Bacaterus / Serba Serbi / Binatang / Cantik dan Majestik, Inilah 10 Ular Cobra Terbesar di Dunia

Cantik dan Majestik, Inilah 10 Ular Cobra Terbesar di Dunia

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 November 2018

Tidak sedikit orang yang takut pada ular, terutama ular berbisa. Padahal, jika dilihat pada kemungkinan bertemunya manusia dengan ular berbisa itu sangat kecil, karena kebanyakan ular berbisa tidak tinggal di habitat yang sama dengan manusia. Ular berbisa yang paling terkenal adalah ular cobra.

Orang awam mungkin berpikir kalau ular cobra itu sama saja, hanya ada satu jenis, intinya mereka memiliki bisa yang mematikan. Padahal, ular cobra itu ada banyak macamnya, loh. Ada ular cobra yang ukurannya sedang, tapi ada pula yang bisa tumbuh sampai 5 meter!

Maka itu, pada kesempatan kali ini Bacaterus mau mengajak Anda berkenalan dengan 10 ular cobra terbesar di dunia. Kebanyakan dari mereka tinggal di alam liar di daerah tropis, tapi Anda bisa bertemu dengan mereka di kebun binatang juga. Yuk, langsung saja disimak!

10 Ular Cobra Terbesar di Dunia

1. Ular Anang

Ular Anang

* sumber: calphotos.berkeley.edu

Ular cobra terbesar di dunia yang satu ini merupakan yang paling terkenal. Semua orang, bahkan anak kecil pun pasti pernah mendengar namanya. Adalah ular anang atau yang lebih dikenal dengan nama king cobra.

Ular anang sering disingkat juga menjadi lanang. Nama ilmiahnya adalah Ophiophagus hannah. Di Indonesia, ular anang memiliki nama panggilan lainnya seperti oray totog di tanah Sunda, tedung selor atau ular tedung abu di Kalimantan, dan masih banyak lagi.

Lanang adalah ular berbisa yang paling panjang di dunia. Hingga kini, ular anang terpanjang yang pernah ditemukan berukuran sekitar 5.7 meter, wow! Sedangkan panjang ular anang normalnya berkisar 3 – 4.5 meter saja. Untuk beratnya, lanang bisa mencapai 12 kg lebih. Uniknya, berbeda dengan kebanyakan jenis ular lain, lanang jantan berukuran lebih panjang dan besar dibandingkan lanang betina.

Ular ini hidup di India Barat, Bhutan, Bangladesh, Burma, Kamboja, Cina Selatan, Laos, Thailand, Vietnam, Semenanjung Malaya, Kepulauan Andaman, Filipina, dan Indonesia. Untuk di negara kita, lanang banyak ditemukan di Sumatera, Kep. Mentawai, Kep. Riau, Bangka, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Ingin melihat langsung ular anang? Mereka hidup di dekat pantai hingga ketinggian 1.800 m dpl. Tapi, tidak hanya di dekat air, ular anang bisa ditemukan juga di hutan dataran rendah, rawa, semak belukar, hutan pegunungan, ladang tua, lahan pertanian, sawah, kebun, hingga pemukiman. Bisa dibilang lanang ini merajai aneka habitat, hihi!

Ular ini sangat ditakuti orang-orang karena dikenal memiliki sifat agresif dan bisanya yang mematikan. Padahal, menurut catatan ahlinya, ular anang memang gesit, tapi tidak seagresif yang orang-orang takutkan, loh. Terus, ular anang merupakan binatang pemalu, sehingga jika merasakan ada manusia di dekatnya, mereka cenderung menghindar dan bersembunyi.

Di Burma, lanang menjadi artis dalam pertunjukan pawang ular perempuan. Pawang tersebut akan beraksi mencium ubun-ubun ular yang tengah menegakkan leher dan tudungnya. Sayangnya, lanang sudah termasuk ke dalam hewan yang terancam punah karena habitatnya banyak yang rusak. Belum lagi perdagangan ilegal yang dilakukan orang-orang untuk memelihara hewan eksotis ini. Sedih, ya?

2. Kobra Hutan

Kobra Hutan

* sumber: www.theonlinezoo.com

Forest cobra alias black cobra alias kobra hutan adalah ular cobra terbesar di dunia yang ke-2. Ular dengan nama Latin Naja melanoleuca ini merupakan ular kobra hitam dengan bibir putih. Spesies ini berasal dari Afrika, sebagian besar tinggal di bagian tengah dan barat benua. Ular ini adalah spesies “cobra sejati” terbesar dengan panjang total (termasuk ekor) hingga 3.1 meter.

Meskipun lebih menyukai hutan dataran rendah dan habitat padang rumput luas yang basah, cobra ini sangat mudah beradaptasi dan dapat ditemukan di iklim kering dalam rentang geografisnya. Ular ini juga merupakan perenang yang sangat cakap dan sering dianggap semi-akuatik. Keren, ya?

Spesies ular ini waspada, mudah gelisah, dan dianggap sebagai ular yang sangat berbahaya. Ketika terpojok atau dianiaya, kobra hutan akan membuat postur peringatan khas kobra, yaitu dengan mengangkat badan bagian depan dari tanah, menyebarkan tudungnya sempit, dan mendesis keras.

Kobra hutan jarang ditemukan menggigit manusia, kok. Walaupun begitu, satu gigitan dari ular ini sudah termasuk keadaan darurat yang mengancam jiwa.

3. Kobra Filipina

Kobra Filipina ular cobra terbesar di dunia

* sumber: 500px.com

Pada ular cobra terbesar di dunia yang ke-3 ada kobra Filipina. Seperti namanya, kobra ini berasal dari Filipina lebih tepatnya dari utara. Philippine cobra (Naja philippinensis) ini adalah spesies kobra “kekar” dan sangat berbisa. Orang-orang Filipina memanggil ular ini sebagai ulupong dalam bahasa Tagalog. Walaupun bertubuh besar, ular Filipina hanya memiliki panjang medium.

Panjang rata-rata spesies ini adalah 1 meter dan dapat tumbuh hingga 1.6 meter. Namun, subpopulasi ular ini, terutama spesimen dari Pulau Mindoro, dikatakan bisa mencapai panjang 2 meter, walaupun kabar ini masih simpang siur. Dan, kalaupun benar, maka 2 meter adalah panjang maksimal dari ular kobra Flipina.

4. Kobra Mindanao

Kobra Mindanao

* sumber: www.flickr.com

Si cantik berwarna kuning-cokelat-hitam ini namanya kobra mindanao atau lebih dikenal sebagai kobra samar. Tapi, ular ini punya nama-nama lainnya juga seperti Peters cobra, Visayan cobra, atau kobra Filipina Selatan. Mau dipanggil seperti apapun juga, ular dengan nama Latin Naja samarensis ini termasuk spesies kobra yang paling berbisa di daerah Visayas dan Mindanao, Filipina.

Ukuran kobra mindanao bisa mencapai panjang 1.4 meter. Untuk warna kulit ular ini bervariasi antara hitam, kuning, dan hijau. Kadang campuran di antara semuanya. Habitat ular ini dapat bervariasi dari hutan pegunungan ke dataran tropis. Mereka juga dapat hidup dekat dengan pemukiman manusia.

Bisa kobra samar berpotensi mematikan neurotoksin dengan sifat sitotoksik juga. Ketika ular samar sedang menyuntikkan bisanya, sang korban dapat merasakan gangguan pernapasan, kelumpuhan, serta nekrosis jaringan di sekitar lokasi gigitan.

Kobra mindanao disebut-sebut memiliki perilaku gelisah, cepat untuk menyerang, dan cepat pula dalam menyemprotkan bisa kepada hewan/manusia yang mengganggunya. Biasanya, kobra ini mengincar wajah dan bola mata lawannya. Jika bisa kobra terkena mata, maka akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan kerusakan mekanis pada bola mata.

Jika tidak dikeluarkan dengan benar, bisanya dapat menyebabkan kebutaan permanen karena sifatnya yang menghancurkan jaringan. Antivenin untuk cobra samar diproduksi di Filipina, tetapi tidak tersedia secara luas karena distribusi spesies ini juga terbatas.

5. Kobra Siam

Kobra Siam ular cobra terbesar di dunia

* sumber: www.flickr.com

Nama ular belang hitam putih ini adalah Indochinese spitting cobra atau kobra siam. Ular dengan nama Latin Naja siamensis ini hidup di Asia Tenggara, dan sebagian besar di antaranya ada di Thailand. Makanya, ular ini disebut juga sebagai Thai spitting cobraSiamese spitting cobra, dan black-and-white spitting cobra.

Kobra siam berukuran medium dan cenderung lebih kurus dibandingkan dengan kobra lainnya. Warna kulit kobra ini tidak selalu hitam putih, ada juga yang warnanya cokelat-abu-kehitaman. Tapi totol-totol atau garis-garisnya pasti berwarna putih. Ukuran panjang kobra siam dewasa rata-rata 0.9 – 1.2 meter, dan maksimal 1.6 meter walaupun jarang.

6. Kobra India

Kobra India 

* sumber: id.pinterest.com

Kobra India, atau yang disebut nag (नाग) dalam bahasa Hindi dan gokhra dalam bahasa Benggali, adalah spesies ular sendok (kobra) yang terdapat di India dan sekitarnya. Panjang tubuh kobra India dapat mencapai 2.3 meter. Warna kulitnya gelap (cokelat tua, cokelat kelabu, hingga hitam) dengan warna perut yang lebih cerah. Pada bagian leher belakang (tudung) ular ada corak berbentuk “U” berwarna putih.

Ular ini mungkin bukan yang terbesar dalam kategori ukuran tubuh, tapi mereka merupakan salah satu dari Top 4 penyebab kasus gigitan mematikan di negara India. Walaupun telah memakan banyak korban, ular ini tidak boleh dibunuh karena termasuk hewan yang dilindungi Undang-undang Perlindungan Kehidupan Liar India.

Mungkin karena ular ini disebutkan dalam mitologi India dan dianggap sebagai binatang utusan dewa. Jadi, sama seperti sapi yang dianggap sebagai kendaraan dewa, ular kobra India dianggap suci dan dilarang dibunuh. Kalau misalnya ular ini menggigit, orang-orang percaya bahwa itu adalah kemurkaan dewa.

Habitat ular kobra India ada di hampir semua wilayah lembab, seperti perkebunan, pertanian, hutan hujan, dan perikanan darat. Mereka aktif pada dua waktu, yaitu siang dan malam hari. Sama seperti kobra lainnya, ketika merasa terganggu, mereka akan mengangkat tubuh bagian depan, mengembangkan tudung, dan menyemprotkan bisa ke mata pengganggunya. Mereka juga akan menggigit musuhnya jika diperlukan.

7. Kobra Kuning

ular cobra terbesar di dunia Kobra Kuning

* sumber: id.pinterest.com

Ular cobra terbesar di dunia yang selanjutnya memiliki nama seperti warna kulitnya, yaitu kobra kuning. Tapi, kobra ini punya sebutan lainnya juga seperti kobra tanjung dan cape cobra dalam bahasa Inggris. Kobra ini merupakan hewan endemik di Afrika bagian selatan, seperti Namibia Selatan, Bostwana Barat Daya, dan Lesotho Barat. Tidak akan ditemukan di mana pun selain daerah itu.

Panjang tubuh kobra kuning dapat mencapai 1.6 meter. Ular kobra kuning jantan berukuran sedikit lebih besar daripada yang betina. Namun, pernah ditemukan kobra kuning jantan terpanjang di Namibia, yaitu mencapai 1.88 meter. Seperti namanya, kulit ular ini berwarna kuning, tapi ada juga yang kuning keabu-abuan atau kuning kecokelatan seperti warna pasir di gurun. Anda dapat menemukan ular ini di sabana atau gurun.

8. Kobra Kaca-tunggal

Kobra Kaca-tunggal

* sumber: thebutterflydiaries.wordpress.com

Monocled/monocellate cobra (Naja kaouthia) merupakan spesies ular kobra yang tersebar di Asia Selatan dan Tenggara serta terdaftar sebagai Least Concern (tidak perlu terlalu dikhawatirkan) oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam.

Warna ular kobra kaca-tunggal muda cenderung lebih pekat, mereka bisa berwarna kuning, cokelat, hitam, atau abu-abu. Semakin tua ular, maka warna kulitnya akan semakin pudar. Panjang ular ini berkisar 1.35 m – 1.5 m, maksimal ada yang dapat tumbuh sampai 2.3 meter. Tapi, mereka punya ekor tambahan sekitar 23 cm juga. Lalu, untuk ukuran taringnya tidak terlalu panjang, yaitu 0.7 cm.

Kobra monocled terdapat di India, Cina, Vietnam, Cambodia, Malay Peninsula, Bangladesh, Bhutan, Myanmar, Laos, Nepal, dan Thailand. Kenapa ular ini tersebar di mana-mana? Karena, walaupun lebih memilih daerah yang ada airnya, seperti sawah, mangrove, dan hutan, mereka dapat menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan apapun juga.

9. Ular Sendok Sumatera

Ular Sendok Sumatera

* sumber: ularindonesian.blogspot.com

Ular cobra terbesar di dunia kali ini asli Indonesia, yaitu ular sendok Sumatera (Naja sumatrana). Ular kobra ini terdapat di daerah Asia Tenggara mulai dari Sumatera, Sem. Melayu, dan Kalimantan. Ular ini disebut juga sebagai ular sendok khatulistiwa (Equatorial spitting cobra). Mereka bisa Anda temukan juga di Thailand Selatan, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Untuk penyebaran di Indonesia, selain Sumatera mereka tinggal di Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, Kalimantan, serta kemungkinan terdapat populasi terisolasi di Provinsi Banten. Warna kulit ular kobra Sumatera sangat gelap, hitam mengilap di seluruh permukaannya dengan perut keabu-abuan.

Panjang tubuhnya dapat mencapai 1.3 meter. Habitatnya ada di hutan hujan, pinggiran pemukiman warga, dan perkebunan. Hati-hati kalau bertemu dengan ular ini, pasalnya mereka bisa menyemprotkan bisa ke arah mata lawannya walaupun dari jarak sejauh 3 meter.

10. Kobra Cina

Kobra Cina

* sumber: id.pinterest.com

Terakhir, ada kobra Cina a.k.a Chinese cobra (Naja atra). Ular ini juga sering disebut sebagai Taiwan cobra. Mereka paling banyak ditemukan di China Selatan dan di sekitarnya. Saking banyaknya ular ini, sudah banyak kasus serangan yang mengakibatkan luka fatal hingga kematian manusia.

Ular dengan warna yang sangat cantik ini rata-rata berukuran 1.5 meter, tapi mereka dapat tumbuh hingga 2 meter walaupun jarang ditemukan kasus seperti ini. Tempat tinggal ular ini adalah di hutan, semak belukar, padang rumput, dan mangrove. Spesies ini dapat beradaptasi dengan baik dalam berbagai medan, termasuk dataran padang rumput, hutan, ladang terbuka, bahkan daerah padat penduduk.

Itulah 10 macam ular cobra terbesar di dunia versi Bacaterus. Bagaimana, mereka cantik-cantik, bukan? Tapi, tetap saja Anda harus berhati-hati kalau bertemu mereka. Anda tahu ular cobra besar lainnya? Beritahu pembaca lain di kolom komentar, ya.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Syuri
Syuri, ’94 liner, make up enthusiast, smeraldo flower admirer, calico cat snuggler.

2 Comments

  1. aden 6 November 2018 at 08:38 - Reply

    serem liat nya juga

    • Bacaterus
      Bacaterus 7 November 2018 at 16:07 - Reply

      😅

Leave A Comment