Bacaterus / Cerpen / Kamu Suka Menulis? Kenali Unsur Ekstrinsik Cerpen Ini, Yuk!

Kamu Suka Menulis? Kenali Unsur Ekstrinsik Cerpen Ini, Yuk!

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Menulis adalah hobi yang menyenangkan sekaligus terjangkau karena bisa dilakukan oleh siapa saja, di mana saja. Banyak orang percaya kalau menulis sangat bermanfaat untuk menyegarkan pikiran. Kita bisa menulis apa pun sesuai dengan minat kita, entah itu puisi, cerpen, bahkan novel. Kali ini, kita akan mengulas lebih dalam tentang cerpen.

Memang benar kalau kita ingin pandai menulis, kita harus praktik. Artinya, kita harus sering-sering menulis karena dari sanalah keterampilan kita merangkai kata akan terlatih. Namun, teori juga nggak kalah pentingnya. Ada dua teori yang sangat penting untuk dipelajari kalau kita ingin menulis cerpen, yaitu unsur instrinsik cerpen dan unsur ekstrinsik cerpen.

Dua unsur itu akan sangat membantu untuk memperbaiki kualitas tulisan kita. Mari kita bahas unsur ekstrinsik cerpen terlebih dulu. Apa itu unsur ekstrinsik cerpen? Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur-unsur yang berasal dari luar cerpen itu sendiri yang berguna untuk membentuk cerita yang tertuang di dalamnya.

Meski berasal dari luar cerpen, unsur ekstrinsik punya pengaruh yang cukup kuat dan berpengaruh terhadap kualitas cerpen yang kita tulis. Bahkan, unsur ekstrinsik slah yang mempengaruhi unsur instrinsik cerpen karena punya pengaruh kuat untuk menentukan karakter, jalan cerita, sampai pemilihan kata.

Untuk itu, unsur ekstrinsik cerpen adalah sesuatu yang seharusnya dipahami siapa pun yang ingin melatih keterampilannya menulis cerpen. Mengenali unsur ekstrinsik cerpen akan membantu kamu untuk mengenali dan memahami tulisanmu sendiri. Kamu suka menulis? Kenali unsur ekstrinsik cerpen yuk!

Latar Belakang Penulis

Latar Belakang Penulis

Setiap orang yang menulis cerpen, pastinya punya latar belakang yang berbeda-beda. Perbedaan itu juga yang kemudian membuat cerpen dari setiap menulis menjadi sangat beragam. Cerpen hasil karyamu tentu akan punya muatan dan gaya bercerita yang berbeda dengan penulis lain karena dipengaruhi oleh latar belakang masing-masing.

Pada aplikasinya, latar belakang penulis lah yang kelak menentukan bagaimana si penulis menciptakan tokoh, alur cerita, sampai gaya penulisan. Nggak ada ukuran benar atau salah, karena latar belakang penulis bukan sesuatu yang bisa direkayasa. Apa saja hal-hal yang mendasari latar belakang penulis?

1. Riwayat Hidup

Riwayat Hidup

Riwayat hidup seorang penulis punya pengaruh besar terhadap karya-karya yang ditulisnya meski secara nggak langsung. Apa yang telah dilalui seorang penulis bisa menjadi salah satu pondasi utamanya ketika menulis cerita. Contoh sederhananya, seorang penulis yang patah hati kemungkinan besar akan menulis tentang kisah patah hati.

2. Kondisi Psikologis

Kondisi Psikologis

Kondisi psikologis seorang penulis juga ikut menentukan napas cerita yang ditulisnya kala itu. Kalau kamu sedang merasa resah, keresahanmu itulah yang akan kamu tuangkan ke dalam cerpen-cerpenmu. Kondisi psikologis juga berkaitan dengan caramu menyikapi hidup. Bisa jadi kamu lagi patah hati tapi menulis cerpen komedi, karena seperti itulah caramu berdamai dengan lukamu.

3. Selera atau Aliran Sastra

Selera atau Aliran Sastra

Kewajiban utama seorang penulis adalah membaca. Kelak, buku-buku yang dibaca seorang penulis akan memberi banyak pengaruh terhadap tulisan-tulisan yang dihasilkan. Coba tengok koleksi bukumu, cerpen yang kamu hasilkan nantinya kurang lebih gabungan dari semua buku. Ada banyak gaya menulis yang berpadu sehingga menghasilkan satu gaya baru yang jadi ciri khas kamu.

Latar Belakang Masyarakat

Selain perjalanan hidup, yang merupakan bagian dari unsur ekstrinsik cerpen adalah latar belakang masyarakat. Sederhananya, lingkungan tempat dia tinggal. Bukan soal lokasi, tapi situasi dan kondisi di lokasi tersebut. Seorang penulis yang tinggal di desa yang masih erat akan budaya tradisional pastinya akan menghasilkan cerita yang berbeda dengan penulis asal kota besar.

Kalau kamu tinggal di lingkungan modern, cerpen yang dihasilkan pasti akan melibatkan hal-hal modern entah secara frontal atau tersirat. Begitu juga kalau seandainya kamu mengalami tinggal di situasi konflik, hal itu akan punya pengaruh untuk cerpen-cerpen yang kamu tulis. Lalu, apa saja faktor-faktor yang membentuk latar belakang masyarakat itu?

1. Ideologi

Ideologi

Ideologi seorang penulis punya pengaruh nggak langsung terhadap cerita yang ditulisnya. Kalau dia menulis cerpen, hampir pasti dia cuma akan menyuarakan ideologi yang dia pegang. Cerita yang dia tulis nggak akan berpihak kepada ideologi yang berseberangan dengan ideologi pribadinya

2. Kondisi Ekonomi

Kondisi Ekonomi

Bagaimana kondisi ekonomi masyarakat di sekitarmu? Apakah kamu tinggal di kalangan menengah ke atas atau menengah ke bawah? Bagaimana roda ekonomi berputar di sana? Kalau kamu melihat ketimpangan di tempat tinggalmu, hampir pasti kamu akan banyak bicara soal ketidakadilan melalui cerpen-cerpenmu.

3. Kondisi Sosial

Kondisi Sosial

Kondisi sosial juga mengambil peran penting dalam terbentuknya latar belakang masyarakat. Penulis yang tinggal di lingkungan dengan kondisi sosial baik akan menghasilkan tulisan yang berbeda dengan penulis yang tinggal di lingkungan dengan kondisi sosial buruk. Kalau kamu sering melihat atau mengalami perisakan, kamu pasti akan menyuarakan anti perisakan melalui cerpenmu.

4. Kondisi Politik

Kondisi Politik

Mungkin hal ini akan menjadi agak rumit dipahami oleh seseorang yang nggak terlalu tertarik pada politik. Sederhananya begini, kalau kamu membaca cerpen karya seseorang yang mengalami peristiwa revolusi, rasanya pasti akan berbeda dengan cerpen karya seorang penulis yang nggak mengalami era itu.

Nilai yang Dianut

Unsur ekstrinsik yang terakhir adalah nilai yang dianut oleh setiap penulis. Setiap individu pasti menganut nilai yang berbeda-beda. Nilai yang dianut bukan sesuatu yang bisa diukur dengan mutlak apalagi dikompetisikan. Kita cukup menerima perbedaan nilai sebagai keberagaman yang membuat kita kaya akan pengetahuan.

Kamu sendiri pasti punya nilai-nilai yang dianut. Coba baca ulang cerpen karyamu, nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita pastinya akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang dianut oleh dirimu sebagai penulisnya. Di dalam cerpen yang kamu tulis itulah kamu menumpah nila-nilai yang dianut, entah secara frontal atau secara tersirat. Mari kita bedah, nilai-nilai apa saja yang menjadi dasarnya.

1. Nilai Moral

Nilai Moral

Nilai moral seorang penulis akan mempengaruhi penulis dalam menciptakan karakter dan jalan cerita di setiap cerpennya. Bagaimana seorang penulis memandang sebuah isu, akan terbaca jelas dalam cerpen yang dia tulis.

2. Nilai Agama

Nilai Agama

Nilai agama bukan cuma soal pahala dan dosa, tapi juga nilai kehidupan secara keseluruhan. Penulis yang sangat taat dalam beragama pasti nggak akan menulis cerpen yang bertema tentang pergaulan bebas. Kecuali, kalau pada akhirnya cerita itu dikaitkan dengan nilai agama yang dipercaya oleh penulis itu.

3. Nilai Budaya

Nilai Budaya

Beruntungnya kita sebagai orang Indonesia yang sangat kaya akan budaya. Sudah berapa banyak cerpen yang kamu baca? Dari cerpen-cerpen itu pastinya mengandung nilai budaya yang berbeda-beda. Begitu pula cerpen karyamu, pastinya akan sangat terpengaruh oleh nilai budaya yang kamu pegang.

4. Nilai Sosial

Nilai Sosial

Nilai sosial biasanya berkaitan dengan bagaimana kita mengambil sikap di pergaulan sehari-hari. Apa sesuatu yang menurut kita wajar, kasar, sampai kurang ajar. Nilai sosial yang dianut seorang penulis akan berpengaruh ketika dia merancang kehidupan sosial untuk karakter fiksi di dalam cerpen yang ditulisnya.

Dengan mengenali unsur ekstrinsik cerpen, ke depannya kamu akan mudah memahami tulisanmu sendiri. Mungkin sebelumnya kamu bertanya-tanya mengapa tulisanmu seperti ini dan tulisan dia seperti itu? Unsur ekstrinsik lah jawabannya. Ketiga hal yang termasuk dalam unsur ekstrinsik cerpen adalah alasan dari setiap keberagaman yang kamu temukan.

Sudah siap menulis lagi? Mudah-mudahan setelah mengenali unsur ekstrinsik cerpen, karyamu akan semakin matang lagi, ya. Jangan lupa untuk menulis sesering mungkin. Memang nggak selalu akan menghasilkan tulisan yang bagus, tapi itulah proses yang harus dilalui. Di balik tulisan yang baik ada jam terbang yang tinggi.

Untuk itu, nikmatilah setiap prosesnya. Apa pun yang kamu tulis, baik atau buruk, proses-proses itu yang kemudian mematangkan keterampilanmu. Kalau kamu mau berbagi atau menambahkan informasi, kolom komentar sudah disediakan. Ya, menulis komentar juga bagian dari berlatih menulis, teman-teman!

Apabila kamu ingin langsung mencoba membuat cerpen, baca artikel cara membuat cerpen yang baik berikut ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *