bacaterus web banner retina

7 Fakta Film Yuni, Pemenang Penghargaan Internasional

Film satu ini memang patut sekali untuk mendapatkan sambutan yang meriah dari para pencinta film Indonesia. Yuni (2021) tidak hanya menyuguhkan sebuah tontonan yang penuh makna, dalam durasi 122 menit tapi menjadi jeritan dari anak-anak yang kebebasan hidupnya terkekang karena tradisi perjodohan anak, patriarki hingga agama.

Mungkin ada beberapa dari kalian yang baru mendengar film Yuni (2021) setelah menonton ajang penghargaan film Indonesia. Hal ini tidak aneh, pasalnya sebelum premier di Indonesia film ini terlebih dahulu melakukan premier perdananya di Kanada.

Saking kerennya, film ini berhasil membawa pulang piala dari Festival Film Internasional Toronto 2021 lho. Selain dua fakta di atas, masih banyak fakta-fakta menarik dibalik pembuatan dan kesuksesan film Yuni (2021). Kira-kira apa saja faktanya? Kamu bisa menemukan jawaban lebih lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Sinopsis dan Review Film Indonesia Yuni (2021)

1. Masuk Nominasi Academy Awards 2022

Masuk Nominasi Academy Awards 2022

Berita besar satu ini harus berada diurutan paling atas, pasalnya Yuni (2021) berhasil masuk dalam salah satu kategori untuk mendapatkan piala Oscar 2022. Setelah kesuksesan film ini meraih Platform Prize di Toronto International Film Festival (TIFF) 2021.

Lalu, Arawinda Kirana mendapatkan dua piala sebagai Pemeran Utama Perempuan Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2021. Terakhir Arawinda Kirana juga memenangkan Silver Yusr Award For Best Actress di Red Sea International Film Festival 2021.

Begitu banyak prestasi yang didapatkan oleh Yuni (2022), film ini juga berhasil masuk dalam kategori Best International Feature Film di Academy Awards 2022. Tentu saja hal ini menjadi prestasi yang sangat luar biasa dan membanggakan.

Memang tidak mudah untuk Yuni (2021) bisa membawa pulang piala Oscar pertama ke tanah air. Pasalnya ada banyak sekali saingan dari berbagai negara yang tidak mudah untuk dikalahkan. Meski begitu kita harus tetap berharap semoga Yuni (2021) bisa menambah kejutan lainnya di tahun depan.

2. Mengangkat Isu yang Dihadapi oleh anak Perempuan

Mengangkat Isu yang Dihadapi oleh anak Perempuan

Mungkin banyak orang yang bertanya, sebenarnya apa sih yang ingin benar-benar diangkat dalam film Yuni (2021)? Secara keseluruhan, film ini mengangkat kisah seorang gadis remaja bernama Yuni yang akan menginjak usia 17 tahun.

Kehidupan remaja Yuni berbeda dengan kebanyakan remaja lainnya, karena ia sudah dihadapkan dengan berbagai isu sosial yang menyulitkan perempuan. Gadis ini hidup dalam masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan dan pernikahan anak. Bahkan para gadis dilarang untuk menolak lamaran, karena ada mitos mengerikan yang menghantuinya.

Di sisi lain Yuni memiliki cita-cita dan rasa ingin tahunya akan kebebasan sebagai seorang perempuan. Yuni mencari tahu dan mengambil sikap dari setiap fenomena yang ia temui dalam hidupnya.

Yuni melihat bagaimana kehidupan teman-teman sebayanya yang sudah melahirkan dan menikah. Mereka dibebani dengan tanggung jawab sebagai ibu, tapi tanpa bimbingan seorang suami.

Yuni juga mencari arti cinta dan seks, dua hal yang kadang membuat orang terjerumus pada hal yang negatif. Ia juga mencari pembuktian musikalitasnya, ketika orang berkata suara termasuk dalam kategori aurat.

3. Filmnya Tidak Memiliki Karakter Antagonis

Filmnya Tidak Memiliki Karakter Antagonis

Siapa yang sudah menonton film Yuni (2021)? Pasti setelah menonton film ini kamu akan merasa kagum dan kaget dengan realita yang ditunjukkan.

Tapi apa kamu sadar, bahwa film ini tidak memiliki satupun karakter antagonis? Hal ini memang sangat unik, bagaimana bisa sebuah film tidak memiliki karakter antagonis, namun ceritanya tetap bikin hati bergejolak.

Inilah pengalaman aneh namun nyata yang diberikan oleh Kamila Andini, sebagai sutradara sekaligus penulis film Yuni (2021). Bahkan Kamila tidak pernah sekali pun menggambarkan isu-isu sosial ini dengan cara yang menghakimi.

Ia justru memaparkan bagaimana kebiasaan yang salah ini secara nyata menghancurkan hidup anak-anak perempuan tapi masyarakat seakan buta akan kenyataan ini.

4. Pembuktian Arawinda Kirana

Pembuktian Arawinda Kirana

Sosok Arawinda Kirana belakangan ini menjadi perbincangan, apalagi setelah dirinya berhasil membawa pulang Piala Citra 2021. Pemeran Utama Wanita Terbaik, kategori ini dengan menyakinkan berhasil ia dapatkan. Hebatnya tidak hanya di tanah air, kemampuan aktingnya juga berhasil diakui secara internasional.

Arawinda Kirana berhasil membawa dua piala sebagai Aktris Terbaik di ajang Asian World Film Festival dan Red Sea International Film Festival. Dikutip dari Cosmopolitan, Arawinda mengatakan bahwa film ini memang memberikan dampak besar baginya. Pasalnya film ini tidak hanya membuatnya have fun selama syuting, bonusnya adalah film ini memiliki banyak pesan bagi masyarakat.

Gadis ini juga mengatakan bahwa sosok Yuni sebenarnya sangat mirip dengan karakter pribadinya. Makanya ia sempat takut, karena berpikir jika orang akan merasakan seperti menonton Arawinda bukan Yuni. Untungnya berkat kerja keras dan arahan acting coach Rukman Rosadi, ia bisa masuk dalam karakter Yuni yang rebel, usil dan penuh keingintahuan.

5. Kamila Sempat Ragu untuk Menggarap Yuni

Kamila Sempat Ragu Untuk Menggarap Yuni

Dalam wawancara yang sama dengan Arawinda, Kamila Andini juga mencurahkan perasaannya soal penggarapan film Yuni (2021). Berawal dari ingin membuat film yang terasa nyata dan mengangkat isu yang terjadi di sekitar kita. Kamila mengatakan sempat ada keraguan dalam dalam pikirannya, karena investasi pembuatan film tidaklah kecil.

Belum lagi jika filmnya sudah dirilis, pasti akan menimbulkan yang namanya pro dan kontra di masyarakat. Kamila mengatakan hal yang wajar jika setiap orang memiliki cara pandang dan menyatakan pemikirannya.

Namun seperti tujuan awalnya, ia ingin membuat sebuah film yang lugas, karena sebuah film memang seharusnya didiskusikan tidak hanya dinikmati oleh mata saja.

6. Alasan di Balik “Penyakit Ungu”

Alasan Dibalik “Penyakit Ungu”

Seperti penuturan dari Bu Lies, satu-satunya masalah yang dimiliki oleh Yuni adalah “Penyakit Ungu”. Bukan spesifik pada warna saja, tapi Yuni menyukai semua barang yang berwarna ungu.

Dari sinilah timbul perasaan untuk mengambil barang tersebut, agak mirip klepto tapi Yuni lebih spesifik lagi. Menurut Kamila, awal mula terpikir “Penyakit Ungu” ini dari temannya yang suka warna Ungu.

Saking terobsesinya temannya itu pada warna ungu, setiap ada teman lain yang memakai warna ungu ia akan marah. Menurut Kamila, hal ini cukup lumrah di kalangan perempuan yang kerap menjadikan warna sebagai identitasnya. Jadi sosok Yuni yang menyukai warna ungu benar-benar pure terinspirasi dari sosok teman dekat Kamila Andini.

7. Ada Dua Versi Film Yuni yang Telah Dirilis

Ada Dua Versi Film Yuni yang Telah Dirilis

Fakta satu ini pasti belum banyak yang tahu, bahwa film Yuni (2021) sebenarnya memiliki dua versi. Dikutip dari Kompasiana, versi pertama film ini adalah yang ditayangkan di Festival Film Internasional Toronto 2021. Sedangkan versi keduanya yang kita tonton di bioskop, dengan penambahan durasi sekitar 30 menit.

Perbedaan lainnya juga ada di fokus utama filmnya, versi festival menyoroti Yuni yang mendapatkan halangan untuk meraih mimpinya.

Film ini juga menunjukkan sisi musikalisasi dari puisi “Hujan Bulan Juni” sesuai dengan fakta Yuni yang lahir di bulan tersebut. Sedangkan versi bioskopnya, lebih menyoroti kisah Yuni si gadis Banten menghadapi isu perjodohan dan pernikahan dini yang lumrah di masyarakat.

Inilah tujuh fakta menarik seputar film Yuni (2021), jadi siapa yang baru tahu bahwa film ini berhasil masuk dalam nominasi Oscar 2022?

Kita doakan saja, semoga film ini bisa membawa nama Indonesia harus di kancah internasional dan membawa pulang piala paling bergengsi ke tanah air. Jangan lupa untuk mencari informasi seputar film dan drama hits, yang bisa kamu temukan di Bacaterus.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram