bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Binatang / 7 Ular Piton Terbesar di Dunia yang Pernah Tertangkap

7 Ular Piton Terbesar di Dunia yang Pernah Tertangkap

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 25 Desember 2020

Pernah mendengar nama ular anakonda atau boa? Ular-ular ini dikenal sebagai ular dengan panjang dan berat yang luar biasa. Mereka bisa memangsa hewan dengan ukuran lebih besar dari tubuhnya.

Selain kedua ular itu, ada juga ular piton. Di Indonesia, ular piton dikenal sebagai ular sanca dan bisa memiliki panjang dan berat yang menakjubkan. Berikut ini adalah ular piton terbesar yang pernah tertangkap.

1. Malaysian Python

Malaysian Python

* sumber: www.malaymail.com

Ular piton terbesar yang berada di urutan pertama ditemukan di Malaysia. Seekor ular sanca batik berukuran panjang 8 meter beratnya mencapai sekitar 250 kg ditangkap di lokasi konstruksi di Malaysia. Namun tiga hari kemudian saat bertelur ular itu mati.

Ular piton ini panjangnya melebihi lima kali grand piano yang masing-masing memiliki panjang 1,5 m, truk pickup yang tingginya sekitar 5,8 m, dan hampir sepanjang 2 jerapah yang disusun berdiri ke atas. Tinggi jerapah sekitar 4,3 m jadi kalau dua jerapah disusun ke atas jadi 8,6 m.

Ular ini masih lebih unggul panjangnya dari Medusa, yaitu ular sanca batik (Python reticulatus) yang memiliki panjang 7,76 m. Medusa yang merupakan ular penangkaran pernah dicatat oleh Guinness World Records pada bulan Oktober 2011 di rumahnya yang terletak di Kansas City, Missouri.

Ular besar itu terlihat oleh orang-orang sedang berada di lokasi pembangunan jembatan layang di Paya Terubong, di Pulau Penang. Pekerja konstruksi segera menghubungi layanan darurat dan pihak berwenang bekerja selama 30 menit untuk menangkap ular ini.

2. Python Reticulatus (Sanca Batik)

Sanca batik

* sumber: www.guinnessworldrecords.com

Ular sanca batik, yang memiliki panjang maksimal 10 m, adalah ular terpanjang di dunia yang pernah ada. Sanca batik atau Python reticulatus merupakan ular terbesar dari semua spesies ular sanca yang diketahui di dunia. Berat ular raksasa ini bisa mencapai hingga sekitar 135 kg.

Ular sanca batik ini habitatnya di hutan, sungai kecil hutan hujan di seluruh Asia Tenggara. Sanca batik merupakan ular yang tak berbisa dan kebanyakan ditemukan di tanah. Bukan hanya memiliki ukuran yang raksasa, sanca batik juga memiliki warna yang mencolok.

Kulit ular ini mempunyai beragam warna, meliputi hitam, emas, dan hijau zaitun dengan bercak coklat. Waran serta pola kulit ular ini membantu pola retikulasi agar tak terdeteksi ketika berada di berbagai habitat. Ular ini termasuk ular soliter dan sangat agresif.

Ular sanca batik merupakan ular nokturnal yang hanya berburu di malam hari. Mereka akan memakan tikus, monyet, rusa, musang, dan babi. Sama dengan ular piton lainnya, sanca batik juga meremas mangsanya sampai berhenti bernafas.

Salah satu ular sanca batik terbesar yang pernah tercatat Guinness Book of Record adalah Medusa. Medusa memegang rekor dunia resmi dengan memecahkan rekor untuk ukuran panjang mencapai hingga 7,67 meter dan berat sekitar 158,8 kg pada 12 Oktober 2011.

3. Burmese Python

piton burma

* sumber: www.foxnews.com

Disebut juga Python bivittatus, piton burma, ular ini asalnya dari seluruh Asia Selatan dan Tenggara. Ular ini bisa ditemukan di Indonesia, Malaysia, Pakistan, India, Burma, Laos, Sri Lanka, Cina, dan Nepal.

Di Indonesia, ular ini disebut sanca bodo. Jika dibandingkan dengan piton batu, ukuran piton burma sedikit lebih panjang. Piton burma juga mempunyai warna yang lebih gelap. Sanca bodo ini bisa tumbuh sepanjang 5 - 7,6 meter dengan berat yang mencapai sekitar 137 kg.

Di kalangan para penangkar ular, piton burma merupakan jenis favorit, khususnya jenis albino karena bisa kemampuan berenangnya hebat sekali dan senang berada di sekitar tempat yang berair. Kalau ingin memelihara hewan ini, kamu harus mempersiapkan banyak air.

4. African Rock Python

sanca batu afrika

* sumber: storyteller.travel

Disebut juga dengan nama sanca batu afrika, ini merupakan jenis ular yang tak berbisa. Panjang maksimum dari ular terbesar di Afrika ini mencapai 7,5 m dengan berat yang mencapai sekitar 114 kg. Mereka hidup di padang rumput bersuhu, rawa-rawa, dan hutan tropis Afrika Barat dan Tengah.

Piton afrika tubuhnya panjang dan berat. Selain itu, ular ini juga punya pola bercak dan tanda gelap yang merupakan kamuflase yang paling baik untuk bisa hidup di beragam habitat yang mereka sukai. Tak beda dari ular piton lainnya, mereka juga melilit dan membunuh mangsanya dengan penyempitan.

Mereka memangsa khususnya hewan pengerat besar, monyet, antelop, biawak, babi, dan buaya. Sesudah memakan hewan besar seperti buaya, antelop atau ular, ular sanca afrika bisa bertahan hidup sampai satu tahun.

Saat musim kemarau, piton afrika tidak banyak melakukan aktivitas, yang artinya aktivitas metabolik mereka berkurang untuk sementara waktu agar bisa menghemat energi di musim tersebut. Piton afrika termasuk makhluk soliter. Mereka hanya bergabung dengan keluarga yang sama saat musim kawin.

5. Indian Python (Sanca India)

Sanca India

* sumber: commons.wikimedia.org

Indian python atau sanca india merupakan adalah ular pembelit, tidak berbisa, yang ditemukan di Asia Selatan. Sanca india panjang maksimalnya bisa mencapai hingga 6,4 meter dan beratnya bisa mencapai sekitar 91 kg. Habitat mereka ada di hutan hujan, semak, hutan, dan rawa-rawa.

Warna kulit sanca india terlihat menarik karena memiliki perpaduan warna kuning, krem, atau coklat ​​dengan tanda gelap. Pola ini membantu ular piton india ini berkamuflase dengan latar belakang yang berbeda. Ular ini bisa dengan mudah memanjat pohon serta mahir dalam berenang.

Sebagian besar hidup ular ini berada di tanah. Karena ular ini spesies soliter, mereka hanya berkumpul saat musim kawin. Biasanya piton india berburu di malam hari. Untuk mendeteksi mangsa di malam hari, mereka mempunyai lubang penginderaan panas yang terletak di rahang atas dan bawah.

Mereka juga mempunyai reseptor kimia agar bisa melihat mangsanya. Setelah menangkap mangsanya, ular piton india raksasa akan meremas mangsanya hingga mati. Umumnya ular sanca india memakan hewan pengerat dan mamalia kecil lainnya dan bisa juga memakan burung dan amfibi.

6. Amethystine Python (Sanca Permata)

Sanca Permata

* sumber: cairnssnakecatcher.com.au

Scrub python atau sanca permata merupakan nama lain dari dari amethystine python. Ular ini merupakan ular yang tak beracun terbesar yang ada di Australia. Habitat ular ini berada di padang rumput serta hutan hujan Australia, Papua Barat (Indonesia), dan Papua Nugini.

Beratnya bisa mencapai hingga 30 kg. Betina umumnya memiliki berat sekitar 15 kg. Bahkan dikatakan ada yang memiliki berat hingga 90 kg, tapi belum terkonfirmasi dan panjang tubuhnya sekitar 8,5 m. Ukuran betina lebih besar dari jantan. Morelia amethystine merupakan nama ilmiah python scrub.

Seperti kebanyakan ular piton, ular sanca permata ini aktif di malam hari. Di sepanjang rahangnya terdapat lubang penginderaan panas yang bisa membantu hewan ini berburu mangsa saat malam hari. Ular ini memangsa buruannya dengan cara membelit dan meremas mangsanya hingga mati.

Sanca permata ini memakan mamalia kecil, burung, kelelawar, dan tikus walaupun mereka bisa memakan hewan yang memiliki ukuran dua kali ukurannya. Tempat yang mereka sukai untuk beristirahat adalah puncak pohon atau tempat yang tinggi.

7. Olive Python (Sanca Zaitun)

Sanca Zaitun

* sumber: www.dailymotion.com

Olive python atau sanca zaitun merupakan hewan asli Australia dan bisa dikenali dari warnanya yang unik. Nama ilmiahnya adalah Liasis olivaceus. Ada dua subspesies dari sanca zaitun, yaitu L.O. Olivaceus dan L.O Barroni. Piton zaitun tidak berbisa juga tidak berbahaya bagi manusia.

Sayangnya mereka terkadang disalahartikan sebagai king brown snake atau ular mulga yang sangat berbisa dan dibunuh secara sia-sia. Hewan ini kini terdaftar sebagai spesies yang rentan dikarenakan hal tersebut dan perubahan pada habitat alami mereka.

Ular ini merupakan spesies ular terbesar kedua di Australia, setelah sanca permata. Ukuran ular dewasa bisa mencapai panjang lebih dari 4 meter. Panjang rata-rata mereka adalah 2,5 - 3,5 meter. Berat ular dewasa biasanya antara 10-20 kg.

Memiliki sisik yang lebih kecil membuat ular sanca zaitun seperti mempunyai kulit yang lebih halus dibandingkan dengan ular piton lain dengan warna khas hijau/zaitun, itulah mengapa disebut piton zaitun. Sehari-harinya mereka memakan mamalia, burung, dan reptil lainnya.

Ular piton yang dikenal juga dengan ular sanca di Indonesia ternyata memiliki panjang dan berat yang sangat besar. Dikatakan bahwa Indonesia merupakan rumah bagi ular-ular besar di dunia. Apakah kamu tertarik untuk menjadikan ular-ular raksasa ini sebagai peliharaan?

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram