Bacaterus / Review Film Barat / Review Film IT, Kisah Badut yang Sukses Meneror Penonton

Review Film IT, Kisah Badut yang Sukses Meneror Penonton

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Stephen King adalah seorang penulis novel asal Amerika Serikat yang karya-karyanya cukup dikenal luas oleh masyarakat dunia. Salah satunya adalah it yang sempat diangkat ke dalam sebuah mini seri televisi pada tahun 1990. Kehadiran film tersebut berhasil menyihir jutaan penonton.

Nah, pada tahun 2017 silam, film tersebut pun kemudian di remake ke dalam sebuah film layar lebar. Menggandeng sutradara kenamaan, Andy Muschietti yang sukses menggarap film horor “Mama” pada 2013.

Berhasilkah IT mencuri perhatian penonton sekali lagi? So, biar kamu mengetahui tentang hal itu. Simak ulasannya berikut ini!

Sinopsis

Sinopsis IT

  • Tanggal Rilis : 5 September 2017
  • Genre:  Horror, Adventure, Drama, Thriller
  • Produksi: New Line Cinema
  • Sutradara: Andy Muschietti
  • Pemeran: Jaeden Lieberher, Bill Skarsgard, Wyatt Oleff, Jeremy Ray Taylor, Sophia Lillis, Finn Wolfhard, Jack Dylan Grazer, Chosen Jacobs, Owen Teague

IT berkisah mengenai petualangan anggota “the Losers Club”, yaitu sejumlah  anak yang menyebut diri mereka sebagai kelompok pecundang di kota kecil bernama Derry. Mengambil latar waktu pada 1989. Filmnya sendiri dibuka dengan tragedi hilangnya Georgie (Jackson Robert Scott), adik dari salah satu anggota mereka bernama Billy (Jaeden Lieberher).

Billy yang sangat menyayangi adiknya tersebut kemudian mengajak teman-temannya untuk ikut melakukan pencarian adiknya. Hilangnya anak-anak yang terjadi di kota Derry memang bukan kali pertama. Jauh sebelumnya terdapat puluhan anak yang dinyatakan hilang secara misterius.

Hal ini pula yang membuat salah satu anggota mereka yang lain bernama Benjamin Hanscom (Jeremy Ray Taylor) ikut tertarik melakukan penyelidikan. Berdasarkan petunjuk yang mereka dapatkan. Mereka pun pada akhirnya digiring pada sebuah gorong-gorong kota, tempat yang diduga merupakan akar dari permasalahan misterius yang kerap terjadi di Derry.

Pencarian mereka pun kemudian berlanjut hingga ketujuh anggota the Losers Club dihadapkan pada sosok jahat yang mereka sebut Pennywise. Ia adalah iblis jahat yang memvisualisasikan diri sebagai badut penari. Dengan memanfaatkan ketakutan masing-masing yang ada pada diri mereka. Pennywise kemudian mulai menjadi teror yang menakutkan bagi mereka.

Nah, untuk mengakhiri teror menakutkan yang menimpa Derry. Billy dan anggota lainnya pun kemudian berusaha mengusir rasa takut mereka dengan berperang melawan Pennywise.

Film Adaptasi Novel yang Sukses Membius Jutaan Penonton

Film Adaptasi Novel yang Sukses Membius Jutaan Penonton

Musim panas adalah waktu yang menyenangkan bagi anak-anak. Meskipun demikian tidak bagi anggota the Losers Club, sekelompok anak dengan berbagai karakter unik yang diciptakan oleh Stephen King dalam novelnya yang berjudul “It” pada 1986.

Membawa teror iblis yang dapat berubah bentuk, King memang sukses merubah musim panas di kota Derry, Maine menjadi lebih mencekam melalui pengalaman anak-anak “the Losers Club”.

Mini seri televisi yang diadaptasi dari novel King pada 1990 tersebut memang cukup berhasil menarik perhatian penonton. Tommy Lee Wallace yang menjadi sutradara untuk karya abadi King tersebut telah berhasil menghidupkan teror bagi anak-anak lewat kehadiran si badut penari, Pennywise.

Nah, setelah sekian lama tertidur. Andy Muschietti, seorang sutradara asal Argentina yang dikenal lewat film berjudul “Mama” pada 2013, mencoba menghidupkan kembali petualangan anak-anak sekolah yang tersisih dari pergaulan sebagai pusat cerita ke dalam film layar lebar berjudul “It” pada 2017.

Muschietti telah sukses mengajak penonton bernostalgia dengan karya lawas King. Menyelami setiap konflik di dalam film yang sempat mencuri perhatian penonton pada masa lalu dengan gaya yang lebih segar.

Mengikuti jejak film sebelumnya. It pun berhasil meraih kesuksesan dengan meraup pendapatan sebesar $117,2 juta USD selama seminggu penayangan. Hal tersebut pula yang membuat film ini berhasil mencetak sejarah baru box office dunia sebagai film dengan pendapatan terbesar selama seminggu penayangan kala itu.

Selain dari sisi pendapatan yang memuaskan, film tersebut pun mendapat respon yang baik. Hal itu dibuktikan dengan perolehan rating yang cukup baik dari beberapa situs seperti Rotten Tomatoes yang memberikan nilai rata-rata 7,3 dari 10 poin. Sementara IMDB dan Metacritic masing-masing memberi rating 7,3 dan 70 untuk film besutan Muschietti tersebut.

Ekspresi Bill Skarsgard yang Membuat Ngeri Penonton

Ekspresi Bill Skarsgard yang Membuat Ngeri Penonton

Keberhasilan film It memang tidak hanya dari premis cerita dan sinematografi saja. Melalui kualitas akting Bill Skarsgard yang memukau. Penonton pun berhasil dibuat ngeri. Pemilihan Bill Skarsgard untuk memerankan karakter badut penari, Pennywise memang sangat tepat.

Mengingat improvisasi Skarsgard untuk karakternya ini memang luar biasa, bahkan  jauh di luar ekspektasi sang sutradara yang diketahui sempat membidik beberapa bintang besar untuk karakter jahat yang cukup ikonik di novel karya Stephen King tersebut.

Karakter Pennywise yang ditampilkan dalam film ini memang cukup berbeda dengan versi yang ditampilkan dalam mini serinya, mulai dari kostum, make up, serta karakter kelam yang coba dihadirkan. Di luar dari efek CGI yang tampilkan, Skarsgard sendiri memang cukup menghipnotis penonton lewat gestur serta ekspresinya dalam menghidupkan karakter Pennywise, si penebar teror.

Tak heran karena keberhasilannya merepresentasikan karakter jahat yang sempat diperankan oleh Tim Curry pada versi lawasnya tersebut. Skarsgard mendapat banyak pujian dari sejumlah kritikus film.

Chemistry “The Loser Club” yang Kuat

Chemistry "The Loser Club" yang Kuat

Sama seperti penampilan Bill Skarsgard yang apik. Penampilan anggota The Losers Club pun tak kalah memukau. Masing-masing karakter utama dalam film ini pun berhasil menyampaikan ketakutan mereka dengan sangat nyata.

Mulai dari Bill (Jaeden Lieberher) yang dihantui oleh bayangan sang adik yang telah hilang, Stanley (Wyatt Oleff) yang kemudian diteror kemunculan wajah menakutkan dari sebuah lukisan, hingga Eddie Edoch (Jack Dylan Grazer) yang berusaha lari dari kejaran pasukan zombie sebagai manifestasi ketakutannya akibat sikap sang ibu yang terlalu protektif.

Semua adegan yang melibatkan anak-anak tersebut berhasil membuat penonton terengah-engah. Keberhasilan tersebut memang tak bisa dipungkiri berkat arahan sang sutradara. Muschietti telah berhasil membangun suasana mencekam tanpa menghilangkan unsur ceria serta keluguan khas yang ada pada anak-anak seusia mereka.

Chemistry kuat yang digambarkan dalam persahabatan mereka memang menjadi poin tambahan yang membuat film ini berkesan dan menarik untuk ditonton bersama teman atau keluarga.

Film Horor Berkualitas 2017

Film Horor Berkualitas 2017

Sejak pertama kali dirilis, film berdurasi hampir 135 menit ini memang berhasil menyita perhatian para penonton dunia. It sendiri menawarkan sesuatu yang berbeda dibanding dengan film horor sejenis. Film It sendiri lebih banyak didominasi dengan adegan drama yang cukup menghibur.

Meski para pemain utama didominasi anak-anak, namun filmnya sendiri termasuk dalam kategori R (Restricted) mengingat terdapat  dialog yang kurang pantas serta beberapa adegan di dalamnya bermuatan kekerasan. So, bagi anak di yang berada di bawah umur 17 tahun sebaiknya wajib didampingi orang dewasa.

Secara keseluruhan film karya Muschietti sukses menyajikan tontonan yang berkualitas dari segala aspek. Mulai dari jalan cerita yang mudah dipahami oleh penonton, dialog-dialog ringan, lucu, namun tetap berbobot, serta berhasil membawa pengalaman baru dari  sudut pandang para tokoh utama.

Hal terakhir yang juga cukup berkesan adalah adegan jumpscare yang tampilkan dalam film ini yang dirasa cukup berhasil mengecoh penonton. Meskipun intensitas kemunculannya terbilang sedikit, namun tampaknya hal tersebut cukup berhasil membuat penonton histeris.

Kesuksesan film It pun menjadi bukti kepiawaian Muschietti serta penulis skenario dalam menerjemahkan karya abadi King dalam sebuah jalan cerita menarik melawan ketakutan. So, bagi kamu yang belum nonton filmnya. Sebaiknya mulai siapkan waktu bersama keluarga untuk melihat keseruan petualangan Bill dan kawan-kawannya melawan Pennywise.

Nah, itulah review film IT, badut penari yang sukses meneror penonton. Bagi kamu yang sangat menyukai film dengan genre horor. Film yang telah dirilis tahun 2017 ini memang sangat direkomendasikan oleh Bacaterus. Selamat menonton!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *