bacaterus web banner retina

Inilah 8 Pemain Film Horor Indonesia Keramat (2009)

Ditulis oleh Suci Maharani R

Keramat (2009) memang menjadi film horor Indonesia yang wajib banget untuk ditonton. Bukan hanya karena isu filmnya berasal dari kisah nyata, tapi film ini memang berbeda dari yang lain.

Pasalnya kamu akan merasakan yang namanya merinding dan tidak bisa menebak plot apa yang akan terjadi. Alhasil sebagai penonton, kita hanya bisa bersiap untuk ikut gelisah dan kaget saat jump scare diperlihatkan.

Setiap karakter yang ada di dalam film ini benar-benar memberikan reaksi yang real. Selain itu, syuting dilakukan secara unscripted dan para talent di-briefing beberapa jam sebelum syuting. Namun kita bisa melihat hasilnya, seluruh pemeran film ini bisa memberikan suasana merinding dan deg degan yang bikin penonton merasakan terteror.

Kali ini kita akan membahas lebih dalam lagi mengenai para pemain film Keramat (2009). Penasaran siapa saja mereka? Temukan informasi lebih lengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Sinopsis dan Review Film Horor Indonesia Keramat (2009)

1. Poppy Sovia (Poppy/Pimpinan behind the scene)

Poppy Sovia_

Poppy adalah salah satu anggota pembuatan film dari Moviesta Pictures untuk memproduksi film berjudul “Menari di Atas Angin”. Tugas Poppy sebenarnya sangat simpel, gadis ini menjadi pimpinan untuk proses pembuatan behind the scene. Ditemani oleh Cungkring, Poppy memastikan bahwa setiap momennya bisa terekam dan benar-benar nyata.

Poppy adalah gadis yang sangat ceria dan mudah bergaul dengan siapa saja, ia juga berteman baik dengan Migi. Namun ia tidak tega melihat tubuh Migi dirasuki sosok yang tidak diketahui dan mengganggu kesehatan temannya. Poppy merasa sangat sedih dan kesal, apalagi saat itu mbak Miea menyuruh untuk memulangkan Migi dalam kondisi seperti itu.

Poppy memang sosok orang yang sangat setia kawan, makanya ia tidak pernah mau meninggalkan siapa pun. Bahkan saat mereka terjebak di alam gaib, meski takut dan lemah, Poppy berusaha menaikkan semangat juang teman-temannya. Ia berusaha untuk membuat semua orang tetap bersama-sama dan mencari keberadaan Migi di sana.

2. Monty Tiwa (Cungkring/Cameraman)

Monty Tiwa_

Cungkring adalah cameranman yang bertugas untuk mengabadikan seluruh kegiatan di belakang layar pembuatan film “Menari di Atas Angin”. Pria ini sebenarnya cukup humoris. Cungkring memang suka banget membuat lelucon dengan seluruh tim. Salah satu orang yang paling sering diajaknya bercanda adalah Poppy, Migi dan Diaz.

Memang Cungkring ini orangnya cukup penakut, tapi karena tugasnya harus mengabadikan semua momen, alhasil dia harus nekat. Cungkring memaksakan dirinya untuk tetap tegar. Pria ini juga berusaha untuk memberikan pemikiran positif pada teman-temannya agar mereka bisa terus berjalan mengikuti bunga melati seperti perintah paranormal.

3. Migi Parahita (Migi/Talent)

Migi Parahita_

Menjadi pemeran utama untuk film “Menari di Atas Angin”, tentu hal ini membuatnya sangat excited. Migi telah mempersiapkan dirinya dengan melakukan reading bersama dengan Diaz yang menjadi lawan mainnya. Sayangnya saat mereka bertolak ke Bantul, kesehatan Migi tiba-tiba saja drop dan hal ini sudah terjadi sejak di kereta.

Keanehan lainnya muncul saat seorang pria menggebrak kaca mobil menyuruhnya pulang dan mengatakan “Wongso”. Nama itu tidak asing baginya, pasalnya “Wongso” adalah nama ayahnya, makanya Migi makin merasa merinding. Selama proses reading akhir, perubahan drastis diperlihatkan oleh Migi yang tidak bisa berkonsentrasi.

Gadis ini mengalami demam tinggi, sampai-sampai ia tidak sadarkan diri di kamarnya. Namun suatu malam Migi tiba-tiba terbangun dan menyinden di kamarnya. Ternyata gadis ini telah dirasuki oleh penunggu setempat yang bernama Nyi Pramodawerdani (darah keturunan yang sama). Setelah itu Migi tiba-tiba menghilang, katanya ia dibawa ke alam lain oleh penunggu di sana.

4. Sadha Triyudha (Sadha/Asisten Sutradara)

Sadha Triyudha_

Pria yang pembawaannya sangat tenang dan cool, Sadha berperan sebagai asisten sutradara produksi film. Berbeda dengan kebanyakan tokoh lainnya, Sadha bisa dikatakan orang yang cukup misterius dan sulit ditebak. Pasalnya pria ini tidak pernah menunjukkan karakternya secara gamblang, ia hanya fokus pada pekerjaannya namun tidak pernah memiliki ambisi.

Hal lain yang paling kelihatan dari sosoknya, Sadha ini penuh dengan rasa penasaran dan minim rasa takut. Ia bisa bersabar saat mbak Miea memarahi dan memakinya, karena dianggap telah gagal menyiapkan talent. Pria ini tidak takut untuk memeriksa keluar ketika Migi mengeluh ada suara perempuan menangis di luar kamar.

Bahkan saat masuk ke dunia gaib, Sadha terlihat memiliki mental paling kuat dibanding semuanya. Pria ini hanya fokus pada satu tujuan, menemukan Migi dan membawa gadis itu pulang dengan selamat. Sadha dengan berani menghadapi setiap halangan yang ada didepannya, bahkan ia berbicara dengan sosok Ratu penunggu di sana. 

5. Miea Kusuma (Miea/Sutradara)

Miea Kusuma_

“Menari di Atas Angin” adalah proyek pertamanya sebagai seorang sutradara, makanya mbak Miea tidak mau main-main. Ia memang wanita yang sangat ambisius, segala yang dilakukannya harus benar-benar maksimal. Bahkan angan-angannya, film ini akan mengikuti ajang festival film dan dengan percaya diri ia mengatakan akan berhasil menang.

Dengan ambisinya yang besar, tentu saja Miea tidak menginginkan ada masalah selama pra-produksi. Tapi kesabarannya diuji ketika Migi dan Diaz terlihat tidak maksimal selama reading di Bantul, padahal syuting tinggal beberapa hari lagi. Saking emosinya, Miea beradu mulut dengan Diaz karena berpikir pria itu habis clubbing sampai jam 2 subuh.

Ia juga tidak percaya bahwa Migi kerasukan dan dibawa ke dunia lain, baginya semua ini hipnotis dari paranormal. Miea selalu berusaha memungkiri, bahwa kini ia dan seluruh kru tengah terjebak di alam lain yang tidak diisi oleh manusia.

Ia memang egois dan penuh amarah, bahkan selama perjalanan ia selalu saja menyalahkan Dimas dan memprovokasi anggota lainnya dengan kata-kata kasar.

6. Dimas Projosujadi (Dimas/Manajer produksi)

Dimas Projosujadi_

Sebagai manajer produksi, Dimas adalah orang yang memimpin seluruh kru pra-produksi film “Menari di Atas Angin”. Dimas sendiri diceritakan memiliki karakter sebagai orang yang memperhatikan keadaan semua anggota kru film. Sejak awal, Dimas fokus membantu untuk membuat semuanya sesuai dengan jadwal yang ada.

Menjadi pemimpin, Dimas selalu berusaha netral sehingga ia setidaknya bisa untuk membuat kondisi tetap kondusif. Sayangnya hal ini malah menimbulkan konflik dengan Miea karena ia dianggap telah gagal memimpin tim. Sejak awal Miea selalu menyalahkan Dimas atas apa yang terjadi, ia selalu berselisih terutama saat mereka terjebak di alam lain.

Sebagai pemimpin, Dimas berusaha untuk membantu semua orang tetap berada di track yang benar. Ia mencari orang yang bisa menyembuhkan Migi, lalu mengarahkan seluruh tim bergerak mengikuti melati.

Pria ini mengambil keputusan sulit ketika beberapa kru malah tenggelam dalam ego masing-masing. Bahkan dirinya sendiri harus menjadi korban, karena terpisah dari rombongan saat menyelamatkan diri.

7. Diaz Ardiawan (Diaz/Talent)

Diaz Ardiawan_

Diaz adalah aktor utama yang berperan sebagai pacar Migi dalam film “Menari di Atas Angin”. Pria ini sebenarnya cukup humoris dan mudah untuk berbaur dengan semua orang. Kehadirannya cukup menghibur banyak orang, apalagi kalau sudah bikin banyolan dengan Cungkring, semua orang pasti tertawa. Namun, hubungannya dengan sang sutradara ternyata tidak sebaik itu.

Pasalnya ia dimarahi karena tidak berhasil menunjukkan karakter yang diinginkan oleh Miea. Hubungan ini makin buruk, ketika ia dituduh clubbing saat mereka tersesat sepulang dari Borobudur.

Diaz benar-benar tersulut emosinya hingga beradu mulut dengan Miea, untungnya ada Dimas yang menengahi. Saat di dalam hutan gaib, Diaz memilih meninggalkan kelompok demi melindungi seorang gadis.

8. Brama Sutasara (Brama/Talent lokal)

Brama Sutasara_

Brahma adalah talent lokal yang akan bekerjasama dengan seluruh kru film “Menari di Atas Angin”. Ia mengikuti proses reading bersama dengan Migi dan Diaz, sayangnya hari itu malah berakhir buruk. Pasalnya Miea malah murka, alhasil reading harus ditunda lagi dan lagi padahal waktu syuting sudah sangat mepet.

Niatnya bermain film malah berakhir dengan dirinya yang masuk ke dunia lain dengan seluruh kru. Dalam pencarian itu, Brahma tergoda dengan benda-benda mistis, mulai dari cincin hingga keris. Keserakahannya membawa pria ini masuk dalam jebakan makhluk-makhluk penunggu hutan gaib. Alhasil Brahma diseret masuk ke dalam semak-semak dan tidak diketahui bagaimana nasibnya.

Baca Juga: 10 Fakta Film Keramat yang Menarik Diketahui Pecinta Film

Percaya atau tidak, ternyata para pemain film Keramat (2009) benar-benar mengalami teror yang sama seperti di film. Alhasil banyak dari mereka yang merasa taruma, tapi Monty Tiwa juga mengatakan akan membuat Keramat 2 di tahun 2022. Jadi kita tunggu saja, apakah para pemeran lama akan tetap ikut berpartisipasi atau diganti.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram