Bacaterus / Film Sejarah Indonesia / 10 Film Sejarah Indonesia yang Menambah Pengetahuan

10 Film Sejarah Indonesia yang Menambah Pengetahuan

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 April 2019

Indonesia punya ragam film yang tidak bisa dianggap enteng. Salah satunya adalah film bertemakan sejarah. Apa kamu pernah menontonnya?

Kalau belum, Bacaterus punya daftar film sejarah Indonesia yang bisa kamu tonton, mulai dari yang paling lama hingga terbaru. Nah, apa saja film itu? Yuk, cek daftar di bawah ini.

1. Max Havelaar [1976]

Max Havelaar

* sumber: www.themoviedb.org

Pernah mendengar Max Havelaar? Atau nama Multatuli, pernah mendengarnya? Nama Ini sering tercatat dalam buku-buku pelajaran sejarah di sekolah. Multatuli ini mengarang buku yang diberi judul Max Havelaar. Kemudian, diangkatlah ke layar kaca.

Film ini berjudul lengkap “Max Havelaar of de Koffieveilingen der Nederlandsche handelsmaatschappij”. Atau jika dalam bahasa Indonesia berarti Max Havelaar, Lelang Kopi Maskapai Dagang Belanda. Diproduksi pada tahun 1976 oleh Fons Rademakers.

Havelaar (Peter Faber) diceritakan sebagai seorang Belanda yang idealis dan mencintai keluarganya. Ketika pergi ke Hindia Belanda (Indonesia), ia diangkat sebagai asisten residen Lebak, Banten. Meski sebagai kompeni, Havelaar punya rasa kemanusiaan yang luar biasa. Ia malah menentang pemerintahannya sendiri karena memeras pribumi.

Sayangnya, keberadaannya di Lebak tidak begitu lama. Ia dipecat hingga akhirnya dikembalikan ke Belanda. Film ini cukup kontroversial. Sempat dilarang pada masa Orde Baru.

2. Tjoet Nja Dhien [1989]

Tjoet Nja Dhien

* sumber: indonesiafilmz.blogspot.com

Film ini menceritakan tokoh pejuang perempuan asal Aceh beserta teman-teman seperjuangannya melawan tentara Belanda. Aceh sendiri dikenal gigih dalam mempertahankan daerahnya ketika Belanda menduduki Nusantara. Peperangan yang terjadi di Aceh adalah yang terpanjang dalam sejarah kolonial Hindia Belanda.

Tjoet Nja Dhien, yang merupakan pemimpin kala itu, memiliki kepribadian yang gigih. Ia terus melakukan perlawanan terhadap Belanda. Sayangnya, apa yang dilakukannya itu dibalas pahit oleh kepercayaannya sendiri.

Film ini sangat bersejarah bagi dunia perfilman Indonesia. Bagaimana tidak, pada tahun 1989, Tjoet Nja Dhien menjadi film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes.

3. Murudeka (Merdeka) 17805 [2001]

Merudeka (Merdeka) 17805

* sumber: alifrafikkhan.blogspot.com

Film ini menceritakan peperangan antara Indonesia dan Jepang. Ceritanya berdasarkan kisah nyata  dari para personel tentara Kekaisaran Jepang yang membantu dalam kemerdekaan Indonesia. Murudeka berlatar di Indonesia pada zaman Perang Dunia II, ketika Jepang mengalami kekalahan.

Ada yang menarik dari film ini. Karena harus beradegan peperangan, ada bantuan penuh dari TNI AD. Kemudian, judul 17805 diambil dari angka, bulan, dan dua angka terakhir dari 17 Agustus 2605. Tanggal ini berasal dari penanggalan Kekaisaran di Jepang.

Meski demikian, film ini tak luput dari kontroversi. Salah satu adegan yang begitu menonjol adalah ketika seorang wanita baya mencium kaki tentara Jepang sambil menceritakan sebuah ramalan Jayabaya. Selain itu, film ini tidak begitu dikenal di Indonesia karena sulit beredar.

4. Soegija (2012)

Soegija

* sumber: www.goodnewsfromindonesia.id

Mungkin nama Soegija begitu asing di telinga. Padahal, ia adalah salah satu tokoh pahlawan nasional bernama lengkap Albertus Soegijapranata. Ia adalah seorang pastor yang ikut ambil peran ketika mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam sebuah peperangan. Film ini banyak berlatar di Yogyakarta dan Semarang.

Meski bernuansa agamis, film ini tidak begitu menekankan aspek agamanya. Ceritanya lebih berkisah tentang uskup pribumi pertama di Hindia Belanda. Ia mencatat semua yang terjadi di Hindia Belanda dalam catatannya. Mulai dari perang menuju kemerdekaan hingga mempertahankannya.

Atas peran tersebut, Soegija mendapatkan gelar Pahlawan Nasional yang diberikan langsung oleh Presiden Soekarno.

5. Soekarno: Indonesia Merdeka [2013]

Soekarno Indonesia Merdeka

* sumber: tinq.co

Siapa yang tak tahu film ini. Bercerita tentang bapak pendiri bangsa Indonesia. Dalam film ini, diceritakan perjalanan Soekarno muda. Ia harus keluar masuk penjara akibat teriakan “merdeka” karena dianggap menghasut dan memberontak kepada pemerintahan Belanda. Kendati demikian, keberaniannya tak menghentikan langkahnya sampai di sana.

Film yang dibintangi Aryo Bayu ini tak melulu bercerita perjuangan Soekarno untuk bangsanya. Tetapi, nuansa drama dan percintaannya juga dibahas. Bagaimana Soekarno bertemu dengan Fatmawati dan lainnya. Sayangnya, akibat hal tersebut, film ini sempat menuai kontroversi dari keluarganya sendiri.

6. Sang Kiai [2013]

Sang Kiai

* sumber: movieeverywhere.wordpress.com

Sang Kiai merupakan film drama yang mengangkat kisah seorang pejuang kemerdekaan sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dari Jombang, Jawa Timur, yaitu Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari. Film ini dibintangi oleh Ikranagara, Christine Hakim, Agus Kuncoro, dan Adipati Dolken.

Dalam film ini, berlatar saat Jepang menduduki Indonesia. Saat itu, Jepang melarang pengibaran bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan memaksa rakyat Indonesia melakukan Sekerei (penghormatan pada matahari). Ketika hal ini terjadi, KH Hasyim yang merupakan tokoh agama menolak untuk melakukannya. Akhirnya, ia ditangkap dan dipenjara.

Salah satu putranya, KH Wahid Hasyim, mencoba berdiplomasi dengan Jepang untuk membebaskan sang ayah. Namun, cara tersebut berbanding terbalik dengan salah satu santrinya bernama Harun. Ia mempercayai jika jalan keluarnya adalah kekerasan. Sayangnya, jalan yang diambil Harun harus memakan banyak korban.

Untuk diketahui, KH Hasyim Asyari adalah seorang tokoh yang mencetuskan Resolusi Jihad ketika diminta bantuan oleh Presiden Soekarno untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Film ini juga menjadi wakil Indonesia dalam Academy Awards ke-86 pada kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.

7. Battle of Surabaya [2015]

Battle of Surabaya

Jika film sebelumnya cukup serius, yang satu ini cukup berbeda. Battle of Surabaya merupakan film animasi 2D yang menampilkan drama, aksi, dan sejarah Indonesia. Meski cerita dan tokohnya fiktif, tapi latarnya bercerita perang Surabaya pada tahun 1945.

Tokoh utama film ini adalah remaja tukang semir sepatu bernama Musa. Ia juga merupakan kurir bagi perjuangan pejuang arek-arek Suroboyo dan TKR dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Musa mengirimkan surat dan kode-kode rahasia yang dikombinasikan dengan lagu-lagu keroncong dari Radio Pemberontakan Rakyat Indonesia. Radio tersebut didirikan oleh Bung Tomo. Perjuangan Musa tak mudah. Ia harus kehilangan harta benda dan keluarga yang disayanginya.

Kala itu, Belanda bersama Sekutu datang ke Surabaya untuk mengganggu kemerdekaan Indonesia. Namun, masyarakat Surabaya melawan meski harus mengorbankan nyawanya.

Trailer Battle of Surabaya mendapatkan sejumlah penghargaan, seperti Most People’s Choice Award IMTF (International Movie Trailer Festival) 2013 dan Nominee Best Foreign Animation Award 15th Annual Golden Trailer Award 2014.

8. Guru Bangsa: Tjokroaminoto [2015]

Guru Bangsa Tjokroaminoto

* sumber: amiratthemovies.com

Guru Bangsa: Tjokroaminoto adalah film biografi Pahlawan Nasional Tjokroaminoto. Aktor dan aktris yang ikut andil dalam memerankan film ini adalah Reza Rahardian, Christine Hakim, Didi Petet, Alex Komang, Egi Fedly, Sujiwo Tedjo, Maia Estianty, dan lainnya.

Latar yang diambil adalah tahun 1800-an. Kala itu, Hindia Belanda memasuki babak baru setelah tanam paksa. Kehidupan masyarakat mulai berubah meski tidak cukup signifikan.

Seorang bangsawan dari Ponorogo, Jawa Timur, bernama Oemar Said Tjokroaminoto. Ia yang memiliki pendidikan tidak tinggal diam melihat penindasan yang dilakukan Belanda. Makanya, ia mendirikan organisasi resmi pribumi pertama bernama Sarekat Islam.

Ia adalah orang yang pandai. Apalagi dalam berbagi ilmu. Dalam organisasinya, ia melahirkan tokoh-tokoh yang menggerakkan bangsa hingga mampu merebut kemerdekaan.

9. Kartini [2017]

Kartini

* sumber: www.rappler.com

Kartini adalah tokoh perjuangan emansipasi perempuan Indonesia. Nama Kartini selalu menjadi pembahasan. Termasuk dalam pengangkatannya dalam layar lebar. Untuk pertama kalinya, perjuangannya dibuat film pada tahun 1984. Kemudian terbaru yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo.

Dalam film tersebut, Kartini tumbuh dari keluarga ningrat. Namun, ia harus melihat kenyataan pahit ketika melihat ibunya terbuang di keluarganya sendiri. Kejadian itu terjadi karena ibunya tidak memiliki darah ningrat seperti ayahnya bernama Raden Sosroningrat.

Sebagai perempuan, Kartini tidak bisa berbuat apa-apa. Ia ingin perlakuan yang didapat ibunya tidak terjadi padanya dan orang lain. Ia pun terus berjuang untuk kesetaraan, terutama dalam pendidikan untuk perempuan.

Ia dan adiknya akhirnya mendirikan sekolah untuk kaum miskin dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi semua masyarakat Jepara. Dalam perjalananya, ia menceritakannya pada sahabatnya yang merupakan seorang Belanda.

10. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta [2018]

Sultan Agung Tahta, Perjuangan dan Cinta

Film ini bercerita tentang perjuangan Sultan Agung ketika beranjak dewasa. Ia dihadapkan dengan permasalahan kepemimpinan kerajaan dan cinta sejatinya. Perjuangannya kian berat ketika VOC mulai masuk dan mengadu domba para adipati kerajaan.

Pengkhianatan didapatkan oleh Sultan Agung. Beberapa adipati bekerja sama dengan VOC dalam menguasai kantor dagang yang berada di Batavia (Jakarta). Ia pun akhirnya harus turun tangan dan bertempur untuk menghancurkan VOC yang mulai memeras masyarakatnya.

Kamu sudah pernah menonton salah satu film di atas nggak? Buruan nonton deh. Selain filmnya seru, kamu juga bisa belajar tentang sejarah Indonesia. Baca juga artikel film perjuangan Indonesia untuk menambah koleksi film-film yang membahas tentang sejarah

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar