bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review 27 Steps of May, Bertahan Melawan Trauma

Sinopsis & Review 27 Steps of May, Bertahan Melawan Trauma

Ditulis oleh Sri Sulistiyani - Diperbaharui 6 Mei 2021

Pernahkah terpikirkan olehmu bagaimana beratnya rasa trauma yang dirasakan oleh seorang korban kekerasan seksual? Untuk mengetahui sedikit gambarannya, kita bisa melihatnya dari sosok May dalam film 27 Steps of May. 

Dalam film ini, kita akan diajak untuk melihat apa yang terjadi pada May dan bagaimana sebuah peristiwa bisa berdampak begitu besar bagi kehidupan seseorang. Film ini memiliki cerita yang begitu emosional dan mengaduk perasaan, maka kuatkan hatimu terlebih dahulu sebelum berkenalan dengan May di film 27 Steps of May ini

Sinopsis 

review 27 steps of may_Sinopsis
  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Drama
  • Produksi: Green Glow Pictures
  • Sutradara: Ravi Bharwani
  • Pemeran: Raihaanun, Lukman Sardi, Ario Bayu, Verdi Sulaiman

Film 27 Steps of May mengisahkan mengenai kisah hidup seorang gadis bernama May. Ketika masih berada di bangku sekolah pada tahun 1998, May menjadi korban kekerasan seksual saat meletusnya peristiwa kerusuhan 98. Kejadian tersebut kemudian menjadi sebuah trauma yang cukup berat bagi May hingga bertahun-tahun kemudian. 

Semenjak kejadian tersebut hingga delapan tahun berlalu, May tidak pernah mau keluar dari kamarnya. Ia merasa begitu ketakutan jika harus melangkah keluar rumah atau keluar kamar. Bahkan, ketika peristiwa kebakaran terjadi di belakang rumahnya dan membuat rumahnya hampir terbakar, May tetap merasa lebih aman berada di kamarnya dibanding harus lari keluar rumah. 

May hanya tinggal bersama ayahnya yang berprofesi sebagai pembuat boneka dan juga petinju. Semenjak kejadian tersebut, ayah dan anak itu juga tak banyak berkomunikasi. May tidak pernah mau berbicara lagi. Sehari-hari ia hanya melakukan rutinitas yang itu-itu saja di dalam kamarnya, mulai dari berolahraga, menyetrika baju, makan, dan membuat boneka. 

Semua mulai berubah tatkala May bertemu seorang pesulap yang ia lihat dari lubang di dinding kamarnya. Bak sebuah keajaiban, pesulap tersebut memperlihatkan May mengenai trik-trik sulap yang indah dan memunculkan harapan baru untuk hidup May. Perlahan, May mencoba untuk memberanikan dirinya kembali berinteraksi dengan orang lain dan meninggalkan zona amannya. 

Pada akhirnya, butuh 8 tahun untuk May bisa menyembuhkan luka dan trauma yang dialaminya. Butuh 8 tahun untuk May akhirnya bisa melangkah sebanyak 27 langkah keluar rumahnya dan menghilangkan rasa takutnya untuk kembali menatap masa depannya. 

Minim Dialog Namun Penuh dengan Makna Semiotika

review 27 steps of may_Minim Dialog Namun Penuh dengan Makna Semiotika

Film 27 Steps of May bisa dibilang sebagai sebuah film yang sangat minim dialog. Rumah yang ditinggali oleh May dan ayahnya terasa begitu sunyi dan dingin. Namun kondisi inilah yang membuat penonton bisa benar-benar merasakan bagaimana trauma yang dirasakan oleh May serta penyesalan terbesar sang ayah karena tak mampu melindungi putrinya. 

Meski minim dialog, namun penonton akan diajak untuk memahami mengenai apa yang terjadi dari makna-makna yang terselip dalam berbagai adegan yang bersifat semiotik. Lihatlah bagaimana May yang hanya menggunakan model pakaian seperti biarawati yang sangat tertutup tanpa memperlihatkan lekuk tubuhnya, seolah ia benar-benar tak ingin orang lain melihat tubuhnya. 

Kehidupan May selama 8 tahun tersebut juga terasa hambar. Ia hanya melakukan rutinitas yang itu-itu saja, bahkan ia hanya memilih makanan yang berwarna putih. Hal ini tampaknya menggambarkan bagaimana kehidupan para korban kekerasan seksual yang memandang hidup mereka menjadi hampa, kosong, dan tak lagi berwarna. 

Tokoh pesulap yang kemudian membantu May untuk kembali menata hidupnya pun terasa begitu surealis. Ada yang menganggap bahwa pesulap ini hanyalah ilusi yang diciptakan May untuk membantu dirinya sendiri menyembuhkan luka, namun ada pula yang menganggap bahwa tokoh ini nyata, karena cara untuk sembuh dari luka yang amat berat memang memerlukan sebuah keajaiban. 

Akting Para Pemeran yang Memukau

review 27 steps of may_Akting Para Pemeran yang Memukau

Tentu tidak mudah memerankan karakter yang begitu emosional namun tidak banyak berbicara. Meski begitu, akting Raihaanun dalam memerankan tokoh May patut mendapatkan acungan jempol. Meski tak banyak dialog, namun penonton mampu melihat bagaimana beban berat yang disimpan oleh tokoh May di sepanjang film ini. 

Lukman Sardi yang memerankan karakter ayah May juga bermain dengan sangat baik. Ia mampu memerankan sosok ayah yang seolah memiliki dua sisi. Saat berada di rumah, ia adalah seorang ayah dengan rasa penyesalan besar karena tak bisa melindungi may, sementara ketika ia menjadi petinju, ia seolah meluapkan semua emosi dan kekesalannya di atas ring. 

Begitu pula dengan para pemeran pendukung lainnya seperti Ario Bayu yang berperan sebagai tokoh pesulap dengan kemisteriusannya tersendiri, serta Verdi Sulaiman yang berperan sebagai kurir pengantar boneka. Verdi seolah mewakili sudut pandang penonton yang melihat bagaimana hancurnya kehidupan May dan ayahnya dari sisi luar mereka. 

Kental Akan Nuansa Depresif

review 27 steps of may_Kental Akan Nuansa Depresif

Banyak yang mengatakan bahwa film 27 Steps of May merupakan film yang cukup depresif. Nuansa ini memang didukung dari seluruh unsur film, mulai dari skenario, akting pemain, hingga penataan sinematografinya. Seluruh unsur yang ditampilkan dalam film ini membuat penonton benar-benar bisa merasakan bagaimana suramnya kehidupan May menjalani hari-harinya. 

Beberapa adegan dalam film ini mungkin juga bisa menjadi trigger bagi para penontonnya untuk merasakan kemarahan, kesedihan, dan luapan emosi lainnya seolah kita bisa benar-benar merasakan apa yang terjadi dengan para tokoh dalam film ini. Jadi, kuatkan hatimu saat menonton film ini ya! 

Torehan Prestasi yang Fantastis

review 27 steps of may_Torehan Prestasi yang Fantastis

Jika kamu mencari film Indonesia yang berkualitas, 27 Steps of May merupakan salah satunya. Film ini memang tidak terlalu laris ditonton di bioskop, namun 27 Steps of May memiliki prestasi lain yang tidak kalah mengagumkan. Film ini bahkan berjaya di festival festival film berskala internasional. 

Sebelum dirilis resmi pada tahun 2019, film 27 Steps of May pertama kali ditayangkan pada salah satu festival film terbesar di Indonesia, yakni pada Jogja-NETPAC Asian Film Festival tahun 2018. Film ini kemudian juga diputar di berbagai festival, seperti di Bengaluru International Film Festival, Mar Sharm El Sheikh Asian Film Festival, dan Cambodia International Film Festival. 

Di Festival Film Indonesia 2019, film 27 Steps of May juga sukses meraih 9 nominasi penghargaan. Film ini meraih nominasi sebagai Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Skenario Asli Terbaik, Penata Musik Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, dan Penyunting Gambar Terbaik. 

Tak hanya sukses dengan Raihan nominasi, Raihaanun yang berperan sebagai May juga berhasil meraih piala citra untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik pada ajang penghargaan ini. Dengan segudang prestasi yang diraih oleh 27 Steps of May, tentu film ini layak untuk menjadi salah satu daftar tontonanmu. 

Itulah review dari film 27 Steps of May beserta seluruh hal menarik dan prestasi dari film ini. Selain menjadi tontonan yang berkualitas, film ini juga ingin menyampaikan pesan tentang kondisi realitas saat ini. Bahwa diluar sana masih banyak May-May lain yang masih berjuang untuk menyembuhkan trauma yang mereka rasakan, dan mereka membutuhkan bantuan kita untuk menemani mereka. 

Jadi, apakah kamu sudah menonton film ini? Bagaimana tanggapan dan kesan yang kamu rasakan setelah mengikuti kisah hidup May? Ceritakan di kolom komentar ya! 

27 Steps of May
9 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram