Bacaterus / Film Indonesia / 9 Film Petualangan Indonesia yang Terbaik dan Menginspirasi

9 Film Petualangan Indonesia yang Terbaik dan Menginspirasi

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Januari 2019

Berpetualang memang selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan. Bagi kamu yang memiliki hobi berpetualang, tentu bisa merasakan pengalaman dan pelajaran baru di setiap perjalanan yang dilakukan. Tak jarang, petualang aktif membagikan pengalaman perjalanannya melalui tulisan melalui blog, buku, hingga dibuat menjadi sebuah naskah film.

Sebagai negara dengan semangat muda dan kreativitas yang sangat tinggi, Indonesia memiliki talenta untuk membuat sebuah film bertemakan petualangan. Mulai dari petualang cilik, hingga cerita cinta yang didapat ketika sedang bertualang. Kali ini, Bacaterus akan memberikan rekomendasi 10 film dengan tema petualangan yang seru dan menginspirasi.

9 Film Petualangan Indonesia

1. Petualangan Sherina

Petualangan Sherina

Siapa yang tidak tahu dengan film Petualangan Sherina? Film yang diperankan oleh Sherina Munaf dan Derby Romero yang banyak menyita perhatian, khususnya bagi anak-anak. Film anak yang berisikan tentang persahabatan, kesetiaan, cinta, arti kehidupan, serta petualangan ini rilis pada 7 Juni 2000, dan disutradarai oleh Riri Riza.

Petualangan Sherina menceritakan tentang kisah Sherina yang pindah dari Jakarta ke Bandung. Di sekolah baru, Sherina bertemu dengan Sadam yang diperankan oleh Derby Romero, yang merupakan anak dari Pak Ardiwilaga, pemilik perkebunan di Lembang. Sherina dan Sadam yang tidak pernah akur, berencana ke peneropongan bintang Boscha bersama.

Menarik ketika Sadam diculik oleh suruhan dari Kertarajasa, yang merupakan konglomerat yang ingin menguasai perkebunan milik Ayah Sadam, Pak Ardiwilaga. Lebih seru lagi ketika Sherina berusaha menyelamatkan Sadam dan membawanya ke Boscha. Hingga akhirnya, Sadam dan Sherina saling bermaafan, kemudian Sherina membantu Sadam untuk pulang.

2. Laura dan Marsha

Laura dan Marsha

Film petualangan ini diperankan oleh Prisia Nasution sebagai Laura, dan Adinia Wirasti sebagai Marsha. Cerita tentang Marsha, penulis buku traveling yang ingin pergi ke Eropa untuk mengenang kepergian Ibundanya. Laura, orang tua tunggal untuk putri semata wayangnya, akhirnya mengikuti keinginan Marsha meski tak sepenuh hati.

Perjalanan di Eropa, mereka ditemani seorang bule bernama Finn karena memiliki tujuan yang sama. Namun, mereka tidak juga sampai di tujuan, akhirnya Finn diturunkan dari mobil karena dianggap menyesatkan jalan. Perjalanan dilanjutkan tanpa Finn. Berbagai masalah muncul, mulai dari tersesat di jalan sempit, hutan, hingga kehilangan dompet dan paspor.

Konflik yang mereka alami semakin banyak, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk jalan masing-masing karena Marsha menganggap Laura sudah tidak jujur terhadap Marsha, tentang tujuan ke Eropa untuk bertemu Ryan, suami Laura yang diperankan oleh Restu Sinaga. Film ini benar-benar mengangkat tentang persahabatan, cinta, dan petualangan.

3. Lost in Papua

Lost in Papua

Film yang mengangkat tentang perjalanan sekelompok anak muda ke pedalaman rimba Papua ini dirilis pada tahun 2011. Diperankan oleh Edo Borne sebagai Rangga, Fanny Fabriana sebagai Nadia, Didi Petet sebagai Pak Wijaya, dan Fauzi Baadila sebagai David. Mengangkat tentang keindahan dan budaya Papua, film ini menarik untuk ditonton.

Berawal dari Rangga yang menjalankan eksplorasi pencarian titik tambang bersama timnya, berujung malapetaka. Satu persatu anggota tim menghilang karena tanpa disadari, mereka masuk ke RKT 200 yang merupakan area terlarang. Tiga tahun kemudian, Nadia ditugaskan untuk ke Papua. Awalnya menolak, namun pada akhirnya menerima tugas tersebut.

Nadia bersama timnya menelusuri Hutan Boven di Merauke untuk menemukan titik tambang. Mereka menyempatkan diri mengunjungi Suku Korowai, yang sungguh di luar dugaan bahwa Suku Korowai ternyata sangat ramah. Sayangnya, kedamaian terusik akibat kehadiran David yang membuat suasana tidak menyenangkan, hingga mereka masuk ke Kawasan terlarang.

4. 3 Hari untuk Selamanya

* sumber: viuly.io

Film yang disutradarai oleh Riri Riza ini mengangkat tentang petualangan dan kehidupan dewasa. Diperankan oleh Nicholas Saputra sebagai Yusuf, dan Adinia Wirasti sebagai Ambar, film ini tidak diperuntukkan bagi remaja di bawah 18 tahun. Meski begitu, 3 Hari untuk Selamanya memiliki dialog dan plot cerita yang bagus.

Cerita tentang perjalanan Yusuf dan Ambar roadtrip menuju Yogyakarta dengan tujuan mengantar satu set piring antik yang merupakan amanat dari tante Yusuf. Sepanjang perjalanan, ada percakapan antara dua karakter yang berbeda terasa lebih mengena dan jujur. Terdengar cukup vulgar, namun film ini menggambarkan realita yang terjadi pada generasi muda.

Film 3 Hari untuk Selamanya juga menggambarkan beragam budaya dan keindahan alam dari daerah-daerah yang dilewati selama perjalanan. Menariknya, keindahan alam tidak diekspos berlebihan, dibiarkan tampil secara natural, dan apa adanya. Jadi, kita akan merasa seperti ikut menikmati perjalanan tersebut.

5. Banda The Dark Forgotten Trail

Banda The Dark Forgotten Trail

Film ini merupakan dokumenter yang menceritakan Kepulauan Banda yang kini terlupakan. Di masa lalu, Banda merupakan Kawasan paling diburu karena menghasilkan pala terbaik. Banda The Dark Forgotten Trail disutradarai oleh Jay Subiyakto ini mencuri perhatian penikmat film. Reza Rahadian menjadi narator Bahasa Indonesia, dan Ario Bayu menjadi narator Bahasa Inggris

Berbeda dengan film dokumenter lainnya yang bisa membuat penonton mengantuk, Banda The Dark Forgotten Trail memaparkan kisah sejarah Kepulauan Banda dengan sangat dinamis, melalui narasi bergaya puitis, kita akan diajak untuk mempelajari kisah-kisah kelam yang tersembunyi dari Pulau Banda.

Pemandangan indahnya Banda akan memanjakan para penontonnya. Mulai dari pesisir pantai, kebun pala, hingga benteng-benteng Belanda yang ada di sini. Tak hanya itu, penonton juga disuguhkan animasi untuk melengkapi cerita sejarah dari Pulau Banda. Melalui film ini, kita akan belajar sejarah dengan cara yang seru dan tidak membosankan.

6. 5 CM

5 CM

Film ini dilatari pendakian ke puncak tertinggi Pulau Jawa, yaitu Gunung Semeru, yang dilengkapi dengan kisah persahabatan dan cinta. 5 CM sukses menarik perhatian penontonnya dengan keindahan Gunung Semeru. Bahkan, karena daya tariknya yang kuat, karena film ini banyak orang mulai menyukai kegiatan mendaki gunung.

Berawal dari persahabatan yang sudah terjalin selama belasan tahun, membuat mereka cukup bosan dengan hubungan dan rutinitas. Diperankan oleh Fedi Nuril sebagai Genta, Denny Sumargo sebagai Arial, Her Junot Ali sebagai Zafran, Ralin Shah sebagai Rian, Pevita Pearce sebagai Dinda, dan Igor Saykoji sebagai Ian.

Genta berencana agar mereka tidak berkomunikasi selama 3 bulan, dan bertemu kembali di Stasiun Kereta Api. Perjalanan mereka penuh tantangan karena belum pernah mendaki gunung sebelumnya, sangat menguji kebersamaan persahabatan yang sudah mereka jalin. Landscape Gunung Semeru sangat terlihat di sini menambah ketertarikan film 5 CM.

7. The Nekad Traveler

The Nekad Traveler

Film tentang perjalanan ini diangkat dari kisah nyata sebuah novel Trinity, The Naked Traveler yang ditulis oleh Trinity. Cerita tentang pengalaman solo traveling yang saat itu belum terkenal di kalangan wanita. Kesenangannya akan kegiatan traveling terhambat oleh cuti kantor dan budget yang sedikit.

The Nekad Traveler diperankan oleh Maudy Ayunda sebagai Trinity, dan Hamish Daud sebagai Paul. Trinity berambisi untuk mewujudkan mimpi untuk mengunjungi tempat wisata yang sudah ia tuliskan dalam bucket list-nya. Selain itu, film ini memberikan inspirasi bagi pada backpacker yang ingin menjelajah berbagai tempat di Indonesia dengan cermat dan hemat.

Perjalanan yang seru dan menantang sangat jelas di sini. Lalu Trinity bertemu Paul dengan hobi yang sama. Sebagai petualang dengan hobi serupa, Trinity akhirnya menjatuhkan hatinya kepada Paul yang merupakan photographer. Film yang diangkat dari kisah nyata ini terkesan natural dan menginspirasi bagi para penontonnya.

8. Negeri Dongeng

Negeri Dongeng

Film dokumenter yang dibuat oleh Aksa7 dan didukung penuh oleh salah satu brand outdoor gear di Indonesia, yaitu Eiger, cukup membuat penonton berdecak kagum. Disutradarai oleh Anggi Frisca, Negeri Dongeng menceritakan sineas muda Indonesia yang mendaki 7 gunung tertinggi di Indonesia. Setiap perjalanan, direkam dengan sangat baik.

Negeri Dongeng diperankan oleh Nadine Chandrawinata, Ramon Y. Tungka, Medina Kamil, Darius Sinathrya, dan travel influencer lainnya, seperti Alfira Naftaly (Abex), Rivan Hanggarai, Teguh Rahmadi, Matthew Tandioputra, dan masih banyak lagi expeditor lainnya. Tak lupa, Anggi Frisca, selaku sutradara, juga turut berperan dalam film ini.

Ekspedisi dibagi menjadi beberapa periode, dan berlangsung selama hampir 2 tahun. Pendakian dimulai pada bulan November 2014 di Gunung Kerinci, Desember 2014 di Gunung Semeru, Januari 2015 di Gunung Rinjani, hingga ditutup dengan pendakian ke Puncak Carstensz pada bulan April 2016. Film ini sangat memperlihatkan keindahan alam di Indonesia.

9. Labuan Hati

Labuan Hati

Film ini bercerita tentang perjalanan 3 perempuan yang bertemu di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Labuan Hati disutradarai dan diproduseri oleh Lola Armalia. Diperankan oleh Nadine Chandrawinata sebagai Indi, Ramon Y. Tungka sebagai Mahesa, Kelly Tandiono sebagai Bia, dan Ully Triani sebagai Maria.

Indi sudah beberapa kali menyelam di Pulau Komodo, dan menjadikan pulau ini sebagai titik penyelaman terakhir sebelum menikah. Bia pergi ke Pulau Komodo untuk menyepi. Maria merupakan seorang penyelam asal Sulawesi Utara. Lalu, ada seorang instruktur diving yaitu Mahesa yang mendampingi Bia, Indi, dan Maria diving di Kepulauan Komodo.

Ketiga perempuan ini memiliki latar belakang, alasan, dan tujuan yang berbeda. Mereka dipertemukan karena sama-sama memiliki kecintaan terhadap laut. Mereka bertemu di Labuan Bajo dan langsung bersahabat karena hobi yang sama. Namun, hubungan ketiga perempuan ini memburuk karena mereka menyukai orang yang sama, yaitu Mahesa.

Film petualangan di Indonesia, tidak kalah menarik dengan film dari luar negeri. Dari 9 yang dituliskan, film mana yang kamu sudah tonton dan paling kamu suka? Semoga review singkat dari Bacaterus berguna untuk kamu dan dapat mengangkat perfilman di Indonesia, ya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar