal. 

Selain bisa membantu para pencopet cilik untuk belajar, Muluk juga melihat bahwa ini adalah sebuah peluang agar dirinya mendapat pekerjaan.

Muluk menawarkan kerjasama dengan Jarot, dimana ia menjanjikan akan mengelola keuangan mereka dan mengajarkan anak-anak pencopet ini, untuk belajar serta mengenal pendidikan seperti anak-anak pada umumnya. 

Muluk menganalogikan kepada anak-anak tersebut bahwa seorang pencopet juga harus pintar dan jika ingin pintar maka harus belajar. Atas dasar itulah akhirnya para pencopet cilik ini mau belajar.

Dan atas tawaran kerjasamanya dengan Jarot, Muluk meminta imbalan sebesar 10 % dari hasil mencopet termasuk untuk biaya mendidik mereka. 

Singkat cerita, Jarot menerima tawaran Muluk dan dengan dibantu oleh kedua temannya Samsul (Asrul Dahlan) dan Pipit (Ratu Tika Bravani), akhirnya ia berhasil menjalankan misinya.

Namun, mengingat banyaknya kasus korupsi yang notabene dari orang-orang berpendidikan, apakah misi Muluk mengenalkan pendidikan kepada para pencopet cilik itu  bisa membuat mereka berhenti mencopet? 

Konflik yang erat dengan Kehidupan Masyarakat

alangkah-lucunya-negeri-ini-2_

Seperti kita ketahui, pengangguran dan kemiskinan adalah permasalahan serius yang masih belum bisa diselesaikan oleh bangsa Indonesia sampai saat ini. Minimnya pendidikan menjadi salah satu faktor utama.

Karena pada kenyataanya tidak semua kalangan bisa mengenyam bangku pendidikan. Hal ini kerap terjadi di kota-kota besar yang ada di Indonesia, khususnya kota Jakarta. 

Di sana masih banyak anak-anak dibawah umur yang seharusnya belajar di sekolah tapi justru berjualan di jalanan, menjadi pemulung, bahkan ada juga yang terpaksa memilih untuk menjadi seorang pencopet. Hal tersebut terjadi karena anak-anak tersebut tidak bisa mendapatkan pendidikan moral dan lingkungan sosial yang mendukung.

Meskipun demikian, pada kenyataanya tidak sedikit juga para sarjana yang masih menyandang gelar pengangguran. Akhirnya muncul beberapa pandangan dari sekelompok masyarakat.

Ada yang beranggapan bahwa pendidikan itu penting, namun ada juga yang menganggap pendidikan kurang penting. Alih-alih sudah mendapat gelar sarjana, namun masih saja jadi pengangguran. 

Hal ini juga yang menjadi perdebatan antara Pak Makbul (Deddy Mizwar) dan Haji Sarbini (Jaja Mihardja)  dalam  serial film Alangkah lucunya Negeri ini. Sutradara, Deddy Mizwar berhasil mengangkat isu ini di dalam filmnya.

Tampil dengan Sajian Humor yang Menghibur

alangkah-lucunya-negeri-ini-3_

Terdapat beberapa scene yang memuat saya cengar-cengir ketika menyaksikan film ber-genre drama komedi ini.

Contohnya saja seperti scene perdebatan antara Pak Makbul (Deddy Mizwar) dan Haji Sarbini (Jaja Mihardja), lelucon dari beberapa figuran, dan belum lagi melihat tingkah dan celetukan polos dari para anak-anak jalanan yang membuat selera humor saya semakin pecah. 

Meskipun film ini sarat akan pesan moral dan mengangkat permasalahan yang cukup serius, namun beberapa scene di atas bisa membuat suasana jadi sedikit cair, dan tidak terkesan membosankan. Lagi-lagu Deddy Mizwar berhasil membuat film ini menarik untuk ditonton.

Memiliki Naskah Cerita dan Skenario yang Menarik 

alangkah-lucunya-negeri-ini-4_

Skenario dan alur cerita dari film ini cukup menarik banyak perhatian penonton. Pasalnya, film ini mampu menyampaikan pesan moral dan kritikan yang tajam  dengan sangat apik. Meskipun alur ceritanya tidak terlalu complicated, namun mengandung banyak makna dan pesan moral yang bisa kita ambil.

Celetukan dari anak-anak jalanan, perdebatan antara Pak Makbul (Dedy Mizwar) dan Haji Sarbini (Jaja Mihardja) membuat saya jadi berpikir dan mengangguk-anggukan kepala ketika menonton film ini. 

Pengemasan naskah cerita yang apik dari film ini juga dibuktikan dengan diperolehnya sebuah penghargaan dari Festival film indonesia 2006 sebagai Skenario Adaptasi Terbaik. 

Tidak hanya naskah ceritanya saja yang menarik, namun pembagian karakter yang dipilih dalam film ini juga sangat cocok. 

Belum lagi para aktor dan aktris ternama sangat piawai memainkan perannya seperti, Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, Jaja Mihardja hingga aktris Rina Hasyim. Sudah jelas akting mereka tidak diragukan lagi. 

Diperankan oleh Anak Jalanan

alangkah-lucunya-negeri-ini-5_

Salah satu fakta menarik dari film in.  Menurut beberapa sumber, ada beberapa pemeran anak-anak pencopet yang benar-benar diperankan oleh anak-anak jalanan asli.

Meskipun tidak memiliki latar belakang seniman dan pendidikan yang memadai, namun kemampuan akting mereka juga patut diacungi jempol. 

Tontonan Menarik Penuh Kritik 

alangkah-lucunya-negeri-ini-6_

Bagi yang belum sempat menonton film ini saya rasa kamu wajib menjadikannya ke list tontonan. Karena, selain penuh dengan pesan moral,film ini juga mempunyai sajian humor yang akan mengundang gelak tawa. 

Melalui film ini juga, Deddy mizwar berhasil menyampaikan kritik kepada masyarakat dan juga pembelajaran untuk kita semua terutama pemerintah, bahwa permasalahan kemiskinan dan anak-anak jalanan sampai saat masih menjadi tanggung jawab bangsa yang harus diselesaikan. 

Jika dilihat dari alur cerita yang epic, kepiawaian para pemeran, serta pengambilan gambar dalam film ini. menurut saya secara keseluruhan sudah cukup baik. Tidak hanya sekedar hiburan semata, namun film ini juga mampu menyampaikan kritik dan pesan moral yang sangat baik. 

Demikianlah Review & sinopsis film alangkah lucunya negeri ini yang sudah kami rangkum, semoga bisa jadi referensi kamu untuk menemani waktu bersantai.  Jika kamu punya referensi lainya atau memiliki request film untuk kita review, jangan ragu untuk memberi masukan di kolom komentar ya! 

Alangkah Lucunya Negeri Ini
Rating: 
4.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram