Bacaterus / Entertainment / Film Barat / 10 Film Terbaik Tentang Rasisme yang Harus Ditonton

10 Film Terbaik Tentang Rasisme yang Harus Ditonton

Ditulis oleh - Diperbaharui 23 November 2018

Rasisme adalah keyakinan akan sebuah superioritas oleh satu ras terhadap ras lainnya, yang seringkali menimbulkan diskriminasi dan ketidakadilan terhadap salah satu ras yang ditindas. Hal ini sudah dimulai sejak zaman dahulu kala di mana perbudakan masih diperbolehkan yang ada pada setiap peradaban umat manusia.

Di dalam agama dan konstitusi di berbagai negara serta organisasi internasional di era modern ini melarang keras tindakan rasisme dalam berbagai bentuknya, baik itu berupa tindakan maupun hanya sebatas ide. Meski begitu, tetap saja ada percikan-percikan rasis di dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di wilayah multikultural.

Hollywood sebagai kiblat film dunia selalu mengangkat tema ini ke dalam berbagai produksinya sejak era film bisu hingga saat ini. Warga Afrika-Amerika seringkali menjadi korban diskriminasi bahkan di negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, yaitu Amerika Serikat. Oleh karena itu, banyak sekali film rasisme, dari era perbudakan hingga era modern.

Berikut ini kami pilihkan 10 film terbaik tentang rasisme yang pernah diproduksi oleh Hollywood yang mayoritas mengangkat kisah ketidakadilan yang dialami warga Afrika-Amerika di Amerika Serikat.

10 Film Tentang Rasisme

1. In the Heat of the Night [1967]

* sumber: www.allmovie.com

Film klasik yang dibintangi oleh Sidney Poitier dan Rod Steiger ini menceritakan investigasi kepolisian atas sebuah kasus pembunuhan seorang pengusaha kaya di Mississippi. Seorang detektif Afrika-Amerika dikirim dari Philadelphia untuk memimpin investigasi ini yang mengarah kepada tindakan rasisme.

Meski film ini hanyalah kisah fiktif yang diangkat dari novel karya John Ball, tetapi banyak fakta yang diungkap tentang tindakan rasisme di Mississippi pada waktu itu, bahkan film ini tidak diizinkan untuk mengambil syuting di sana hingga akhirnya pindah ke Illinois sebagai gantinya.

2. The Color Purple [1985]

* sumber: www.allmovie.com

 

Salah satu film favorit kritikus Roger Ebert yang disutradarai oleh Steven Spielberg ini menampilkan kisah seorang wanita Afrika-Amerika yang mengalami banyak ketidakadilan dalam hidupnya, seperti tindak kekerasan, kemiskinan, rasisme, dan pelecehan seksual.

Film yang dibintangi oleh Whoopi Goldberg dan Oprah Winfrey dalam debut akting mereka ini menuai banyak pujian dan meraih banyak penghargaan dari berbagai festival film dunia. Selain unggul secara kualitas, film ini pun mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari peredarannya di bioskop.

3. Mississippi Burning [1988]

Mississippi Burning [1988]

* sumber: www.allmovie.com

Film crime thriller yang dibintangi Gene Hackman dan Willem Dafoe ini sebenarnya diangkat dari kisah nyata. Hanya saja, nama-nama dan lokasi cerita dibuat fiktif sehingga mengundang kontroversi dan kecaman dari berbagai pihak, terutama keluarga korban.

Film karya Alan Parker ini menceritakan tentang dua agen FBI yang sedang melakukan investigasi atas hilangnya tiga aktivis HAM di Mississippi yang mengundang kecurigaan akan adanya tindakan pembunuhan atas dasar rasisme dari Ku Klux Klan.

4. Crash [2004]

Crash [2004]

* sumber: www.allmovie.com

Film dengan banyak bintang sebagai pemeran dalam drama tentang rasisme ini menyatakan jika tindakan rasisme bisa terjadi karena ketidakpedulian dan kesalahpahaman dibandingkan dengan kebencian terhadap sebuah ras tertentu. Setidaknya itulah yang ingin ditonjolkan oleh sutradara sekaligus penulis naskahnya, Paul Haggis.

Dalam kisah multi-story ini, tidak hanya warga Afrika-Amerika saja yang menjadi korbannya, tetapi juga dari ras lainnya seperti imigran Persia dan pekerja berdarah Latin. Semua serpihan cerita diolah sedemikian rupa sehingga antar kisah ternyata memiliki keterkaitan antara satu dengan lainnya.

5. The Butler [2013]

* sumber: www.allmovie.com

 

Forest Whitaker adalah aktor handal yang sangat pantas untuk membawakan peran berat seperti dalam film karya Lee Daniels ini. Film ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang kepala pelayan Gedung Putih keturunan Afrika-Amerika yang bertugas di sana lebih dari 30 tahun.

Dari mata seorang Cecil Gaines, kita dibawa untuk memahami banyaknya masalah yang dihadapi oleh setiap Presiden Amerika dalam mengatasi permasalahan rasisme di negaranya. Bahkan anggota keluarganya pun tidak luput dari tindakan rasisme ini.

Dalam hatinya, dia yakin jika permasalahan ini akan teratasi oleh sosok pemimpin yang bijak dan dipercaya oleh rakyatnya. Keyakinannya itu pun terwujud dengan terpilihnya Barrack Obama sebagai Presiden Amerika yang meminta dirinya untuk bertemu secara khusus di Gedung Putih, tempatnya mengabdi dulu.

6. 12 Years a Slave [2013]

* sumber: www.allmovie.com

 

Film ini diangkat dari memoir seorang warga Afrika-Amerika di tahun 1841 yang kemudian diculik dan dijadikan budak untuk bekerja di perkebunan milik warga kulit putih yang cenderung rasis. Berbagai siksaan dan penderitaan dilalui Solomon Northup semasa menjadi budak selama 12 tahun hingga akhirnya dia bebas dari status tersebut dan kewarganegaraannya dikembalikan seperti semula.

Salah satu film terbaik Hollywood ini menampilkan Chiwetel Ejiofor sebagai pemeran utama dan banyak aktor terkenal lainnya yang berperan sebagai supporting actor, seperti Michael Fassbender, Benedict Cumberbatch, Paul Giamatti, dan Brad Pitt. Sutradara Steve McQueen banyak menuai pujian setelah meraih banyak penghargaan dari berbagai festival film dunia.

7. Mandela: Long Walk to Freedom [2013]

* sumber: www.allmovie.com

 

Tidak pas rasanya jika membahas tentang rasisme tanpa menyebut nama Nelson Mandela, seorang pejuang HAM yang menjadi pemimpin di Afrika Selatan yang mampu meruntuhkan tembok apartheid di negara tersebut. Film ini mengisahkan pergerakan yang dibuatnya sejak dia masih muda.

Meskipun Idris Elba tidak benar-benar mirip dengan Mandela pada saat mudanya, tetapi jiwa pejuang Mandela terasa melekat dalam setiap ucapan dan gerakannya. Persamaan hak kewarganegaraan yang diperjuangkannya membuatnya pernah di penjara selama 27 tahun dan pada akhirnya dipilih menjadi presiden Afrika Selatan periode 1994-1999.

8. Selma [2014]

* sumber: www.allmovie.com

Selain Nelson Mandela, ada seorang tokoh pejuang HAM di Amerika yang terkenal karena pidatonya yang berapi-api, yaitu Martin Luther King, Jr. Film drama ini hanya menampilkan salah satu kisah dalam perjuangannya, yaitu long march dari Selma ke Montgomery untuk mendukung pengumpulan suara atas ketidakadilan pemerintah di kota tersebut.

Martin Luther King, Jr. diperankan oleh David Oyelowo yang sanggup menampilkan kharisma yang kuat sebagai sosok penting dalam sejarah perjuangan HAM warga Afrika-Amerika. Film yang disutradarai oleh Ava DuVernay ini tidak menyorot kepada satu tokoh tetapi lebih menekankan kepada peristiwa yang terjadi.

9. Hidden Figures [2016]

* sumber: www.allmovie.com

Memperjuangkan persamaan hak tidak hanya melalui demonstrasi dan politik saja, tetapi juga dengan melakukan pekerjaan secara profesional sehingga kemampuan yang dimiliki diakui dan dihargai. Dalam film ini, tiga orang wanita Afrika-Amerika yang bekerja di NASA sempat mengalami banyak diskriminasi hingga akhirnya peran mereka diakui dalam banyak misi luar angkasa NASA.

Bentuk diskriminasi dan rasisme yang ditampilkan dalam film yang dibintangi oleh Taraji P. Henson dan Octavia Spencer ini disampaikan dengan ringan tetapi tetap bisa membuat hati kita merasa kasihan dan simpati terhadap ketidakadilan yang menimpa mereka.

10. Detroit [2017]

* sumber: www.allmovie.com

Di tahun 1967, kasus rasisme banyak merebak di berbagai daerah di Amerika, salah satunya adalah di kota Detroit. Film karya Kathryn Bigelow yang dikenal dengan kedetilan peristiwa dalam film-filmnya ini mengangkat beberapa jam yang terjadi di Motel Algiers.

Beberapa penghuni motel yang mayoritas adalah warga keturunan Afrika-Amerika mendapat perlakuan berupa tindak kekerasan, diskriminasi ras dan pelecehan seksual dalam sebuah interogasi untuk mencari tahu pelaku penembakan yang diperkirakan berasal dari motel tersebut.

Tindakan dan perlakuan mengarah kepada rasisme memang tidak patut dilakukan oleh siapapun, karena pada dasarnya semua manusia adalah sama di mata Tuhan, yang membedakan adalah amal dan tingkat keimanan mereka dalam beragama. Perlakuan seperti ini akan menimbulkan penyakit hati yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain, baik secara mental dan fisik.

Sudah seharusnya kita tidak memiliki sifat sombong dan merendahkan orang lain, apalagi karena atas dasar perbedaan warna kulit dan keturunan, karena semua manusia diciptakan Tuhan dengan memiliki kualitas dan keunikan tersendiri yang belum tentu kita miliki.

Semoga kasus-kasus rasisme yang masih saja muncul di masa kini, bisa semakin diminimalisir dengan memberikan hukuman yang berat dan peraturan yang ketat demi menjaga hak asasi masing-masing manusia.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Film telah lama menjadi hiburan utama sedari kecil, menjadikan saya sebagai moviegoers yang tidak pernah melewatkan film-film berkualitas, terutama dari perfilman Hollywood. Sudah senang menulis sejak remaja dengan membuat banyak karya tulis, seperti cerpen dan artikel, saat ini saya sedang terjun dalam bisnis buku. Motto saya, “Be better for tomorrow.”

Leave A Comment