bacaterus web banner retina

13 Rekomendasi Film Terbaik Karya Sutradara Stanley Kubrick

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 19 Juni 2021

Stanley Kubrick adalah seorang sutradara yang perfeksionis dan terbiasa memegang kendali total atas seluruh film karyanya. Kubrick dilahirkan di kota New York pada 26 Juli 1928 dari keluarga Yahudi. Sejak kecil dia sudah memperlihatkan kejeniusannya, tetapi kurang disiplin dan sering membolos. Dia sangat menyukai berbagai cerita klasik dari literatur Yunani dan Romawi, juga karya Grimm Bersaudara.

Di akhir pekan dia menekuni hobinya, yaitu fotografi, dan juga diajarkan permainan catur oleh ayahnya yang menurutnya mengajarkannya untuk menjadi sabar dan disiplin. Kemudian saat di bangku SMA, Kubrick sudah memulai karir sebagai fotografer dan beberapa fotonya pernah dimuat di majalah Look. Dia memulai dari magang hingga menjadi fotografer tetap di majalah tersebut.

Stanley Kubrick

* sumber: www.tcm.com

Di usia 23 tahun, Kubrick mulai tertarik untuk membuat film. Lewat informasi yang didapat dari temannya, Alexander Singer yang bekerja di rumah produksi, biaya yang dibutuhkan untuk membuat film pendek ialah berkisar $40 ribu. Dengan uang tabungannya dia mulai membuat film dokumenter berjudul Day of the Fight yang menuai pujian kritikus film atas karya yang dianggap imajinatif.

Karena kesuksesan itu, kemudian dia memutuskan untuk berhenti sebagai fotografer dan memulai karirnya di dunia perfilman. Kemudian dari sinilah sejarah dimulai. Berikut ini akan kami ulas seluruh filmnya yang mayoritas memiliki nilai artistik tinggi, unik, imajinatif dan dengan genre yang beragam.

1. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb

Strangelove or How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb

* sumber: www.mentalfloss.com

  • Tahun: 1964
  • Genre: Comedy
  • Produksi: Hawk Films
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Peter Sellers, George C. Scott, Sterling Hayden

Kali ini Kubrick mengangkat tema perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan gaya black comedy. Cerita film ini mengambil inspirasi dari novel Red Alert karya Peter George yang diterbitkan pada tahun 1958, dan bersama Kubrick menulis naskahnya. Meski awalnya film ini bergenre drama yang serius, pada akhirnya Kubrick mengolah ulang naskah untuk menjadi comedy satire.

Film ini kemudian masuk nominasi Oscar di empat kategori, yaitu Best Picture, Best Actor untuk Peter Sellers, Best Director, dan Best Adapted Screenplay. Peter Sellers dan Sterling Hayden dengan senang hati untuk berakting kembali dalam film garapan Kubrick karena terkesan dengan caranya mengarahkan para aktornya. IMDb memberikan rating 8.4/10 untuk salah satu film comedy terbaik sepanjang masa ini.

2. Paths of Glory

Paths of Glory

* sumber: www.criterion.com

  • Tahun: 1957
  • Genre: Drama / War
  • Produksi: Bryna Productions
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Kirk Douglas, Ralph Meeker, Adolphe Menjou

Berdasarkan novel karya Humphrey Cobb, Kubrick kembali ke genre drama perang yang kali ini mengambil seting di Perang Dunia I tentang seorang komandan yang membela pasukannya karena tuduhan tindakan pengecut dari seorang jenderal atas penolakan pasukan tersebut untuk menyerang musuh yang dianggap mereka sebagai misi bunuh diri.

Setelah The Killing sukses secara kualitas meski gagal dalam mengumpulkan pundi-pundi uang, Kubrick berkeinginan membuat film perang dan memilih novel karya Cobb untuk diadaptasi. Syuting dilakukan di Jerman dan menggunakan 600 polisi Jerman sebagai tentara di dalam adegan peperangan. IMDb memberikan rating 8.4/10 untuk film yang diwarnai pelarangan tayang di beberapa negara ini.

3. The Killing

The Killing

* sumber: www.theyoungfolks.com

  • Tahun: 1956
  • Genre: Crime / Drama / Thriller
  • Produksi: Harris-Kubrick Productions
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Sterling Hayden, Coleen Gray, Vince Edwards

Masih mempersembahkan kisah kriminal dengan gaya noir, Kubrick kali ini mengadaptasi novel Clean Break karya Lionel White yang menjadi langkah pertamanya dalam membuat film berdasarkan novel. Film ini menceritakan kisah seorang penjahat yang membuat tim berjumlah lima orang untuk melakukan pencurian di lintasan balap.

Produksi film ini menjadi masalah tersendiri bagi produser James Harris yang mengeluh tentang bujet yang membengkak karena Kubrick ingin membuat film yang bagus. United Artists hanya memberikan bujet sebesar $200 ribu, kemudian Harris menggunakan uangnya sendiri sejumlah $80 ribu dan meminjam kepada ayahnya sebesar $50 ribu. IMDb memberikan rating sangat bagus, yaitu 8.0/10.

4. Barry Lyndon

Barry Lyndon

* sumber: letterboxd.com

  • Tahun: 1975
  • Genre: Adventure / Drama / History / War
  • Produksi: Hawk Films, Peregrine Productions
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Ryan O’Neal, Marisa Berenson, Patrick Magee

Film yang merupakan adaptasi dari novel The Luck of Barry Lyndon karya William Makepeace Thackeray yang terbit di tahun 1844 ini adalah sebuah drama dengan seting di abad ke-18. Kubrick dan timnya melakukan riset mendalam tentang kehidupan di abad ke-18 yang sebenarnya melanjutkan riset untuk film yang tidak jadi diproduksi tentang biografi Napoleon.

Barry Lyndon berhasil meraih empat Oscar di kategori Best Cinematography, Best Art Direction, Best Costume Design, dan Best Music. Sementara itu di kategori Best Picture, Best Director, dan Best Adapted Screenplay, film ini hanya mengantarkan Kubrick sebagai nominator saja. IMDb memberikan rating 8.1/10 untuk film yang sempat mengancam nyawa Kubrick yang dilakukan oleh IRA ini.

5. Spartacus

Spartacus

* sumber: cinehouseuk.blogspot.com

  • Tahun: 1960
  • Genre: Adventure / Biography / Drama / History / War
  • Produksi: Bryna Productions
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Kirk Douglas, Laurence Olivier, Jean Simmons

Spartacus menjadi film Kubrick satu-satunya dimana dia tidak memegang kontrol secara keseluruhan karena posisi dia membesut film ini sebagai pengganti Anthony Mann yang dipecat setelah syuting dilaksanakan selama seminggu. Kubrick direkrut atas rekomendasi Kirk Douglas yang sebelumnya pernah diarahkan oleh Kubrick di Paths of Glory (1957).

Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Howard Fast yang terbit di tahun 1951 yang mengambil inspirasi dari kisah Spartacus yang merupakan pimpinan budak yang memberontak kepada kerajaan Romawi dan menyebabkan pecah Perang Servile Ketiga. Film peraih empat Oscar yang novelnya sempat termasuk dalam buku yang dilarang terbit ini diberikan rating 7.9/10 oleh IMDb.

6. 2001: A Space Odyssey

2001 A Space Odyssey

* sumber: www.cultura.id

  • Tahun: 1968
  • Genre: Adventure / Sci-Fi
  • Produksi: Stanley Kubrick Productions
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Keir Dullea, Gary Lockwood, William Sylvester

Sinopsis & Review A Space Odyssey

Butuh lima tahun bagi Kubrick untuk mengembangkan ide film yang menjadi salah satu masterpiece-nya ini. Terinspirasi dari cerita pendek karya Arthur C. Clarke berjudul The Sentinel, Kubrick mulai mengolah ide cerita baru bersama penulisnya. Hasilnya adalah sebuah film fiksi ilmiah minim dialog yang lebih berupa film eksperimental dan bisa membosankan bagi penikmat film mainstream.

Berhasil meraih Oscar di kategori Best Visual Effects untuk Kubrick, film ini banyak menuai cibiran di awal perilisannya. Tetapi lambat laun kredibilitas film ini berkembang dan saat ini dianggap sebagai salah satu film terbaik yang banyak menginspirasi sineas lain di genre science fiction. Film yang tampil dengan tiga setting masa berbeda ini diberikan rating 8.3/10 oleh IMDb.

7. Lolita

Lolita

* sumber: medium.com

  • Tahun: 1962
  • Genre: Crime / Drama / Romance
  • Produksi: Seven Arts, AA Productions, Anya Pictures, Transworld Pictures
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: James Mason, Shelley Winters, Sue Lyon

Lewat film comedy drama ini, Kubrick menuai kontroversi seputar pelecehan seksual terhadap anak sehingga membuat film ini tidak memiliki rating pada saat perilisan, terutama karena pemeran karakter Lolita adalah gadis berusia 14 tahun, Sue Lyon. Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Vladimir Nabokov yang juga menulis naskahnya meski tidak dipakai sama sekali oleh Kubrick.

Kubrick sangat menyukai akting Peter Sellers sehingga dia membiarkan Sellers berimprovisasi dengan menggunakan tiga kamera untuk merekam adegan yang dilakukannya. Meski film ini gagal secara komersial dan tidak disukai kritikus pada masa itu, tetapi lama kelamaan mereka mulai mengakui kualitas film ini dan IMDb pun memberikan rating 7.6/10 untuk film yang melakukan syuting di Inggris ini.

8. A Clockwork Orange

A Clockwork Orange

* sumber: www.framerated.co.uk

  • Tahun: 1971
  • Genre: Crime / Drama / Sci-Fi
  • Produksi: Polaris Productions, Hawk Films
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Malcolm McDowell, Patrick Magee, Michael Bates

Sinopsis & Review A Clockwork Orange

Film yang merupakan adaptasi dari novel karya Anthony Burgess yang diterbitkan pada tahun 1962 ini mengundang banyak kontroversi, terutama untuk adegan kekerasannya. Selain itu, A Clockwork Orange juga memberikan efek negatif bagi para penonton. Ini dibuktikan dengan beberapa kasus pembunuhan karena kekerasan yang dilakukan oleh remaja setelah film ini dirilis.

Oleh karena itu, Kubrick sempat menarik peredaran film ini dari bioskop. Meski begitu, film ini berhasil masuk nominasi Oscar di kategori Best Picture, Best Director, Best Adapted Screenplay, dan Best Film Editing. IMDb sendiri memberikan rating 8.3/10 untuk film yang menggunakan bahasa Nadsat, yaitu bahasa fiksi yang menggabungkan bahasa Rusia dan Inggris dengan rima yang unik.

9. Full Metal Jacket

Full Metal Jacket

* sumber: filmsdeconstructed.wordpress.com

  • Tahun: 1987
  • Genre: Drama / War
  • Produksi: Natant, Harrier Films
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Matthew Modine, R. Lee Erney, Vincent D’Onofrio

Sinopsis & Review Full Metal Jacket

Ketertarikan Kubrick untuk membuat film perang mempertemukannya dengan novel The Short-Timers karya Gustav Hasford yang terbit di tahun 1979. Termasuk salah satu film perang terbaik, Full Metal Jacket menampilkan kisah dengan latar belakang Perang Vietnam dimana dari awal film kita diperlihatkan berbagai macam latihan yang harus ditempuh para tentara sebelum mereka terjun ke medan perang.

Hanya dinominasikan di kategori Best Adapted Screenplay tidak mengurangi kualitas film yang berlokasi syuting di Inggris dengan melakukan banyak persiapan untuk menciptakan daerah seperti di kamp pelatihan militer Amerika dan kota di Vietnam yang digunakan dalam pertempuran. Biaya terbesar adalah melakukan impor pohon dan tumbuhan tropis untuk menciptakan setting negara Vietnam.

10. Eyes Wide Shut

Eyes Wide Shut

* sumber: lettersfromlascruces.wordpress.com

  • Tahun: 1999
  • Genre: Drama / Mystery / Thriller
  • Produksi: Stanley Kubrick Productions, Pole Star, Hobby Films
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Tom Cruise, Nicole Kidman, Todd Field

Film terakhir Kubrick yang memasangkan Tom Cruise dengan Nicole Kidman yang pada saat itu adalah suami-istri ini dirilis setelah wafatnya. Setelah menyaksikan preview film di studio Warner dan berkata jika ini adalah film terbaiknya, Kubrick wafat pada 7 Maret 1999. Kemudian film dirilis pada 16 Juli 1999 dengan respon beragam dari para kritikus.

Kisah petualangan seksual pasangan suami-istri yang diadaptasi secara bebas dari novella Traumnovelle karya Arthur Schnitzler yang terbit di tahun 1926 ini juga menuai banyak kontoversi, terutama untuk beberapa adegan seksualnya. Eyes Wide Shut tercatat di Guinness World Record sebagai film dengan proses syuting terlama, yaitu 400 hari. IMDb memberikan rating 7.4/10.

11. The Shining

The Shining

* sumber: www.timeout.com

  • Tahun: 1980
  • Genre: Drama / Horror
  • Produksi: The Producer Circle Company, Peregrine Productions, Hawk Films
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Jack Nicholson, Shelley Duvall, Danny Lloyd

Kubrick mencoba merambah genre yang belum pernah disentuhnya, yaitu horror. Tentu saja dia akan memilih novel dari penulis horror terkenal, Stephen King, dari novelnya yang terbit pada tahun 1977. Dan The Shining menjadi salah satu filmnya yang sudah berstatus klasik saat ini. Kisah film yang rumit menimbulkan keambiguan akan maksud cerita yang juga memiliki beberapa perbedaan dengan novelnya.

Dengan tim produksi yang sedikit memudahkan Kubrick untuk melakukan proses pengambilan adegan berkali-kali hingga dirasanya cukup baik. Hal ini membuat para pemeran dan kru film mengalami keletihan. IMDb memberikan rating 8.4/10 untuk film yang mayoritas syutingnya dilakukan di Studio EMI Elstree di London ini.

12. Killer’s Kiss

Killer’s Kiss

* sumber: www.ifccenter.com

  • Tahun: 1955
  • Genre: Crime / Drama/ Thriller
  • Produksi: Minotaur Productions
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Frank Silvera, Irene Kane, Jamie Smith

Di film keduanya, Kubrick menampilkan sebuah kisah drama kriminal dengan gaya noir yang menceritakan kejadian-kejadian aneh dan membingungkan yang menimpa seorang petinju selama beberapa hari. Setelah tidak puas dengan film debutnya, Kubrick memaksimalkan dana pinjaman untuk memperbaiki kualitas suara yang menjadi faktor pelemah di film sebelumnya.

Demi bisa ditayangkan oleh distributor United Artists, Kubrick mengubah akhir film menjadi happy ending meski dia tidak menyukainya. Tetapi karena perjanjian antara dirinya dan distributor cukup memuaskan, yaitu dibayar $100 ribu dan membiayai film berikutnya dengan jumlah yang sama, Kubrick harus menentang keinginannya. IMDb memberikan rating 6.6./10 untuk film ini.

13. Fear and Desire

Fear and Desire

* sumber: 3brothersfilm.com

  • Tahun: 1953
  • Genre: Drama / Thriller / War
  • Produksi: Kubrick Family
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Frank Silvera, Kenneth Harp, Paul Mazursky

Film drama bertema perang ini diproduseri dan diedit juga oleh Kubrick yang merupakan film debutnya setelah sukses dengan dua film dokumenternya. Bercerita tentang empat orang tentara yang terjebak di dekat garis pertahanan musuh dimana mereka harus menghadapi ketakutan dan hasrat kepada seorang wanita.

Meski tidak menceritakan setting perang secara spesifik, film ini diproduksi ketika Perang Korea sedang berlangsung. Tim produksinya hanya berjumlah 15 orang saja. Setelah film dirilis, dikabarkan film ini hilang terkait dengan tewasnya distributor Joseph Burstyn dalam kecelakaan pesawat terbang dan bangkrutnya perusahaan yang dipimpinnya. Kabar lain menyebutkan film ini dihancurkan oleh Kubrick.

Di era 1990-an film ini muncul kembali di berbagai ajang festival film, salah satunya di Telluride Film Festival, yang diambil dari koleksi pribadi. Saat itu, Kubrick mencegah film ini untuk ditonton karena menganggap film ini hanyalah film latihan seorang amatir saja.

Di tahun 2001 salinan asli film ditemukan di sebuah laboratorium di Puerto Rico yang kemudian direstorasi dan hadir kembali dalam bentuk DVD dan Blu-ray di tahun 2012. Sesuai pernyataan Kubrick di atas, film ini memang hanyalah karya amatiran tetapi menjadi legenda karena film ini karya sutradara sekelas Kubrick. Dan IMDb pun hanya memberikan rating 5.5/10.

Itulah keseluruhan film karya Stanley Kubrick yang banyak menginspirasi sutradara-sutradara setelahnya, termasuk yang paling memujanya ialah Steven Spielberg dan Martin Scorsese. Bahkan naskah yang belum diselesaikannya diwujudkan oleh Spielberg dalam film A.I. Artificial Intelligence (2001). Tentu saja dunia perfilman saat itu sangat merasa kehilangan atas kepergian salah satu sineas visionernya.

Tetapi film-filmnya akan terus dikenang dan masih bisa disaksikan lewat beberapa channel streaming, salah satunya di layar Netflix. Dengan begitu, setiap generasi akan terus mengapresiasi karya-karya monumental dan masterpiece dari Stanley Kubrick.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram