bacaterus web banner retina

7 Tips Sahur Supaya Badan Tak Terasa Lemas Saat Puasa

Ditulis oleh Albar Fahrul Roji - Diperbaharui 27 Maret 2021

Bulan suci Ramadhan sudah semakin dekat. Kita akan berpuasa yang artinya tidak makan dan minum dari mulai sebelum fajar sampai Magrib sebulan penuh. Kita akan makan di waktu buka hingga sampai waktu sahur. Buka puasa disajikan setelah matahari terbenam untuk berbuka puasa dan untuk memberikan tubuh yang lelah dan lelah dimanjakan dengan makanan enak setelah seharian penuh. 

Ide dibalik makan sahur adalah untuk memberikan energi yang diperlukan tubuh untuk berpuasa sepanjang hari. Namun terkadang justru setelah sahur dan seharian penuh kita jadi merasa lemas. Ternyata apa yang kita konsumsi dan lakukan saat sahur mempengaruhi kondisi tubuh kita. Nah, untuk yang ingin bugar saat puasa, ini ada tips sahur agar badan tidak lemas. Cek infonya di bawah ini. 

1. Jangan Lewatkan Sahur

Jangan Lewatkan Sahur

Ngaku siapa yang suka malas sahur karena ngantuk? Tak bisa dipungkiri bangun pukul 3 – 4 untuk makan itu membuat orang malas karena mereka merasa ngantuk.  Tapi tahukah kamu ada berkah saat sahur dan dengan melewatkan makan sahur, kamu mempersiapkan diri untuk kelelahan seharian.

Mengapa? Itu karena tubuhmu tidak memiliki cadangan energi yang dibutuhkannya. Cari tahu makanan terbaik untuk dimakan saat sahur dan makanan yang benar-benar harus dihindari agar kamu tidak lemas saat berpuasa seharian.

2. Sahurlah Mendekati Waktu Imsak

Sahurlah Mendekati Waktu ImsakSumber: richmond.com

Jika waktu imsak pukul 4.30, maka coba untuk sahur mendekati waktu tersebut. Jangan makan sahur pukul 2.30 pagi karena jeda waktu menuju ke imsaknya cukup lama. Jadi kira-kira kapan waktu sahur yang tepat? Mungkin kamu bisa makan sahur pukul 3.30.

Dengan mulai makan sahur di pukul 3.30 kamu bisa makan dengan tenang, tidak diburu-buru waktu imsak. Selain itu, waktu kamu selesai makan juga tidak akan jauh dari waktu imsak. Kalau kamu sahur pukul 3.00, kamu akan punya waktu jeda sekitar 1 jam sebelum imsak. 

Jeda terlalu lama dapat membuatmu cepat merasa lapar. Ini dikarenakan tubuh memproses makanan lebih cepat. Padahal kamu akan membutuhkan banyak energi untuk sampai di waktu buka. Nah, jadi pilihan sahur mendekati waktu imsak adalah pilihan yang tepat.

Sahur terlalu awal sebenarnya tidak terlalu dianjurkan. Akan lebih baik untuk makan sahur di waktu yang mendekati imsak karena nantinya menunggu adzan subuh akan jadi lebih lama. Ada kemungkinan kamu merasa ngantuk lagi sesudah sahur hingga kelewat subuh.

Namun, jangan juga makan sahur di waktu yang terlalu mepet dengan waktu imsak. Bisa-bisa kamu makannya terburu-buru sehingga tidak mengunyah dengan benar dan perutmu jadi sakit. Bahkan bisa jadi sahurmu belum habis tapi waktu imsak sudah terdengar. Nanti sahurmu jadi tak karuan.

3. Tidur Terlebih Dulu Sebelum Sahur

Tidur Terlebih Dulu Sebelum Sahur

Karena malas untuk bangun saat subuh, beberapa orang memilih untuk makan sahur sebelum pergi tidur malam. Selain karena malas bangun subuh, mereka juga mengantisipasi kalau-kalau mereka terlambat bangun sahur. Namun faktanya hal ini tidak baik untuk kesehatanmu.

Menurut para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Loannina di Yunani, makan yang terlalu mendekati waktu tidur bisa meningkatkan risiko naiknya kadar gula darah, asam lambung ke tenggorokan, kadar kolesterol, dan tekanan darah.

Hal ini akan bisa mengakibatkan peningkatan risiko sleep apnea serta berkaitan dengan stroke. Selain itu menurut KH Maman Imanul Haq, ketua Lembaga Dakwah PBNU, yang dikutip dari CNN, menyebutkan bahwa sahur itu waktunya adalah jam tiga ke atas.

Setelah itu mengukuhkan niat supaya puasa tidak terganggu oleh rasa lapar dan dahaga. Untuk itu, lebih baik kamu tidak makan sahur sebelum tidur malam. Coba pasang alarm di kamar agar kamu bisa bangun. Atau cobalah meminta bantuan dari keluarga atau teman untuk membangunkanmu.

4. Makan Makanan Penambah Energi Saat Sahur

Makan Makanan Penambah Energi Saat SahurSumber: vegan.io

Sahur menjadi makanan terpenting hari ini karena itulah yang akan membawa kamu berenergi sepanjang hari. Sementara sahur yang baik membantumu menjalani hari seperti biasa, sahur yang berat atau tidak seimbang akan membuatmu merasa lapar dan lemas sepanjang hari.

Makan makanan kaya protein di pagi hari. Protein tidak hanya menunda rasa lapar tetapi juga memberikan banyak energi untuk hari itu. Berikan hidrasi untuk tubuhmu yang sebagian bisa didapatkan dari makanan juga. Pilih buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi seperti mentimun, tomat, selada, jeruk, dan semangka.

Makanan berserat dan berkarbohidrat tinggi seperti roti gandum dan nasi merah membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan karenanya membuatmu kenyang untuk waktu yang lebih lama. Pilih makanan yang tinggi protein tetapi dengan lemak yang sedikit. Makanan seperti ikan, produk susu rendah lemak, dan ayam yang tidak terlalu berlemak harus menjadi alternatif buatmu untuk makanan berlemak yang penuh energi.

Asupan buah kaya serat di awal hari bisa mencegah sembelit yang masalah umum yang terjadi selama Ramadan. Juga, makanan ini penuh dengan vitamin, fitokimia dan mineral untuk membuatmu tetap berenergi sepanjang hari.

5. Hindari Karbohidrat Olahan

Hindari Karbohidrat Olahan

Saat sahur hindarilah mengkonsumsi karbohidrat olahan yang berlebihan. Lebih baik pilih makanan bergizi dan padat nutrisi yang akan memberimu energi yang kamu butuhkan untuk beribadah kepada Allah. Ini termasuk gula, jus buah dan roti putih, pizza, donat, mie, kue kering dan lain-lain. 

Sahur yang akan menyebabkan meningkatnya gula darah dapat membuatmu merasa lelah dan jadi pemarah di sepanjang hari. Sebaliknya, jika kamu akan makan karbohidrat, pilih karbohidrat makanan utuh, seperti gandum utuh, buah utuh, dan sayuran utuh.

Tambahkan ke lemak sehat, seperti minyak zaitun, mentega yang dibuat dari susu sapi yang menkonsumsi banyak rumput, kelapa, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dll. Dan protein sehat, yaitu daging dari hewan yang diberi makan rumput organik, ayam, telur, ikan, dan kacang-kacangan.

6. Pilih Air Putih, Hindari Kafein

Pilih Air Putih, Hindari KafeinSumber: organicallybecca.com

Jika kamu terbiasa dengan minuman penambah energi buatan dan kafein untuk membangunkan dirimu secara normal, kamu perlu tahu bahwa kamu juga telah memilih untuk mengikatkan diri pada kebiasaan yang akan terbukti kontraproduktif bagi kesehatanmu dalam jangka panjang.

Selain itu, sebenarnya kebiasaan itu akan membebani fungsi jantungmu. Tingkatkan asupan air dan berlatihlah untuk minum segelas air alih-alih secangkir kopi lagi karena air menghidrasi tubuh dan membuat pikiranmu tetap segar. Jadi saat sahur konsumsi air putih jangan kafein.

7. Lakukan Aktivitas Ringan Sesudah Sahur

Lakukan Aktivitas Ringan Sesudah Sahur

Sesudah makan sahur, usahakan untuk tidak langsung masuk kamar dan naik lagi ke tempat tidur. Sebaiknya kamu lakukan aktivitas ringan dahulu, misalnya merapikan rumah, mencuci piring, atau juga berolahraga ringan, seperti jalan atau jogging di sekitar rumah.

Kenapa ini perlu kamu lakukan? Karena kalau kamu langsung tidur lagi sesudah makan, ada kemungkinan asam lambung kamu naik karena lambung tidak bisa langsung mencerna makanan sahur. Selain itu juga tidur akan membuat kamu berisiko terkena obesitas karena penimbunan lemak.

Berpuasa bukan berarti kamu jadi malas-malasan karena merasa tubuh lemas. Badan lemas saat puasa bisa diakibatkan oleh makanan yang kamu makan saat sahur atau aktivitas sesudah sahur, misalnya tidur langsung sesudah makan. Kamu tetap bisa beraktivitas seperti biasa hanya saja porsinya dikurangi, misalnya olahraga tidak yang berat dan waktunya dikurangi.

Supaya tidak lemas saat puasa kamu perlu disiplin dan paham apa yang harus kamu lakukan untuk menjaga tubuhmu supaya tetap bugar. Yang terpenting lainnya yaitu jangan pernah melewatkan sahur walaupun kamu merasa malas. Sahur memberikan energi untuk kamu beraktivitas di siang hari.  

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram