Bacaterus / Film Adaptasi Buku / 7 Film Terbaik yang Diadaptasi dari Novel Stephen King

7 Film Terbaik yang Diadaptasi dari Novel Stephen King

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 April 2020

Hayo, ada yang sudah nonton film It yang tayang pada pertengahan tahun 2017? Film tersebut berkisah tentang kumpulan anak yang menamai diri mereka sendiri sebagai The Losers’ Club, terkenal dengan tokoh makhluk bernama Pennywise. Makhluk itu seringkali mengambil bentuk manusia, tepatnya seorang badut sirkus lengkap dengan make up, rambut kribo, dan hidung merahnya.

Namun, jika kalian tahu bahwa film ini diangkat dari novel laris karya Stephen King, sudah pasti plotnya tidak akan cerah-ceria. Yup, akan horor jadinya!

Tahu, tidak? Tak hanya It saja film yang diangkat dari novel-novel Stephen King, lho. Sudah cukup banyak produser film yang tertarik untuk mengadaptasi cerita-cerita kreatif pembikin merinding milik sang novelis. Nah, di sini, Bacaterus akan membahas 6 film adaptasi terbaik dari si raja horor. Yuk, simak!

1. Carrie (1976)

carrie

Sebelum Chloe Moretz berperan sebagai anak perempuan pendiam yang terasing, Sissy Spacek sudah lebih dahulu mengangkat karakter Carrie ke layar lebar. Film yang ini adalah versi orisinal dari remake-nya di tahun 2013; diangkat dari novel Stephen King berjudul sama.

Seperti yang tertera di judulnya, film ini berkisah tentang seorang gadis bernama Carrie. Ia memang nampak pendiam, canggung, dan sulit bergaul dengan teman-temannya. Namun, jangan salah, diam-diam begitu, Carrie memiliki bakat rahasia. Ia bisa menggerakkan benda hanya dengan pikirannya. Yup, Carrie memiliki bakat telekinesis.

Dibesarkan oleh ibunya yang sangat religius, Carrie cukup ketakutan jika bakat yang dimilikinya adalah kekuatan sihir. Namun, setelah ia membaca banyak buku ilmiah, ia percaya bahwa ia bukan penyihir.

Sayangnya, ibunya tidak mau mendengar. Teman-teman di sekolahnya pun tetap menganggapnya aneh dan kerapkali mengganggunya. Meski biasanya Carrie tahan dengan gangguan teman-temannya, kesabarannya tetap ada batasnya.

Film ini berhasil masuk 2 nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik (Sissy Spacek sebagai Carrie) dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Piper Laurie sebagai Margaret ibu Carrie). Selain itu, Piper Laurie juga dinominasikan sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik versi Golden Globe.

2. The Shining (1980)

the shining

Hereeee’s Johnny! Siapa yang familier dengan seruan itu? Kalimat ikonis yang dilontarkan oleh Jack Torrance, sang pemeran utama, lekat kaitannya dengan film kedua adaptasi novel Stephen King ini.

Jack Torrance dikisahkan sebagai seorang penulis yang terserang writer’s block (fase mandek seorang penulis), akhirnya menerima tawaran pekerjaan untuk menjaga sebuah hotel bernama hotel Overlook. Jack dengan istrinya Wendy dan anaknya Danny akhirnya pindah dan tinggal di hotel itu selama musim dingin. Sayangnya, sesuatu yang misterius diam-diam menghantui keluarga kecil tersebut.

The Shining diusung-usung sebagai salah satu film horor klasik arahan sutradara ternama Stanley Kubrick. Pastinya, hal ini menjadi daya tarik dan nilai plus tersendiri. Namun, tahukah bahwa sang penulis asli novel justru disebut membenci film Kubrick?

Memang, seperti adaptasi pada umumnya, beberapa bagian novel diganti ataupun dihilangkan demi apropriasi, tetapi bukan hanya itu yang jadi alasan mengapa King membenci film klasik tersebut.

Selain karena naskah film arahannya yang tidak digubris sama sekali oleh Kubrick, banyak aspek di dalam film yang tidak disukai ataupun disetujui oleh Stephen King, salah satunya karena inti cerita dalam novel yang dinilainya justru tidak tergambar sama sekali dalam film adaptasi.

Meski begitu, karena hype yang ditimbulkan film ini, Stephen King sendiri mengakui bahwa The Shining arahan Kubrick memang akan lebih dan selalu diingat kebanyakan orang.

3. The Green Mile (1999)

the green mile

Film yang dibintangi Tom Hanks ini berkisah tentang problema para sipir penjaga narapidana hukuman mati ketika dipertemukan oleh seorang pria tertuduh kasus pembunuhan dan pemerkosaan. Lantaran bukti yang nyaris tidak terelakkan, publik percaya bahwa pria bernama John Coffey tersebut benar-benar bersalah. Namun, di balik itu semua, tidak diketahui bahwa Coffey memiliki sebuah bakat unik.

Selain menceritakan perjalanan dan hubungan antara Coffey serta para sipir, film ini juga menceritakan tentang narapidana-narapidana lain sebelum mereka diantar ke kursi listrik, tempat mereka akan dihukum mati. Nuansa yang gelap serta mencekam membuat penonton berdebar, tetapi juga prihatin dengan karakter-karakter di dalamnya. Tak ayal film ini masuk 4 nominasi Piala Oscar sekaligus.

4. Misery (1990)

misery

Familier dengan kata ‘fangirl’ atau ‘penggemar perempuan’? Biasanya, kalau penggemar, tentu ada idolanya. Tidak jarang para penggemar sangat terobsesi dan mau melakukan apa saja demi mempertahankan idolanya. Nah, Annie Wilkes pun seperti itu. Sayangnya, ia dilengkapi dengan atribut menyeramkan lainnya. Hihihi.

Paul Sheldon, seorang penulis sukses, nyaris mati kedinginan di tengah badai salju. Ketika ia tengah meregang nyawa, Annie Wilkes menemukannya dan membawanya ke kediaman wanita itu.

Sejak awal, kesan Paul terhadap Annie memang tidak bagus-bagus amat. Ia justru curiga pada Annie. Namun, lantaran masih membutuhkan perawatan dan tidak bisa berbuat banyak, Paul pun mau tak mau menerima perawatan Annie. Usut punya usut, Annie adalah salah satu penggemar berat buku-buku karangan Paul. Annie sangat menggemari Paul sampai ia mungkin tidak mau melepaskan Paul dari sisinya.

Penampilan meyakinkan dari Kathy Bathes sebagai Annie mampu membuat penonton merasa tercekam oleh sifat karakternya, sehingga tak aneh jika penghargaan Oscar dan Golden Globe pun menobatkannya sebagai pemenang untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik.

5. The Shawshank Redemption (1994)

the shawshank redemption

Kehidupan di penjara mungkin memang jauh dari kebahagiaan, terlebih jika terpaksa dijebloskan ke dalamnya padahal kita sama sekali tidak bersalah. Setidaknya, itulah yang dialami oleh Andy Dufresne, tersangka kasus pembunuhan yang sama sekali tidak dilakukannya. Sayangnya, bukti-bukti tak tersangkal membuat Andy terpaksa harus menjalani tahun-tahun tanpa kebebasan.

Namun, meski tidak terima dan marah pada segala, Andy melalui hari-harinya dengan sudut pandang dan cara yang unik. Ia berbaur dan mendapatkan teman-teman narapidana lain, dengan latar belakang dan cerita mereka masing-masing.

Kesuraman dan kerasnya kehidupan sangat tergambar dan terasa dalam film ini, membuat penonton secara tidak sadar bersimpati pada mereka yang mungkin benar-benar bersalah. Dalam penjara Shawshank itulah, penonton ditunjukkan cara-cara mereka mendapatkan pengampunan mereka masing-masing.

Meskipun tidak mengambil judul yang sama dengan yang diusung Stephen King dalam salah satu novellanya Different Seasons, yaitu Rita Hayworth and the Shawshank Redemption, film ini sukses memborong 7 nominasi Piala Oscar dan menduduki posisi nomor 1 dalam peringkat Top Rated Movies di IMDb, dengan rating 9,3. Wow, tidak diragukan lagi, kan?

6. Stand By Me (1986)

stand by me

Meskipun berkarakter anak-anak, film ini menyuguhkan banyak hal yang justru bisa jadi relevan juga untuk orang dewasa. Para bocah 12 tahun yang berusaha untuk mencari penyebab kematian seorang anak di wilayah tempat tinggal mereka ini melalui perjalanan panjang untuk mengenal diri masing-masing dan diri mereka sendiri. Tema perjalanan beranjak dewasa sangat kental tertuang dalam plotnya.

Sebab ceritanya yang sarat akan makna dan pelajaran, meskipun tidak seperti film anak-anak di pasaran Hollywood pada umumnya, Stand By Me mampu mendobrak stereotipe film berkarakter ‘geng anak-anak’; menempati posisi nomor 194 dalam daftar Top Rated Movies versi IMDB. Selain itu, Piala Oscar pun meliriknya hingga masuk nominasi untuk film adaptasi terbaik.

7. It (2017)

It

Sebelum booming seperti sekarang, film adaptasi terakhir ini sudah diangkat ke dalam drama miniseri televisi berjudul sama, dengan Tim Curry sebagai si ikonis Pennywise. Namun, meskipun sudah pernah ditayangkan sebelumnya, film remake versi sutradara Andy Muschietti ini tidak menyurutkan minat penonton untuk berbondong-bondong nobar di bioskop.

Yup, seperti yang sudah disebutkan di pengantar sebelumnya, film ini bercerita tentang sebuah ‘geng’ anak-anak yang bertualang menghadapi Pennywise si Badut Menari. Awalnya, Bill-lah yang pertama kali dikenai masalah. Adiknya Georgie menghilang begitu saja, tanpa jejak, tanpa apa-apa.

Ketika gengnya, The Losers’ Club, akhirnya mengetahui bahwa Pennywise-lah dalang di balik kejadian-kejadian menyeramkan di kota kecil mereka, keenam kawan sepermainan tersebut bergotong royong memburunya dan memecahkan misteri kehadirannya.

Nah, daftar rekomendasi film di atas sangat cocok untuk kalian penggemar horor yang tidak suka baca buku, tapi suka menonton. Kalau tertarik untuk mengetahui dan mendalami cerita dalam film lebih jauh, tidak ada salahnya baca si inspirasinya itu sendiri, lho, alias baca Nbukunya. Hehehe.

Apa kalian punya rekomendasi film adaptasi dari novel Stephen King lainnya yang tidak tercantum dalam daftar? Yuk, bagikan di kolom komentar!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *