15 Film Sejarah Indonesia yang Akan Menambah Pengetahuan

Ditulis oleh Randi Mulyadi

Indonesia punya ragam film yang tidak bisa dianggap enteng. Salah satunya adalah film bertemakan sejarah. Apa kamu pernah menontonnya?

Kalau belum, Bacaterus punya daftar film sejarah Indonesia yang bisa kamu tonton, mulai dari yang paling lama hingga terbaru. Nah, apa saja film itu? Yuk, cek daftar di bawah ini.

1. Max Havelaar

Max Havelaar
  • Tahun Rilis: 1976
  • Genre: Drama
  • Sutradara: Fons Rademakers
  • Pemeran: Peter Faber, Sacha Bulthuis, Adendu Soesilaningrat
  • Perusahaan Produksi:-

Pernah mendengar Max Havelaar? Atau nama Multatuli, pernah mendengarnya? Nama Ini sering tercatat dalam buku-buku pelajaran sejarah di sekolah. Multatuli ini mengarang buku yang diberi judul Max Havelaar. Kemudian, diangkatlah ke layar kaca.

Film ini berjudul lengkap “Max Havelaar of de Koffieveilingen der Nederlandsche handelsmaatschappij”. Atau jika dalam bahasa Indonesia berarti Max Havelaar, Lelang Kopi Maskapai Dagang Belanda. Diproduksi pada tahun 1976 oleh Fons Rademakers.

Havelaar (Peter Faber) diceritakan sebagai seorang Belanda yang idealis dan mencintai keluarganya. Ketika pergi ke Hindia Belanda (Indonesia), ia diangkat sebagai asisten residen Lebak, Banten. Meski sebagai kompeni, Havelaar punya rasa kemanusiaan yang luar biasa. Ia malah menentang pemerintahannya sendiri karena memeras pribumi.

Sayangnya, keberadaannya di Lebak tidak begitu lama. Ia dipecat hingga akhirnya dikembalikan ke Belanda. Film ini cukup kontroversial. Sempat dilarang pada masa Orde Baru.

2. Tjoet Nja Dhien

Tjoet Nja Dhien
  • Tahun Rilis: 1988
  • Genre: Drama, War
  • Sutradara: Eros Djarot
  • Pemeran: Pitradjaya Burnama, Christine Hakim, Rudy Wowor
  • Perusahaan Produksi: Kanta Indah Film

Film ini menceritakan tokoh pejuang perempuan asal Aceh beserta teman-teman seperjuangannya melawan tentara Belanda. Aceh sendiri dikenal gigih dalam mempertahankan daerahnya ketika Belanda menduduki Nusantara. Peperangan yang terjadi di Aceh adalah yang terpanjang dalam sejarah kolonial Hindia Belanda.

Tjoet Nja Dhien, yang merupakan pemimpin kala itu, memiliki kepribadian yang gigih. Ia terus melakukan perlawanan terhadap Belanda. Sayangnya, apa yang dilakukannya itu dibalas pahit oleh kepercayaannya sendiri.

Film ini sangat bersejarah bagi dunia perfilman Indonesia. Bagaimana tidak, pada tahun 1989, Tjoet Nja Dhien menjadi film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes.

3. Murudeka (Merdeka) 17805

Merudeka (Merdeka) 17805
*
  • Tahun Rilis: 2001
  • Genre: Action, Drama, War
  • Sutradara: Yukio Fuji
  • Pemeran: Miki Fujitani, Naoki Hosaka, Chieko Matsubara
  • Perusahaan Produksi: Toho, Rapi Films

Film ini menceritakan peperangan antara Indonesia dan Jepang. Ceritanya berdasarkan kisah nyata  dari para personel tentara Kekaisaran Jepang yang membantu dalam kemerdekaan Indonesia. Murudeka berlatar di Indonesia pada zaman Perang Dunia II, ketika Jepang mengalami kekalahan.

Ada yang menarik dari film ini. Karena harus beradegan peperangan, ada bantuan penuh dari TNI AD. Kemudian, judul 17805 diambil dari angka, bulan, dan dua angka terakhir dari 17 Agustus 2605. Tanggal ini berasal dari penanggalan Kekaisaran di Jepang.

Meski demikian, film ini tak luput dari kontroversi. Salah satu adegan yang begitu menonjol adalah ketika seorang wanita baya mencium kaki tentara Jepang sambil menceritakan sebuah ramalan Jayabaya. Selain itu, film ini tidak begitu dikenal di Indonesia karena sulit beredar.

4. Trilogi Merdeka

Trilogi Merdeka
  • Tahun Rilis: 2009 – 2011
  • Genre: Drama, History
  • Sutradara: Yadi Sugandi, Conor Allyn
  • Pemeran: Lukman Sardi, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, Zumi Zola, Teuku Rifnu Wikana
  • Perusahaan Produksi: Media Desa Indonesia, Margate House

Trilogi Merdeka adalah tiga film yang tayang mulai tahun 2009-2011. Setiap tahun, film yang menjadi bagian dari Trilogi Merdeka ini rilis satu persatu. Tahun 2009 film pertama “Merah Putih” hadir di layar lebar. Film tersebut mengajak kita untuk mengetahui perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan tentara Belanda.

Pada tahun 2010 film kedua dengan judul “Merah Putih 2: Darah Garuda” muncul. Kemudian, di tahun 2011 disusul dengan film terakhir dengan judul “Hati Merdeka”. Boleh dibilang bahwa ini merupakan trilogi film perjuangan pertama di Indonesia. Untuk membuat ketiga film ini kabarnya menghabiskan dana hingga 60 milyar rupiah.

5. Soekarno: Indonesia Merdeka

Soekarno Indonesia Merdeka
*
  • Tahun Rilis: 2013
  • Genre: Biography, History
  • Sutradara: Hanung Bramantyo
  • Pemeran: Ario Bayu, Muhammad Abbe, Moch. Achir
  • Perusahaan Produksi: Dapur Film

Siapa yang tak tahu film ini. Bercerita tentang bapak pendiri bangsa Indonesia. Dalam film ini, diceritakan perjalanan Soekarno muda. Ia harus keluar masuk penjara akibat teriakan “merdeka” karena dianggap menghasut dan memberontak kepada pemerintahan Belanda. Kendati demikian, keberaniannya tak menghentikan langkahnya sampai di sana.

Film yang dibintangi Ario Bayu ini tak melulu bercerita perjuangan Soekarno untuk bangsanya. Tetapi, nuansa drama dan percintaannya juga dibahas. Bagaimana Soekarno bertemu dengan Fatmawati dan lainnya. Sayangnya, akibat hal tersebut, film ini sempat menuai kontroversi dari keluarganya sendiri.

6. Battle of Surabaya

Battle of Surabaya
  • Tahun Rilis: 2015
  • Genre: Animation, Action, Adventure
  • Sutradara: Aryanto Yuniawan
  • Pengisi Suara: Reza Rahadian, Maudy Ayunda, Keagan Kang
  • Perusahaan Produksi: MSV Studio, STMIK Amikom

Jika film sebelumnya cukup serius, yang satu ini cukup berbeda. Battle of Surabaya merupakan film animasi 2D yang menampilkan drama, aksi, dan sejarah Indonesia. Meski cerita dan tokohnya fiktif, tapi latarnya bercerita perang Surabaya pada tahun 1945.

Tokoh utama film ini adalah remaja tukang semir sepatu bernama Musa. Ia juga merupakan kurir bagi perjuangan pejuang arek-arek Suroboyo dan TKR dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Musa mengirimkan surat dan kode-kode rahasia yang dikombinasikan dengan lagu-lagu keroncong dari Radio Pemberontakan Rakyat Indonesia. Radio tersebut didirikan oleh Bung Tomo. Perjuangan Musa tak mudah. Ia harus kehilangan harta benda dan keluarga yang disayanginya.

Kala itu, Belanda bersama Sekutu datang ke Surabaya untuk mengganggu kemerdekaan Indonesia. Namun, masyarakat Surabaya melawan meski harus mengorbankan nyawanya.

Trailer Battle of Surabaya mendapatkan sejumlah penghargaan, seperti Most People's Choice Award IMTF (International Movie Trailer Festival) 2013 dan Nominee Best Foreign Animation Award 15th Annual Golden Trailer Award 2014.

1 23»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram