Bacaterus / Cerpen / Hobi Nulis? Kamu Harus Tahu 8 Unsur Intrinsik Cerpen Ini

Hobi Nulis? Kamu Harus Tahu 8 Unsur Intrinsik Cerpen Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Salah satu jenis tulisan yang banyak diminati banyak orang adalah tulisan jenis cerita pendek atau seringkali disebut dengan cerpen. Secara singkat, cerpen merupakan sebuah karya sastra yang menceritakan mengenai kisah hidup manusia dalam tulisan yang ringkas dan jelas. Umumnya, kisah dalam cerpen hanya berfokus pada satu konflik saja.

Ciri-Ciri Cerpen

Ciri-Ciri Cerpen

Sebelum mengenal unsur-unsur yang membentuk sebuah cerpen, kamu juga perlu mengetahui ciri-ciri cerpen supaya bisa membedakannya dengan karya sastra lain. Cerpen merupakan cerita yang berupa fiktif dengan jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000. Jumlah kata maksimum ini membuat proporsi penulisan cerpen lebih singkat dibandingkan dengan novel dengan pemilihan kata yang sederhana.

Dilihat dari jumlah katanya, cerpen terbagi menjadi tiga jenis. Cerpen mini merupakan cerita pendek dengan dengan jumlah kata sekitar 750 hingga 1500 kata. Cerpen ideal yaitu cerita pendek dengan jumlah kata sekitar 3.000 hingga 4.000 kata. Sementara cerpen panjang merupakan cerita pendek dengan jumlah kata sekitar 4.000 hingga 10.000 kata.

Cerita dalam cerpen merupakan penggambaran dari cerita sehari-hari dimana tokoh yang diceritakan mengalami konflik hingga menemukan penyelesaiannya. Konflik yang diceritakan hanya satu konflik saja dengan alur cerita tunggal dan lurus. Karena berupa cerita pendek, para pembaca cerpen tidak membutuhkan waktu lama untuk membacanya.

Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen

Setelah mengenal pengertian dan ciri-ciri cerpen, sekarang kamu harus mengetahui unsur-unsur yang membangun cerpen tersebut. Cerpen memiliki dua unsur pembangun, yaitu unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Kali ini kita akan membahas unsur intrinsik yang merupakan unsur pembangun yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri.

Jika sebuah cerpen diibaratkan sebagai sebuah bangunan, maka masing-masing unsur intrinsik berikut merupakan komponen-komponen pembangunnya yang harus dimiliki lengkap oleh sebuah cerpen. Jika sebuah cerpen tidak memenuhi satu saja unsur tersebut, maka karya tulis tersebut tidak bisa disebut cerpen. Berikut beberapa unsur intrinsik cerpen beserta penjelasannya yang perlu kamu ketahui.

1. Tema

Tema

* sumber: academiczonelms.wordpress.com

Dalam sebuah karya tulis, unsur pertama yang harus dipenuhi oleh setiap pengarang adalah tema atau topik permasalahan. Hal ini juga berlaku untuk karya sastra berupa cerpen. Tema merupakan nyawa dalam sebuah tulisan. Dalam kata lain, tema juga bisa disebut ide atau gagasan yang melatarbelakangi seluruh peristiwa yang terjadi dalam cerpen.

Tema bisa diangkat dari hal apapun. Kamu bisa mengangkat tema dari kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar, permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, atau dari pengalaman pribadi. Tema ini nantinya akan kamu kembangkan ke dalam jalan cerita cerpen dengan berbagai peristiwa yang dialami para tokohnya.

2. Tokoh

Tokoh

* sumber: ciputrauceo.net

Tokoh bisa disebut juga sebagai pelaku yang ada dalam cerita yang kamu tulis. Karena cerpen merupakan karya sastra yang bersifat fiktif, maka tokoh-tokoh ini juga merupakan tokoh fiktif yang dibuat dan dikembangkan oleh si penulis. Untuk membuat sebuah cerpen yang menarik, kamu harus membuat beberapa tokoh yang terbagi kedalam beberapa karakter.

Para tokoh ini terbagi kedalam tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama juga dibagi menjadi dua golongan, yaitu tokoh protagonis yang memiliki sikap atau karakter baik dan menjadi pelaku utama cerita tersebut dan tokoh antagonis yang memiliki karakter jahat dan menjadi penghalang tokoh protagonis untuk mencapai tujuannya.

Selain kedua tokoh tersebut, ada juga beberapa tokoh pembantu yang memiliki watak tritagonis, yaitu sosok penengah antara protagonis dan antagonis. Ada pula para tokoh figuran memberi warna tambahan terhadap jalannya cerita.

3. Penokohan

Penokohan

Tokoh tidaklah sama dengan penokohan. Penokohan merupakan cara penulis menggambarkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita tersebut. Unsur penokohan ini bisa kamu buat dengan menggunakan dua metode, yaitu analisis dan dramatik.

Metode analisis merupakan cara penulis menggambarkan watak tokohnya secara langsung dengan menuliskan hal-hal seperti “ia merupakan wanita yang cantik” atau “dia adalah pria yang keras kepala”. Sementara metode dramatik merupakan cara penulis menggambarkan watak tokoh secara tersirat melalui tingkah laku para tokoh tersebut dalam cerita.

4. Alur / Plot

Alut Plot

* sumber: bukuonlinestore.com

Setelah tema ditentukan dan para tokoh diciptakan, tahapan selanjutnya adalah menyusun alur atau plot. Alur merupakan jalan cerita yang digambarkan penulis dalam cerpennya. Jenis-jenis alur terbagi menjadi tiga, yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran.

Alur maju merupakan alur dimana jalan cerita cerpen berjalan maju seperti waktu biasa. Sementara alur mundur merupakan jalan cerita cerpen yang diawali dari masa sekarang dan terus mundur ke masa lalu. Sedangkan alur campuran merupakan alur dimana cerita maju seperti waktu biasa namun terkadang diceritakan kilas balik ke  masa lalu.

Alur atau plot juga memiliki beberapa tahapan. Cerita dimulai pada tahap perkenalan untuk mengenalkan para tokoh, kemudian tahap permunculan konflik dimana tokoh utama mulai mendapat masalah hingga mencapai tahap klimaks yang menjadi puncak masalah. Setelah itu muncul tahap penyelesaian dimana konflik diselesaikan dan menuju tahap kesimpulan.

Baca juga: Kenali Unsur Ekstrinsik dalam Cerpen

5. Latar / Setting

Latar Setting

Latar / setting dalam sebuah cerita terbagi menjadi tiga, yaitu latar waktu, latar tempat, dan latar suasana. Latar waktu menjelaskan mengenai kapan cerita tersebut terjadi, misalnya pagi, malam, tahun 1990, atau di masa depan.

Latar tempat menjelaskan mengenai tempat cerita tersebut terjadi, misalnya di rumah, di kota Bandung, di luar negeri, di luar angkasa, atau di tempat-tempat lain. Sementara latar suasana menjelaskan mengenai suasana yang tergambar dalam cerita tersebut, misalnya sepi, ramai, mencekam, atau sejenisnya.

6. Sudut Pandang

Sudut Pandang

* sumber: publimetry.com

Sudut pandang merupakan kedudukan penulis dalam cerita tersebut atau bisa juga disebut sebagai cara penulis menceritakan ceritanya. Ada tiga sudut pandang yang bisa dipilih penulis dalam bercerita, yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang kedua, atau sudut pandang orang ketiga.

Sudut pandang orang pertama adalah posisi dimana penulis menjadi pelaku dalam cerita dan dia menggunakan kata ganti “aku” untuk bercerita. Sudut pandang kedua adalah penulis berada dalam cerita dan tetap menggunakan kata ganti “aku” namun tidak menjadi tokoh utama melainkan hanya menceritakan tokoh utama.

Selain kedua sudut pandang tadi, ada juga sudut pandang orang ketiga dimana penulis tidak berada di dalam cerita. Ia menceritakan tokoh-tokohnya dari luar cerita dimana penulis menggunakan kata ganti “dia” untuk menceritakan para tokoh-tokohnya.

7. Gaya Bahasa

Gaya Bahasa

* sumber: english.lafayette.edu

Gaya bahasa merupakan bagaimana cara penuturan penulis untuk menuliskan ceritanya. Unsur intrinsik ini akan menjadi ciri khas dari setiap penulis. Gaya bahasa ini meliputi penggunaan kalimat, pemilihan diksi, ataupun penggunaan majas.

8. Amanat

Amanat

* sumber: www.greenandturquoise.com

Amanat merupakan unsur intrinsik cerpen berupa pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada para pembacanya. Umumnya pesan atau amanat ini tidak dituliskan secara langsung melainkan disampaikan secara tersirat melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerita.

Itulah beberapa unsur intrinsik cerpen yang perlu kamu penuhi untuk membuat cerpen yang menarik. Setelah mengetahuinya, mulailah untuk terus berlatih menulis cerpen supaya tulisanmu bisa semakin baik dari hari ke hari. Sebagai latihan, kamu juga bisa coba membuat beberapa kalimat cerpen di kolom komentar kok!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *