bacaterus web banner retina

10 Pemain yang Bermain dalam Film Yuni (2021)

Written by Suci Maharani R - Updated on 25 Desember 2021

Yuni (2021) bukan hanya film yang menceritakan seorang remaja dengan segala kemelut hidupnya saja. Film ini menunjukkan isu apa yang sedang dihadapi oleh anak-anak perempuan kita yang tinggal di luar perkotaan.

Yuni menjadi sosok gadis yang menunjukkan, bahwa kehidupan para gadis sedang terancam dengan tradisi perjodohan yang merenggut kesempatan belajar dan kebebasannya.

Diperankan oleh Arawinda Kirana, sosok Yuni berhasil membuat para penonton terenyuh dengan penghayatan karakternya. Bahkan aktingnya di film ini sampai diberikan penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di Piala Citra. Kemistrinya bersama Kevin Ardilova dan beberapa aktor lainnya juga terjalin secara dinamis dan apik.

Kali ini kita akan membahas lebih dalam lagi karakter-karakter yang akan ditemui saat menonton Yuni (2021). Penasaran? Temukan jawabannya di bawah ini.

Baca Juga: 7 Fakta Film Yuni (2021), Pemenang Penghargaan Internasional

1. Arawinda Kirana (Yuni)

Arawinda Kirana (Yuni)

Akan segera berusia 17 tahun, Yuni tengah menikmati masa-masa remajanya seperti kebanyakan anak lain. Hanya saja, Yuni tidak pernah tertarik untuk berpacaran seperti teman-temannya di sekolah atau di lingkungan rumah. Meski tidak tinggal bersama kedua orang tuanya, Yuni memahami bahwa ia harus menjadi anak yang berbakti dan taat.

Melihat fenomena-fenomena yang ada di lingkungannya, Yuni penasaran kenapa teman-temannya suka berpacaran. Ia juga ingin tahu, apakah melakukan hubungan seksual itu enak?

Pasalnya teman-teman seusianya banyak yang hamil duluan. Di tengah-tengah rasa penasaran, Yuni didatangi dengan dua lamaran yang membuatnya harus dicap sebagai gadis yang menolak jodoh dan banyak mau.

Ada mitos yang berkembang di masyarakat, perempuan tidak boleh menolak lamaran lebih dari dua kali karena nantinya akan dijauhkan dengan jodohnya.

Yuni merasa tertekan dengan gunjingan teman-teman sekolah dan masyarakat sekitar rumahnya. Yuni tidak setuju bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, karena pada akhirnya tugasnya hanya “Dapur, Sumur dan Kamar”.

Yuni memiliki cita-cita untuk bisa menyanyi, namun bagi beberapa orang menyanyi pun dianggap sebagai aurat. Yuni mencari-cari jawaban dari apa yang ingin ia lakukan, apakah tunduk dengan perjodohan adalah jalannya? Tapi Yuni tidak mau berakhir seperti teman-temannya, melahirkan dan mengurus anak di usia muda sementara sang pria entah dimana keberadaannya.   

2. Kevin Ardilova (Yoga)

Kevin Ardilova (Yoga)

Memendam perasaan pada seorang gadis, hal ini memang sudah menjadi hal biasa bagi Yoga. Pasalnya Yoga memang tidak memiliki keberanian untuk mendekati atau bahkan sekedar menyapa.

Ia hanya suka memandangi sosok Yuni dari jauh, padahal teman-temannya sudah sering menyemangati. Satu-satunya kesempatan untuk berbicara dengan Yuni, saat melayani gadis itu membeli paket internet.

Yoga sendiri bukanlah orang asing di sekitar Yuni, mereka tinggal di lingkungan yang sama sejak kecil. Yoga tidak hanya berada di satu sekolah yang sama dengan Yuni, ia juga ikut kelas beladiri yang sama dengan gadis itu.

Yoga sempat putus asa, saat tahu ada seorang pria yang pekerjaannya cukup mapan datang melamar Yuni. Perhatian Yoga pada Yuni membuahkan hasil, berawal dari puisi-puisi pilihannya untuk membantu tugas Yuni.

Keduanya menjadi semakin dekat, bahkan Yuni beberapa kali meminta Yoga untuk menemaninya dan mencurahkan isi hatinya. Sayangnya kebahagiaan ini sepertinya akan berakhir, pasalnya Yuni dilamar oleh guru Bahasa Indonesia yang disukainya sejak lama.

3. Dimas Aditya (Pak Damar)

Dimas Aditya (Pak Damar)

Pak Damar adalah guru Bahasa Indonesia yang disukai oleh banyak anak perempuan di sekolah. Memiliki paras yang tampan, berpakaian rapi dan pembawaan dirinya yang sangat ramah, wajar saja jika banyak murid perempuan di sekolah yang menaruh hati pada Pak Damar.

Pak Damar memang dekat dengan siswa siswinya, salah satunya adalah Yuni si anak paling pintar tapi kurang pintar di pelajaran Bahasa Indonesia. Makanya agar nilai Bahasa Indonesia Yuni lebih baik lagi, Pak Damar menyuruh gadis itu untuk membedah puisi karya Djoko Damono.

Pak Damar terpesona dan merasa kagum dengan pilihan puisi yang diambil oleh Yuni, hingga suatu hari tiba-tiba saja Pak Damar datang ke rumah Yuni, bersama dengan ibu dan barang-barang seserahan. Ada apa sebenarnya?

4. Marissa Anita (Bu Lies)

Marissa Anita (Bu Lies)

Di kala semua guru hanya menjalankan tugasnya untuk memberikan pengajaran sesuai dengan mata pelajaran yang dikuasainya maka Bu Lies tidak hanya dikenal sebagai seorang pengajar, wanita ini memberikan semangat pada murid-muridnya untuk menggapai cita-citanya.

Itulah kenapa Bu Lies sangat memperhatikan Yuni, tidak hanya soal pelajaran tapi tingkah lakunya juga. Bagi Bu Lies, Yuni adalah murid yang paling pantas untuk menerima beasiswa kuliah. Sayangnya kekurangan Yuni adalah menjaga perilakunya, terutama soal “penyakit ungunya”.

Tak heran jika Yuni selalu langganan masuk ruang guru, lagi-lagi soal barang berwarna ungu. Sebagai seorang pendidik, Bu Lies memastikan bahwa murid-muridnya harus memiliki masa depan yang cerah.

5. Neneng Wulandari (Sarah)

Neneng Wulandari (Sarah)

Sarah adalah salah satu teman paling dekat dengan Yuni, wajar saja toh keduanya duduk satu bangku. Bahkan mereka ikut kelas bela diri yang sama, jadi kedekatan keduanya tidak perlu dipertanyakan lagi. Sarah ini anaknya penuh kehebohan dan ceplas-ceplos, baginya pacaran dan berfoto untuk Instagram itu sebuah keharusan.

Bahkan Sarah dengan sang kekasih memiliki nama panggilan yang mesra, Bunda dan Ayah. Meski memiliki pacar, Sarah memiliki prinsip sendiri untuk kriteria pria idamannya.

Pria yang rajin bangun pagi, rajin ibadah, rajin membantu orang tua dan tidur sebelum jam sembilan malam. Yang menjadi ciri khas dari sosok Sarah adalah gaya bicaranya. Gadis ini kerap berbicara dalam logat bahasa Sunda-Banten.

6. Asmara Abigail (Suci Cute)

Asmara Abigail (Suci Cute)

Suci Cute adalah anak kos yang tinggal tidak jauh dari lingkungan pabrik dan lingkungan rumah Yuni. Suci ini bisa dikatakan perempuan yang sangat mementingkan penampilan untuk mengisi feed instagramnya. Suci adalah orang yang memperkenalkan Yuni dengan yang namanya makeup dan kebebasan sebagai perempuan.

Bahkan dari sosoknya yang terlihat seperti wanita tanpa beban, ternyata Suci menyimpan sebuah trauma. Perempuan ini pernah menjadi korban pernikahan dini, sampai-sampai rahimnya menjadi korban. Suci dipukuli oleh sang suami karena selalu keguguran, ketika bercerai ia malah dibuang oleh keluarganya dan kini hidup mandiri.

7. Nazla Thoyib (Nenek Yuni)

Nazla Thoyib (Nenek Yuni)

Yuni memang tidak tinggal bersama kedua orang tua, di Banten ia hanya tinggal berdua dengan sang nenek. Jika dilihat-lihat, hobi dan kemampuan menyanyi Yuni sepertinya diturunkan dari sang nenek yang hobinya menyanyi. Nenek Yuni ini menjadi salah satu orang terpandang, ia sering mengikuti pengajian dan tergabung dalam grup rebana ibu-ibu.

Bedanya, nenek Yuni tidak berpikiran kolot seperti kebanyak orang, baginya kenyamanan cucunya adalah hal yang utama. Nenek Yuni sudah tiga kali menerima lamaran pria untuk cucunya, tapi tidak pernah sekalipun ia menerima lamaran tanpa persetujuan anak dan cucunya. Bahkan setiap keputusan yang diambil cucunya, ia tidak pernah marah pada Yuni.

8. Nova Eliza (Ibu Yuni)

Nova Eliza (Ibu Yuni)

Meski hanya mendapatkan sedikit screen time, kehadiran Nova Eliza sebagai ibu kandung Yuni berhasil membuat kesan tersendiri. Sebagai seorang ibu, ia selalu menjadi pendengar dan teman diskusi yang baik bagi putrinya.

Tidak pernah sekali pun ia meminta sang putri untuk mengikuti kemauannya, ia hanya memberikan pemahaman agar putrinya bisa bertanggung jawab atas hidupnya.

9. Rukman Rosadi (Ayah Yuni)

Rukman Rosadi (Ayah Yuni)

Setali tiga uang dengan sang istri, karakter ayah Yuni ini juga tidak pernah ingin mencampuri kehidupan putrinya. Permintaannya hanya satu, ia hanya ingin Yuni meneruskan sekolahnya agar tidak menjadi pembantu seperti dirinya.

Ia juga mengajarkan, bahwa manusia bisa mempersulit hidupnya tapi kehidupan memang sulit, jadi apapun itu harus dihadapi dengan lapang dada.

10. Ayu Laksmi (Rocker)

 Ayu Laksmi (Rocker)

Kehadiran Ayu Laksmi yang singkat berhasil memberikan pengaruh yang luar biasa pada karakter Yuni. Ia membalas perkataan Yuni soal “apakah suaranya dianggap sebagai aurat?”. Ayu Laksmi membalas, jangan biarkan orang menyuruh kamu tidak boleh bersuara, karena mereka tidak tahu bagaimana rasanya benar-benar kehilangan suara.

Dari pemaparan 10 pemain dan karakter yang ada dalam film Yuni (2021), apakah bikin kamu makin penasaran dengan filmnya? Jangan lupa untuk membaca review film Yuni (2021) dan film Indonesia lainnya, hanya di Bacaterus. 

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram