bacaterus web banner retina

Inilah Urutan Tetralogi Buru Karya Pramoedya Ananta Toer

Ditulis oleh Ismi Aisah - Diperbaharui 25 Desember 2020

Film Bumi Manusia merupakan film yang tidak asing didengar, film yang diperankan Iqbaal Ramadhan dengan jumlah penonton mencapai 1,1 juta penonton dan menjadi Film Kesepuluh Box Office Indonesia di 2019.

Tapi tahukah kamu suksesnya film bumi manusia tak luput dari suksesnya kehadiran novel trilogi buru karya Pramoedya Ananta Toer atau yang sering di panggil Pram yang telah banyak meraih penghargaan di kancah internasional dan telah diterjemahkan novelnya sebanyak 41 bahasa.

Tetralogi buru, diperankan oleh seorang Minke yang merupakan seorang anak Bupati berdarah Jawa. Minke digambarkan sebagai seorang pemuda yang sangat haus akan ilmu dan mengagungkan budaya barat khususnya budaya Eropa. Ia berusaha menghilangkan segala ke-Jawa-an yang dimilikinya dan mengambil jurusan kedokteran sebagai ilmu penunjang yang dipilihnya.

Kehidupan Minke dibuat menjadi tetralogi dibagi dalam format empat buku oleh Pram dengan mengambil latar belakang Indonesia di awal abad ke 20, dengan latar cerita yang berurutan antar judul buku. Untuk kamu yang masih bingung, harus memulai membaca ceritanya dari mana, kali ini Bacaterus akan memberikan pembahasannya. Berikut ini adalah urutan tetralogi Buru yang harus kamu ketahui.

1. Bumi Manusia

Bumi Manusia

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Minke adalah anak bupati keturunan Jawa yang menjadikannya bisa bersekolah di HBS (Hogere Burger School) atau setara dengan Sekolah Menengah Atas, salah satu sekolah elit yang didominasi oleh kalangan keturunan Eropa dan Indo. Minke yang merupakan seorang revolusioner menjadi seorang penulis di koran harian namun bahasa yang ditulis bukanlah bahasa melayu melainkan bahasa Belanda yang tentu saja hanya bisa dibaca oleh beberapa kalangan atas.

Minke dipertemukan dengan Nyai Ontosoroh yang sering disebut gundik. Nyai Ontosoroh lah yang mengajarkan Minke bahwa keadilan harus ditegakkan, keadilan untuk pribumi dimana saat itu penindasan dimana-mana, pergundikan, dan menempatkan pribumi di kelas paling terendah. Namun penindasan yang dilakukan bangsa Eropa, tetap menjadikan Minke seorang pemuda yang sangat mengagung-agungkan kehebatan bangsa Eropa.

Minke akhirnya menikah dengan Annalies, anak dari Nyai Ontosoroh dan Herman Mellema. Minke mulai memanggil Nyai Ontosoroh sebagai Mama.

Hingga suatu hari Herman Mellema meninggal secara tiba-tiba di sebuah tempat pelacuran. Annalies harus pergi meninggalkan suaminya Minke dan ibunya Nyai Ontosoroh yang dianggap tidak punya hak untuk merawat Annalies karena hanya seorang gundik. Hingga akhirnya  Annalies pergi ke rumah istri sah Herman Mellema di negeri Belanda, sampai ia jatuh sakit dan meninggal dunia.

2. Anak Semua Bangsa

Anak Semua Bangsa

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Di awal cerita pada kelanjutan jilid pertama Bumi Manusia, Minke harus kehilangan istrinya, Annalies Mellema. Dalam suasana masih berduka, pandangan Minke berubah seketika tentang bangsa Eropa yang dia agungkan. Hal itu terjadi karena hasil tulisan dan wawancaranya berbeda dengan yang diterbitkan dan memojokkan dia sebagai seorang pelarian pada kasus meninggalnya Herman Mallema mertuanya.

Hingga akhirnya Minke mulai mencintai bangsanya setelah bertemu dengan seorang petani Trunodongso di sebuah desa dan berjanji akan menuliskan penderitaannya sebagai seorang petani gula yang banyak mengalami kerugian. Saat itu Minke mulai berjanji untuk menuliskan beritanya dalam bahasa Melayu agar bisa dibaca oleh semua kalangan. Namun gagasan Minke tentu banyak penolakan karena akan menciptakan gerakan perlawanan dari rakyat kecil seperti petani.

Tak sampai disitu berita duka kembali datang dengan datangnya kabar dari Mama bahwa Robert Mallema, anak lain Mama, meninggal. Kejadian itu membuat mama harus di usir dari Wonokromo hanya karena warisan berupa rumah dan perusahaan harus diserahkan pada istri sah Herman Mallema yang berada di negeri Belanda.

Disini digambarkan bahwa seorang gundik pada masa itu tidak mempunyai hak apapun. Sekalipun yang menggerakkan perusahaan adalah Mama namun tiada artinya hanya karena dia hanya wanita simpanan tanpa pernikahan yang resmi.

Baca juga: 10 Novel Bernafaskan Islam yang Begitu Mengharukan

3. Jejak Langkah

Jejak Langkah

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Jejak langkah adalah bagian ketiga dari tetralogi Buru. Minke meninggalkan Surabaya sedangkan Mama fokus kembali mengurus bisnisnya dari awal setelah diusir dari Rumah dan perusahaannya. Minke pergi ke Betawi untuk belajar sekolah doktor Hindia yaitu STOVIA.

Minke sering menghabiskan waktunya untuk menulis di kediaman Ibu Badrun. Hingga bertemu dengan Ang San Mei, gadis keturunan Cina. Pertemuan tersebut membuat keduanya saling jatuh cinta dan tanpa menunggu lama Minke pun menikahinya.

Mei merupakan gadis yang aktif di organisasi Tionghoa sebagai staf yang ulung. Kesibukan di organisasi membuat Mei jatuh sakit hingga meninggal dunia. Lagi-lagi Minke pun menjadi duda. Karena selalu menjaga Mei yang sedang sakit saat itu, Minke harus dikeluarkan dari sekolah kedokterannya akibat sering absen tidak masuk sekolah.

Setelah kepergian Mei untuk selamanya, Minke mendirikan gerakan sosial modern melalui serikat priyayi dan disusul dengan didirikannya majalah mingguan Medan. Serikat priyayi tidak bertahan lama karena ideologi yang berbeda, namun majalah mingguan Medan semakin diterima masyarakat sehingga yang terdorong untuk melakukan pemberontakan di berbagai daerah.

Minke semakin semangat dalam menulis hingga akhirnya dia diasingkan ke wilayah timur Maluku karena mengkritik Gubermen dan dituduh telah menunggak pada bank hingga aset yang dimilikinya disita.

4. Rumah Kaca

Rumah Kaca

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Rumah Kaca adalah buku terakhir dari tetralogi Buru. Pada 3 cerita sebelumnya masih menggambarkan perjuangan Minke dalam organisasi sosial. Tidak ada cerita roman dalam sesi buku ini seperti di buku sebelumnya.

Dalam cerita keempat ini banyak jebakan yang disiapkan Gobermen kepada Minke. Dengan dihadirkannya sosok tokoh Jaques Pangemanan, seorang juru arsip yang diberikan perintah untuk mengawasi pribumi, khususnya mengawasi Minke di kamp pengasingan Maluku.

Pangemanan merupakan seorang polisi berprestasi yang sebenarnya sangat mengagumi dan menghormati tulisan-tulisan Minke. Namun karena dia seorang pengabdi pada pemerintah kolonial, maka dia tetap bekerja untuk melumpuhkan segala kegiatan yang dilakukan oleh Minke. Selama diasingkan, Pangemanan mengawasi setiap kegiatan surat menyurat yang dilakukan oleh Minke. Tidak ada satupun setiap informasi yang didapat Minke dari dunia luar.

Minke telah menjalani 5 tahun hukuman pembuangan dengan situasi semua orang tidak ingin berhubungan dengan Minke karena akan dicurigai dan diperiksa kepolisian. Setelah kepulangannya dari pengasingan, Minke harus menelan kekecewaan. Media dan organisasi sosial yang dulu dibangunnya kini telah dikuasai oleh Gubermen kolonial. Dalam kekecewaannya Minke jatuh sakit serta stres yang dialaminya membuat Minke meninggal dalam kesengsaraan.

Itulah urutan tetralogi Buru karya Pramoedya Anata Toer yang harus kamu masukkan dalam daftar bacaan yang mesti dibaca. Membaca Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca akan membuat kamu tahu dengan sejarah negara kita sebagai Bangsa Indonesia.

Sebagai masyarakat Indonesia, kegiatan membaca buku yang sarat akan sejarah ini akan mengajarkan kita tentang arti mencintai bangsa sendiri dan berdiri pada pikiran sendiri seperti yang sudah Minke lakukan. Jadi, luangkan waktu kamu ya untuk membaca empat buku seri ini.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram