Bacaterus / Film Presiden / 10 Film Tentang Kepemimpinan, untuk Hiburan dan Pembelajaran

10 Film Tentang Kepemimpinan, untuk Hiburan dan Pembelajaran

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Selain buku kepemimpinan, film tentang kepemimpinan juga bisa jadi media pembelajaran yang baik. Memang nggak ada teori atau tips yang disampaikan, tetapi pasti ada pelajaran dari setiap karakter pemimpin di film tersebut. Kepemimpinan nggak cuma dibutuhkan oleh direktur atau presiden, tetapi semua orang. Dasarnya, kita semua adalah pemimpin untuk diri sendiri.

Ini jadi salah satu alasan kisah-kisah pemimpin hebat diadaptasi menjadi sebuah film. Namun, film kepemimpinan nggak melulu tentang mereka. Banyak juga karakter fiksi yang menginspirasi. Di bawah ini Bacaterus sudah merangkum 10 judul film tentang kepemimpinan. Nggak cuma hiburan, film-film ini juga bisa jadi media pembelajaran.

1. Made in Dagenham [2010]

Made in Dagenham

Film ini terinspirasi dari kisah nyata pada tahun 1968. Saat itu 187 pekerja wanita yang bekerja di perusahaan produksi mobil Ford melakukan protes terhadap upah mereka yang lebih rendah dibandingkan dengan pria. Rita O’Grady yang memimpin protes dan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pihak manajemen perusahaan namun nggak ada tanggapan serius.

Sally Hawkins yang memerankan Rita O’Grady mendapatkan banyak pujian di film ini. Walaupun terkesan serius tentang perjuangan atas kesetaraan gender, namun film ini juga menyuguhkan sisi komedinya dengan porsi yang tepat tanpa mengganggu penyampaian pesan yang ingin diberikan.

2. Lincoln [2012]

Lincoln

Nama Lincoln pastinya sudah akrab di telinga. Dianggap sebagai salah satu presiden terbaik yang pernah memimpin Amerika, nggak heran kalau sampai saat ini sosoknya begitu dielu-elukan. Hal itu pula yang mendorong Steven Spielberg untuk membuat film yang menceritakan sosok Lincoln.

Film ini menceritakan Lincoln dalam memperjuangkan kebebasan serta penghapusan budak. Daniel Day-Lewis begitu pintar masuk dalam karakter Lincoln dan  perawakannya memang mirip. Lincoln digambarkan sebagai seseorang yang berwibawa namun pembawaannya tenang. Dia bisa berdiskusi dengan orang-orang yang dianggap berseberangan dengannya.

3. Wonder [2017]

Wonder

August Pullman adalah seorang anak kelas 5 SD yang mengalami kelainan wajah. Dia didaftarkan ke sekolah swasta oleh orang tuanya setelah sebelumnya hanya belajar secara privat. Di sekolahnya tersebut dia mendapat perlakuan buruk dari beberapa temannya.

Wonder diangkat dari novel laris kaya R.J. Palacio. Julia Roberts dan Owen Wilson benar-benar memukau di film ini. Sebagai sosok orang tua mereka terus mendampingi anak-anaknya terutama Augie yang banyak mengalami masalah karena penampilannya. Kepemimpinan nggak cuma diperlukan di dalam negara atau perusahaan, tetapi juga di dalam keluarga. Selain hiburan, film ini juga memberi pelajaran tentang bagaimana memimpin keluarga.

4. Invictus [2009]

Invictus

Ada banyak film yang menceritakan tentang hidup Nelson Mandela. Invictus justru menggunakan pendekatan lain. Pasca era politik apartheid, masih ada sisa-sisa ketegangan antara warga kulit putih dan kulit hitam yang menjadi beban Mandela. Salah satunya adalah pertandingan rugby antara Afrika Selatan dan Australia memecah warganya menjadi dua kubu, warga kulit putih mendukung Afrika Selatan sementara warga kulit hitam mendukung lawannya.

Karena sering menerima kekalahan tim rugby tersebut diusulkan untuk dibubarkan oleh National Sports Council yang mayoritasnya berisi warga kulit hitam. Dia akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar tim rugby negaranya berprestasi dan yang paling penting membangun nasionalisme antara warga kulit putih dan hitam.

Invictus dibintangi oleh Morgan Freeman dan Matt Damon. Mengambil cerita nyata, pola cerita film ini sederhana. Walaupun begitu, melihat bagaimana sosok Mandela yang bisa menyatukan kembali sebuah negara merupakan sesuatu yang hebat untuk ditonton.

5. Thank You for Smoking [2005]

Thank You for Smoking

Nick Naylor adalah seorang PR untuk sebuah produsen rokok. Waktu berbagai acara berkampanye anti-rokok, Nick bisa berargumen yang membalikkan pendapat tersebut. Namun masalah justru semakin melebar dengan adanya persaingan raksasa bisnis rokok, pemerintah yang anti dan pro rokok sampai media massa yang mendapat keuntungan dari perseteruan tersebut.

Thank You for Smoking memilih Aaron Eckhart sebagai bintang utamanya. Walaupun menggunakan judul provokatif, namun pesan yang disampaikan justru berbeda dengan judulnya. Film bergenre drama komedi ini cukup menarik untuk ditonton, terutama kehebatan Eckhart sebagai Nick yang begitu pintar dalam mengubah keadaan.

6. Coach Carter [2005]

Coach Carter

Film Coach Carter diangkat dari kisah nyata seorang pelatih basket bernama Thomas Carter. Dia ditugaskan untuk menjadi pelatih tim basket SMA Richmond. Sekolah itu punya reputasi yang buruk karena minimnya angka pelajar yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta banyaknya alumni yang akhirnya tersangkut kasus kriminal.

Basket yang jadi daya tarik bagi anak-anak di sekolah tersebut dia ubah menjadi sarana memperbaiki kehidupan para siswanya agar masuk perguruan tinggi lewat jalur olah raga. Sayangnya rencananya terhalang oleh banyaknya protes dari orang tua murid, kepala sekolah sampai tokonya dilempari batu.

Samuel L. Jackson yang memerankan Thomas Carter kembali menunjukkan kualitasnya. Sosoknya yang dingin dan keras kepala benar-benar terwujud nyaris sempurna. Selain itu, film ini juga menunjukkan sisi gelap anak-anak muda di Amerika yang terlibat geng dan bagaimana sosok Thomas Carter mencoba mengubah itu lewat basket.

7. Hotel Rwanda [2004]

Hotel Rwanda

Hotel Rwanda terinspirasi dari kisah nyata pada tahun 1994 tentang perseteruan antara suku Hutu dan Tutsi yang menyebabkan kurang lebih satu juta orang tewas. Adanya perang sipil membuat suku Tutsi diburu dan dibantai oleh suku Hutu karena suku Hutu menganggap suku Tutsi lebih tinggi.

Paul Rusesabagina adalah seorang manajer hotel yang berasal dari suku Hutu namun istrinya berasal dari suku Tutsi. Dia harus menyelamatkan istri dan anaknya ke hotel sebagai tempat paling aman di Rwanda. Namun ternyata bukan hanya istri dan anaknya, dia diminta untuk menyelamatkan lebih banyak orang.

Hotel Rwanda dibintangi oleh Don Cheadle, Sophie Okonedo dan Joaquin Phoenix. Film ini diceritakan dengan baik, sederhana tetapi mendalam. Orang-orang yang menonton film ini akan dengan mudah merasakan betapa sulitnya posisi yang dialami karakter utama. Layak ditonton, terutama buat kamu ingin tahu bagaimana kepemimpinan menyelesaikan masalah yang datang dari perbedaan.

8. Mandela: Long Walk to Freedom [2013]

Mandela Long Walk to Freedom

Lagi-lagi kisah seorang Mandela diangkat menjadi film. Diadopsi dari buku otobiografi dengan judul yang sama, film ini menceritakan perjalanan panjang Mandela yang sempat mendekam selama 27 tahun karena perjuangannya dalam pergerakan pembebasan nasional Afrika Selatan.

Selain itu, bagaimana dia menjadi presiden Afrika Selatan yang dipilih secara demokratis pun dibahas di film ini. Diceritakan juga bagaimana cara dia menyatukan warga kulit putih dan hitam di negaranya sampai-sampai menjadi simbol anti-apartheid.

Dibintangi Idris Elba, Mandela: Long Walk to Freedom mengupas habis bagaimana sosok Mandela. Bukan hanya keterampilannya dalam menjadi pemimpin, namun juga dari sisi lemahnya. Ada cerita bagaimana dia terpukul atas kegagalan pernikahan pertamanya. Kedua sisi Mandela dikupas di film ini.

9. The King’s Speech [2010]

The King's Speech

The King’s Speech diadaptasi dari kisah nyata yaitu King George VI yang mengalami gagap saat harus berpidato. Sosoknya sebagai pemimpin nggak perlu diragukan lagi, hanya satu itu kekurangannya. Berbagai terapis pernah didatangkan untuk menghilangkan kegagapannya tersebut sampai dia bertemu dengan Lionel Louge yang direkomendasikan langsung oleh istrinya, Elizabeth.

Masalahnya adalah metode Lionel yang berani pada saat mengajari George yang dipanggil Bertie ketika kecil. Sebagai seorang raja dia harus menghadapi perang batin antara membiarkan Lionel memerintahnya agar dia bisa pidato dengan baik kepada rakyatnya atau bersikukuh sebagai raja yang nggak mau tunduk pada perintah siapa pun apalagi rakyatnya.

The King’s Speech dibintangi Colin Firth, Geoffrey Rush dan Helena Bonham Carter. Perjuangan sang raja dalam mengatasi masalah kegagapannya mungkin terdengar terlalu serius, tetapi sebenarnya peran raja yang saat itu punya angkatan militer di medan perang sangatlah penting. Dia harus bisa membakar semangat para pejuang, di sisi lain dia juga harus menenangkan rakyatnya sendiri.

10. Gandhi [1982]

Gandhi

Nama Gandhi bukanlah nama yang asing. Sebagai salah satu tokoh besar dunia yang mempunyai idealisme anti kekerasan, namanya akan terus dikenang. Salah satu cara mengenangnya adalah dengan memberinya sebuah apresiasi lewat film. FIlm ini akan selalu jadi tontonan yang layak nggak peduli tahun berapapun itu.

Film Gandhi menceritakan kehidupan Gandhi secara lengkap bagaimana perjuangannya di Afrika Selatan, keluar masuk penjara, kembali ke India, melakukan discovering India sampai mendamaikan konflik antara orang Hindu dan Muslim. Penuh dengan pelajaran yang inspiratif, rasanya film ini jadi film yang wajib ditonton minimal sekali seumur hidup.

Itulah 10 film tentang kepemimpinan yang bisa jadi pilihan. Kamu bisa menonton film-film itu untuk hiburan sekaligus media pembelajaran. Kalau sekiranya ada film lain, kamu bisa menambahkan di kolom komentar yang sudah disediakan. Barangkali film kepemimpinan kesukaanmu belum tertulis di artikel ini, tuliskanlah.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *