Bacaterus / Film Edukasi Indonesia / 6 Film Pendidikan Indonesia yang Berkesan dan Penuh Makna

6 Film Pendidikan Indonesia yang Berkesan dan Penuh Makna

Ditulis oleh - Diperbaharui 8 November 2019

Apa kamu pernah menonton sebuah film lalu mendapat pelajaran yang sangat berharga dari sana? Pasti pernah kan? Memang sebuah film itu nggak cuma mengandung hiburan, tetapi juga pendidikan. Hanya caranya saja yang berbeda-beda.

Dasarnya, apapun jenis filmnya pasti menyiratkan pesan-pesan yang bisa dijadikan pelajaran. Namun, memang terdapat film yang memang didedikasikan untuk pendidikan. Itu yang akan dibahas pada artikel kali ini, film pendidikan Indonesia.

Film-film yang akan diulas oleh Bacaterus ini diharapkan bisa memotivasi siapapun yang menontonnya dengan cara yang lebih kasual. Karena sebuah cerita masih menjadi cara yang paling nyata untuk mendidik manusia.

1. Laskar Pelangi [2008]

Laskar Pelangi

Siapa yang nggak termotivasi menonton film ini? Film pendidikan Indonesia yang ini mampu membuat orang-orang yang menontonnya lebih menghargai pendidikan. Diadaptasi dari novel laris berjudul sama karya Andrea Hirata, film pendidikan Indonesia yang ini sukses merebut hari masyarakat.

Waktu dua jam yang digunakan untuk menonton film ini akan membuahkan kesan mendalam untuk bertahun-tahun ke depan. Berkisah tentang kehidupan anak-anak di Belitong yang begitu ingin bersekolah di tengah segala keterbatasan yang ada. Bahkan, ada seorang anak yang harus mengayuh sepeda berkilo-kilo meter dan bertemu buaya untuk bisa sampai ke sekolah.

Hal menarik dari film ini adalah, sang sutradara yaitu Riri Riza melakukan casting demi mendapatkan pemain-pemain lokal untuk bermain di film ini. Berlokasi di Pulau Belitung, dengan 12 pemain dari Pulau Belitung yang beradu akting bersama 12 aktor Indonesia yang sudah dikenal namanya.

Referensi film sejenis Laskar Pelangi lainnya bisa kamu temukan di artikel film anak Indonesia.

2. Sang Pemimpi [2009]

Sang Pemimpi

Kamu punya mimpi? Jangan lewatkan film pendidikan Indonesia yang satu ini. Sebab, kamu akan mendapat banyak pelajaran dari film ini. Masih diadaptasi dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata. Film ini disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana. Nama yang nggak perlu diragukan lagi dalam industri film Indonesia.

Ada banyak pelajaran yang dikisahkan melalui karakter Aray dan Ikal, dua orang anak yang sama-sama punya mimpi besar. Ini cerita tentang bagaimana mimpi itu membuat mereka lebih hidup. Ada juga Jimbron, seorang sahabat yang melengkapi masa muda mereka.

Bagaimana kisah pemuda asal kampung di pinggiran Indonesia bisa mencapai Sorbonne University yang jauh di sana? Mimpi, keyakinan, dan pendidikan yang membawa mereka terbang ke sana. Kalau kamu ingin tahu lebih dalam, simak saja kisah mereka melalui film. Percayalah, waktu yang kamu gunakan untuk menonton film ini nggak akan jadi sia-sia.

3. Semesta Mendukung [2011]

Semesta Mendukung

Apa yang kamu ingat tentang Fisika? Pusing? Sulit? Mungkin dengan menonton film pendidikan Indonesia yang satu ini akan mengubah sudut pandang kamu tentang Fisika. Melalui karakter utama bernama Arief, kamu akan menemukan banyak hal menarik dari Fisika. Film ini memang berkisah tentang Arief dan Fisika.

Dia berasal dari keluarga miskin yang tinggal di Sumenep, Madura. Dihadang segala keterbatasan, Arief yang menyukai sains tetap menekuni Fisika. Dia tinggal bersama Ayahnya yang diperankan oleh Lukman Sardi. Ibu Arief menjadi TKW di Singapura demi membantu ekonomi keluarga.

Ibunya sudah bertahun-tahun nggak kembali, kabar pun nggak didapatkan Arief yang sangat merindukannya. Ini yang membuat Arief bercita-cita untuk pergi mencari Ibunya sehingga dia rela bekerja di bengkel sepulang sekolah.

Seorang guru Fisika yang bernama Ibu Tari menyadari keterampilan Arief ketika anak itu membantu temannya mengambil bola yang tersangkut di atas pohon menggunakan roket air. Berkat dorongan Ibu Tari Arief bisa mengikuti seleksi Olimpiade Fisika yang akan diadakan di Singapura.

Meski sempat patah arang, Arief bisa melewati proses seleksi dan mewakili Indonesia untuk bertanding di Olimpiade Fisika itu. Sebenarnya, Arief punya misi terselubung. Dia bukan cuma ingin ikut lomba, tetapi juga ingin mencari Ibunya.

4. Negeri 5 Menara [2012]

Negeri 5 Menara

Film pendidikan Indonesia yang satu ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Anwar Fuadi. Skenario adaptasinya ditulis oleh Salman Aristo yang memang berpengalaman untuk mengadaptasi novel menjadi sebuah film. Film ini mengambil lokasi pengambilan gambar di Pondok Pesantren Gontor, Sumatera Barat, Bandung, hingga London.

Ceritanya tentang Alif, remaja yang baru saja lulus SMP di Maninjau. Dia dan sahabatnya, Randai, ingin melanjutkan sekolah di Bandung kemudian melanjutkan kuliah di kampus idamannya yakni ITB. Mimpi itu terhalang restu Amaknya yang ingin Alif melanjutkan sekolah di Pesantren.

Awalnya, Alif sering menyendiri. Namun seiring berjalannya waktu dia mulai bisa berbaur dan bersahabat dengan teman-teman satu kamarnya. Mereka selalu berkumpul di menara masjid. Suasana kian menghangat ketika Alif mendengar Ustad Salman berkata dengan penuh semangat, ‘Man Jadda Wajadda!’

Mantra dari Ustad Salman itu membekas di hati mereka. Memberi semangat dan kegigihan pada diri para remaja itu. Mereka jadi berpikir visioner dan bermimpi besar untuk menaklukkan dunia. Di bawah menara itu, mereka berjanji untuk meraih mimpi masing-masing.

5. Cahaya Dari Timur: Beta Maluku [2014]

Cahaya Dari Timur Beta Maluku

Film pendidikan Indonesia ini termasuk film yang sangat emosional. Waktu kamu menontonnya, kamu nggak akan bertanya siapa pemainnya, siapa penulisnya, dan hal lain. Kamu cuma akan hanyut menikmati film itu sampai akhir. Film ini bukan cuma berbagi cerita, tetapi juga berbagi rasa.

Ceritanya tentang perjuangan anak-anak di Timur Indonesia yang mencintai sepak bola. Juga tentang orang-orang dewasa yang masih percaya pada perjuangan mereka. Sejak awal, semuanya tahu akan sesulit apa tetapi mereka memilih untuk berjuang sekeras-kerasnya.

Chicco Jericho berperan sebagai Sani berhasil menunjukkan kualitas terbaiknya di dalam film tentang sepakbola ini. Kita seolah lupa kalau dia adalah Chicco Jericho. Di dalam film itu, kita cuma melihat seorang pemuda dari Timur Indonesia yang mendedikasikan diri untuk membantu anak-anak itu mewujudkan mimpinya.

Sani ingin menyelamatkan anak-anak di kampungnya dari konflik agama yang terjadi di Ambon melalui sepak bola. Sani ditugaskan membawa mereka mewakili Maluku di kejuaraan nasional. Konflik demi konflik terjadi karena perbedaan-perbedaan yang ada mengarah pada perpecahan.

6. King [2009]

King

Pendidikan itu nggak cuma terpaku dengan hal-hal akademis, tetapi jauh lebih luas dan dalam daripada itu. Olahraga merupakan bagian di dalamnya. Film pendidikan Indonesia yang satu ini mengambil kisah dari dunia olahraga, yakni bulu tangkis. Ini tentang seorang anak dari kampung yang serba terbatas dan keinginannya untuk menjadi seorang atlet bulutangkis.

Namanya Guntur, baginya bulu tangkis adalah tujuan hidup. Maka dia merelakan diri untuk mencari peluang sekecil apapun itu demi mewujudkan cita-citanya. Ayahnya yang merupakan seorang komentator pertandingan bulu tangkis antar kampung sering bercerita tentang sosok King yang kemudian menjadi idola Guntur.

Dia punya sahabat bernama Raden yang setia membantunya dalam mengejar cita-citanya. Dengan segala keterbatasan yang ada, Guntur memilih untuk tetap berusaha. Guntur tak berhenti berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulu tangkis dan meraih cita-citanya menjadi seorang juara dunia.

Dari beberapa film yang diulas di atas, film pendidikan Indonesia yang mana yang sudah kamu tonton? Apa kamu punya rekomendasi film pendidikan Indonesia lain yang belum tertulis? Jangan sungkan untuk membagikannya ya, karena itulah kolom komentar disediakan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *