Bacaterus / Drama / Suka Pertunjukan Drama? Ketahui Unsur Intrinsik Drama Berikut

Suka Pertunjukan Drama? Ketahui Unsur Intrinsik Drama Berikut

Ditulis oleh - Diperbaharui 10 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ada banyak jenis karya sastra yang dikenal di dunia, salah satunya adalah drama. Drama merupakan sebuah genre karya sastra yang menggambarkan atau mengilustrasikan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia yang disampaikan melalui peran dan dialog. Kata drama berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat.

Drama juga bisa diartikan sebagai karya seni berupa kisah mengenai tingkah laku manusia yang disampaikan melalui gerak peran dan dialog yang ditampilkan diatas panggung dalam beberapa babak. Kisah dan cerita dalam sebuah drama juga memuat konflik dan emosi yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater dan bertujuan untuk mempengaruhi orang yang melihat drama tersebut.

Drama beserta unsur-unsur didalamnya juga bisa diibaratkan seperti sebuah rantai yang saling terhubung. Tanpa ada unsur-unsur atau komponen pembentuk, karya tersebut tidak bisa disebut sebagai karya drama. Unsur-unsur tersebut disebut dengan unsur intrinsik drama dimana setiap unsur akan mempengaruhi kualitas dari sajian drama tersebut.

Bagi kamu yang menyukai pertunjukan teater atau drama dan bahkan ingin mencoba menjadi penulis drama, kamu harus memahami terlebih dulu unsur-unsur intrinsik drama yang akan membentuk sajian drama tersebut menjadi suatu pertunjukan yang lengkap. Berikut Bacaterus telah rangkumkan 8 unsur intrinsik drama yang perlu kamu ketahui.

1. Tema

Tema

* sumber: www.hollywoodreporter.com

Unsur intrinsik pertama yang harus dimiliki oleh setiap karya sastra adalah tema, tidak terkecuali untuk karya drama. Sebuah drama harus memiliki tema yang akan menjadi gagasan atau pokok ide yang mendasari cerita dan konflik-konflik dalam drama tersebut. Tema juga bisa diartikan sebagai gagasan pokok dari keseluruhan isi cerita dalam drama.

Semakin berkembangnya seni drama dan kreativitas para seniman drama membuat saat ini tema yang dijadikan cerita dalam pertunjukan drama juga semakin beragam. Beberapa contoh tema dalam pertunjukan drama misalnya tema kemanusiaan, keluarga, satir, patriotisme, ataupun tema sosial.

2. Tokoh dan Penokohan

Tokoh dan Penokohan

* sumber: www.timeout.com

Tokoh dapat diartikan sebagai karakter atau pemeran yang ada dalam cerita. Tokoh dalam drama juga bisa dibagi kedalam beberapa kategori. Jika berdasarkan sifatnya, tokoh bisa terbagi menjadi tokoh protagonis yang menjadi tokoh utama cerita, tokoh antagonis yang menjadi tokoh penentang cerita, dan tokoh tritagonis yang menjadi pendukung cerita.

Sedangkan berdasarkan peranannya, tokoh dalam drama dapat dibagi menjadi tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama ialah tokoh sentral dalam cerita yang menjadi penyebab adanya konflik. Sementara tokoh pembantu adalah yang menjadi pendukung, penentang, ataupun perantara tokoh sentral.

Tokoh dan penokohan memiliki arti yang berbeda. Penokohan adalah watak atau karakter yang dimiliki oleh seorang tokoh yang digambarkan melalui dialog, ekspresi, ataupun tingkah laku sang tokoh. Penokohan dapat digambarkan melalui tiga hal, keadaan fisik, keadaan psikis, dan keadaan sosiologi.

3. Alur / Plot

Alur Plot

* sumber: www.nytimes.com

Alur atau plot merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk suatu kesatuan cerita. Alur bisa juga diartikan sebagai jalan cerita dari sebuah pertunjukan drama mulai dari babak pertama hingga babak terakhir. Alur atau plot dalam drama tidak jauh berbeda dengan alur yang digunakan pada karya fiksi lain.

Secara umum, plot naskah drama akan terbagi kedalam bagian eksposisi atau pemaparan, konflik awal, klimaks, hingga penyelesaian. Namun plot juga bisa dikategorikan berdasarkan waktu atau pola plotnya. Berdasarkan waktu dalam cerita, plot atau alur terbagi ke dalam alur maju, alur mundur, atau alur campuran.

Alur maju disusun dengan jalan cerita yang kronologis sesuai urutan waktu, sedangkan alur mundur diceritakan dengan jalan cerita yang mundur ke masa lalu. Sementara alur campuran perpaduan dari alur maju dan alur mundur, biasanya cerita akan dimulai pada bagian tengah, kembali ke awal, dan menuju ke akhir.

Plot atau alur juga bisa dikategorikan berdasarkan pola plotnya, yaitu plot episodik, sirkuler, dan linier. Plot episodik adalah plot drama dengan beberapa cerita terpisah dan bersatu di bagian akhir, sementara plot sirkuler adalah plot dengan satu jalan cerita saja. Sedangkan plot linier adalah plot cerita dengan alur urut dari awal sampai akhir.

4. Dialog

Dialog

* sumber: singaporeguidebook.com

Dialog merupakan unsur yang terpenting dari drama dan juga yang membedakan karya drama dengan karya seni lain. Dialog dapat diartikan sebagai hal-hal yang diucapkan oleh para aktor diatas panggung. Dialog berfungsi untuk menghubungkan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain dan juga melancarkan cerita atau lakon.


Ada dua macam teknik dialog dalam pertunjukan drama, yaitu konversi atau percakapan dan monolog. Ada juga teknik dialog prolog dan epilog. Prolog merupakan pembukaan peristiwa yang diucapkan oleh pemeran utama. Sementara epilog adalah bagian penutup dalam drama untuk menyampaikan atau menafsirkan maksud karya drama tersebut.

Baca juga: Hobi Nulis? Kamu Harus Tahu 8 Unsur Intrinsik Cerpen Ini

5. Latar / Setting

Latar Setting

* sumber: www.smithsonianmag.com

Latar dalam sebuah pertunjukan drama mencakup seluruh unsur yang terkandung dalam plot cerita. Latar berfungsi untuk mendukung dan menguatkan tindakan tokoh-tokoh cerita serta memberi pijakan cerita dan kesan realistis bahwa cerita tersebut benar-benar terjadi. Unsur latar dalam drama meliputi tiga dimensi, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.

Latar tempat adalah tempat terjadinya cerita dalam drama. Sementara latar waktu adalah waktu atau periode yang terjadi pada cerita dalam drama tersebut. Sedangkan latar suasana adalah suasana yang mendukung terjadinya cerita. Latar suasana ini juga bisa didukung dengan tata lampu atau tata suara saat pementasan drama berlangsung.

6. Konflik

Konflik

* sumber: en.wikipedia.org

Konflik juga merupakan bagian dari unsur intrinsik drama, karena sebuah cerita drama tidak akan bisa berjalan tanpa adanya konflik. Konflik dapat diartikan sebagai pertentangan, masalah, ataupun ketegangan yang terjadi pada suatu drama. Dalam satu drama minimal akan memiliki satu jenis konflik atau bahkan bisa lebih.

Konflik atau pertentangan bisa terjadi dalam diri satu tokoh yang berkonflik dengan dirinya sendiri atau disebut konflik internal. Ada pula jenis konflik eksternal yang berupa konflik antara satu tokoh dengan tokoh lain diluar dirinya, bisa jadi antara dua tokoh, antara satu tokoh dengan masyarakat, antara satu tokoh dengan alam, atau antara satu tokoh dengan Tuhan.

7. Bahasa

Bahasa

* sumber: www.chicagotribune.com

Bahasa juga menjadi unsur yang penting dalam kelancaran pementasan drama sebagai sarana komunikasi antar tokohnya. Setiap penulis drama akan memiliki gaya bahasanya masing-masing dalam menulis naskah drama dan mengolah kosakata dalam naskah tersebut. Bahasa juga berperan untuk menghidupkan cerita dan dialog yang dilakukan para tokohnya.

Umumnya bahasa yang digunakan dalam karya drama adalah bahasa yang bersifat komunikatif dan mudah dimengerti. Gaya bahasa yang digunakan juga biasanya disesuaikan dengan situasi lingkungan dan sosial budaya pementasan drama tersebut.

8. Amanat

Amanat

* sumber: teaterzat.wordpress.com

Amanat dapat diartikan sebagai pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penulis drama kepada penontonnya. Amanat dalam pertunjukan drama dapat disampaikan secara eksplisit ataupun implisit melalui peran para tokoh dalam cerita tersebut. Amanat juga bisa diartikan sebagai penafsiran penonton terhadap pertunjukan drama tersebut.

Nah, setelah mengetahui unsur-unsur intrinsik drama tadi kamu tidak hanya bisa menonton pertunjukan drama saja, namun kamu juga sudah bisa menganalisa atau mulai membuat naskah dramamu sendiri. Apakah kamu juga pernah terlibat dalam pertunjukan atau penulisan drama? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar yuk!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *