bacaterus web banner retina

6 Film Terbaik Garapan Ernest Prakasa, Kental dengan Kisah Pribadi

Ernest Prakasa dikenal sebagai seorang komedian yang kemudian bergelut di dunia perfilman Indonesia. Ia adalah salah satu selebriti Indonesia yang produktif menghasilkan sejumlah film-film dengan tema yang berbeda-beda.

Film-film garapannya sering diperbincangkan oleh warganet. Keunikan pengemasan cerita filmnya membuatnya tampil sebagai sosok sutradara yang unik. 

Tidak jarang ia juga terjun sebagai aktor di film-film garapannya. Tidak mudah menjalani dua peran sekaligus dalam satu proyek. Namun, Ernest berhasil membuktikan bahwa ia adalah pengecualian. Dalam artikel di bawah ini kamu akan menemukan beberapa film yang telah digarap oleh Ernest Prakasa. Simak yuk informasinya!

1. Cek Toko Sebelah 

film-sutradara-ernest-prakasa-1_

Ide cerita film ini berasal dari realitas etnis Tionghoa di Indonesia saat mereka remaja dan beranjak dewasa. Setelah belajar ini itu dan menimba pengalaman di sana sini, ujung-ujungnya mereka meneruskan bisnis orang tua sendiri.

Selain itu, film ini juga menggambarkan konflik internal keluarga yang berkaitan dengan bisnis warisan tersebut. 

Realitas tersebut digambarkan melalui sosok Erwin (Ernest Prakasa) yang kuliah tinggi dan mengumpulkan pengalaman di sana sini. Namun, ia dipanggil pulang untuk meneruskan bisnis orang tuanya. Cek Toko Sebelah juga menggambarkan konflik keluarga yang menjadi konflik laten di dalam keluarga Tionghoa. 

Misalnya saja tentang konflik Erwin dengan sang kakak, Yohan (Dion Wiyoko) yang merasa kesal karena tidak dihargai sebagai anak sulung di keluarganya. Hubungan sang kakak dengan keluarga yang tidak harmonis semakin diperburuk dengan sifat istrinya yang pemberontak sehingga kerap berselisih paham dengan keluarga. 

Perjalanan Erwin dan upayanya menjalankan toko yang diwariskan oleh ayahnya itu pun terasa tidak mudah. Ada kekalutan dan rasa ragu yang menggelayut di benaknya. 

Cek toko Sebelah adalah film yang mendapatkan respons hangat dari para penonton dan kritikus film. Keberhasilan film ini semakin lengkap dengan diboyongnya sejumlah penghargaan bergengsi dari ajang penghargaan film. 

2. Imperfect 

film-sutradara-ernest-prakasa-2_

Selanjutnya, ada film Imperfect yang dirilis di tahun 2019. Film berdurasi 119 menit ini bercerita tentang kehidupan seorang perempuan yang tidak mempunyai kepercayaan diri terhadap penampilannya. Ia kerap menjadi target perundungan dan body shaming dari orang-orang di sekitarnya. 

Kendati mempunyai penampilan yang tidak sempurna, ia mempunyai hati yang dermawan dan lapang. Di sela-sela kegiatannya, ia membantu mengajar di sebuah sekolah untuk anak-anak jalanan. Sikap baik Rara dan kebaikan hatinya membuat Dika (Reza Rahadian) kepincut dan jatuh cinta padanya. 

Kisah perjuangan Rara dalam menjalani hari-hari yang beratnya diangkat oleh Ernest sebagai fokus utamanya. Dalam film ini akan menemukan bagaimana Rara, sang tokoh utama kita, menghadapi tekanan dari masyarakat yang mendewakan kecantikan. 

Rara sempat tergoda untuk mengubah penampilannya mengikuti standar kecantikan yang dianut oleh kebanyakan orang. Usahanya berhasil, namun perubahan penampilan itu diiringi dengan perubahan perilaku dan kepribadian aslinya. Dika, sang pacar, merasa bahwa Rara sudah banyak berubah dan ia tidak lagi mengenal Rara yang sekarang. 

3.Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga 

film-sutradara-ernest-prakasa-3_

Film ini menggambarkan kisah lanjutan dari Ada Apa dengan Cinta yang dibintangi oleh Dian Sastro dan Nicholas Saputra. Kali ini kehidupan rumah tangga Milly (Sissy Priscillia) dan Mamet (Dennis Adhiswara) menjadi fokus cerita. 

Mamet kini bekerja di perusahaan milik Papa Milly setelah sebelumnya ia bekerja sebagai koki. Pekerjaan tersebut dengan agak terpaksa ia jalani sebab ia harus menghidupi keluarga kecilnya setelah Milly berhenti bekerja. 

Suatu ketika Mamet tidak sengaja bertemu dengan teman lamanya, Alexandra (Julie Estelle) yang pernah dekat dulu semasa mereka kuliah. Alexandra bercerita bahwa ia mendapatkan investor untuk restoran yang dulu pernah menjadi impian mereka berdua.

Karena hal itu, hubungan Mamet dan Milly menjadi sedikit terpengaruh. Apalagi Mamet kurang rukun dengan Papanya Milly. 

Selain menggambarkan kisah Milly dan Mamet di babak baru, film ini juga menggambarkan Milly yang tengah beradaptasi dengan statusnya sebagai ibu rumah tangga sepenuhnya. Tentu bukan hal yang biasa saja sebab Milly sebelumnya adalah wanita karier yang terbilang sukses. 

4. Susah Sinyal 

film-sutradara-ernest-prakasa-4_

Sama seperti dalam film Ngenest, di film Susah Sinyal ini pula Ernest hadir sebagai pemeran sekaligus sutradaranya. Film komedi berdurasi 110 menit ini mengisahkan tentang keluarga yang hidup di era modern.

Anak-anak mereka, termasuk orang tuanya, sangat jarang memiliki waktu bersama. Mereka sibuk dengan gawai masing-masing sehingga sulit untuk berinteraksi secara langsung. 

Suatu ketika mereka disarankan untuk berlibur bersama ke daerah terpencil di daerah Sumba. Daerah tersebut sulit dijangkau oleh transportasi dan juga jaringan internet. Otomatis ponsel mereka tidak dapat menerima jaringan internet.

Liburan singkat itu berhasil memperbaiki hubungan keluarga yang dingin. Namun, sekembalinya dari berlibur, terjadi hal besar yang harus diselesaikan. Apabila sampai berlanjut, hal itu akan berdampak pada banyak hal di dalam hidup mereka. 

5. Ngenest 

film-sutradara-ernest-prakasa-5_

Dalam film ini, Ernest punya dua peran, yakni sebagai sutradara sekaligus salah satu pemerannya. Ernest berperan sebagai dirinya, seorang anak keturunan Cina yang merasakan sulitnya menjalani kehidupan sebagai warga minoritas. 

Sejak kecil ia sering menjadi korban bully teman-temannya. Lalu, dirinya bertekad untuk memutus rantai setan yang membuat hidupnya sulit. Ia tidak ingin keturunannya kelak mengalami hal yang sama seperti yang dialaminya. Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu adalah dengan menikahi perempuan pribumi. 

Ketika Ernest lulus SMA, ia melanjutkan kuliah ke Bandung. Di tahun ketiga masa kuliahnya, ia bertemu dengan seorang gadis keturunan Jawa Sunda yang bernama Meira. Gadis itu membuat Ernest jatuh cinta dan bermimpi untuk menikah dengannya. 

6. Teka Teki Tika 

film-sutradara-ernest-prakasa-6_

Ernest membuat sebuah film ber-genre drama yang mengangkat kisah keluarga. Di sini, keluarga Budiman (Ferry Salim) adalah fokus utamanya. Keluarga Budiman adalah sebuah keluarga konglomerat yang harmonis. Suatu hari mereka merayakan ulang tahun pernikahan bersama seluruh anggota keluarga. 

Di tengah perayaan, tiba-tiba muncul seorang perempuan misterius yang mengaku anak perempuan Bapak Budiman. Gadis bernama Tika (Sheila Dara Aisha) itu masuk ke keluarga Budiman dan membawa perubahan yang besar terhadap hubungan keluarga itu. 

Tika membuat situasi yang tadinya harmonis menjadi kacau dan terjadi perpecahan di antara anggota keluarga yang tadinya rukun. Namun, di balik semua itu, Tika menyimpan satu rahasia besar yang akan mengungkap rahasia besar mengenai identitas Tika sebenarnya dan hubungannya dengan Budiman. 

Nah, itulah 6 film yang diarahkan oleh Ernest Prakasa. Jika diperhatikan lebih lanjut, film-film karya Ernest sering mengangkat pengalaman pribadinya sebagai bagian dari etnis Tionghoa di Indonesia. Tidak jarang ia menyajikan kisahnya dengan balutan komedi yang mengocok perut.

Selain film-film di atas, Ernest juga membintangi film-film lain yang tidak kalah populer, seperti Koala Kumal, Stip & Pensil, Rudy Habibie, dan The Underdogs dan lain-lain.

Komedian yang berangkat dari panggung Stand Up Comedy Indonesia ini merupakan seseorang yang punya banyak bakat. Ia sering terlibat dalam penggarapan naskah, sebagai presenter, dan juga sebagai produser.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram