Bacaterus / Film Adaptasi Buku / 10 Film Terbaik yang Diadaptasi dari Buku Cerita Anak

10 Film Terbaik yang Diadaptasi dari Buku Cerita Anak

Ditulis oleh - Diperbaharui 5 Desember 2019

Dalam budaya di berbagai negara, membacakan cerita sebelum tidur kepada anaknya adalah aktivitas yang wajib bagi orang tua. Untuk itu, sebagai orang tua, mereka harus banyak memiliki referensi cerita yang menarik bagi anak-anak. Salah satunya bisa didapat dari buku cerita anak yang telah banyak ditulis oleh para sastrawan yang mencintai dunia anak.

Buku cerita anak ini sendiri terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu picture books (buku bergambar) untuk anak usia 0-5 tahun, early reader books untuk anak usia 5-7 tahun dengan kombinasi gambar dan tulisan untuk menstimulasi anak agar bisa membaca, chapter books untuk anak usia 7-12 tahun yang berisi lebih banyak tulisan dengan sedikit gambar sebagai ilustrasi saja, dan young adult books untuk anak usia 12-18 tahun yang berisi tulisan semua yang biasanya berisi cerita petualangan dan semangat pantang menyerah.

Banyak di antara buku cerita anak ini sukses saat diterbitkan dan menjadi best-selling books di seluruh dunia saat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Maka tidak heran, jika jalan buku cerita anak ini menuju layar lebar sangatlah besar.

Berikut ini kami pilihkan sepuluh film terbaik yang merupakan adaptasi buku cerita anak populer yang ditampilkan secara live-action bukan animasi. Mari kita simak bersama.

10 Film Terbaik yang Diadaptasi dari Buku Cerita Anak

1. Jumanji [1995]

Jumanji

Jika ingin menonton film petualangan yang seru, pasti film ini menjadi pilihan pertama. Sebabnya, karena ceritanya tidak mudah ditebak, mengandung teka-teki, dan mengundang unsur kejutan yang besar.

Diadaptasi dari buku bergambar karya Chris Van Allsburg, film ini bercerita tentang permainan semacam monopoli dimana semua yang mereka mainkan menjadi kenyataan. Untuk mengakhirinya, mereka harus terus bermain hingga akhir meski dunia nyata sudah menjadi hancur lebur.

Walaupun sudah berkali-kali diputar di berbagai stasiun televisi swasta di Indonesia, tetap saja film ini selalu menarik untuk disimak. Juga dengan film spiritual sequel-nya, Zathura [2005], yang juga berasal dari penulis yang sama dengan seting di luar angkasa.

2. Matilda [1996]

Matilda

Roald Dahl adalah salah satu penulis buku cerita anak yang tersohor. Banyak karyanya yng menjadi best-seller dan diangkat ke layar lebar, salah satu yang paling awal ialah film yang disutradarai oleh Danny DeVito ini.

Sang tokoh utama, Matilda, memiliki kekuatan telekinesis yang dia gunakan kepada orang tuanya yang tidak menghargai pentingnya pendidikan. Bukunya sendiri saat ini dianggap sebagai salah satu buku cerita anak terbaik sepanjang masa dan menjadi buku bacaan wajib di beberapa sekolah di Inggris dan Amerika.

3. Peter Pan [2003]

Peter Pan

Karakter fiktif rekaan J.M. Barrie ini sudah menjadi legenda tersendiri di dunia anak. Rasanya hampir setiap anak mengenal dan pernah mendengar kisah dari anak yang tidak pernah menjadi dewasa ini. Film adaptasi karya P.J. Hogan ini merupakan adaptasi keenam dari buku cerita anak dengan judul asli Peter and Wendy yang diterbitkan di tahun 1904.

Jalan ceritanya sudah banyak diketahui oleh pencinta kisah ini, oleh karena itu nilai lebih yang ditampilkan dalam sebuah film fantasi seperti ini adalah dunia fantasi itu sendiri, di mana banyak peri beterbangan yang salah satunya bernama Tinkerbell, petualangan yang seru tanpa henti dan tentu saja perkelahian antara Peter Pan & the Lost Boys melawan Captain Hook & the Pirates.

4. Lemony Snicket’s A Series of Unfortunate Events [2004]

Lemony Snicket’s A Series of Unfortunate Events

Film dengan bintang Jim Carey sebagai Count Olaf yang ingin mengambil harta warisan dari ketiga anak yatim piatu bersaudara ini merupakan adaptasi dari tiga chapter dari 13 chapter serial A Series of Unfortunate Events karya Lemony Snicket yang adalah nama pena Daniel Handler.

Visualisasi yang menakjubkan dan sangat memicu alam fantasi bawah sadar kita ini mengambil syuting seluruhnya di dalam studio milik Paramount dan Studio Downey. Sebagian besar bujet film difokuskan pada penggunaan special-effect yang canggih.

Semuanya terbayar dengan hangatnya respon dari para kritikus dan moviegoers terhadap film ini. Untuk mengembangkan keseluruhan chapter dari serial buku ini, sebuah serial televisi akan menuntaskan keseluruhan petualangan ketiga bersaudara yatim piatu yang malang ini.

5. Charlie and the Chocolate Factory [2005]

Charlie and the Chocolate Factory

Sekali lagi sebuah karya Roald Dahl menjadi buku dan film yang sukses dengan Johnny Depp berperan sebagai pemilik pabrik coklat yang nyentrik dengan mode ala Jack Sparrow. Ceritanya sendiri mengandung pesan moral yang sangat bagus, dimana ketulusan hati akan mengalahkan semua sifat buruk yang akan menjerumuskan kita ke dalam bencana dan kesengsaraan.

Film ini merupakan adaptasi kedua kalinya untuk buku cerita anak ini yang sebelumnya pernah difilmkan dengan judul Willy Wonka & the Chocolate Factory [1971].

6. Where the Wild Things Are [2009]

Where the Wild Things Are

Film dengan visualisasi dunia fantasi dari seorang anak kecil ini merupakan adaptasi sebuah buku cerita anak karya Maurice Sendak yang diterbitkan pada tahun 1963. Uniknya, buku ini hanya berisi 338 kata yang kemudian diadaptasi ke dalam film berdurasi 104 menit karya Spike Jonze.

Ceritanya sendiri seperti menerjemahkan banyak mimpi anak-anak yang kurang pergaulan, di mana dirinya menjadi raja di dunia mimpi yang dihuni oleh para monster. Tampilan monster-monster di sini sangat baik dengan robot animatronics dan polesan CGI yang sangat halus sehingga menghadirkan dunia mimpi seolah dunia nyata.

7. Diary of a Wimpy Kid [2010]

Diary of a Wimpy Kid

Jika jenuh dengan buku cerita anak yang penuh dengan dunia fantasi dan mimpi, maka film yang disadur dari buku cerita anak karya Jeff Kinney yang lucu ini adalah pilihan terbaik. Filmnya sendiri menampilkan aktor yang bisa dibilang tepat sebagai representasi karakter dalam bukunya.

Percekcokan antara Greg dan kakaknya, ditampilkan dengan cukup lucu, tetapi yang paling diutamakan adalah pemikiran Greg yang sangat “lebay” dalam menghadapi dan menanggapi segala hal dalam kesehariannya. Film ini kemudian dilanjutkan dengan beberapa sequel-nya, yaitu Rodrick Rules [2011], Dog Days [2012] dan The Long Haul [2017].

8. Hugo [2011]

Hugo

Film yang dibesut oleh sutradara Martin Scorsese ini menggabungkan keajaiban 3D CGI dengan kedekatan emosionil para karakternya dengan sangat tepat sekali, jika tidak mau dibilang sempurna.

Diadaptasi dari buku karya Brian Selznick, film ini menampilkan petualangan Hugo yang ingin mengangkat kembali motivasi seorang sineas legendaris untuk kembali berkarya setelah lama menjadi pengusaha toko jam.

Usahanya dibantu oleh cucu sang sineas sendiri yang pada akhirnya mampu menempatkan sang legenda kembali pada posisinya sebagai salah satu sineas terbaik dalam sejarah perfilman dunia. Siapkan mata kita dengan baik untuk menangkap setiap momen yang indah dalam setiap adegan film ini, terutama ketika Hugo berjalan dalam jam besar di tengah kota.

9. Paddington [2014]

Paddington

Karakter beruang Paddington yang diciptakan oleh Michael Bond pada 1953 ini sekarang sudah menjadi legenda tersendiri. Beruang Peru dengan aksen khas British ini mampu merebut hati mereka yang telah membaca bukunya, apalagi saat ditampilkan ke layar lebar dengan sangat baik.

Keseruan, kelucuan dan keharuan ditampilkan dalam film dengan sangat proporsional. Maka tidak heran jika film ini pun mampu merebut perhatian penonton di seluruh dunia dengan total pendapatan sebesar $263 juta yang pasti akan membuka jalan untuk terus dibuatkan sequel demi sequel filmnya.

10. The Jungle Book [2016]

The Jungle Book

Selain Tarzan, Mowgli adalah salah satu anak yang dibesarkan oleh ganasnya rimba juga. Jika ditanya siapa yang lebih dulu muncul, Tarzan ataukah Mowgli? Pasti banyak yang menyangka jika Tarzan adalah sang pionir. Ternyata semua salah.

Buku The Jungle Book pertama terbit di tahun 1894 oleh Rudyard Kipling, seorang penulis asal Inggris, sedangkan Tarzan pertama kali hadir pada tahun 1912 dari buah tangan Edgar Rice Burroughs, seorang penulis asal Amerika.

Kisah Mowgli lebih tepat untuk disuguhkan kepada anak-anak dengan pesan moral yang baik tentang kekeluargaan dan kepahlawanan. Versi 2016 ini merupakan adaptasi ketiga setelah animasi tahun 1967 dan live-action di tahun 1994.

Hingga kini, perkembangan buku cerita anak semakin pesat dan menampilkan banyak hal baru untuk dibaca dan dipahami oleh anak-anak. Masing-masing cerita memiliki pesan moral yang hendak ditanamkan kepada anak-anak agar dewasa kelak mereka semakin paham dengan hidup yang mereka jalani.

Meski banyak buku cerita anak kontemporer, tetap saja buku cerita anak klasik selalu mendapat tempat di hati anak-anak karena beberapa di antaranya sudah menjadi buku bacaan wajib di sekolah-sekolah. Bagi para orang tua, sebaiknya juga mampu menceritakan kembali kisah-kisah ini dalam bahasa dan gaya mereka sendiri yang mudah dipahami oleh anak-anaknya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *