bacaterus web banner retina

10 Film Terbaik yang Mengisahkan tentang Pahitnya Kesepian

Ditulis oleh Linda

Pernahkah kamu merasa hampa meskipun sedang berada di lingkungan yang ramai? Jika kamu merasakan hal tersebut, mungkin saja kamu sedang mengalami kesepian. Hampir sebagian besar orang pernah meraa kesepian. Hal ini sangat wajar asalkan kita bisa berusaha ‘berdamai’ dengan rasa kesepian tersebut agar tidak berkembang menjadi depresi.

Di artikel kali ini, Bacaterus akan mengulas tentang film-film yang mengangkat tema tentang kesepian. Sebagian film di daftar ini mengeksplorasi tentang pahitnya rasa kesepian. Sudah siap untuk menjelajah satu persatu? Yuk, simak list lengkapnya di bawah ini.

1. God's Own Country

God's Own Country

Film yang disutradarai oleh Francis Lee ini mengeksplorasi kesepian melalui karakter utamanya, Johnny Saxby, seorang pemuda peternak domba di Yorkshire Utara, Inggris. Johnny yang terisolasi secara emosional dan fisik, mengisi kekosongannya dengan mengonsumsi minuman keras dan menganut seks bebas.

Kedatangan Gheorghe, pekerja migran yang lembut dan berpengetahuan luas tentang alam, membawa perubahan besar pada dunia Johnny yang terasa sepi. Pertemuan antara Gheorghe dan Johnny membuat keduanya merasakan hal berbeda. Dua pemuda ini saling berbagi perasaan kesepian dan menemukan penghiburan sekaligus keintiman.

2. Lost in Translation

Lost in Translation

Disutradarai oleh Sofia Coppola, Lost in Translation membawa kita ke dalam kehidupan dua karakter yang merasa kesepian di tengah hiruk pikuk Tokyo yang megah. Adalah Bob Harris, seorang aktor asal Amerika yang usianya sudah memasuki paruh baya. Bob bertemu dengan Charlotte, seorang wanita muda yang tidak bahagia dengan pernikahannya.

Keduanya menemukan diri mereka tenggelam dalam eksistensi yang membosankan dan kesepian, meski dikelilingi oleh kehidupan kota yang gemerlap. Bob dan Charlotte bertemu secara kebetulan di sebuah hotel. Dua orang yang kesepian ini menemukan penghiburan dan sosok yang bisa memahami satu sama lain.

Dua karakter utama dalam film ini tidak terlibat dalam hubungan terlarang seperti one night stand atau sejenisnya. Mereka justru menjalin persahabatan dan menjadi akrab meskipun baru bertemu semalam. Film ini seakan menggambarkan bahwa kenyamanan bisa ditemukan dalam diri siapa pun, termasuk orang yang baru saja kita kenal.

3. Chungking Express

Chungking Express

Sutradara Wong Kar-wai menggunakan sudut pandang yang unik untuk menceritakan dua kisah cinta yang berbeda dalam Chungking Express. Mengambil latar di Hong Kong, film yang dirilis tahun 1994 ini bercerita tentang dua kisah cinta yang tak terhubung, keduanya mengeksplorasi tema kesepian dan hubungan yang singkat namun mengesankan.

Dalam kisah pertama, kita melihat seorang polisi yang putus cinta, diperankan oleh Takeshi Kaneshiro, yang mencoba melupakan mantan pacarnya dengan berfokus pada tanggal kedaluwarsa barang-barang di apartemennya. Kisah kedua berpusat pada polisi lain (Tony Leung) yang berinteraksi dengan seorang pramugari misterius (Faye Wong).

Dengan penggunaan musik dan pengambilan gambar yang khas, Wong Kar-wai menciptakan suatu karya yang melankolis dan memukau, mengilustrasikan bagaimana orang-orang mencoba mengisi kekosongan dalam hidup mereka dengan hal-hal kecil dan hubungan singkat.

4. A Single Man

A Single Man

George Falconer (Colin Firth), seorang profesor berusia paruh baya yang berduka atas kematian pasangannya, Jim (Matthew Goode). Tiada hari yang dilewati George tanpa kesedihan dan kesepian yang mendalam.

Mengambil latar waktu era tahun 1960-an, A Single Man berusaha mengajak penonton untuk menyelami perjuangan George yang hampir putus asa karena kesedihan yang luar biasa. Perasaan hampa yang dirasakan George seolah bisa tersampaikan ke penonton hingga membuat kita yang menyaksikannya pun turut merasa sesak.

Orang-orang di sekitar George, mulai dari murid-muridnya sampai teman baiknya, berusaha melepaskannya dari kesepian tersebut. Film ini adalah sebuah renungan melankolis tentang kehilangan, keinginan, dan usaha manusia untuk menemukan arti hidupnya lagi di tengah kesepian.

5. The Great Beauty

The Great Beauty

The Great Beauty, sebuah film Italia yang disutradarai oleh Paolo Sorrentino, memperkenalkan kita kepada Jep Gambardella (Toni Servillo), seorang wartawan berusia 65 tahun yang menghabiskan hari-harinya dengan berpesta dan mencari keindahan dalam kehidupan malam Roma.

Walaupun dikelilingi oleh pesta-pora dan keramaian, Jep tetap merasa kesepian dan tidak puas. Meskipun demikian, Jep tetap berusaha mengarungi kehidupan gemerlap Roma untuk bisa menemukan seni dan makna kehidupan. Apakah kehidupan malam di Roma bisa membuat Jep benar-benar mengatasi rasa sepinya ini?

6. Taxi Driver

Taxi Driver

Kerja sama antara Sutradara Martin Scorsese dan aktor Robert De Niro dalam Taxi Driver menciptakan sebuah karya yang luar biasa. Film klasik ini sangat layak dinobatkan sebagai salah satu film terbaik yang berhasil mengeksplor tema kesepian dengan narasi yang mudah diterima oleh banyak orang.

Dikisahkan Travis Bickle adalah seorang veteran perang Vietnam dengan masalah mental yang menjadi pengemudi taksi di New York. Ia yang selalu merasa kesepian dan terasing. Travis telah mencoba dan gagal untuk terhubung dengan orang-orang di sekitarnya.

Travis, yang mengalami insomnia, menghabiskan malam-malamnya menjelajahi bagian-bagian kotor dan berbahaya di kota New York, sambil tenggelam dalam pemikiran-pemikiran yang semakin paranoid dan bersifat kekerasan.

Ketidakpuasan dan kemarahan di dalam diri Travis terus membuncah ketika melihat kota yang ia anggap penuh dengan dosa dan korupsi. Kesepian yang dialami Travis mendorongnya ke dalam obsesi yang berbahaya.

7. Shame

Shame

Di bawah arahan Steve McQueen, Shame memberikan pandangan tanpa tedeng aling-aling mengenai kehidupan Brandon (Michael Fassbender), seorang pria New York yang tampak sukses namun memiliki kecanduan seks yang abnormal.

Semua orang melihat kehidupan Brandon sangat sempurna. Namun rasa candunya terhadap seks begitu merusak hidupnya. Bahkan ketika sedang bekerja pun, Brandon tidak bisa membendung pikiran-pikirannya yang terus membayangkan tentang seks.

Kesepian membuat Brandon mencari pelampiasan dengan melakukan hubungan seks. Kebiasaannya masturbasi dan bercinta dengan banyak wanita inilah yang membuatnya sulit untuk memiliki hubungan serius dengan satu wanita saja.

Kedatangan Sissy, saudari perempuan Brandon, ke apartemennya justru memperkeruh suasana. Apalagi Sissy menemukan banyak konten pornografi di laptop Brandon. Brandon merasa muak dengan Sissy dan ingin mengusirnya. Keduanya terlibat pertengkaran hebat hingga mengancam nyawa salah satu dari mereka.

8. Punch-Drunk Love

Punch-Drunk Love

Film yang disutradarai oleh Paul Thomas Anderson ini bercerita tentang Barry Egan (Adam Sandler), seorang pria pemilik bisnis kecil yang kesulitan bersosialisasi dan sering mengalami pelecehan dari tujuh saudara perempuannya, yang sering menghina dan merendahkannya.

Kesepian dan frustrasi yang dirasakan Barry membuat amarahnya sering meledak-ledak. Sampai suatu hari, Barry bertemu dengan Lena (Emily Watson), seorang wanita yang dengan suka rela menerima dan mencintainya apa adanya.

Kehadiran Lena membawa warna baru dalam hidup Barry. Lena hadir dengan ketulusan dan pendekatan yang unik. Namun sayang, pengalaman masa lalu yang dirasakan Barry membuatnya sulit untuk membuka diri dan menerima cinta.

9. The Piano Teacher

The Piano Teacher

Seorang guru piano bernama Erika Kohut (Isabelle Huppert), merasakan kesepian dan tekanan. Hal ini dipicu oleh ibunya, yang selalu bersikap dominan dan mengendalikan kehidupan Erika. Padahal, Erika sudah berusia 40 tahun dan seharusnya sudah bisa menentukan jalan hidupnya sendiri.

Kesepian dan tekanan hidup membuat hasrat seksual Erika terkekang. Ia melampiaskan hasratnya dengan cara-cara yang mungkin tidak wajar, seperti mengintip pasangan yang berhubungan intim di Drive-In Theatre. Bahkan, ia nekat untuk buang air kecil di samping mobil pasangan itu karena terangsang.

Sampai suatu ketika Erika bertemu dengan Walter (Benoît Magimel), salah satu murid yang usianya terpaut jauh lebih muda darinya. Erika terlibat dalam hubungan cinta terlarang dengan Walter. Di luar, ia tampak seperti wanita yang kaku dan terpuji, tapi tak ada yang tahu bahwa Erika memiliki hasrat seksual yang abnormal.

10. Her

Her

Dalam fim Her yang dirilis tahun 2013 ini, kita akan diajak untuk menyaksikan Joaquin Phoenix yang memerankan karakter seorang pria kesepian dan jatuh cinta dengan sistem operasi yang dilengkapi dengan AI. Terlihat sangat menyedihkan, bukan?

Pasca bercerai dengan istrinya, Theodore Twombly (Joaquin Phoenix) merasa kesepian dan membeli sistem operasi untuk dijadikan teman ngobrol. Sistem operasi tersebut ia beri nama Samantha (Scarlett Johansson). Setiap hari mereka mengobrol tentang apa saja, termasuk tentang cinta dan kehidupan.

Theodore seolah menemukan teman ngobrol yang asyik. Lama-lama, pria tersebut jatuh cinta pada Samantha. Ketika ia mencoba untuk kencan buta dengan seorang wanita, Theodore tidak menemukan ketertarikan. Semakin hari, ia justru semakin jatuh hati pada Samantha yang tidak memiliki bentuk fisik.

Seperti yang digambarkan oleh semua film ini, kesepian bisa memberi kita ruang untuk merenung, berubah, dan mungkin, pada akhirnya, menemukan makna dan koneksi yang lebih dalam dengan diri kita sendiri dan orang lain.

Sudah siap untuk mengisi waktu dengan menonton film-film ini? Mau menonton sendiri atau ditemani oleh seseorang tak jadi masalah. Pada dasarnya, semua film ini diciptakan sebagai media hiburan meskipun mengangkat tema tentang kesepian.

cross
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram