Bacaterus / Film Barat / 7 Film Tentang Kopi Terbaik untuk Para Pecinta Kopi

7 Film Tentang Kopi Terbaik untuk Para Pecinta Kopi

Ditulis oleh - Diperbaharui 5 Desember 2019

Cara terbaik menghabiskan waktu luang? Bersantai sambil minum kopi. Tapi, ada yang lebih baik lagi dari itu: bersantai, minum kopi, sambil nonton film tentang kopi!

Ya, percaya atau tidak, cukup banyak film yang bertemakan kopi, atau setidaknya berlatar tempat minum kopi. Ada berbagai genre film yang akan sesuai dengan minat semua orang (walaupun kebanyakan genre romantis) ada juga film aksi, anak-anak, dan dokumenter. Inilah film tentang kopi yang wajib ditonton coffee lovers versi Bacaterus.

1. Filosofi Kopi (2015)

Filosofi Kopi merupakan hits yang sangat besar di dunia perfilman Indonesia. Film drama yang berdurasi 1 jam 57 menit ini menceritakan tentang perjalanan sepasang sahabat, Ben dan Jody yang duet bersama untuk membentuk kedai kopi yang berfilosofi. Mereka berdua memiliki impian untuk menyediakan kopi terbaik se-Indonesia.

Sambil mencari filosofi dari kopi dan kopi mana yang terbaik untuk digunakan di kedai, film ini juga menuturkan perjalanan perdamaian Ben dengan masa lalunya, dan itu masih berhubungan juga dengan kopi!

Chicco Jerikho yang memerankan Ben dan Rio Dewanto yang menjadi Jody sangat sukses membawakan karakter yang diangkat dari novel karya Dewi Lestari ini. Saking suksesnya novel dan film Filosofi Kopi, dibuatlah kedai kopi bernama sama, yaitu Filosofi Kopi, di Jakarta dan di Jogja.

2. Aroma of Heaven: Biji Kopi Indonesia (2014)

Aroma of Heaven: Biji Kopi Indonesia merupakan film dokumenter yang menceritakan gambaran miris kopi Indonesia. Jika Anda selama ini merasa bahagia menikmati secangkir kopi di coffee shop terkenal, mungkin Anda tidak akan merasa begitu lagi setelah menonton film ini. Karena, film ini menceritakan sisi menyedihkan dari dunia perkopian Indonesia.

Kita semua tahu kopi nusantara sangatlah kaya, berbagai macam varietas dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda. Biji kopi Indonesia pun memiliki kualitas yang tinggi.

Makanya, kopi menjadi salah satu kekayaan nusantara yang dikeruk oleh penjajah pada zaman VOC Pemerintah Hindia Belanda dulu. Ya, dengan sistem monopoli dan tanam paksa, hampir 2/3 pasokan kopi Eropa saat itu berasal dari Indonesia.

Dan yang menyedihkan adalah, orang kita yang menanam, merawat, dipaksa pula, tapi tidak bisa meminumnya. Orang kita pada zaman itu meminum “teh kawa daun” yaitu seduhan daun pohon kopi, karena mereka ingin mencicipi hasil tanaman mereka sendiri tapi tidak diperbolehkan.

Tapi, ada lagi yang lebih menyedihkan, yaitu fenomena ini masih berlangsung sampai sekarang, walaupun tidak separah zaman dulu. Kopi-kopi Indonesia yang berkualitas baik akan diekspor, sementara kopi yang kita minum adalah kopi berkualitas rendah!

Biji kopi yang rusak, peyot, bahkan busuk, ada juga yang dicampur dengan biji jagung, itulah kandungan yang ada di kopi-kopi sachet murah di warung dekat rumah Anda. Bahkan, seakan belum cukup, Indonesia mengimpor kopi kualitas rendah dari Vietnam! Untuk mengetahui sisi gelap kopi Indonesia, ada baiknya jika Anda menonton film ini.

3. Secangkir Kopi Pahit (1985)

* sumber: www.imdb.com

Siapa yang suka minum secangkir kopi pahit? Bagaimana kalau Anda meminumnya sambil menonton film dengan judul yang sama, yaitu Secangkir Kopi Pahit. Film ini dirilis pada tahun 1985, dibintangi oleh aktor dan aktris ternama tanah air seperti Rina Hasyim, Alex Komang dan Ray Sahetapy.

Film ini mengisahkan tentang perjuangan hidup Oleh Togar (Alex Komang) yang pergi merantau dari desa di Sumatera Utara ke Jakarta. Walaupun sudah jauh-jauh merantau, ternyata Oleh tidak berhasil.

Lalu, berkat bantuan temannya, Buyung yang dimainkan oleh Ray Sahetapy, Oleh pun mendapatkan pekerjaan sebagai reporter berita. Karena tidak ada pengalaman sebelumnya, Oleh mendapatkan banyak masalah. Film ini merupakan cerita lika-liku kehidupan Oleh yang sepahit kopi hitam.

4. Coffee Town (2013)

Rekomendasi film selanjutnya adalah Coffee Town. Jika di atas tadi film serius semua, yang satu ini merupakan film komedi. Film ini berkisah tentang Will (Glenn Howerton), seorang manajer situs web yang meminta bantuan kedua temannya Chad (Steve Little) yang seorang salesman dan petugas polisi setempat Gino (Ben Schwartz) untuk meyakinkan pemilik kedai kopi favoritnya untuk tidak mengubah bisnis mereka menjadi bistro & bar.

Kenapa? Karena Will merasa kedai kopi itu berfungsi ganda sebagai kantornya, karena dia suka bekerja sambil ngopi di sana. Lalu, bagaimana cara mereka menggagalkan niat pemilik kedai tersebut? Yaitu dengan “melakukan” perampokan. Mereka tidak sungguh-sungguh merampok, hanya ingin menciptakan ilusi lingkungan yang penuh kejahatan, sehingga tidak cocok untuk dibuat bistro. Ada-ada saja, ya?

5. Coffee Mate | 커피메이트 (2017)

* sumber: www.cine21.com

커피메이트 (Coffee Mate) adalah sebuah film romance. Menceritkan tentang In-Young (diperankan oleh Yoon Jin-Seo) adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang suka memperhatikan orang-orang di kafe. Di sana, dia sering melihat seorang pria yang ternyata bernama Hee-Soo (diperankan oleh Oh Ji-Ho).a

Suatu hari, Hee-Soo berbicara dengannya. Mereka setuju untuk menjadi teman kopi dan mereka dapat berbicara tentang apa saja termasuk rahasia. Tentu saja, seiring berjalannya waktu, mereka memiliki perasaan untuk satu sama lain.

6. A Film About Coffee (2014)

Satu film dokumenter lagi tentang kopi, yaitu A Film About Coffee. Walaupun berbentuk film, ini adalah surat cinta, sekaligus meditasi, untuk kopi. Film ini meneliti apa yang diperlukan, dan apa arti dari kopi. Film ini memukau penonton dengan perjalanannya di seluruh dunia.

Mulai dari pertanian di Honduras dan Rwanda ke kedai kopi di Tokyo, Portland, Seattle, San Francisco dan New York. Melalui mata dan pengalaman para petani hingga barista, film ini menawarkan gambaran unik dari semua elemen, yaitu proses, preferensi dan persiapan untuk membuat secangkir kopi.

7. Cafe Funiculi Funicula (2018)

Cafe Funiculi Funicula, film yang belum lama dirilis ini bergenre drama fantasi. Film Jepang ini diadaptasi dari novel “Coffee ga Samenai Uchi ni” oleh Toshikazu Kawaguchi. Judul lain dari film ini adalah Before the Coffee Gets Cold / Kohi ga Samenai Uchi ni / コーヒーが冷めないうちに.

Film ini menceritakan tentang sebuah kafe misterius yang bernama bernama “Funiculi Funicula”. Kabarnya, kafe ini bisa membawa pengunjungnya kembali ke masa lalu! Pemilik kafe tersebut adalah Nagare Tokita (diperankan oleh Motoki Fukami) dan Kazu Tokita (diperankan oleh Kasumi Arimura).

Rumor tentang kafe Funiculi Funicula menyebar luas. Katanya, kalau pengunjung duduk di tempat tertentu, maka mereka bisa kembali ke masa lalu, dan waktunya pun bisa ditentukan mau kembali ke 2 tahun lalu kah, atau bahkan 5 jam yang lalu.

Tapi, ada aturan spesifik di kafe Funiculi Funicula jika pengunjung mau kembali ke masa lalu, yaitu:

  • Pelanggan kafe tidak bisa bertemu dengan orang-orang yang bukan pengunjung kafe
  • Jika pelanggan kafe melakukan suatu yang berbeda di masa lalu, hal itu tidak akan mengubah kenyataan saat ini
  • Hanya ada satu kursi di kafe tersebut yang bisa membawa seseorang ke masa lalu dan jika kursi tersebut sedang digunakan, maka yang lain harus menunggu sampai pelanggan itu pergi
  • Ketika seorang pelanggan kafe kembali ke masa lalu, maka pelanggan itu harus tetap berada di kursi,
  • Waktu pelanggan kafe dapat pergi ke masa lalu adalah mulai dari waktu menuangkan kopi ke dalam cangkir, sampai kopi menjadi dingin. Dan pelanggan itu harus menghabiskan kopinya sebelum menjadi dingin

Yang membuat ceritanya semakin menarik adalah, terjadi empat keajaiban di kafe tersebut. Ingin tahu apakah keajaiban itu? Makanya nonton filmnya!

Ya, itulah beberapa film yang bertemakan kopi. Diantara film di atas, adakah yang sudah pernah Anda tonton? Atau Anda punya film favorit lainnya yang masih menyinggung tentang kopi? Beri tahu kami di kolom komentar, yuk!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *