Bacaterus / Hiburan / Film Asia / 10 Film Terbaik dan Terpopuler Si Jago Kungfu Jet Li

10 Film Terbaik dan Terpopuler Si Jago Kungfu Jet Li

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 November 2018

Bagi kalian yang menyukai film-film Mandarin era 1990an pasti mengenal aktor silat ini. Jet Li, yang terlahir dengan nama Li Lianjie pada 26 April 1963 di Beijing ini, mengawali karirnya sebagai juara wushu tingkat internasional yang sempat mengharumkan nama negaranya sebelum dia memutuskan pensiun di usia 19 tahun untuk meretas karir barunya di dunia film.

Untuk masuk di dunia film, dia memakai nama Jet Li yang menggambarkan kecepatan gerakan silatnya. Tidak butuh waktu lama baginya untuk segera merebut hati penikmat film silat Mandarin. Bahkan sejak film pertama, dirinya sudah meraih predikat sebagai bintang silat favorit. Sejak itu karirnya terus naik, bahkan hingga menembus perfilman Hollywood dan Eropa.

Kami mengajak untuk melihat karir perfilman Jet Li yang gemilang lewat 10 film terbaiknya yang tidak hanya menampilkan kecepatan tendangan dan pukulannya saja, tetapi juga kualitas akting yang baik dari seorang aktor rendah hati yang murah senyum ini.

10 Film Terbaik Si Jago Kungfu Jet Li

1. Shaolin Temple [1982]

shaolin temple

Film debut Jet Li ini mengukir banyak sejarah dan rekor bagi perfilman Hong Kong pada khususnya. Shaolin Temple adalah film produksi Hong Kong pertama yang diperbolehkan melakukan syuting di Cina Daratan. Dan kesuksesan film ini membuat banyak bermunculan film-film tentang shaolin setelahnya.

Di ajang Hong Kong Film Awards, film karya Chang Hsin Yen ini dinominasikan di kategori Best Action Direction. Dalam film ini, banyak jurus-jurus shaolin yang diperagakan, bahkan hingga ke metode pelatihannya, meski hanya sepintas. Secara tidak sengaja, nama shaolin kembali terangkat dengan Jet Li sebagai dutanya.

2. Swordsman II [1992]

swordsman II

Dalam film peraih Best Costume Make-Up Design dari Hong Kong Film Awards ini, Jet Li berperan sebagai Linghu Chong, anggota paling senior di sekte Mount Hua. Di film ini, Jet Li memamerkan kemampuan wushunya dengan menggunakan pedang sebagai alat bela diri utamanya. Meski tidak tampil dalam film pertamanya, peran Jet Li di film ini didapatkan karena kepopulerannya saat itu.

Film karya Ching Siu-Tung ini merupakan film kedua dari sebuah trilogy yang diawali dengan The Swordsman [1990] dan diakhiri dengan The East Is Red [1993]. Penampilan Brigitte Lin di film ini menempatkannya sebagai “Great Performances” yang dimuat dalam sebuah daftar All-Time 100 Movies yang dirilis oleh majalah Time.

3. Once Upon a Time in China II [1992]

once upon a time in china

Film ini merupakan sequel dari film pertamanya yang cukup sukses di tahun 1991 yang berhasil meraih penghargaan Hong Kong Film Awards di kategori Best Director untuk Tsui Hark, Best Film Editing, Best Action Choreography, dan Best Film Music. Film ini masih menampilkan Jet Li sebagai pahlawan rakyat Wong Fei-Hung dalam melawan ketidakadilan di era Dinasti Qing.

Film kedua ini, yang di Indonesia lebih dikenal dengan judul Kung Fu Master, mendapat lebih banyak nominasi di Hong Kong Film Awards, tetapi hanya berhasil meraih satu penghargaan sebagai Best Action Choreography. Jet Li memerankan sosok ini hingga film ketiganya di tahun 1993 yang tetap memiliki formula yang sama meski tidak sesukses dua film sebelumnya

Rasanya memang tidak ada yang lebih pantas memerankan sosok Wong Fei-Hung selain Jet Li. Buktinya, di film keempat dan kelimanya, dimana Wong Fei-Hung diperankan oleh Vincent Zhao, kualitas film jauh menurun meski meski masih diarahkan oleh Tsui Hark. Serial ini terangkat lagi ketika Jet Li kembali sebagai Wong Fei-Hung di Once Upon a Time in China and America [1997] untuk terakhir kalinya.

4. The Legend [1993]

the legend

Selain Wong Fei-Hung, ada seorang pahlawan rakyat lagi yang pernah diperankan oleh Jet Li, yaitu Fong Sai-Yuk. Di Indonesia lebih dikenal dengan judul King of Kung Fu ini, sutradara Corey Yuen lebih mengedepankan sisi komedi dengan tidak menghilangkan elemen utamanya, yaitu kedahsyatan silat dari Jet Li.

Film ini berhasil meraih penghargaan di Hong Kong Film Awards sebagai Best Action Choreography dan masuk nominasi di dua kategori lainnya. Beberapa bulan kemudian, dirilis film sequel-nya yang juga sukses dengan tetap mengusung formula yang sama. Bahkan di film kedua ini, Jet Li didampingi oleh Michelle Yeoh dalam beberapa adegan aksinya.

5. Tai Chi Master [1993]

tai chi master

Jet Li sekali lagi berkolaborasi dengan Michelle Yeoh dalam film silat legendaris tentang pengkhianatan dan menemukan kembali kepercayaan diri yang hilang. Jurus-jurus Tai Chi yang terkenal dengan kelenturannya, diperagakan dengan baik oleh Jet Li yang memang sudah memiliki dasar yang kuat sejak masih sebagai atlit wushu dahulu.

Sosok yang diperankan oleh Jet Li, Zhang Sanfeng, adalah tokoh Tao legendaris yang dikabarkan memiliki umur hingga 307 tahun dimana dia menyaksikan banyak pergantian dinasti di China. Dalam literatur klasik, namanya seringkali disebut sebagai Junbao, yang digunakan di film ini dan di film Kung Fu Cult Master [1993] yang diperankan oleh Sammo Hung.

6. Fist of Legend [1994]

fist of legend

Di film yang merupakan remake dari film klasik Bruce Lee, Fist of Fury [1972], Jet Li berperan sebagai Chen Zhen, seorang pelajar ahli bela diri yang melakukan balas dendam kepada penjajah Jepang atas kematian gurunya. Di film yang adegan silatnya diarahkan oleh Yuen Woo-Ping ini, Jet Li lebih menggunakan jurus-jurus kung fu yang tegas khas Bruce Lee.

7. Hero [2002]

hero

Setelah bermain dalam beberapa film produksi Hollywood dan Prancis, Jet Li kembali ke negaranya dan habitatnya dalam film silat yang mengambil kisahnya dari usaha pembunuhan Raja Qin di tahun 227 SM. Karakter yang diperankan Jet Li tidak diberi nama, sehingga dalam beberapa website film, karakter ini dinamakan Nameless.

Film karya Zhang Yimou yang menampilkan tata cinematography yang indah ini menggunakan “Rashomon Effect”, dimana kisah yang sama diceritakan dari berbagai sudut pandang para karakternya. Selain Jet Li, film ini juga dibintangi oleh Donnie Yen, Tony Leung, Maggie Cheung dan Zhang Ziyi.

Film ini meraih banyak penghargaan dari berbagai festival film dunia, antara lain sebagai nominator Best Foreign Language Film di Academy Awards. Selain itu, di tanah airnya sendiri, film ini Berjaya di Hong Kong Film Awards dengan meraih 7 piala dari 14 kategori dimana film ini dinominasikan.

Tentu saja, salah satu penghargaan itu untuk Best Cinematography dan Best Action Choreography yang memang menjadi elemen penting dari film ini.

8. Fearless [2006]

fearless

Huo Yuanjia adalah salah satu pendekar terkenal di China yang berperan penting dalam mempertahankan harga diri bangsa China pada saat invasi Jepang dan westernisasi. Salah satu peristiwa penting dalam lembaran hidupnya adalah bertanding secara terbuka melawan petarung asing yang berakhir dengan tragis bagi kehidupan sang master ini.

Jet Li adalah pilihan utama dan satu-satunya untuk memerankan sosok ini setelah sebelumnya pernah juga diperankan oleh Vincent Zhao dalam Huo Yuanjia [2001]. Hal ini karena Jet Li juga bertindak selaku produser dan sempat menyatakan jika memerankan sosok ini adalah sebuah pencapaian tertinggi hidupnya, dan berniat untuk pensiun dari film-film silat klasik setelah berperan dalam film karya Ronny Yu ini.

9. The Warlords [2007]

teh warlords

Film yang mempertemukan Jet Li dengan Andy Lau dan Takeshi Kaneshiro ini kembali mengambil setting di era akhir kekuasaan Dinasti Qing. Berkisah tentang perjuangan tiga bersaudara pada saat terjadinya pemberontakan Taiping. Mereka bertiga melakukan sumpah dengan darah yang berakhir dengan tragis bagi ketiganya.

Banjir penghargaan mengiringi kesuksesan film ini. Di Hong Kong Film Awards, film ini berhasil meraih penghargaan sebagai Best Film, Best Director, Best Actor untuk Jet Li, Best Cinematography, Best Art Direction, Best Costume and Make-Up Design, Best Sound Design dan Best Visual Effects. Selain itu masih ada 4 kategori lagi dimana film ini dinominasikan.

10. Ocean Heaven [2010] [7.6]

ocean heaven

Film ini adalah satu-satunya dimana Jet Li tidak menampilkan keahlian silatnya. Film yang didedikasikan bagi para penderita autisme ini sangat kental dengan drama yang menyentuh hati dengan pesan moral yang positif. Di film yang keuntungannya didonasikan lewat yayasan The One Foundation milik Jet Li ini, dia berperan sebagai seorang ayah penderita autisme yang bekerja di sebuah aquarium.

Kisah tentang hubungan ayah dan anak ini sangat menyentuh bagi siapa pun yang menontonnya. Terutama bagi Jet Li sendiri yang tidak mengenal sosok ayah karena telah ditinggal wafat ayahnya di saat usia 2 tahun. Kehilangan akan sosok ayah ini mempengaruhi hidupnya hingga dia mengerti peran seorang ayah saat telah menjadi ayah bagi anak-anaknya.

Popularitas Jet Li sebagai aktor laga yang memiliki kemampuan bela diri yang lincah dan tangguh, akan selalu teringat di benak para fans-nya, meski saat ini dirinya sudah mengurangi intensitasnya dalam dunia film. Hal ini lebih karena banyaknya kegiatan amal yang dilakukannya lewat yayasan miliknya dan juga demi penyembuhan dari penyakit hyperthyroidism yang dideritanya.

Semoga saja Jet Li bisa kembali beraksi di dunia film meski bukan dalam sebuah film action. Melihat usianya yang sudah senja dan kesehatannya, mungkin sebaiknya Jet Li mengembangkan kehandalan aktingnya dalam film-film bergenre drama, mengingat dia pernah sukses dengan Ocean Heaven. Bagi kita yang tumbuh di era 1990an, Jet Li tetaplah jagoan kung fu paling hebat sejagad raya.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Film telah lama menjadi hiburan utama sedari kecil, menjadikan saya sebagai moviegoers yang tidak pernah melewatkan film-film berkualitas, terutama dari perfilman Hollywood. Sudah senang menulis sejak remaja dengan membuat banyak karya tulis, seperti cerpen dan artikel, saat ini saya sedang terjun dalam bisnis buku. Motto saya, “Be better for tomorrow.”

Leave A Comment