Bacaterus / Serba Serbi / Binatang / 10 Ular Paling Berbisa di Dunia yang Paling Mematikan!

10 Ular Paling Berbisa di Dunia yang Paling Mematikan!

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 November 2018

Mendengar kata ular saja mungkin sudah membuat kita takut. Sejarah mencatat bahwa ular merupakan salah satu makhluk yang paling berbahaya di bumi. Tubuhnya yang bersisik dan licin dengan bentuk bulat memanjang, mampu menyerang makhluk hidupnya lainnya dengan sekejap mata lewat lilitan ataupun bisa yang sangat berbahaya.

Bisa ular terbagi menjadi beberapa kategori, mulai yang tidak berbahaya, medium atau cukup berbahaya, sampai yang sangat berbahaya yang mampu membunuh manusia hanya dengan beberapa tetes. Berikut jenis spesies ular yang ditakuti karena racun yang dihasilkan mampu membunuh mangsanya dengan sangat cepat.

10 Ular Paling Berbisa di Dunia

1. Fierce Snake (Inland Taipan)

* sumber: flickr.com

Ular yang dikenal dengan nama latin Oxyuranus microlepidotus terdapat di benua Australia. Panjang ular ini antara 1,8 – 2,5 meter. Ular ini dinobatkan sebagai ular paling berbisa di dunia.

Hanya sekali gigitan, ular ini mampu mengeluarkan 44 – 110 mg yang racunnya mampu membunuh 110 orang manusia dewasa atau 250.000 tikus, setara dengan dosis racun 50 kali ular jenis King Cobra. Inland Taipan ini punya racun berbahaya dengn kandungan neurotoksin, hemotoxins, dan mikotoksin yang akan merusak sistem saraf, darah, dan sistem otot.

2. Tiger snake

* sumber: flickr.com

Ular asli Benua Australia ini memiliki nama latin Notechis scutatus. Panjang ular ini berkisar 0,9 – 2,9 meter dan ular ini aktif di malam hari saat suhu udara hangat. Orang yang kena gigitan ular ini, akan merasakan sakit luar biasa. Bahkan, bisa menyebabkan gangguan pernapasan, kelumpuhan, hingga akhirnya orang tersebut meninggal dunia.

Kematian akibat gigitan ular ini dapat terjadi dalam waktu 30 menit, tapi biasanya membutuhkan waktu 6-24 jam.Tingkat kematian korban ular Tiger Snake ini mencapai 40 – 60%. Ular jenis ini umumnya akan menghindar jika bertemu dengan orang, tetapi dapat menjadi agresif saat terpojok dan menyerang dengan akurasi yang tepat.

3. Saw Scaled Viper

Saw Scaled Viper

Ular dengan nama latin Echis carinatus ini tersebar di kawasan yang kering dan banyak terdapat di Afrika, Timur Tengah, Pakistan, India dan Sri Lanka. Ular tipe ini termasuk ular yang cepat marah, bergerak cepat, dan umumnya aktif pada malam hari atau setelah hujan.

Panjang ular ini berkisar 38 – 80 cm. Racun yang dikeluarkan ular jenis ini menyebabkan nyeri pada tempat gigitan, dan segera diikuti dengan pembekakan hebat, serta penurunan tekanan darah dan detak jantung. Persentase kematian orang yang tergigit mencapai 20%.

4. Death Adder

* sumber: www.stancsmith.com

Ular yang habibatnya berada di bagian timur dan selatan Australia dan bisa juga ditemukan di Papua Nugini dengan panajng rata-rata 70 – 100 cm. Ular jenis ini tampak mirip dengan ular viper dengan bentuk kepala segitiga dan pendek. Ular dengan nama latin (Acanthophis antarcticus).

Jika selama 6 jam tidak segera mendapatkan perawatan dari gigitan ular ini, maka bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Keistimewaan lainnya, Death adder dapat mengambil ancang-ancang kemudian menyerang dan kembali lagi ancang-ancang hanya dalam waktu 0,13 detik.

5. Black Mamba

* sumber: autoglas-stadtroda.de

Sesuai namanya, ular yang sangat melegenda ini berwarna hitam dengan nama latin Dendroaspis polylepis. Habitat ular ini terdapat di Benua Afrika dengan panjang rata-rata hingga 3 meter. Dinobatkan sebagai salah satu ular tercepat di dunia, ia bisa bergerak hingga mencapai kecepatan 20 km/jam.

Ular ini dapat menyerang dengan bisanya yang mematikan hingga 12 kali berturut-turut. Gejala awal adalah rasa sakit daerah gigitan, kemudian kesemutan di mulut dan kaki, demam, air liur berlebihan, dan kurangnya kontrol otot. Tanpa antibisa, tingkat kematiannya hampir mencapai 100% hanya dalam waktu 15 menit hingga 3 jam.

6. Eastern Brown Snake

* sumber: australianmuseum.net.au

Ular dengan nama latin Pseudonaja textilis ini berhabitat di bagian tengah Australia. Ular ini dapat bergerak cepat, agresif dalam kondisi tertentu, bertarung dengan lawannya, dan dapat berulang kali menyerang lawan atau mangsanya. Eastern brown memiliki bisa berupa racun saraf dan dapat menggumpalkan darah.

Gejala yang ditimbulkan oleh racun ini yaitu pusing, diare, kelumpuhan, gagal jantung, bahkan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat. Namun, kasus serangan eastern brown terhadap manusia sangat jarang terjadi karena ular ini punya kebiasaan akan bereaksi jika ada gerakan, dan cenderung kalem jika bertemu dengan manusia.

7. Krait Biru (Many Banded Krait)

* sumber: rahulalvares.com

Bungarus multicinctus atau yang disebut krait biru ini punya habitat di China, Taiwan, Indonesia, dan negara Asia Tenggara lainnya. Di Indonesia, ular ini punya banyak sebutan, seperti ular weling, ular belang, ular warakas. Krait berburu dan membunuh ular lain, bahkan mengorbankan krait lainnya.

Mereka berkembang biak pada malam hari, dan lebih agresif di kegelapan. Yang lebih bahaya, ular ini punya racun saraf yang 16 kali lebih kuat dari seekor kobra. Orang yang terkena gigitan ular ini akan menghadapi kematian dalam kurun waktu 6-12 jam. Ada laporan yang menyebutkan bahwa tingkat kematian korban mencapai 75 – 100%.

8. Rattlesnack

* sumber: www.lehighvalleylive.com

Tahu ular Derik? Sayangnya, ular tersebut juga masuk ke dalam salah satu ular paling berbisa di dunia. Ular ini mempunyai panjang 100 – 138 cm. Bahkan, ular ini punya kemampuan mengeluarkan suara dari ekornya ketika merasa terancam, makanya disebut sebagai ular derik. Ular yang hidup di Amerika ini akan menyerang mangsanya yang lebih dari 2/3 panjang tubuhnya.

Ular muda lebih bahaya daripada ular dewasa karena ketidak mampuannya mengontrol jumlah racun yang disuntikkan. Orang yang terkena gigitan ular ini akan merasakan kesulitan menelan dan berbicara, pandangan kabur, kelumpuhan otot, kesulitan dan kegagalan bernafas. Tercatat, sekitar 5-20% orang meninggal akibat gigitan ular ini.

9. Philippines Cobra

Philippines Cobra

Sesuai namanya, ular ini memang berhabitat di bagian utara Filipina. Bisa yang dimilikinya adalah yang paling mematikan dari semua spesies Kobra, bahkan mereka dapat mengeluarkan bisanya hingga jarak 3 meter. Meskipun gigitannya hanya menyebabkan kerusukan minimal, tapi racun sarafnya sangat mematikan.

Di awal, penderita gigitan ular ini akan merasakan sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare, pusing, pingsan dan kejang-kejang. Racunnya menargetkan sistem pernapasan dan dapat menyebabkan kelumpuhan juga kematian.

10. Blecher Sea Snake

* sumber: otlibrary.com

Memang, melihat ular yang satu ini sangat menarik karena belang-belang pada tubuhnya yang begitu mencolok. Tapi kamu harus hati-hati, karena ular ini termasuk paling berbisa namun tidak agresif. Ular laut Blecher tidak akan menggigit jika tidak diganggu. Ular laut merupakan jenis ular yang paling mematikan dibandingkan ular-ular di daratan.

Itu tadi 10 jenis ular paling berbisa di dunia, masih banyak lagi jenis ular berbisa lainnya di luar sana. Semoga artikel ini membantu dan jika teman-teman ada tambahan jenis ular berbisa lainnya, silakan bagikan di kolom komentar, ya. Ingin tahu ular kobra terbesar di dunia? Cari tahu di artikel 10 Ular Cobra Terbesar di Dunia ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Abdul Harris Akbar
Seorang pemuda yang lahir dan besar di sebuah pulau kecil bernama Dabo Singkep yang letaknya nun jauh disana, kalau ga tau silakan cari di peta. Dilahirkan pada hari Senin pagi tanggal 10 Juni 1996. Sejak dilahirkan hingga lulus SMA, tinggal di sana. Kemudian melanjutkan studi ke Pekanbaru hingga sekarang. Status belum menikah tapi akan segera menikah, kegiatan sehari-hari adalah sebagai mahasiswa semester akhir jurusan teknik sipil.

Leave A Comment