Bacaterus / Ular / 10 Ular Paling Berbisa di Indonesia yang Harus Dihindari

10 Ular Paling Berbisa di Indonesia yang Harus Dihindari

Ditulis oleh - Diperbaharui 13 Februari 2020

Kabar tentang munculnya ular kobra di sejumlah wilayah yang ada di tanah air memang sempat membuat gempar masyarakat Indonesia. Kehadiran sejumlah ular di pemukiman warga tentunya menjadi sesuatu yang menakutkan serta membahayakan.

Ular kobra sendiri merupakan jenis spesies ular berbisa yang paling berbahaya dan mematikan. Namun tidak hanya kobra, di Indonesia sendiri terdapat banyak jenis ular berbisa yang bisa ditemukan di berbagai daerah.

Nah, jenis ular apa saja yang bisa ditemukan? Kali ini Bacaterus telah merangkum 10 ular paling berbisa di Indonesia yang harus dihindari. Simak ulasannya berikut ini ya!

1. Ular Belang Maut

Ular Belang Maut

Ular Belang Maut (Smooth-Scaled death added), memiliki nama ilmiah Acanthopis Laevis. Ular ini merupakan jenis spesies ular berbisa yang termasuk dalam keluarga Elapidae. Spesies ini bisa dengan mudah ditemukan di wilayah Asia Tenggara dan Oceana.

Ular ini biasa hidup di habitat yang memiliki banyak tempat persembunyin. Ular ini juga aktif berburu pada malam hari. Ular ini biasa ditemukan di dekat pemukiman warga hingga di ketinggian 1800 meter. Ular belang maut menjadi predator mematikan untuk kadal, burung dan tikus. Populasi paling banyak bisa ditemukan di wilayah Irian Jaya, Seram dan Tanimbar.

2.Ular Tanah

Ular Tanah

Ular tanah atau yang dikenal dengan nama ilmiah Calloselasma rhodostoma merupakan ular berbisa lainnya yang sering di temukan di Indonesia. Ular ini termasuk dalam keluarga Viperidae atau beludak yang cukup agresif dalam menyerang mangsa.

Bisa ular tanah dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan cepat. Selain itu racun ular tanah juga dapat mengakibatkan pembusukan. Sehingga orang-orang yang terkena gigitan di bagian jari kemungkinan harus melakukan amputasi.

Populasi ular tanah banyak menyebar di Asia tenggara dan pulau Jawa. Ular ini juga dikenal dengan sebutan Oray gubuk atau Bandotan bedor di tanah air.

3. Kobra Sumatera

Kobra Sumatera

Kobra Sumatra atau bernama ilmiah Naja Sumatrana merupakan jenis ular yang berbisa tinggi. Ular ini banyak menyebar di daerah Sumatra dan Kalimantan. Kobra Sumatera mampu menyemburkan racun dari taringnya tepat pada musuh.

Semburan bisa yang dikeluarkan oleh ular jenis ini mampu membuat korbannya mengalami kebutaan atau cacat permanen. Sehingga penanganan terhadap semprotan bisa ular ini harus dengan cepat bila terkena mata manusia.

Ular jenis ini biasa ditemukan sembunyi ditempat-tempat teduh yang tidak terpakai. Ular jenis ini juga biasa ditemukan di rumah-rumah warga untuk mencari mangsa, yaitu seekor tikus.

4. Ular Bangkai Laut

Ular Bangkai Laut

Ular Bangkai Laut atau dikenal dengan ulat viper hijau merupakan ular berbisa tinggi yang memiliki nama ilmiah Trimeresurus albolabris. Karena ular ini memiliki kebiasaan tinggal di pohon bambu, maka ular ini juga sering disebut sebagai Bamboo Pit Viper.

Ular spesies ini dapat menggigit dengan sangat cepat. Ular ini termasuk dalam ular yang berbahaya meskipun pada beberapa kasus gigitan tidak menyebabkan kematian. Ular Bangkai Laut aktif pada malam hari untuk berburu mangsa.

Ular jenis ini sangat mudah di identifikasi dengan warna hijau yang mencolok. Populasinya ular ini lebih banyak ditemukan di pulau Sumatera.

5. Ular Sendok Jawa

Ular Sendok Jawa

Ular Sendok Jawa atau Kobra Jawa merupakan ular berbisa dari keluarga Elapidae. Spesies ular jenis ini disebut juga sebagai Indonesian Cobra atau Javan Spitting Cobra. Ular ini termasuk dalam ular berbisa tinggi yang biasa ditemukan di wilayah rendah hingga ketinggian 600 mdpl.

Ular ini akan mendesis dan melebarkan kerudungnya sebagai cara untuk mempertahan diri dari musuh yang mengganggunya. Ular sendok Jawa juga termasuk ular yang dapat menyemburkan bisa pada calon korbannya. Penyebaran ular jenis ini pun cukup luas mulai dari Jawa, Lombok, Sumatera, Flores, Sulawesi, Bali dan pulau Komodo.

6. Ular Kepala Merah

Ular Kepala Merah

Ular Kepala Merah atau Red Headed Krait merupakan ular sangat berbisa dari keluarga Elapidae. Ular ini bernama ilmiah Bungarus flaviceps. Namanya sendiri berdasarkan warna yang terdapat pada bagian kepalanya yang berwarna merah.

Ular ini merupakan endemik yang bisa ditemui di negara Asia tenggara. Krait kepala merah adalah ular spesies langka yang menghuni dataran rendah. Ular jenis ini sangat berbahaya karena mengandung neurotoksik yang mampu menyerang sistem saraf. Bisanya cukup kuat hingga mampu membuat korban yang terkena gigitan ular ini meninggal bila tidak segera ditangani medis.

Meskipun demikian kasus karena gigitan ular ini jarang terjadi mengingat ularnya sendiri sangat langka. Populasi Krait kepala merah menyebar di berbagai pulau di Indonesia mulai dari Jawa, Sumatera, Bangka dan Kalimantan.

7. Ular Cabai Besar

Ular Cabai Besar

Ular Cabai besar merupakan endemik yang banyak berhabitat di Asia tenggara. Ular bernama ilmiah Calliophis bivirgatus sering disebut juga sebagai ular karang biru atau Blue Corak Snake. Spesies ular ini termasuk dalam ular dengan bisa tinggi yang mampu membunuh manusia.

Racun yang terkandung dalam bisanya bersifat Cytotoxin, yaitu mampu melumpuhkan otot. Ular cabai besar adalah predator bagi ular lain yang berukuran lebih kecil dari tubuhnya. Ular ini mampu menggali ke dalam tanah atau semi forosal.

Bila dalam keadaan terancam ular ini akan menggerakkan ekornya yang berwarna merah cerah. Populasi ular ini menyebar di banyak wilayah mulai dari Kalimantan, Sumatera, Nias, Kepulauan Riau, Kepulauan Mentawai dan Bangka.

8. Bornean Palm Pit Viper

Bornean Palm Pit Viper

Bornean Palm Pit Viper atau Ular Kapak Pohon dikenal dengan nama ilmiah Trimeresurus borneensis merupakan jenis ular berbisa epidemik yang menyebar daerah Borneo, Kalimantan. Ular jenis ini memiliki racun yang bersifat Haemotoksin, dimana bekas gigitan dari ular ini akan terlihat membengkak dan merasakan sakit seperti luka bakar.

Meskipun sangat berbisa namun laporan mengenai gigitan ular ini sangat jarang terjadi dan tidak pernah menyebabkan kematian. Selain di Kalimantan, ular yang berhabitat pada vegetasi rendah ini bisa ditemukan pula di pulau Sumatera.

9. Ular Putih / Ikaheka

Ular Putih / Ikaheka

Ular putih atau Senawan tanah Irian ini merupakan ular berbisa yang termasuk dalam keluarga Elapidae. Di Irian sendiri, ular spesies ini dikenal dengan nama lokal “Ikaheka”. Ular ini bernama ilmiah Micropechis ikaheka. Ular ini merupakan epidemik di pulau Irian yang banyak tinggal di wilayah lembab dan berlumpur.

Selain itu, ular ini juga banyak ditemukan di daerah perkebunan kelapa. Ular Putih termasuk dalam ular yang memiliki sifat agresif untuk menyerang siapa pun yang mengganggu. Ular ini juga termasuk dalam jenis ular semi-forosal karena kebiasaannya tersebut nama Ikaheka (belut tanah) diberikan oleh penduduk lokal yang ada di Irian Jaya.

10. King Cobra

King Cobra

Dan yang terakhir juga sekaligus penutup dari ular paling berbisa yang ada di Indonesia bernama King Kobra atau dengan nama ilmiah Ophiophagus Hannah. King Kobra merupakan spesies ular berbisa terbesar dan terpanjang yang ada di dunia.

Ular ini mampu tumbuh hingga mencapai 5 meter lebih. King Kobra adalah ular yang banyak ditakuti oleh manusia karena bisanya yang sangat mematikan.

Menurut catatan, King Kobra termasuk jenis ular yang sering menghindar bila bertemu manusia. Meskipun begitu dalam keadaan terancam, ular ini akan terlihat sangat agresif. Ia juga menjadi predator yang ditakuti oleh ular dan reptil jenis lain.

Ular yang dikenal cerdas ini berhabitat di hutan dan wilayah pertanian atau persawahan. Populasinya sendiri menyebar di pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Bangka, Bali, kepulauan Mentawai dan Kepulauan Riau.

Nah, itulah 10 ular paling berbisa di Indonesia yang harus dihindari. Keberadaan hewan ini memang sangat menakutkan. Penemuan beberapa ular dipemukiman warga bisa jadi karena habitatnya telah rusak, sehingga ular-ular tersebut mencari habitat baru untuk keberlangsungan spesiesnya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *