Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Batman v Superman (2016), Konflik Dua Pahlawan

Review & Sinopsis Batman v Superman (2016), Konflik Dua Pahlawan

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Menonton film superhero akan membuat kita senang karena merasa berada di pihak yang benar dan menegakkan keadilan. Kesenangan itu ditambah dengan adegan pertarungan keren yang bikin kita ikut deg-degan. Meski cuma penonton, kita jadi ikutan berharap kalau penjahatnya kalah. Makanya, hampir setiap superhero mempunyai penggemar yang fanatik.

Bagaimana kalau dua superhero beradu? Keduanya adalah Batman dan Superman yang mempunyai karakter dan kemampuan berbeda walau sama-sama kuat. Kemunculan keduanya dalam satu film merupakan yang pertama kalinya dalam bentuk live-action. Apa yang menarik dari film yang mengangkat konflik dua pahlawan ini?

Sinopsis

Sinopsis

Bruce Wayne adalah seorang miliuner dengan masa kecil yang kelam. Pada malam hari dia berubah menjadi seorang vigilante dengan jubah yang dikenal oleh warga Gotham sebagai Batman. Berselang 18 bulan setelah pertarungan dengan General Zod, Superman dianggap sebagai mahluk yang berbahaya oleh Batman.

Batman menyaksikan bagaimana kota hancur dan korban berjatuhan akibat pertarungan tersebut. Clark Kent yang merupakan versi manusia dari Superman mulai meneliti tentang Batman yang menurutnya sering main hakim sendiri. Lex Luthor, pemilik LexCorp, sedang mengupayakan untuk membuat senjata yang berasal dari kryptonite.

Senjata itu dimaksudkan untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu akan ada lagi mahluk dari planet Krypton datang dan membuat kekacauan. Dia membujuk senator Finch untuk mengimpor kryptonite dari tubuh Zodd tapi ditolak. Usaha Luthor menemui tititk terang dengan bantuan penjahat Rusia, Anatoli Knyazev yang menemukan koordinat Zodd.

Luthor akhirnya berhasil menemukan potongan tubuh Zodd beserta kapalnya. Untuk mengetahui rencana Luthor, Bruce mencoba mencuri data dengan hadir di gala yang diselenggarakan Lex Luthor dan sempat bertemu dengan Diana Prince yang gagal mengakses data.

Saat sedang menyalin data, Bruce berpikir tentang dunia yang setelah mengalami kekacauan akan dia pimpin untuk menghadapi Superman. Dia kemudian tersadar setelah mendengar suara dari sebuah portal bahwa Lois Lane adalah kuncinya dan dia harus menemukan “orang lain” dalam hal ini superhero lainnya sebelum lenyap.

Wayne membuka flashdrive yang berisi data itu dan melihat foto Diana Prince di Perang Dunia pertama beserta data orang-orang berkemampuan spesial, serta rencana Luthor dengan kryptonite. Dia mengatakan pada Alfred bahwa dia akan mencuri krypton itu dan menjadikannya senjata mematikan. Bahkan kalau perlu, untuk digunakan melawan Superman.

Sebuah sidang digelar untuk meminta pertanggungjawaban Superman atas kekacauan yang dia sebabkan saat sedang bertarung melawan General Zodd. Superman mengaku bersalah bahwa dia nggak mendeteksi sebuah bom yang menyebabkan banyak orang tewas, bom itu merupakan kreasi dari Luthor. Merasa bersalah, dia mengasingkan diri sementara Batman menyelinap ke LexCorp dan mencuri kryptonite.

Luthor menculik Lois dan Martha Kent, ibu asuh dari Clark untuk memancing Superman keluar. Dia mendorong Lois dari gedung LexCorp sebelum diselamatkan Superman. Luthor menyatakan bahwa dialah orang yang memanipulasi dua superhero untuk saling nggak percaya. Dia menambahkan kalau ingin Martha selamat, maka Superman harus membunuh Batman.

Superman mendatangi Batman untuk menjelaskan keadaan, tapi Batman malah menyerangnya. Superman yang terluka meminta Batman untuk menyelamatkan Martha, wanita yang namanya sama dengan ibu dari Wayne. Berhasilkah mereka bekerja sama? Terlebih Luthor menciptakan monster menggunakan kryptonite yang jauh lebih ganas.

Warna Gelap

Warna Gelap

Batman v Superman: Dawn of Justice dimulai dengan Bruce Wayne jatuh terjerembab ketika berlari dari pemakaman orang tuanya. Saat itulah dia melihat kelelawar sebagai mahluk yang berbeda kemudian memanifestasikannya dalam dirinya. Sosok Batman di film ini merupakan sosok vigilante yang kelam.

Batman nggak segan-segan melakukan berbagai cara untuk menegakkan keadilan di kotanya, Gotham sekalipun harus melawan Superman. Sosok Superman nggak kalah kelamnya. Batman merasa terganggu dengan ulah Superman di Gotham ketika melawan musuh dan menciptakan kerusakan.

Merasa Batman mulai mengusik keberadaannya, dia mencari informasi sebanyak mungkin tentang orang yang dianggapnya sebagai vigilante yang berbahaya. Dibanding Batman, Superman dibuat lebih manusiawi dengan kebimbangannya untuk terus menjadi superhero karena banyak ditentang.

Nuansa gelap bukan hanya menyelimuti dua karakter utama Batman v Superman: Dawn of Justice, tapi juga secara sinematografi. Pemilihan warna itu seakan-akan menggambarkan sebuah dunia yang dilanda kekacauan dan membutuhkan sosok penyelamat. Hal itu semakin terlihat ketika hampir setiap pertarungan yang ada, menciptakan kerusakan di sana sini.

Ego Dua Superhero

Ego Dua Superhero

Melihat judul dan posternya, beberapa orang akan berpikir bahwa film ini akan menunjukkan kerja sama yang terbina dengan baik antara dua superhero, Batman dan Superman. Pandangan itu langsung dimentahkan di awal film.

Sosok Bruce Wayne yang merupakan manusia biasa menganggap Superman yang merupakan mahluk dari planet Krypton sosok berbahaya. Pemilihan waktu adegan tersebut langsung membuat tensi meninggi. Keputusan Snyder untuk membuat Batman bentrok dengan Superman merupakan hal yang pintar.

Selain di luar ekspektasi, kita disuguhi bagaimana ego mereka yang saling nggak mau mengalah. Padahal mereka punya niat yang sama, menegakkan keadilan dan menciptakan dunia yang damai. Dialog di antara keduanya juga dibuat secara mendalam dan menimbulkan efek bahwa dunia sedang dalam bahaya walau sebenarnya bahaya yang lebih besar datang dari Lex Luthor.

Pertarungan Megah

Pertarungan Megah

Hal paling mencolok dari Batman v Superman: Dawn of Justice adalah pertarungan yang dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat megah. Kota dibuat porak poranda dengan dinding-dinding gedung yang hancur dan korban berjatuhan. Penggunaan efeknya yang apik cukup untuk membuat kita berdecak kagum.

Tentu saja pertarungan paling wah bisa dilihat di akhir film, saat Luthor berhasil menciptakan monster yang merupakan penggabungan DNA-nya dengan General Zodd. Kota yang terlihat indah dibuat benar-benar seperti hancur. Belum lagi dua superhero utama, Batman dan Superman yang dibuat kewalahan menghadapi monster tersebut.

Kemunculan Wonder Woman

Kemunculan Wonder Woman

Selain Batman dan Superman, di film Batman v Superman: Dawn of Justice juga memperlihatkan sosok Wonder Woman. Kemunculan superhero yang namanya sebagai manusia adalah Diana Prince itu sudah ada ketika Wayne menghadiri gala yang diadakan Lex Luthor. Prince muncul bukan sebagai sosok manusia, melainkan sosok superheronya yaitu Wonder Woman.

Dia muncul ketika Batman dan Superman menghadapi monster ciptaan Luthor. Alhasil, ketiganya bahu-membahu untuk mengalahkan monster tersebut. Walau nggak lama, tapi kemunculan Wonder Woman ini merupakan sesuatu yang nggak diprediksi sebelumnya apalagi harus terlibat dalam sebuah pertarungan.

Untuk ukuran film superhero yang memuat dua tokoh dengan karakteristik kuat, Batman v Superman: Dawn of Justice adalah film yang cukup berani. Dua tokoh ini pasti punya penggemar fanatik masing-masing yang belum tentu suka kalau jagoan mereka dibuat berselisih. Kamu termasuk yang suka atau nggak nih? Cerita di kolom komentar yuk, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *