bacaterus web banner retina

7 Fakta Menarik The Handmaiden, Film Debut Kim Tae Ri

Film karya sutradara Park Chan Wook berjudul The Handmaiden (2016) seolah tak pernah usang dibahas. Filmnya sendiri sudah rilis sejak Mei 2016 lalu, tapi ia masih menjadi pembicaraan yang seru di kalangan penikmat film. Mereka memuji kejeniusan sang sutradara dan penampilan brilian para pemainnya.

The Handmaiden (2016) bercerita tentang dua sosok wanita korban penipuan yang kemudian bersama-sama membalas sang penipu dengan sebuah skenario baru.

Film erotis yang memperlihatkan kisah cinta dua wanita berbeda latar belakang ini punya beberapa fakta menarik. Apa saja fakta The Handmaiden (2016)? Mari simak ulasannya di bawah ini!

Baca juga: Sinopsis & Review The Handmaiden, Penipuan Putri Bangsawan

1. Karya Sutradara Jenius Park Chan Wook, Langganan Cannes

Karya Sutradara Jenius Park Chan Wook, Langganan Cannes

Fakta The Handmaiden (2016) yang pertama adalah ia merupakan karya sutradara Korea Selatan bertangan dingin yang sudah melahirkan banyak film-film berkualitas, Park Chan Wook.

Berdasarkan filmography-nya, The Handmaiden (2016) merupakan feature film ke sepuluh yang disutradarai olehnya.

Nama Park Chan Wook adalah jaminan sebuah film berkualitas. Kemampuannya mengarahkan adegan demi adegan bukan hanya diakui di dalam negeri melainkan juga di luar negeri.

Terbukti The Handmaiden (2016) berhasil dia bawa ke Cannes Film Festival dan mendapat standing ovation selama lima menit.

The Handmaiden (2016) menjadi nominasi untuk meraih Palme d’Or atau penghargaan tertinggi di festival tersebut. Film ini adalah film kedua karya Park Chan Wook yang ‘sampai’ ke Cannes Film Festival.

Sebelumnya Old Boy (2003) bahkan mendapat Grand Prix di sana. Karya terbarunya, Decision to Leave (2022) lagi-lagi juga diundang ke penghargaan bergengsi untuk insan perfilman di seluruh dunia itu. 

2. Masuk Daftar 100 Best Films Movies of the 21st Century Versi The Guardian

Masuk Daftar 100 Best Films Movies of the 21st Century Versi The Guardian

Pengakuan untuk kualitas film The Handmaiden (2016) berlanjut dengan dinobatkannya ia sebagai satu dari 100 film terbaik selama 21 tahun terakhir oleh The Guardian. Ia menempati posisi ke 41, berada di atas The Wolf of The Wall Street (2013) dan Before Sunset (2004).

Prestasi ini tentu sebuah pujian yang tidak bisa didapat sembarangan film. Dari 100 daftar film yang rilis dari tahun 2000, posisi tersebut sangat memuaskan.

Apalagi jika mengingat hanya ada dua film Korea Selatan yang masuk daftar tersebut. Selain The Handmaiden (2016) ada Burning (2018) di posisi 81.

3. Film Debut Kim Tae Ri

Film Debut Kim Tae Ri

Nama aktris Kim Tae Ri belakangan mendapat lebih banyak penggemar berkat aktingnya di drama Twenty Five Twenty One (2022). Jauh sebelum diidolakan sebagai Na Hee Do, Kim Tae Ri sudah lebih dulu sukses sebagai Tamako.

Fakta The Handmaiden (2016) selanjutnya, khusus bagi penggemar Kim Tae Ri adalah masterpiece ini merupakan film debutnya.

Kim Tae Ri berhasil mengalahkan 1500 kandidat untuk mendapatkan peran sebagai Tamako; gadis penipu yang jatuh cinta pada calon korbannya. Penampilan aktris berbakat dan cantik ini dinilai memuaskan sehingga banyak apresiasi datang untuknya.

Berkat aktingnya di The Handmaiden (2016) yang memukau, Kim Tae Ri dinobatkan sebagai Best New Actress pada beberapa penghargaan bergengsi dalam negeri. Film ini sekaligus membuka gerbang kesuksesan untuknya.

4. Dapat Banyak Penghargaan Bergengsi

Dapat Banyak Penghargaan Bergengsi

Fakta The Handmaiden (2016) selanjutnya adalah ia mendapat puluhan nominasi dan penghargaan prestisius di dalam dan luar negeri. Beberapa award yang terkenal bergengsi antara lain Blue Dragon Film Awards, Baeksang Arts Awards sampai Cannes Film Festival memberikan perhatian.

Baik film, sutradara, aktor, sinematografer, sampai art direction tidak luput dari apresiasi. Menariknya film yang tayang pada 2016 ini masih mendapatkan apresiasi di tahun 2018.

Park Chan Wook dan Syd Lim mendapat penghargaan untuk kategori Best Film Not in the English Language yang diberikan oleh British Academy Film Awards.

Hal ini sedikit banyak menggambarkan betapa kuat dampak yang dimiliki The Handmaiden (2016) sebagai sebuah karya.

5. Karya Adaptasi Novel Fenomenal

Karya Adaptasi Novel Fenomenal

Alur cerita The Handmaiden (2016) yang mengejutkan sampai membekas di hati para penikmatnya adalah karya adaptasi dari novel fenomenal berjudul Fingersmith karya Sarah Waters. Novel yang terbit tahun 2002 ini merupakan sebuah historical crime novel yang berlatar zaman Victoria.

Karakter Tamako yang diperankan Kim Tae Ri diadaptasi dari karakter Sue Trinder. Trinder dibesarkan di sarang penipu oleh ibu angkatnya untuk kemudian dikirim membantu Richard Rivers. Untuk karakter Hideko, dalam novel dia bernama Maud Lily.

Secara garis besar, penokohan dan plot dalam film The Handmaiden (2016) tidak terlalu jauh berbeda dengan novel Fingersmith. Sue dan Maud diceritakan tertarik satu sama lain sehingga Sue yang berniat menipunya malah jatuh cinta.

Novel Fingersmith sendiri mendapat beberapa penghargaan dan nominasi. Ia memenangkan kategori Historical Crime Fiction di ajang The CWA Historical Dagger.

Cerita yang fenomenal karena menyinggung isu lesbian ini sudah diadaptasi ke dalam beberapa karya. Selain The Handmaiden (2016) ia juga hadir dalam mini-seri BBC, dan pertunjukan panggung yang ditulis oleh Alexa Junge.

6. Cerita Terbagi Tiga Babak

Cerita Terbagi Tiga Babak

Sesuai dengan novelnya, film berdurasi 2 jam 47 menit ini terbagi menjadi tiga babak. Babak pertama bercerita tentang kerjasama Tamako dengan Fujiwara dalam menipu Hideko.

Di babak ini kedekatan Tamako dan Hideko mulai terjalin hingga keduanya terlibat hubungan terlarang. Namun, pada babak pertama Tamako masih menyangkal perasaannya dan setia pada rencana awal dengan Fujiwara.

Bagian satu diakhiri dengan kerjasama tak terduga antara Hideko dengan Fujiwara yang sudah terjalin sebelumnya. Tamako berakhir di rumah sakit jiwa dan merasa tertipu.

Lanjut ke babak kedua kamu akan dibawa melihat kejadian masa lalu Hideko yang menyedihkan karena sudah dipaksa membaca buku-buku erotis sejak kecil.

Babak kedua ini sangat penting karena berisi plot yang tak tertebak sebelumnya. Hideko yang semula menjadi sasaran penipuan Fujiwara dan Tamako ternyata sudah lebih dulu bekerjasama dengan Fujiwara untuk menipu Tamako.

Pada babak kedua, Tamako dan Hideko tidak lagi menyangkal perasaan masing-masing dan mulai menyusun rencana menipu Fujiwara bersama-sama.

Film ini lantas ditutup dengan penyelesaian yang rapi di babak ketiga. Masing-masing babak yang ada pada film memudahkan penonton untuk mengikuti alurnya yang memang berliku dan mengejutkan. Poin-poin penting yang ingin disampaikan The Handmaiden (2016) tersaji di tiga babak tersebut.

7. Film Dewasa dengan Agenda Feminisme dan Lesbian

Film Dewasa dengan Agenda Feminisme dan Lesbian

Fakta The Handmaiden (2016) selanjutnya yaitu film ini masuk kategori dewasa karena menampilkan adegan erotis antara dua karakter utama wanita.

Agenda kisah cinta sesama jenis menjadi salah satu konflik yang memperkuatjalan ceritanya sendiri. Namun, hal itu bukan satu-satunya agenda yang dibawa The Handmaiden (2016).

Banyak isu-isu yang diselipkan, terutama terkait feminisme serta eksploitasi anak dan wanita. Dari novelnya sendiri isu-isu tersebut memang menjadi tema yang cukup kuat ditampilkan.

Sosok Hideko yang terpenjara, mentalnya tersiksa karena sedari kecil dipaksa membaca buku-buku erotis, tumbuh jadi wanita yang mendendam dan tidak memiliki ketertarikan pada pria.

Tamako sendiri yang dieksploitasi sebagai alat untuk menipu Hideko, akhirnya malah memperjuangkan kebebasan bagi dirinya dan wanita yang dia cintai. Dia menjadi penyelamat untuk wanita lain yang sudah lama merasa terpenjara.

Fakta The Handmaiden (2016) bukan sekadar tentang penghargaan dan pengakuan yang diterimanya. Film ini secara jelas menyampaikan beberapa isu penting tentang kebebasan wanita. Ia adalah karya adaptasi sebuah novel yang kemudian menjadi sebuah masterpiece.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram