bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis dan Review Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000)

Sinopsis dan Review Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 23 Mei 2021

Jen Yu, seorang pendekar muda, mencuri sebuah pedang milik pendekar ternama, Li Mu Bai. Bersama Yu Shu Lien, Li Mu Bai mengejar Jen Yu yang membuka dendam lama kepada Rubah Giok dan romantisme terpendam di antara mereka berdua. Crouching Tiger, Hidden Dragon adalah sebuah film silat yang membuka mata dunia, khususnya Hollywood, akan keindahan seni bela diri dari sinema tanah Cina.

Berdasarkan novel karya Wang Dulu yang terbit sebagai serial antara tahun 1941 hingga 1942, film ini memecahkan banyak rekor, terutama sebagai film berbahasa asing yang paling banyak masuk nominasi Academy Award. Produksi bersama empat negara, yaitu Taiwan, Cina, Hong Kong dan Amerika ini masih dianggap sebagai film silat terbaik yang pernah diproduksi.

Selain sukses secara kualitas, film ini pun sukses secara komersil. Dari peredaran di bioskop Amerika saja, film ini sudah tercatat sebagai box-office dengan pendapatan sebesar $128 juta sejak dirilis terbatas pada 8 Desember 2000 yang kemudian disusul dengan rilis secara luas di lebih dari 2.000 layar bioskop. Jika ditotal dengan pendapatan di luar Amerika, film ini telah meraih $213 juta dari bujet hanya $17 juta saja.

Sebelum menonton kembali film ini di Netflix yang sudah tersedia beserta sequel-nya, simak review kami terlebih dahulu tentang film yang menggunakan keindahan Taman Nasional Gunung Cangyan sebagai lokasi syuting untuk Gunung Wudang ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2000
  • Genre: Action, Adventure, Fantasy, Romance
  • Produksi: Asia Union Film & Entertainment, China Film, Columbia Pictures
  • Sutradara: Ang Lee
  • Pemeran: Chow Yun-Fat, Michelle Yeoh, Zhang Ziyi

Cina di abad ke-19 dibawah pemerintahan Dinasti Qing, seorang pendekar yang disegani bernama Li Mu Bai turun gunung menemui temannya, Yu Shu Lien, seorang pendekar wanita yang kini memiliki perusahaan keamanan. Li Mu Bai berniat pensiun sebagai pendekar dan menitipkan pedang Green Destiny (Takdir Hijau) miliknya untuk disimpan di Beijing kepada teman mereka, Tuan Te.

Sesampai di Beijing, pedang tersebut dicuri oleh seorang pendekar yang sempat berkelahi dengan Yu Shu Lien. Tetapi pendekar ini berhasil lolos. Li Mu Bai menyusul ke Beijing dan membantu Yu Shu Lien menemukan kembali pedangnya. Yu Shu Lien menaruh curiga kepada Jen Yu, putri gubernur yang hendak dinikahkan dan pengasuhnya yang ternyata adalah Rubah Giok.

Suatu malam terjadi pertarungan antara Rubah Giok dengan kepala polisi dari daerah lain yang bersama putrinya datang untuk menuntut balas dendam. Saat mereka tersudut, Li Mu Bai datang dan hampir saja mengalahkan Rubah Giok yang ternyata adalah pembunuh gurunya jika saja tidak datang pendekar wanita misterius dengan pedang Takdir Hijau yang membawa pergi Rubah Giok.

Jen, yang ternyata adalah pendekar wanita misterius pencuri pedang, hendak mengembalikan pedang itu dan bertemu Li Mu Bai yang ingin menjadikannya sebagai muridnya. Lo, pimpinan penyamun padang pasir, menyelundup menemui Jen dan memintanya untuk tidak menikah dan pergi bersamanya. Tapi Jen menolak. Keesokan harinya, Lo membuat kericuhan di prosesi pernikahan Jen.

Li Mu Bai dan Yu Shu Lien mengamankan Lo setelah mengerti apa yang dirasakannya. Li Mu Bai meminta Lo menunggu Jen di Gunung Wudang, sementara mereka berdua mengejar Jen yang kembali mencuri pedang Takdir Hijau dan pergi dari Beijing. Dalam pengembaraannya, Jen berkelahi dengan berbagai pendekar dan selalu menang berkat ketinggian ilmunya dan pedang Takdir Hijau di tangannya.

Jen menemui Yu Shu Lien untuk meminta maaf, tetapi ketika Yu Shu Lien meminta Jen untuk menyusul Lo ke Gunung Wudang, Jen merasa jika kehidupannya sudah dicampuri oleh mereka. Ahirnya Jen dan Yu Shu Lien bertarung hebat dan membuat Yu Shu Lien terluka. Hal ini mengundang amarah Li Mu Bai yang berhasil menemui Jen dan bertarung dengannya.

Ketika Li Mu Bai melemparkan pedang Takdir Hijau ke air terjun, Jen menyusul dan tenggelam, tapi diselamatkan oleh Rubah Giok yang merawatnya. Tetapi ketika Li Mu Bai berhasil menemui tempat persembunyian Rubah Giok, dia menemukan Jen dalam pengaruh bius. Tiba-tiba Rubah Giok menyerang dengan jarum-jarum beracun. Meski berhasil dibunuh, salah satu jarum beracun mengenai Li Mu Bai.

Racun yang cepat menyebar di tubuh dan menyerang jantung itu hanya butuh waktu dua jam untuk membunuh. Jen meminta izin Yu Shu Lien untuk meracik obat penawarnya. Tetapi semua telah terlambat, Li Mu Bai tewas karena racun. Jen menyusul Lo ke Gunung Wudang dan melompat dari atas tebing demi mewujudkan mitos tentang harapan yang terkabulkan. Terlihat wajah Jen penuh ketenangan saat terjun.

Film Action Perdana Ang Lee

Film Action Perdana Ang Lee

Dalam perjalanan karirnya, sutradara asal Taiwan ini lebih banyak berkutat di film bergenre drama dan diakui keahliannya dalam mengolah dan mengarahkan sebuah film drama. Sense and Sensibility (1995) dan The Ice Storm (1997) adalah dua film drama arahannya yang menuai banyak pujian atas kualitasnya. Sedangkan Crouching Tiger, Hidden Dragon ini menjadi film action pertama baginya.

Dengan bantuan sutradara Yuen Woo-Ping sebagai koreografer silatnya, Ang Lee mewujudkan film action dengan adegan silat yang menakjubkan, indah dan menegangkan. Setidaknya ada empat adegan pertarungan yang seru di film ini, antara Yu Shu Lien dengan pendekar wanita misterius yang menegangkan dan antara Rubah Giok dengan kepala polisi yang sedikit bernuansa komedi.

Lalu masih ada pertarungan penuh emosi antara Jen dan Yu Shu Lien yang disusul dengan perkelahian penuh nuansa keindahan antara Jen dan Li Mu Bai dimana mereka bertarung di atas dahan bambu dengan tubuh yang ringan seolah kapas saja. Adegan ini menuai banyak pujian dan seringkali dianggap sebagai salah satu adegan silat terbaik.

Rahasia Cinta Dua Pendekar

Rahasia Cinta Dua Pendekar

Diceritakan jika Yu Shu Lien dan Li Mu Bai memendam cinta diantara mereka yang belum terungkapkan, karena dahulu Yu Shu Lien pernah bertunangan dengan Meng Sizhao yang tewas dalam sebuah pertarungan pedang. Dalam beberapa kesempatan, Li Mu Bai ingin menyatakan rasa cintanya tapi selalu tertunda dan akhirnya terucapkan di saat akhir hidupnya. Sungguh tragis.

Selama ini Li Mu Bai menghormati pertunangan Yu Shu Lien, meski hubungan ini gagal melangkah ke jenjang pernikahan, karena Meng Sizhao adalah teman mereka bersama. Tapi di saat Li Mu Bai merasakan keresahan dan ingin pensiun sebagai pendekar untuk lebih fokus pada kehidupan normal, yang dia harapkan hanyalah satu, mencintai Yu Shu Lien.

Hal yang sama pun sebenarnya dirasakan oleh Yu Shu Lien, hanya saja seperti kebanyakan wanita ranah timur, dia tidak sanggup menyatakan perasaannya. Lain halnya yang terjadi pada hubungan Jen dan Lo. Berawal dari benci, mereka pun saling mencintai. Tapi perbedaan kelas sosial antara mereka menjadi penghalang besar, juga impian Jen untuk menjadi pendekar.

Pada akhirnya, pasangan ini pun memiliki akhir yang tragis setelah sempat bersama kembali untuk sesaat. Jen yang mengalami banyak masalah dalam hidupnya, yaitu keluarga yang lebih mementingkan citra diri, pengkhianatan kepada gurunya, membuat masalah yang besar hingga berujung pada kematian Li Mu Bai membuat dirinya seolah tidak sanggup untuk mencinta lagi.

Kekuatan Drama dalam Kisah Penuh Dendam

Kekuatan Drama dalam Kisah Penuh Dendam

Layaknya film silat produksi Cina pada umumnya, cerita dalam film Crouching Tiger, Hidden Dragon ini dipenuhi nuansa dendam. Li Mu Bai dendam kepada Rubah Giok karena telah membunuh gurunya, Rubah Gio dendam kepada Jen Yu karena dia memiliki ilmu yang lebih tinggi darinya dan dendam Jen Yu kepada keluarganya yang menghalangi keinginannya untuk menjadi pendekar.

Semua dendam ini diramu dengan sangat baik dalam jalinan cerita yang mengalir lancar dan menyimpan banyak misteri yang akan dibuka sedikit demi sedikit, seperti masa lalu Jen Yu bersama Lo yang diceritakan dalam flashback ataupun dari penuturan para karakternya saat bertarung. Emosi hati masing-masing karakternya sangat terlihat jelas dan dapat dirasakan oleh kita.

Chemistry Chow Yun-Fat dan Michelle Yeoh sangat padu dan di saat mereka sedang berbicara dari hati ke hati, sosok pendekar dengan keahlian silat tingkat tinggi langsung terbuyarkan dengan gejolak cinta terpendam di antara mereka. Dan Zhang Ziyi bisa mengimbangi mereka berdua dengan aktingnya yang sangat emosionil penuh dengan jiwa pemberontak berdarah muda.

Crouching Tiger, Hidden Dragon hingga saat ini masih menjadi film silat terbaik dengan pencapaian prestasi yang sulit untuk ditandingi, bahkan oleh sequel-nya sendiri, Crouching Tiger, Hidden Dragon: Sword of Destiny (2016) yang menampilkan kembali Michelle Yeoh dipasangkan dengan Donnie Yen. Rasanya sudah menjadi sebuah keharusan untuk menonton ulang film ini sekali lagi di layar Netflix, ya!

Crouching Tiger, Hidden Dragon
8.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram