Bacaterus / Ular / 10 Ular Terbesar di Dunia yang Mempesona dan Mematikan

10 Ular Terbesar di Dunia yang Mempesona dan Mematikan

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 Februari 2019

Banyak orang yang takut pada ular, tapi tak sedikit juga yang mencintainya hingga menjadikan ular sebagai peliharaan. Ular telah ada selama jutaan tahun. Mereka mampu bertahan hidup dalam bermacam-macam iklim. Ular dapat ditemukan di hampir semua benua kecuali benua Antartika. Mereka adalah binatang yang memesona dengan bermacam warna dan ukurannya.

Ada lebih dari 3.000 jenis spesies ular. Keragaman ular berjalan seiring dengan besarnya keragaman bentuk dan ukuran. Contoh ada ular terkecil, seperti ular kawat yang bentuknya lebih mirip cacing, ada pula ular yang besar seperti ular boa yang mampu menelan hewan yang lebih besar dari ukuran tubuhnya. Berikut adalah 10 ular terbesar yang masih ada hingga sekarang.

10 Ular Terbesar yang Ada di Dunia

1. Anaconda Hijau

* sumber: depositphotos.com

Anaconda Hijau dikenal sebagai spesies ular terberat dan terpanjang. Nama lain untuk ular yang tak berbisa ini adalah “Anaconda biasa” atau “Anaconda air”. Nama Anaconda pertama kali didapatkan di Sihala, Srilanka. John Ray, pria berkebangsaan Inggris pada tahun 1869 menulis “Anacandia dari Ceylone (Sri Lanka)” yang artinya makhluk yang menghancurkan tubuh kerbau dan kuk untuk hewan.

Panjang anaconda hijau bisa mencapai 8,8 meter bahkan lebih dengan berat bisa mencapai 227 kg yang menjadikannya ular terpanjang dan terberat di dunia. Anaconda hijau adalah salah satu hewan hutan hujan Amazon paling berbahaya. Ular ini memiliki warna hijau zaitun dengan bercak hitam di sepanjang tubuhnya.

Ular ini bisa menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian di alam liar untuk berburu di air. Anaconda hijau menggunakan penglihatan dan penciumannya untuk menangkap babi hutan, ikan, tapir, burung, caiman, dan capybaras. Pada bulan April dan Mei mereka akan kawin. Umumnya beberapa jantan akan mengejar satu betina.

Anaconda hijau atau Eunectes murinus termasuk ke dalam keluarga boa dan dapat ditemukan di seluruh Amerika Selatan. Ular anaconda hijau adalah makhluk akuatik di malam hari. Ukuran anaconda hijau beragam tergantung pada jenis kelamin. Anaconda betina bisa memiliki ukuran antara 4 dan 5 meter, sedangkan jantan hanya mencapai ukuran 2 hingga 3,5 meter.

Mereka hidup di lokasi terpencil sehingga membuat orang sulit menemukan dan menangkap spesimen ini. Gerak anaconda hijau di tanah lamban karena beratnya, tetapi dapat mencapai kecepatan maksimum ketika berada di air.

2. King Cobra

* sumber: abc13.com

Meskipun memiliki nama “Cobra”, spesies ular ini tidak termasuk dalam genus Naja. Orang seringkali salah memberikan nama pada “King Cobra” karena sejatinya ular ini bukan bukan benar-benar Cobra. King Cobra dapat ditemukan di wilayah Asia tropis. Dikenal juga dengan nama Ophiophagus Hannah, king kobra adalah salah satu ular yang paling indah dan mengagumkan di dunia.

Berdasarkan temuan para ilmuwan dalam studi terbaru, King cobra dikatakan memiliki kecerdasan langka. King cobra memiliki kemampuan untuk belajar yang lebih cepat dibandingkan ular lainnya. Indikasinya adalah kemampuan mereka membangun sarang. Panjang ular king cobra bervariasi dari 3,2 meter sampai 4 meter. Umumnya ular ini berbobot 6 kg.

Ular yang dikenal sebagai reptil nasional India ini adalah pemakan burung, kadal, ikan, mamalia, katak, juga ular lainnya. Mereka dapat dengan mudah mendeteksi mangsa karena memiliki indra penciuman dan penglihatan malam terbaik dari semua ular sehingga memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada mangsanya.

King cobra berumur rata-rata sekitar 20 tahun jika hidup di alam liar, sedangkan jika hidup di penangkaran, umur mereka bisa lebih panjang lagi. Karena metabolisme kobra sangat lambat, mereka perlu makan setelah setiap beberapa bulan. Ular king cobra dapat membunuh binatang atau manusia hanya dengan satu gigitan karena mereka beracun. Untuk yang ingin mengetahui ular cobra terbesar di dunia, bisa kunjungi artikel 10 Ular Cobra Terbesar ini.

3. Piton Batu

* sumber: animalkingdom.today

Piton sebae atau dikenal juga dengan nama Piton Afrika, adalah reptil asli ke Afrika. Terdapat dua subspesies piton batu Afrika, yaitu piton sebae atau piton batu Afrika dan piton sebae natalensis atau piton batu Afrika Selatan. Ular piton batu adalah ular besar Afrika Sub-Sahara yang tidak berbisa dan membunuh mangsanya dengan melilit badan mangsanya hingga hancur.

Mangsa ular ini beragam, dari babi hutan, kijang, monyet, anjing liar seperti jackal, anak anjing, juga tikus. Ular piton batu bisa tumbuh hingga rata-rata 6 meter panjangnya. Ada juga ular piton Afrika yang tercatat memiliki panjang lebih dari  7,5 m. Biasanya betina berukuran lebih besar. Ular ini secara khusus ditemukan di Afrika, seperti namanya, dan juga merupakan ular terbesar di Afrika.

Piton Afrika memiliki tubuh yang tebal ditutupi dengan bercak-bercak berwarna yang membentuk garis-garis besar tidak beraturan. Warna tanda pada tubuhnya mulai dari zaitun, coklat, hingga kuning dan bagian bawahnya berwarna putih. Kepalanya berbentuk segitiga dan gigi mereka yang tajam menghadap ke belakang.

4. Piton Burma

* sumber: reptilepark.com.au

Berasal dari bermacam daerah tropis dan subtropis di Asia Tenggara dan Selatan, piton Burma atau Python bivittatus terbesar diketahui memiliki bobot tubuh sampai 182,8 kilogram dan panjangnya sampai 5,74 meter. Ular piton Burma memiliki warna gelap dihiasi bercak coklat di punggungnya. Warnanya inilah yang membuatnya terkenal di kalangan penjaga hewan peliharaan dan industri kulit.

Piton Burma umumnya aktif di malam hari dan mereka biasa ditemukan di tanah maupun di pohon. Ular ini juga merupakan perenang yang sangat baik. Mereka mampu bertahan di dalam air sampai setengah jam. Piton Burma memangsa burung dan mamalia dan membunuh mangsanya dengan melilitkan badannya kuat-kuat dan mencekiknya.

Awal musim semi adalah waktunya ular piton Burma berkembang biak. Ular betina bisa menghasilkan telur sampai 36 buah. Ular yang menetas akan tetap di dalam telur hingga mereka bisa memecahkan kulit pertama mereka. Setelah itu, barulah mereka akan berburu sendiri.

5. Ular Derik Diamondback Timur

* sumber: www.aboutanimals.com

Crotalus adalah nama ilmiah ular derik diamondback timur. Nama ini berasal dari bahasa Yunani κρόταλον, yang artinya “kastanyet”. Umumnya ditemukan di wilayah Amerika Utara, ular ini merupakan spesies pit viper. Ular ini termasuk ular derik terberat dan terbesar di Amerika. Maksimum panjang tubuhnya bisa mencapai 2,4 sampai 2,5 meter dan berat bisa sampai 4 kilogram.

Ular derik diamondback timur tidak termasuk ke dalam ular beracun. Spesies ini tidak begitu dipedulikan dan kemungkinan layanan satwa liar AS akan segera mengkategorikan ular ini sebagai spesies yang terancam punah. Mereka mahir dalam berenang tapi kurang ahli dalam memanjat. Spesies ular derik ini umumnya berlindung di terowongan atau liang kura-kura.

6. Sanca Kembang

* sumber: picssr.com

Nama ilmiahnya adalah Python reticulates, sanca kembang atau reticulated python adalah salah satu ular terpanjang di dunia. Reticulatus, yang merupakan nama spesifik dari ular sanca kembang, berasal dari bahasa Latin yang berarti “seperti net”. Nama itu merujuk pada pola warna yang berjalin-jalin yang membuatnya dapat bersembunyi dari predator dan menangkap mangsanya.

Ular ini adalah spesies piton asli Asia Tenggara. Sanca kembang termasuk ular piton yang tidak berbisa dan tidak berbahaya untuk manusia. Ular sanca kembang adalah ular dan reptil terpanjang di dunia. Panjang ular ini diperkirakan bisa mencapai 10 meter dengan berat sampai 158 kilogram.

Sanca kembang umumnya mendiami hutan hujan dan padang rumput. Selain tempat tersebut, mereka juga dapat ditemukan di dekat danau dan sungai. Mereka memakan burung, mamalia, dan tikus. Namun, mereka juga dapat memangsa hewan lebih besar, seperti primata dan babi.

7. Taipan Pedalaman

* sumber: web.simmons.edu

Taipan pedalaman atau ular garang termasuk dalam kategori ular paling berbisa dan terbesar di dunia. Jika dibandingkan dengan ular lain termasuk ular laut, tetesan racun ular taipan pedalaman adalah yang paling beracun. Satu gigitan ular ini cukup untuk membunuh 100 pria dan tergantung pada sifat gigitannya dan dapat membunuh dalam waktu 30-45 menit jika tidak segera ditangani.

Warna ular taipan pedalaman coklat gelap, dengan rentang warna dari gelap hingga hijau muda kecoklatan, bergantung pada musim. Berat ular ini kurang dari 10 kilogram dengan panjang bisa mencapai 2,5 meter untuk ular yang berukuran lebih besar. Mangsa ular taipan pedalaman mulai dari mamalia dan berbagai macam tikus.

Ketika menyerang mangsanya, mereka akan melakukannya dengan sangat cepat dan gesit. Berbeda dengan ular lain yang akan menyerang satu kali, ular ini menyerang targetnya beberapa kali dengan kekuatan tinggi. Sebegitu cepat penyerangannya sampai mangsanya tidak punya waktu untuk melawan atau melarikan diri.

Ular yang merupakan endemik di daerah semi-kering di wilayah Australia Timur Tengah disebut oleh orang Aborigin Australia sebagai ular Dandarabilla. Mereka hidup di daerah terpencil sehingga jarang bersentuhan dengan manusia.

8. Sanca Permata

Sanca Permata

* sumber: www.reptilefact.com

Scrub python atau Amethystine python dikenal di Indonesia dengan nama sanca permata merupakan reptil yang mendiami daerah Indonesia, Australia dan Papua Nugini. Panjang ular ini dilaporkan bisa mencapai 8 meter dan termasuk ke dalam ular terpanjang di dunia. Beratnya bisa mencapai hingga 91 kilogram. Ular betina biasanya lebih berat dari ular jantan.

Ular ini tidak berbisa dan merupakan ular terbesar asli Papua Nugini dan Australia. Mereka umumnya ditemukan di semak-semak dan pinggiran kota. Mangsa ular ini adalah tikus, burung, dan mamalia berukuran kecil lainnya. Ular dengan ukuran lebih besar biasanya memakan kuskus atau walabi.

9. Anaconda Kuning

* sumber: www.theradzoo.com

Anaconda kuning atau yellow anaconda adalah spesies boa endemik di Amerika Selatan. Ular ini tidak berbisa dan panjangnya bisa mencapai 4,6 meter dengan berat antara 30 sampai 40 kilogram. Anaconda kuning adalah salah satu ular terbesar di dunia. Ular betina berukuran lebih panjang dibandingkan dengan ular jantan.

Warna ular ini sesuai dengan namanya, yaitu kuning atau kuning kehijauan dan dihiasi dengan bintik-bintik hitam hingga coklat tua. Mereka senang berada di air termasuk tepian sungai dan badan air yang airnya bergerak lambat. Namun, mereka juga dapat ditemukan di hutan. Anaconda kuning memangsa kura-kura, ikan, juga mamalia kecil.

10. Sanca Air Papua

* sumber: carnivora.net

Piton Papua atau sanca air Papua (Apodora Papuana) merupakan reptil asli Papua. Panjang ular ini bisa mencapai 4,39 meter dengan berat mencapai 22,5 kilogram. Sanca air Papua dapat mengubah warnanya, khususnya ketika mereka sedang gelisah. Warna ular ini bervariasi dari hitam hingga kuning sawi, tetapi umumnya mereka memiliki warna hijau zaitun.

Sanca air Papua biasanya ditemukan di sebagian besar wilayah Papua dan sebagian besar terestrial. Ular itu tidak ofensif dan cenderung tidak menggigit bahkan ketika dipegang walaupun ukurannya cukup besar. Mereka memangsa mamalia kecil namun terkadang memakan ular lainnya.

Ular walaupun menakutkan bagi sebagian orang, tetapi ular tampak memesona dengan warnanya yang mencolok ataupun dengan cara mereka bergerak yang membuat penasaran. Pernahkah kamu memelihara ular atau memegang salah satu ular besar yang disebutkan di atas?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar