Bacaterus / Film Sejarah Indonesia / Suka Film Kolosal Indonesia? Yuk, Tonton 3 Film Terbaik Ini!

Suka Film Kolosal Indonesia? Yuk, Tonton 3 Film Terbaik Ini!

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Juni 2019

Sebelum membahas soal filmnya, ada baiknya kalau kita bahas dulu soal apa sih film kolos itu? Apakah film yang ada naga-naga terbangnya? Apakah film yang bercerita tentang zaman baheula? Kalau kamu dengar soal film kolosal, pasti itu yang terbayang di pikiranmu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia (KBBI) kolosal artinya besar-besaran atau luar biasa besarnya. Dalam konteks film, film kolosal adalah film yang proses pembuatannya melibatkan banyak sekali orang. Hampir kebanyakan film kolosal identik dengan cerita yang bertema sejarah atau zaman baheula yang menyuguhkan adegan peperangan besar-besaran.

Menggarap film kolosal butuh usaha lebih. Terutama karena jumlah pemain yang lebih banyak, dan tempat yang menjadi latar cerita untuk film yang sulit dicari. Seolah membuat dunia sendiri, mulai dari tata kota, bentuk bangunan, hingga kostum yang memang harus dibuat sedemikian rupa sehingga ceritanya terasa sangat meyakinkan.

Dibanding genre film lain, barangkali film kolosal yang terbilang paling rumit secara teknis. Namun, semuanya sepadan ketika film itu berhasil dibuat. Penggemar film akan dimanjakan dengan visual dan cerita yang nggak biasa. Menikmati film kolosal menghadirkan perasaan yang juga nggak biasa. Sesuatu yang mungkin terasa dekat tetapi hadir dalam bentuk yang berbeda.

Film kolosal dari Hollywood banyak yang populer. Mungkin kamu pernah menonton film seperti Gladiator, Troy, atau the Last Samurai? Itu adalah contoh film kolosal. Lalu, apakah ada film kolosal Indonesia? Membuat film kolosal selain rumit juga butuh dana yang nggak sedikit. Namun, ternyata kita juga bisa membuat film kolosal.

Kali ini kita akan membahas tentang film kolosal Indonesia, supaya lebih banyak orang tahu kalau anak bangsa juga bisa membuat film kolosal yang berkualitas. Film kolosal Indonesia memang nggak sebanyak film komedi atau horror. Meskipun jumlahnya nggak banyak, tetapi kualitasnya nggak kalah sama film Hollywood kok. Penasaran? Simak ulasan Bacaterus mengenai beberapa film kolosal Indonesia di bawah ini.

1. Drupadi [2008]

Drupadi

Kamu sudah pernah melihat Dian Sastro dan Nicholas Saputra beradu akting dalam film romantis Ada Apa Dengan Cinta? Tahu nggak kalau mereka juga pernah beradu akting dalam film kolosal Indonesia? Ya, film Drupadi ini dibintangi oleh mereka berdua. Tentu saja kualitas akting mereka nggak usah kita ragukan lagi. Ditambah yang menjadi sutradara adalah Riri Riza.

Film Drupadi adalah film musikal pendek Indonesia yang dirilis pada bulan Desember tahun 2008. Drupadi adalah adaptasi dari bagian cerita epik Mahabharata dari India. Film ini nggak cuma bercerita tentang Drupadi, namun juga sebuah kiasan tentang dunia modern. Sebuah simbol di mana seorang wanita memperjuangkan dunia yang didukung keadilan dan persamaan hak.

Kalau kamu ingin menyaksikan bagaimana ketangguhan seorang wanita yang sedang berjuang, Drupadi adalah cerita yang baik untuk disimak. Sayangnya, film ini terbilang sulit dicari. Dalam sebuah diskusi diceritakan kalau film ini memang sengaja ditayangkan terbatas demi menjaga perdamaian. Sebab film ini mengangkat kisah dalam kitab suatu agama. Drupadi sendiri digambarkan terlahir dari api.

2. Pendekar Tongkat Emas [2014]

Pendekar Tongkat Emas

Film kolosal Indonesia yang berjudul Pendekar Tongkat Emas ini menelan biaya produksi sekitar 20an milyar rupiah. Itulah yang jadi alasan utama kenapa film kolosal Indonesia terbilang langka. Tepuk tangan untuk Mira Lesmana dan kawan-kawan yang tetap berani membuat film kolosal Indonesia meski biayanya nggak sedikit dan sangat rumit.

Ifa Isfansyah yang dipercaya untuk menjadi sutradara dan ceritanya ditulis bersama-sama oleh Jujur Prananto, Mira Lesmana, Riri Riza, Ifa Isfansyah, dan Eddie Cahyono. Pemainnya?  Ada Eva Celia, Tara Basro, Nicholas Saputra, dan Reza Rahadian. Ada juga bintang senior seperti Christine Hakim dan Slamet Rahardjo.

Film kolosal Indonesia yang satu ini menceritakan tentang dunia persilatan di sebuah negeri. Di sana ada sebuah padepokan bernama Tongkat Emas yang telah melahirkan banyak pendekar hebat. Pemimpin padepokan itu seorang pendekar wanita sakti bernama Cempaka. Dia punya senjata dan jurus yang mematikan bernama Tongkat Emas.

Konflik dimulai ketika usia Cempaka mulai menua dan berencana untuk mewariskan senjata dan jurusnya itu kepada salah satu dari empat muridnya. Namun, mereka harus berkompetisi untuk memperebutkan Tongkat Emas itu. Di dalam kompetisi inilah terjadi pembunuhan dan pengkhianatan.

Para penonton bilang kalau film ini sudah memikat sejak pembukaan. Itulah yang membuat penonton penasaran untuk tetap menonton sampai habis. Penonton juga dimanjakan oleh pesona alam Sumba, Nusa Tenggara Timur yang menjadi tempat pengambilan gambar.

3. Wiro Sableng

Wiro Sableng

Inilah film kolosal Indonesia yang paling baru. Baru rilis tahun lalu. Buat generasi 90-an pasti nggak asing dengan tokoh fiksi yang satu ini. Diciptakan oleh Bastian Tito, Wiro Sableng mengisi masa kecil anak-anak generasi 90an. Lagunya sangat terkenal sampai-sampai menempel di kepala dan sering dinyanyikan anak-anak pada masanya. Dulu, Wiro Sableng diceritakan dalam bentuk buku dan serial televisi.

Untuk menghidupkan kembali tokoh fiksi ini, Wiro Sableng dibuat menjadi sebuah film layar lebar. Selain untuk bernostalgia anak-anak generasi 90an yang sekarang sudah dewasa, film ini juga bisa menjadi media perkenalan tokoh fiksi jaman dulu kepada anak-anak yang lebih muda yang mungkin belum lahir waktu Wiro Sableng berjaya pada masanya.

Ada yang unik dalam film kolosal Indonesia yang satu ini ketika dibuat menjadi film layar lebar. Vino G. Bastian dipercaya untuk memerankan Wiro Sableng, dia adalah anak dari Bastian Tito, sang pencipta tokoh ini. Menarik bukan? Seorang anak memerankan tokoh fiksi yang diciptakan oleh Ayahnya.

Hal lain yang menarik lagi adalah kemunculan Sherina Munaf yang ikut bermain film ini. Kalau kamu pernah nonton dia di Petualangan Sherina mungkin kangen melihat dia main film lagi. Sebuah kejutan juga karena sekalinya muncul, dia bermain di film kolosal. Oh ya, Yayan Ruhian juga ikut main loh! Jadi nggak usah meragukan adegan laganya.

Kisahnya berlatar di Nusantara abad ke-16. Wiro Sableng, seorang murid dari pendekar misterius bernama Sinto Gendeng mendapat titah dari gurunya untuk meringkus Mahesa Birawa yang diperankan oleh Yayah Ruhian. Dia adalah mantan murid Sinto Gendeng yang berkhianat.

Dalam pencarian Mahesa Birawa, Wiro Sableng terlibat petualangan dengan dua sahabat barunya yang bernama Anggini dan Bujang Gila Tapak Sakti. Pada akhirnya Wiro bukan hanya menguak rencana jahat Mahesa Birawa tetapi juga menemukan esensi sejati seorang pendekar.

Jika ingin menonton film-film Vino G. Bastian lainnya, langsung saja baca artikel film yang dibintangi oleh Vino G. Bastian.

Tertarik buat nonton film kolosal Indonesia? Mau nonton yang mana? Atau jangan-jangan kamu memang sudah pernah nonton? Ceritakan dong kepada pembaca, bagaimana film itu menurut kamu. Supaya pembaca dapat referensi lebih lalu tertarik buat nonton juga. Kamu bisa bercerita di kolom komentar yang tersedia di bawah ya! Kamu juga boleh menambahkan barangkali ada film kolosal Indonesia yang kamu tahu dan belum diulas.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *