Bacaterus / Film Psikologi / 10 Film Tentang Depresi yang Berguna Sebagai Pengetahuan

10 Film Tentang Depresi yang Berguna Sebagai Pengetahuan

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 April 2020

Masih ingat dengan kematian aktor komedi Robin Williams? Dia sukses menghibur orang tetapi ternyata sebelum kematiannya  dia dinyatakan  menderita depresi berat. Depresi adalah salah satu penyakit mental yang banyak dialami oleh jutaan orang. Diperkirakan ada 300 juta orang yang menderita depresi. Depresi dapat membuat orang merasa kesepian, terasing, sedih, atau juga tidak termotivasi.

Kehadiran film tentang depresi, di antara karya seni lainnya, membantu kita memahami, bersimpati dan memanusiakan mereka yang menderita depresi. Jika kamu tertarik  menonton film yang menceritakan kehidupan para penderita depresi, mungkin kamu akan kebingungan memilih film mana yang harus ditonton. Ada banyak film tentang depresi. Berikut Bacaterus telah merangkum pilihan film depresi yang bagus untuk ditonton.

1. The Perk of Being a Wallflower [2012]

The Perk of Being a Wallflower

Film ini diliris pada tahun 2012 adalah film yang menceritakan kehidupan seseorang yang beranjak dewasa. The Perks of Being a Wallflower ditahbiskan sebagai salah satu film terbaik oleh majalah Us Weekly, MTV dan Complex. Para pemeran film ini adalah Emma Watson, Logan Lerman dan Ezra Miller. Adapun penulis naskah dan sutradaranya adalah Stephen Chbosky.

Logan Lerman memerankan tokoh Charlie yang diceritakan sebagai seorang remaja yang akan masuk sekolah menengah di tahun 1992. Ada informasi yang tidak diketahui teman-temannya Charlie, yaitu dia  sempat menghabiskan liburan musim panas di tahun sebelumnya di lembaga perawatan kesehatan mental karena sahabat Charlie melakukan bunuh diri.

Di sekolah Charlie berteman dengan dua seniornya, Sam (Ema Watson) dan Patrick (Ezra Miller) tetapi karena suatu masalah hubungan pertemanan mereka memburuk dan Charlie kembali mengalami depresi dan mengalami flashback ke masa lalu dan membuatnya pingsan sehingga dia harus kembali di rawat di rumah sakit.

2. Anomalisa [2015]

Anomalisa

Terkadang orang yang kita pikir hidup Bahagia sebenarnya mereka hidup dalam depresi. Film “Anomalisa” menceritakan kehidupan Michael Stone (David Thewlis) yang merupakan seorang penulis buku motivasi mengenai keberhasilan dalam customer support dan efisiensi perusahaan.

Bertolak belakang dengan kesuksesan dan keahliannya dalam membantu kehidupan orang lain menjadi lebih baik, dia sendiri secara klinis dinyatakan mengalami depresi. Stone membenci dirinya sendiri dan merasa terasing dari dunia.

Film ini menggambarkan depresi dengan menggunakan perspektif Stone yang merasa bahwa semua orang di dunia hampir identik.  Ini adalah gejala yang menunjukkan kesulitan eksistensial orang yang hidup dengan depresi.

3. Cake [2014]

Cake

Film yang disutradarai oleh Daniel Barnz  dan dibintangi Jennifer Aniston menceritakan tentang depresi yang menggali lebih dalam kerumitan tergelap dari depresi. Cake merupakan film yang kompleks yang berisikan banyak pesan  sehingga berisiko diremehkan oleh mereka yang tidakmengalaminya.

Claire Bennet (Jennifer Aniston), tokoh protagonis di film ini diceritakan sedang melalui tahap yang sangat rumit dalam hidupnya karena dia menderita depresi berat juga penyakit nyeri kronis. Keadaan ini diakibatkan oleh kecelakaan yang membuat putranya meninggal yang memberinya kenangan menyedihkan.

Ditambah lagi dengan bayangan seorang gadis dari support group penyakit nyeri kronis yang melakukan bunuh  diri. Claire pun mulai memikirkan ide bunuh diri.

Dalam film ini juga dibahas masalah tentang obat-obatan untuk depresi dan rasa nyeri serta sifat adiktifnya yang dapat menghilangkan rasa sakit pada waktu yang tepat tapi juga dapat menimbulkan kekambuhan yang semakin serius.

4. Melancholia [2011]

Melancholia

Film ini merupakan bagian dari film trilogi arahan Lars von Trier. Secara keseluruhan, semua film tersebut penggambaran secara metafora untuk depresi. Selain itu, dimasukkan juga karakter yang berjuang melawan penyakit. Dalam film ini, karakter Kirsten Dunst, yang memerankan tokoh bernama Justine, menunjukkan kepada penonton salah satu sifat depresi.

Sifat yang diperlihatkan adalah ketidakmampuan untuk menikmati apa yang dulu pernah dia sukai. Ketika dia dihidangkan makanan favoritnya, Justine tidak bisa mencicipinya.

Melancholia adalah sebuah drama dengan unsur-unsur fiksi ilmiah yang terjadi dalam konteks ketidakpastian, kegelisahan dan kehancuran yang dapat dikenali banyak orang, meskipun sang sutradara memakai tema apokaliptik. Film ini terinspirasi oleh sutradaranya yang menderita depresi serta pengamatan yang dia lakukan pada orang dengan depresi.

5. World’s Greatest Dad [2009]

World’s Greatest Dad

Film bergenre komedi hitam ini bercerita tentang kehidupan Lance Clayton (Robin Williams). Dia adalah seorang penulis dan guru puisi SMA yang gagal. Dia berhubungan dengan seorang perempuan yang tidak ingin mengakui hubungan mereka secara terbuka. Clayton juga mempunyai anak laki-laki yang terobsesi dengan pornografi, tidak berprestasi dan membenci dirinya.

Ketika putranya meninggal karena kecelakaan asfiksia autoerotik (penyakit seks menyimpang), Clayton mengatur tubuh anaknya agar tampak seolah-olah dia gantung diri. Kemudian dia menulis surat bunuh diri palsu yang puitis dengan tujuan untuk menghindari rasa malu. Surat ini mengklaim bahwa putranya bunuh diri karena depresi.

Clayton sendiri sebenarnya mengalami depresi. Depresinya membantunya untuk menulis catatan bunuh diri yang meyakinkan.

6. The Skeleton Twins [2014]

The Skeleton Twins

The Skeleton Twins adalah film bergenre komedi dramatis yang mengulas depresi dari sudut pandang yang lebih ringan tapi tetap serius. Film ini menggali tragedi tentang kehidupan dua anak kembar dengan menggunakan humor dan sentuhan kelembutan.

Milo (Bill Hader) menulis catatan bunuh diri dan memotong pergelangan tangannya sedangkan saudara perempuannya, Maggie (Kristen Wiig), sedang di kamar mandi. Dia bersiap untuk menelan sejumlah pil untuk bunuh diri. Namun, tetapi sebuah telpon dari rumah sakit membuatnya membatalkan rencananya. Dia diberitahu kabar bahwa saudara laki-lakinya telah melakukan percobaan bunuh diri.

7. Interiors [1978]

Interiors

Interiors menceritakan sebuah keluarga berantakan ketika suami  memilih berpisah dari istrinya karena dia lelah merawatnya sementara dia sendiri berjuang melawan depresi kronis dan demensia. Sang istri, Eve (Geraldine Page) bereaksi dengan melakukan percobaan bunuh diri.Dia  kemudian menghabiskan waktunya di sanitorium.

Akhirnya peran merawat ibunya jatuh pada Joey (Mary Beth Hurt). Joey melampiaskan stres dan amarahnya yang ditimbulkan kepada ibunya. Hubungan di antara keduanya memperlihatkan bagaimana depresi bisa menciptakan lingkaran setan kebencian dalam keluarga.

8. Little Miss Sunshine [2006]

Little Miss Sunshine

Film “Little Miss Sunshine” merupakan komedi gelap yang memperlihatkan  bagaimana depresi bisa membuat masalah dalam keluarga. Semua anggota keluarga Faris berjuang melawan beragam bentuk depresi kecuali Olive, putri bungsu keluarga tersebut. Masalah kesehatan mental yang mereka alami sering menyebabkan anggota keluarga saling menyerang, akhirnya memperburuk depresi mereka.

Cobaan dan gejolak di keluarganya membuat Olive membuat gagasan tentang apa itu depresi klinis dan bagaimana hal itu memengaruhi keluarganya. Dia tahu bahwa keluarganya melihat dirinya seperti secerca sinar yang membantu mereka mengatasi rasa sakit yang mereka alami.

9. About Schmidt [2002]

About Schmidt

Dibintangi Jack Nicholson yang memerankan tokoh Warren Schmidt, film ini mengisahkan seorang lelaki tua yang baru saja pensiun. Setelah lama bekerja untuk perusahaan, dia merasa sangat tersesat dan kehilangan tanpa pekerjaannya. Situasi bertambah buruk saat istrinya meninggal tiba-tiba meninggalkannya sendirian.

Schmidt mencari dukungan pada putrinya tetapi segera menyadari bahwa dia tidak memiliki tempat dalam rencana masa depan anaknya.

10. Girl Interrupted [1999]

Girl Interrupted

Film ini merupakan kisah nyata sang penulis, Susanna Kaysen, yang menghabiskan waktunya selama 18 bulan di fasilitas psikiatris. Penulis yang juga sedang berjuang melawan depresi dan gangguan kepribadian bertemu dengan orang-orang yang memberikan pengaruh besar dalam kehidupannya.

Kaysen, sang penulis, mengisahkan, bahwa selama dirinya tinggal di fasilitas psikiatris, dia menemukan hal-hal tentang dirinya sendiri saat menonton orang lain menanggulangi berbagai penyakit mereka. Dia bahkan melihat salah seorang temannya yang bunuh diri. Peran Susanna dalam “Girl Interrupted” diperankan dengan sangat luar biasa oleh Winona Ryder.

Itulah kesepuluh film yang mengisahkan orang-orang mengalami depresi dan bagaimana mereka melawan penyakit mereka. Apakah kamu penggemar film-film tentang psikologi? Jika kamu menyukai film psikologi dengan sentuhan thriller, temukan rekomendasi judul filmnya dalam artikel film psikologi thriller ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *