Bacaterus / Review Film Barat / Review Film Red Sparrow, Kisah Brutal Spionase Cantik

Review Film Red Sparrow, Kisah Brutal Spionase Cantik

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bercerita mengenai perjalanan kehidupan spionase cantik asal Rusia. Red Sparrow hadir mengupas kehidupan tentang mantan balerina, Dominika Egorova di tengah perang dingin antara Amerika dan Rusia. Berhasilkah film karya Francis Lawrence menarik perhatian penonton.

Nah, untuk mengetahui lebih jauh mengenai film tersebut. Kali ini Bacaterus akan mengupasnya untuk kamu. Seperti apa keseruan cerita yang mempertemukan sutradara Francis Lawrence dan Jennifer Lawrence tersebut.

Penasaran seseru apakah film Red Sparrow ini? Yuk, simak artikel di bawah ini sampai tuntas ya!

Sinopsis

Sinopsis

  • Tanggal Rilis : 28 Februari 2018
  • Genre:  Action, Drama
  • Produksi: 20th Century Fox
  • Sutradara: Francis Lawrence
  • Pemeran: Jennifer Lawrence, Joel Edgerton, Matthias Schoenaerts, Charlotte Rampling, Mary-Louise Parker, Jeremy Irons

Red Sparrow bercerita tentang Dominika Egorova yang diperankan oleh aktris cantik Jennifer Lawrence, seorang balerina di Bolshoi Ballet Rusia yang terkenal. Paska mengalami cedera serius pada kakinya, karier Dominika di dunia tari balet pun pada akhirnya hancur.

Di tengah kehidupannya yang sedang terpuruk. Sang paman, Ivan Dimitrevich Egorov yang diperankan oleh aktor, Matthias Schoenaerts, kemudian muncul untuk memberinya sebuah pekerjaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Gadis berambut pirang itu pun pada akhirnya harus terjebak di tengah perang dingin antara dua negara super power, Amerika dan Rusia sebagai seorang spionase. Menjalani kehidupan barunya yang berbahaya. Ia pun dibekali dengan berbagai hal dalam sebuah lembaga khusus agen rahasia bernama Sparrow.

Melalui serangkaian latihan yang cukup berat. Ia pun kemudian menjadi seorang intelejen paling berbahaya yang ditugaskan untuk mencari informasi tentang orang Rusia yang kerap membocorkan informasi penting pada Amerika Serikat dengan menjalin hubungan bersama seorang agen CIA bernama Nate Nash yang diperankan oleh Joel Edgerton.

Konflik pun semakin memanas diantara dua kubu karena ternyata Nate Nash pun memiliki agenda tersendiri yang harus dijalankan.

Adaptasi Novel Karya Mantan Agen CIA

Adaptasi Novel Karya Mantan Agen CIA

Red Sparrow diadaptasi dari novel berjudul sama karya Jason Matthews yang diterbitkan pada 2013. Matthews merupakan mantan agen CIA yang kemudian berubah haluan menjadi seorang penulis novel. Pengalaman bekerja sebagai anggota intelejen memang sedikit banyak menjadi inspirasi dalam pembuatan novel Trilogi Red Sparrow.

Menceritakan liku-liku perjalanan hidup agen rahasia dari sudut pandang yang kuat membuat film ini memang cukup menarik, sehingga layak untuk diangkat ke dalam film layar lebar. 20th Century Fox yang diketahui menjadi rumah produksi untuk penggarapan film ini pun menggandeng sutradara Francis Lawrence.

Sebelumnya Francis sendiri diketahui telah bekerja sama dengan aktris yang menjadi kolaboratornya, Jennifer Lawrence dalam sejumlah film box office yang di adaptasi dari novel karya Suzzane Collins berjudul The Hunger Games: Catching Fire pada 2013, The Hunger Games: Mockingjay Part 1 pada 2014 dan The Hunger Games: Mockingjay Part 2 yang dirilis pada 2015.

Mengetahui orang-orang yang terlibat dalam penggrapan film tersebut tidak berlebihan bila penonton kemudian berekspektasi terhadap film ini.

Tempo Lambat Namun Asyik untuk Dinikmati

Tempo Lambat Namun Asyik untuk Dinikmati

Di luar dari kritikan pedas yang diterima Red Sparrow paska pemutaran perdananya. Film ini memang mampu mencuri perhatian penonton melalui kisah menarik kehidupan para intelejen yang penuh intrik melalui pendekatan yang berbeda.

Disajikan dengan tempo yang cukup lambat, Red Sparrow masih tetap membawa ketegangan bagi para penonton. Kemampuan penulis skenario Justin Haythe menerjemahkan skenario dalam jalan cerita Red Sparrow memang cukup menarik dan mengejutkan, meski pada eksekusinya masih terdapat banyak kelemahan.

Red Sparrow sendiri memang lebih bisa dinikmati sebagai sajian film drama dibanding dengan film action. Mengingat di dalam filmnya Francis Lawrence lebih banyak menyuguhkan dialog panjang antara karakter dibandingkan porsi aksinya. Bagi sebagian penonton hal tersebut tentu membuat film berdurasi panjang ini cukup membosankan.

Beruntung kemampuan Jennifer mengajak penonton untuk hanyut dalam jalan pikiran sosok Dominika yang terkadang terlihat mebingungkan masih bisa membuat penonton tetap fokus. Keberanian Jeniffer untuk mengekspose kemolekan tubuhnya memang menjadi sebuah gebrakan yang menjadi pusat perhatian.

Hal ini pula yang kemudian menjadikan film ini hanya cocok ditonton oleh remaja dan orang dewasa dengan pengawasan. Meski film garapan Francis ini memang dianggap tidak sebaik dengan film garapannya sebelumnya bersama dengan sang aktris peraih penghargaan Oscar tersebut.

Chemistry Tidak Terjalin Mulus

Chemistry Tidak Terjalin Mulus

Kemampuan Jennifer dalam memerankan sebuah karakter memang tak bisa diragukan. Hal tersebut dapat dilihat dari ulasan positif yang didapatnya dalam sejumlah film sukses seperti The Hunger Games, Silver Linnings Playbook dan American Hustle.

Kemampuan Jennifer memerankan karakter Dominika memang cukup baik, terutama ketika berbicara mengenai ekspresi. Akan tetapi bagi sebagian kritikus film. Aktingnya dalam film ini memang kurang berhasil mengeksplorasi karakter Dominika menjadi sosok yang cukup  mengesankan bagi penonton sebagai seorang anggota intelejen yang anggun dan mematikan.

Selain itu chemistry dengan rekan mainnya yang pernah berperan dalam film The Gift, Joel Edgerton dianggap tidak berjalan dengan mulus. Karena itu pula ekspektasi penonton terhadap dua karakter tersebut kurang bisa terpenuhi, bahkan bagi beberapa pengamat film menganggap jalinan yang coba dibangun diantara keduanya terkesan hambar dan tidak terlalu menarik.

Plot Twist yang Mengejutkan

Plot Twist yang Mengejutkan

Di luar dari pendapat para kritikus film yang beragam terhadap film ini. Red Sparrow sendiri memang sangat menghibur, terutama bagi mereka yang menyukai jalan cerita tentang spionase yang penuh intrik. Meskipun penampilan Jennifer Lawrence di dalam film ini bukan dianggap yang terbaik, namun Jeniffer sendiri berhasil keluar dari zona aman.

Keputusan beraninya beradegan sensual dalam film ini memang harus diacungi jempol. Walaupun pada beberapa adegan panas yang coba ditampilkan mengalami beberapa kali sensor pada saat pemutarannya di Indonesia sehingga tentunya  mengurangi keseruan jalan cerita film ini.

Francis Lawrence sendiri cukup berhasil menyajikan banyak adegan plot twist yang cukup mengejutkan bagi para penonton. Setidaknya hal itu yang menimbulkan kesan dan bisa memenuhi kepuasan paran penonton ketika keluar bioskop.

Meski pada akhirnya film yang menelan budget pembuatan sekitar $69 juta USD dengan mendapat keuntungan kotor sekitar $151 juta USD tersebut harus puas dengan hanya memperoleh rating di angka 5,7 di situs IMDB dan 5,9 di situs Rotten Tomatoes.

Nah, Itulah review tentang Red Sparrow, kisah brutal spionase cantik. Nama Jennifer Lawrence memang bisa menjadi jaminan kesuksesan sebuah film. Red Sparrow pun menjadi salah satu  filmnya yang berhasil memancing jutaan pasang mata untuk menonton. Bila ada film lain dari aktris cantik ini yang ingin Bacaterus bahas. Kamu bisa tulis komentar di kolom box yang telah tersedia di bawah.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *