Bacaterus / Film Action Indonesia / 4 Rekomendasi Film Barry Prima yang Wajib untuk Ditonton

4 Rekomendasi Film Barry Prima yang Wajib untuk Ditonton

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Kalau kamu nggak tahu siapa itu Barry Prima, Mama kamu pasti tahu. Kaum hawa kekinian mungkin mengidolakan Iko Uwais, Joe Taslim, atau Reza Rahadian. Dulu, nama Barry Prima menjadi salah satu nama yang paling diidolakan kaum hawa.

Sedikit mengulas sosok Barry Prima, beliau paling dikenal dengan perannya dalam film laga di era tahun 80an. Tae Kwon Do adalah seni bela diri yang dikuasainya. Nggak heran kalau karirnya di dunia perfilman Indonesa sangat gemilang. Kemampuan dan penampilannya sangat mendukung untuk itu.

Nggak cuma film jaman dulu, Barry Prima juga sempat tampil dalam film yang kekinian seperti Comic 8, The Tarix Jabrix 3, dan Get Married 3. Kali ini, kita akan mengulas tentang beberapa film terbaiknya yang mungkin nggak banyak diketahui kawula muda karena rilis sebelum tahun 90-an.

Rasanya sangat layak kalau kita sebagai generasi muda berkenalan dengan film-film lama. Supaya kita lebih paham bagaimana perjalanan industri film kita dari masa ke masa. Barry Prima adalah nama yang melekat mengiringi perjalanan itu. Supaya kamu kenal beliau lebih dalam, inilah beberapa film terbaik Barry Prima rekomendasi Bacaterus.

1. Jaka Sembung Sang Penakluk [1981]

Jaka Sembung Sang Penakluk

Judul internasionalnya, The Warior. Sebuah film laga untuk dewasa tahun yang disutradarai oleh seorang maestro film Indonesia bernama Sisworo Gautama Putra. Film ini mendapat tempat di hari para penggemar film aksi laga internasional. Film ini dianggap sebagai salah satu film pertama yang mempunyai ramuan unik antara ragam aksi laga dengan ragam horor dan supernatural.

Barry Prima beradu akting dengan bintang film lain seperti Eva Arnaz dan Dana Christina. Film ini juga yang melejitkan nama Barry Prima dan memberikan nama panggilan yang sama dengan tokoh yang dia perankan. Cerita film ini diadaptasi secara lepas dari komik Indonesia berjudul Jaka Sembung karya komikus terkenal bernama Djair.

Latar cerita yang diambil adalah zaman penjajahan Belanda. Barry Prima berperan sebagai Parmin alias Jaka Sembung, seorang jawara sakti Kadunghaur. Dia memberontak atas ketidakadilan pemerintah Belanda yang mengharuskan kerja paksa. Tentu saja Parmin menjadi incarakan Komandan Hindia Belanda, sampai diadakan sayembara untuk menumpasnya.

Pertarungan Parmin menjadi sangat seru sekaligus menegangkan karena ia harus berhadapan dengan banyak musuh, termasuk orang-orang yang berkhianat. Musuh terkuatnya adalah Si Hitam yang dihidupkan kembali oleh seorang dukun setelah sempat terbunuh oleh guru Parmin. Dia juga punya ilmu mematikan bernama Rawa Rontek.

Seperti film tentang peperangan lainnya, film ini juga menyajikan adegan laga yang menarik karena secara penceritaan sudah unik. Tidak cuma berkisah soal manusia yang sedang berperang, tetapi juga soal ilmu yang tidak dimiliki sembarang manusia. Kalau kamu penggemar film fiksi laga dan supernatural, film ini cocok untuk kamu.

2. Pasukan Berani Mati [1982]

Pasukan Berani Mati 1

 

 

Dari judulnya saja sudah berkesan sangat jantan. Selain Barry Prima, ada beberapa nama besar lain yang turut membintangi film ini seperti Rini S. Bono dan Roy Marten. Sebuah film fiksi yang mengambil latar romantika perang revolusi kemerdekaan dan disutradarai oleh Imam Tantowi.

Bagaimana ceritanya? Romantika dengan revolusi kemerdekaan bukan sesuatu yang biasa, premis yang sangat menarik untuk digarap menjadi sebuah cerita. Kita diajak masuk ke dunia cerita perang revolusi kemerdekaan.

Ada dendam, ada pengkhianat, ada yang nekat, ada yang pengecut, ada yang gagah berani, ada pula yang hanya mementingkan diri sendiri. Ketika itu Batalion yang dipimpin Kapten Bondan menyatu dengan rakyat untuk bergerilya hingga merepotkan pihak Belanda.

Dengan segala cara, termasuk cara-cara kotor, Belanda menemukan tempat persembunyian Batalion itu. Maka tempat itu diserang habis-habisan sampai porak poranda dan menyebabkan Kapten Bondan meninggal dunia.

Enam orang pasukan yang tersisa, beserta seorang penduduk yang mendukung perjuangan para pasukan membentuk pasukan berani mati. Mereka menyerbu markas Belanda dan balas membuat tempat porak poranda dengan imbalan kematian.

3. Golok Setan [1983]

Golok Setan

Film dengan judul yang terkesan mengerikan ini disutradarai oleh Ratno Timoer. Judul internasional untuk film ini adalah The Devil’s Sword. Rilis pada tahun 1983 untuk Indonesia dan 1984 untuk pasar internasional. Golok setan menjadi sangat terkenal dan mendapat status kultus karena merupakan perpaduan banyak ragam film.

Film ini juga dirilis di berbagai negara dalam berbagai format seperti VHS dan kemudian DVD. Ada versi barunya yang telah mengalami perbaikan kualitas namun hanya dalam percakapan bahasa Inggris. Veri yang ini diterbitkan oleh penerbit film kultus Mondo Macabro dari Britania Raya pada tahun 2008.

Berkisah tentang petualangan dan persaingan para pendekar sakti dalam mencari sebuah pedang sakti kuno. Pedang itu ditempa dari bahan misterius dan jatuh ke bumi dalam bentuk meteorit. Lelaki tua yang menemukan pedang itu menciptakan Golok Setan dan menyembunyikannya setelah kekuatan golok itu membakar pondoknya.

4. Komando Samber Nyawa [1985]

Komando Samber Nyawa

Film ini punya judul internasional yaitu, Daredevil Commandos. Mungkin belum banyak yang tahu kalau film Indonesia angkatan Barry Prima juga banyak yang diterima di kancah film internasional. Film ini disutradari oleh Eddy G. Bakker. Selain Barry Prima, nama besar lain yang ikut membintangi film ini adalah Advent Bangun dan Yenny Farida.

Ceritanya tentang Kopral Abimanyu yang didatangkan untuk menggantikan anak buah Sersan Hasyim yang gugur. Dia tidak banyak bicara dan gemar berpenampilan parlente. Ini membuat dia tidak disukai Sersan Hasyim karena dikira cuma pandai bersolek tetapi tak punya kemampuan tempur.

Semua yang dikatakan orang tentang Abimanyu terbukti salah kemudian. Dia punya perhitungan matang dan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Dia membuktikan itu ketika berhasil menyelamatkan pasukan dari ancaman ranjau darat.

Aksi Abimanyu berlanjut ketika dia berhasil membebaskan desa Marga Sari dari serbuan pasukan Belanda. Puncaknya ketika Sersan Hasyim mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menyerbu markas Belanda di Gunung Kapur. Tanpa sepengetahuan teman-temannya, Abimanyu memasang dinamit di sekitar sana dan berhasil meledakkan markas Belanda.

Mungkin kamu akan takjub sendiri kalau menonton film jaman dulu. Dari segi penulisan cerita, pengambilan gambar, dan latar yang diambil. Pengalaman yang menarik dan tentu saja akan menambah wawasan kamu.

Sekarang, kita punya Iko Uwais, Joe Taslim, dan Yayan Ruhyan. Jauh sebelum nama mereka dikenal orang Barry Prima sudah lebih dahulu menghiasi film-film laga Indonesia. Kalau kamu suka film laga, nggak ada ruginya untuk menikmati film laga jaman dulu.

Demikian ulasan tentang Barry Prima dan 4 film terbaiknya. Selain film yang diulas di atas, masih banyak lagi film lain yang dibintangi Barry Prima. Beliau memang sudah membintangi banyak film sepanjang karirnya. Nggak mungkin diulas semua.

Kamu punya rekomendasi sendiri? Film Barry Prima yang mana favoritmu? Kamu boleh berbagi di kolom komentar loh! Atau mungkin Papa dan Mama kamu lebih tahu, coba tanyakan film Barry Prima yang mana yang jadi favorit mereka. Setiap orang pasti punya sudut pandang yang berbeda-beda, itu yang membuat berbagi cerita menjadi kegiatan yang menarik.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *