Bacaterus / Film Artis Indonesia / 5 Film Terbaik yang Dibintangi oleh Chicco Jerikho

5 Film Terbaik yang Dibintangi oleh Chicco Jerikho

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Chicco Jerikho Jarumillind atau yang biasa dikenal dengan Chicco Jerikho adalah seorang aktor Indonesia yang cukup berpengaruh di Indonesia. Chicco lahir di Jakarta pada 3 Juli 1984. Ia memulai debutnya di dunia perfilman pada tahun 2007 (Lawang Sewu). Namun sebelumnya, ia telah berperan dalam sinetron sejak tahun 2005 bertajuk “Cewe-Cewe Badung.”

Saat ini, Chicco sudah jarang di layar kaca, namun ia lumayan sering tampil di layar lebar. Aktingnya yang baik telah mendapatkan pengakuan dari seluruh Indonesia, terbukti dengan terpilihnya Chicco sebagai “Pemeran Utama Pria Terbaik” pada ajang bergengsi di Festival Film Indonesia pada tahun 2014.

Selain itu, beberapa film yang dibintanginya mendapatkan rating tinggi pada survey film IMDb. Berikut ini adalah film-film Chicco dengn rating tinggi di IMDb.

5 Film Terbaik Chicco Jerikho

1. Surat Cinta Untuk Kartini

Surat cinta untuk kartini

Surat Cinta Untuk Kartini adalah sebuah film yang bercerita tentang seorang pengagum rahasia Raden Ayu Kartini. Berkisah tentang seorang pria bernama Sawardi, seorang pengantar surat yang diam-diam mengagumi dan mencintai Kartini. Suwardi mengagumi kartini karena, meskipun ia berasal dari keluarga ningrat, Kartini tetap ramah dan sangat peduli terhadap rakyat kecil.

Karakter Suwardi diperankan oleh Chicco Jerikho yang beradu akting dengan Rania Putri Sari yang berperan sebagai Kartini. Film ini disutradai oleh Azhar Kinoi Lubis, diproduseri oleh Toha Essa dan Rina Yanti Harahap. Film ini digarap oleh MNC Pictures.

Film Surat Cinta Untuk Kartini dirilis pada 21 April 2016 dan langsung mendapatkan sambutan baik dari penonton. Terbukti dari ratingnya yang mencapai 8.8/10 pada survei film IMDb. Film ini bergenre drama-romantis.

2. We Are Moluccas / Cahaya Dari Timur Beta Maluku

We Are Moluccas

We are Moluccas bercerita tentang persatuan Maluku paska perpecahan atas kerusuhan yang terjadi antar umat beragama di Maluku pada tahun 1999. Paska perpecahan, terdapat dinding pembatas antar warga Islam dan warga Kristen di Maluku. Namun, seorang pria bernama Sani Tawainela mempersatukan kembali kesatuan Pela Gandong melalui sepak bola.

Film We are Moluccas atau Cahaya Dari Timur Beta Maluku dirilis pada tahun 2014 lalu. Film tentang sepakbola ini mendapatkan sambutan baik dari penonton di seluruh Indonesia dengan meraih rating 8.4/10 pada servei film IMDb. Chicco Jerikho berperan sebagai Sani pada film ini. Film ini disutradari oleh Angga Dimas Sasongko, diproduseri oleh Glenn Fredly, dan digarap oleh Visinema Pictures.

We are Moluccas adalah film yang pemainnya sebagian besar berasal dari Maluku. Bahasa yang digunakan juga merupakan bahasa khas Maluku dan dengan logat Maluku pula. Film ini mendapat penghargaan pada Festival Film Indonesia pada tahun 2014 sebagai nominasi film terbaik.

3. Bukaan 8

Bukaan 8

Bukaan 8 adalah film bergenre drama komendi, bercerita tentang pasangan suami istri yang sedang menunggu kehadiran buah hati mereka. Namun, ketika istri (Mia) sedang repot dengan proses persalinan, sang suami (Alam) sedang asik dengan komentar di sosial medianya.

Chicco Jerikho berperan sebagai Alam yang beradu peran dengan Lala Carmela yang berperan sebagai Mia. Film Bukaan 8 disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Chicco Jerikho, naskahnya ditulis oleh Salman Aristo, dan diproduksi oleh Visinema Pictures.

Film ini sebenarnya drama satir yang sedikit menyindir fenomena-fenomena yang ada di kehidupan nyata namun dikemas secara komedi.

Film Bukaan 8 dirilis pada 23 Februari 2017 dan lansung mendapatkan sambutan baik oleh penonton. Hal ini terbukti dari ratingnya yang mencapai angka 8.1/10 pada survei film IMDb. Dalam film Bukaan 8 ini, Chicco Jerikho tidak hanya menjadi pemain, namun ia juga menjadi kru di balik layar.

4. Negeri Van Oranje

Negeri Van Oranje

* sumber: www.imdb.com

Negeri Van Oranje adalah sebuah film yang disutradarai oleh Endri Pelita dan diproduseri oleh Frederica. Bercerita tentang 5 orang mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu ke Negeri Kincir Angin, Belanda/ Netherland.

Film ini memiliki plot mundur, di mana Lintang (Tatjana Saphira) menceritakan tentang pertemuannya dengan 4 pemuda ketika ia sedang belajar di Belanda. Salah satu dari ke empat pemuda tersebut yang hari ini menjadi pengantinnya.

Pada film ini, Chicco berperan sebagai Geri, seorang pria bijaksana dan paling kaya di antara teman-temannya. Kebijaksanaanya inilah yang membuat Lintang menaruh hati padanya. Namun, dibalik perilaku baik yang ditampilkannya, ternyata Geri adalah seorang penyuka sesama jenis. Sehingga, cinta Lintang pun hanya bertepuk sebelah tangan.

Film Negeri Van Oranje dirilis pada 23 Desember 2015. Memiliki rating 7.7/10 pada survei film IMDb. Film ini bergenre drama, romantis, dan juga ada sedikit komedi di dalamnya. Pada film ini, ada beberapa aktor ternama yang membintanginya, selain Chicco, seperti Abimana Aryasatya, Ge Pamungkas, dan Arifin Putra.

5. Aach… Aku Jatuh Cinta

Aach... Aku Jatuh Cinta

Aach… Aku Jatuh Cinta adalah sebuah film garapan MVP Pictures dan disutradarai oleh Garin Nugroho. Bergenre darama-komedi-romantis, bercerita tentang sepasang kekasih yang sudah saling cinta sejak kecil dan berlatar belakang di era retro sekitar 1970an hingga 1990an. Film ini dirilis pada 05 November 2015 serta memiliki rating 7.6/10 pada survei film IMDb.

Pada film ini, Chicco berperan sebagai Rumi dan beradu kemistri dengan Pevita Pearce yang berperan sebagai Yulia. Keduanya adalah sepasang sejoli yang berteman sejak kecil, dan tumbuh dewasa bersama-sama. Akibat kedekatan inilah yang menyebabkan tumbuhnya benih-benih cinta di antara keduannya.

Namun, ketika Rumi dan Yulia ingin menyatukan cinta mereka, hubungan cinta keduannya ditentang oleh orang tua Yulia yang tidak menyetujuai Yulia menjalin hubungan dengan Rumi. Meskipun demikian, keduanya tetap melanjutkan cinta mereka secara diam-diam.

Demikianlah informasi mengenai film-film Chicco Jerikho yang memiliki rating tinggi pada IMDb. Selain film-film di atas, ada beberapa film Chicco yang bagus juga untuk ditonton, contohnya adalah The Copy of My Mind dan Filosofi Kopi dan sayang jika dilewatkan. Jika Anda memiliki informasi lain mengenai judul film bagus lainya, bagikanlah dengan kami pada kolom komentar.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *