Bacaterus / Film Edukasi / 10 Film Dokumenter Terbaik yang Dapat Menambah Wawasan

10 Film Dokumenter Terbaik yang Dapat Menambah Wawasan

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Film dokumenter selalu menjadi tayangan yang menarik bagi para penonton. Film dengan genre ini kerap menyajikan cerita lewat fakta yang terjadi dalam realitas kehidupan. Selain menampilkan hal tersebut, tak jarang juga sebuah film dokumenter mengisahkan biografi orang-orang terkenal maupun inspiratif.

Menonton film dokumenter tentunya dapat mengubah cara pandang dan menambah wawasan baru bagi siapa saja yang menyaksikannya. Para penonton pastinya bisa mengambil sudut pandang lain secara bijak terhadap situasi yang terjadi sekarang maupun peristiwa yang telah terjadi di masa lalu.

Agar daftar referensi film-film kalian semakin berwarna dan berkualitas, Bacaterus di bawah ini akan memberikan rekomendasi 10 film dokumenter terbaik. Berikut adalah ulasan selengkapnya untuk kalian.

1. Honeyland

Honeyland

* sumber: www.newyorker.com

  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Dokumenter
  • Rumah produksi: Trice Films dan Apolo Media
  • Sutradara: Tamara Kotevska dan Ljubomir Stefanov
  • Pemeran utama: Hatidže Muratova

Honeyland mendokumentasikan kehidupan dari seorang peternak lebah asal Makedonia yang bernama Hatidze Muratova. Ia tinggal bersama ibunya yang berusia 85 tahun di sebuah desa terpencil yang tidak memiliki akses listrik dan air mengalir. Dirinya menjadi salah satu peternak lebah liar terakhir di Eropa. Hatidze mencari nafkah dengan menjual madu di Kota Skopje yang berjarak empat jam dari desanya.

Dokumenter ini juga memaparkan isu-isu yang saling berhubungan, seperti eksplorasi lingkungan dan sumber daya alam, serta hilangnya keanekaragaman hayati. Honeyland meraih tiga penghargaan di Sundance Film Festival 2019, dan menjadi film dokumenter pertama yang menerima dua nominasi Academy Awards untuk kategori Best International Feature Film dan Best Documentary Feature.

2. Kurt Cobain: Montage of Heck

Kurt Cobain Montage of Heck

* sumber: www.imdb.com

  • Tahun rilis: 2015
  • Genre: Dokumenter
  • Rumah produksi: HBO Documentary Films dan Universal Pictures
  • Sutradara: Brett Morgen
  • Pemeran utama: Kurt Cobain, Courtney Love, Dave Grohl, dan Kris Novoselic

Film dokumenter ini menceritakan tentang kehidupan Kurt Cobain mulai dari masa kecil bersama keluarganya, kehidupan remajanya yang bermasalah hingga puncaknya menjadi terkenal bersama band Nirvana. Kisah percintaannya dengan Courtney Love beserta kabar kematiannya di tahun 1994 pada usia 27 tahun menjadi bagian utama dalam isi dokumenter ini.

Dokumenter ini juga menampilkan beberapa karya lagu dari Cobain yang belum pernah dirilis ke publik. Karya tersebut yang berupa kolase musik dan suara rekaman darinya lalu diterbitkan dalam sebuah album soundtrack Montage of Heck: The Home Recordings. Di beberapa bagian, film ini menghadirkan wawancara dari mantan personil Nirvana, mantan kekasihnya hingga kumpulan video tentang dirinya.

3. The Act of Killing

The Act of Killing

* sumber: carolinemcooper.com

  • Tahun rilis: 2012
  • Genre: Dokumenter
  • Rumah produksi: Final Cut for Real DK
  • Sutradara: Joshua Oppenheimer dan Christine Cynn
  • Pemeran utama: Anwar Kongo

Ini adalah film dokumenter yang diproduksi secara bersama-sama oleh Denmark, Inggris dan Norwegia. Ceritanya sendiri berfokus pada Anwar Congo, ia merupakan seorang algojo dalam pasukan pembunuh yang terkenal kejam di Medan. Anwar adalah pelaku pembunuhan atas orang-orang yang mendukung Partai Komunis Indonesia (PKI), etnis Tionghoa dan para intelektual pada tahun 1965-1966.

The Act of Killing meraih penghargaan film dokumenter terbaik di ajang European Film Award dan BAFTA Awards. Film ini juga sempat masuk nominasi dalam ajang Oscar (Academy Award) sebagai Best Documentary Feature. Dalam jajak pendapat oleh British Film Institute pada tahun 2015, The Act of Killing berada di peringkat ke-19 sebagai film dokumenter terbaik yang pernah dibuat.

4. The Work

The Work

* sumber: www.imdb.com

  • Tahun rilis: 2017
  • Genre: Dokumenter
  • Rumah produksi: Blanketfort Media
  • Sutradara: Jairus McLeary
  • Pemeran utama: James McLeary, Brian Nazarof, Bharataji Joplin, Eldra ‘Vegas’ III Jackson dan Thaddeus Boudreaux

The Work mengisahkan tentang tiga warga sipil yang berpartisipasi dalam sebuah kelompok terapi selama empat hari di Penjara Negara Folsom, California. Terapi tersebut dijalankan oleh Inside Circle Foundation, sebuah organisasi yang di miliki oleh keluarga McLeary dan seorang psikolog.

Dalam situs Situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, film dokumenter ini meraih peringkat 100% berdasarkan 56 ulasan dengan nilai 8.26/10. The Work kemudian mendapatkan Grand Jury Prize untuk kategori Best Documentary Feature. Penghargaan tersebut dipilih oleh jurnalis Eugene Hernandez, kritikus film Ann Hornaday, dan reporter Eric Hynes.

5. The Overnighters

The Overnighters

* sumber: www.kbia.org

  • Tahun rilis: 2014
  • Genre: Dokumenter
  • Rumah produksi: Mlle End Films, Al Di La Films dan Impact Partners
  • Sutradara: Jesse Moss
  • Pemeran utama: Jay Reinke, Andrea Reinke, Alan Mezo, Shelly Schultz dam Keegan Edwards

Seorang pendeta bernama Jay Reinke mengizinkan lebih dari 1000 orang untuk tinggal di gereja North Dakota selama dua tahun lamanya. Mereka yang tinggal di gereja tersebut merupakan para pekerja di pertambangan minyak Dakota Utara. Mereka sedang mengejar impian untuk mendapatkan gaji besar agar bisa membeli rumah yang layak huni.

Film dokumenter ini mendapatkan respon yang baik dengan meraih beragam penghargaan. Pada tahun 2014, ada empat penghargaan yang didapatkannya seperti U.S. Documentary Special Jury Award for Achievement for Intuitive Filmmaking, Miami’s Knight Documentary Award, Full Frame Inspiration Award dan Best Documentary Feature.

Baca juga: Film Dokumenter Indonesia yang Sayang Bila Dilewatkan

6. Welcome to Leith

Welcome to Leith

* sumber: www.imdb.com

  • Tahun rilis: 2015
  • Genre: Dokumenter
  • Rumah produksi: No Weather dan Sundial Pictures
  • Sutradara: Michael Beach Nichols dan Christopher K. Walker
  • Pemeran utama: Craig Cobb, Ryan Lenz dan Amber Schatz

Craig Cobb adalah seorang nasionalis kulit putih berkebangsaan Kanada-Amerika yang mengembangkan ideologi Neo-Nazi di wilayah Leith, Kota Dakota Utara. Ia berencana mengambil alih kota tersebut dan membangun komunitas serta berbagi ideologi white supremarcy dengan masyarakat sekitar yang sepemikiran dengan dirinya.

Film ini mendapat ulasan positif dari para kritikus dan meraih sertifikat fresh lewat peringkat 98% di Rotten Tomatoes dengan nilai 7.7/10. Sedangkan untuk di situs Metacritic, Welcome to Leith memiliki skor 78/100 berdasarkan ulasan dari 16 kritikus.

7. Citizenfour

Citizenfour

* sumber: www.scmp.com

  • Tahun rilis: 2014
  • Genre: Dokumenter
  • Rumah produksi: HBO Films, Participant Media, dan Praxis Films
  • Sutradara: Laura Poitras
  • Pemeran utama: Edward Snowden, Glenn Greenwald, William Binney, Jacob Appelbaum, dan Ewen MacAskill

Mantan Kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) yang bernama Edward Snowden berusaha untuk membocorkan kegiatan ilegal yang dilakukan oleh NSA dan badan intelijen lainnya. Ia kemudian mengirim email terenskripsi kepada sutradara Laura Poitras dan wartawan investigasi Glenn Greenwald agar bisa menemuinya di Hongkong.

Keduanya beserta wartawan intelijen dari The Guardian, Ewen MacAskill pergi ke Hongkong untuk menemui Snowden. Di sebuah penginapan di negara tersebut, Snowden kemudian memberitahu rahasia kepada mereka bahwa NSA berhasil masuk ke dalam informasi pribadi seluruh warga Amerika Serikat lewat data panggilan telepon, email, web/bog dan yang lainnya.

8. Blackfish

Blackfish

* sumber: www.imdb.com

  • Tahun rilis: 2013
  • Genre: Dokumenter
  • Rumah produksi: CNN Films dan Manny O. Productions
  • Sutradara: Gabriela Cowperthwaite
  • Pemeran utama: John Hargrove, Samantha Berg dan Mark Simmons

Cerita dalam Blackfish berfokus pada seekor paus pembunuh bernama Tilikum yang dimiliki oleh taman hiburan SeaWorld. Mamalia laut tersebut dikenal karena telah membunuh tiga orang yang diantaranya adalah dua pelatih di Sealand of the Pacific, dan di Seaworld Orlando serta seorang pengunjung.

Film dokumenter ini juga memaparkan bahwa keberadaan paus mengalami kekhawatiran ketika sebagian dari mereka yang ada di lautan telah ditangkap untuk kepentingan taman hiburan.

Blackfish secara perdana ditayangkan di Sundance Film Festival 2013, dan di distribusikan oleh Magnolia Pictures serta CNN Films untuk perilisan yang lebih luas. Film ini masuk nominasi BAFTA Awards sebagai Film Dokumenter Terbaik.

9. Fire in the Blood

Fire in the Blood

* sumber: www.empireonline.com

  • Tahun rilis: 2013
  • Genre: Dokumenter
  • Rumah produksi: Sparkwater India
  • Sutradara: Dylan Mohan Gray
  • Narator: William Hurt

Fire in the Blood bercerita tentang sulitnya akses terhadap obat-obatan antiretroviral berbiaya rendah yang digunakan dalam pengobatan HIV/AIDS untuk orang-orang di Afrika. Kesulitan tersebut terjadi karena adanya monopoli hak paten yang dikendalikan oleh perusahaan farmasi multinasional dengan negara-negara barat.

Film dokumenter ini juga menampilkan mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, aktivis kekayaan intelektual James Love, reporter kesehatan global Donald McNeil, Jr dari The New York Times, aktivis perawatan HIV / AIDS Zackie Achmat, perintis pembuat obat generik Yusuf Hamied, dokter AIDS Uganda Peter Mugyenyi, dan penerima Hadiah Nobel Desmond Tutu serta Joseph Stiglitz.

10. Three Identical Strangers

Three Identical Strangers

* sumber: www.newtimesslo.com

  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Dokumenter
  • Rumah produksi: CNN Films dan Raw TV
  • Sutradara: Tim Wardle
  • Pemeran Utama: Edward Galland, David Kellman dan Robert Shafran

Dokumenter ini berkisah tentang kehidupan Edward Galland, David Kellman, dan Robert Shafran yang merupakan kembar tiga identik. Sejak dari bayi mereka terpisah dan diadopsi oleh keluarga yang memiliki latar belakang berbeda.  Saat ketiganya berusia 19 tahun, mereka secara kebetulan saling bertemu dan mengenal satu sama lain.

Kisah pertemuan mereka hingga proses adopsi ketiganya kemudian menjadi sebuah penelitian yang berjudul Nature versus Nurture. Penelitian ilmiah tersebut berusaha mengungkapkan tentang perkembangan anak kembar identik yang dibesarkan dalam keadaan sosial ekonomi yang berbeda.

Film ini ditayangkan perdana di Festival Film Sundance 2018 dan meraih U.S. Documentary Special Jury Award untuk kategori Storytelling. Three Identical Strangers lalu masuk dalam daftar 15 film yang dipertimbangkan untuk Academy Awardy sebagai Best Documentary Feature.

Demikianlah rekomendasi 10 film dokumenter terbaik yang bisa kalian tonton di kala senggang. Semua film dokumenter di atas tentunya mempunyai jalan cerita dan persoalan sosial berbeda yang sangat menarik untuk diikuti. Semoga kalian dapat terhibur sekaligus bisa menambah wawasan baru setelah menonton film-filmnya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *